
Hari itu hari pertama Dita bekerja di kantor Pak Bagas. Begitu sampai di meja kerjanya, Dita langsung disambut banyak berkas yang harus dikerjakan. Beruntungnya rekan-rekan kerjanya yang baru sangat kooperatif dan ramah, sehingga Dita dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
Dita sibuk bolak balik ke ruangan fotocopy yang terletak di dekat ruangan Pak Bagas, dan saat ia baru kluar dari ruangan fotocopy dan ingin kembali ke meja kerjanya, Dita melihat rombongan yang akan menuju ke ruangan Pak Bagas. Rombongan itu disambut oleh Dimas dan akan diantarkan ke ruangan Pak Bagas. Ternyata itu adalah tim kerja Mas Ryan yang akan mengadakan meeting dengan Pak Bagas. Ditapun minggir dan memberi jalan bagi rombongan itu. Mas Ryan terlihat melirik ke arah Dita, dan melemparkan senyuman. Dita membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum sopan.
Setelah mengantarkan tim kerja Mas Ryan ke ruangan Pak Bagas, Dimas pun keluar ruangan. Saat melihat Dimas, Dita pun berbisik memanggilnya.
Sejak malam itu Dita belum ada bertemu lagi dengan Dimas, sehingga ketika melihatnya di kantor Dita langsung memanggilnya.
__ADS_1
"Eh Dit, lupa gue kalau hari ini lu mulai kerja disini juga", ucap Dimas.
"Lu kan emang begitu kalau sama gue, suka lupa", balas Dita sambil tertawa.
Dita menceritakan pertemuannya dengan Mas Ryan ketika menghadiri pesta perayaan kantor cabang baru milik Diko, dan Dita juga bercerita bahwa ia dan Mas Ryan sempat ngopi dan mengobrol bersama.
"Sebenarnya gue udah tahu tentang hubungan Mas Ryan dan Istrinya", aku Dimas
__ADS_1
"Dih, waktu itu aja lu pura-pura ga tau. Dasar lu!", ujar Dita.
"Gue ga enak aja waktu itu jelasin ke lu, bingung cara ngomongnya gimana, makanya gue enteng aja pas bilang Mas Ryan tertarik sama lu, soalnya memang setahu gue Mas Ryan pernah beberapa kali punya pacar," jelas Dimas.
"Lagian ya Dit, kalau menurut gue fix deh Mas Ryan tertarik sama lu. Karena setahu gue Mas Ryan ga bakalan mau jalan bareng atau keluar bareng sama perempuan kalau bukan beneran pacarnya. Nah ini, tiba-tiba ngajak lu ngopi. Gue tahu deh gimana Mas Ryan, dia bukan type yang sembarangan jalan sama perempuan. Banyak banget perempuan yang deketin Mas Ryan, kalau dia jahat mungkin udah pada diladenin tuh semuanya. Satu lagi nih Dit, dulu pas istrinya awal-awal selingkuh Mas Ryan bener-bener hancur Dit, sampe tidur di kantornya mulu karena stress dianya. Kalo masalah itu sih gue diceritain sama Pak Bagas, soalnya Pak Bagas deh dulu itu saksi Mas Ryan lagi terpuruk dan lama-lama bisa bangkit lagi", lanjut Dimas.
Dita terdiam, ia tak begitu peduli ucapan Dimas tentang Mas Ryan yang tertarik dengan dirinya. Ia hanya terbayang bagaimana dulu Mas Ryan menghadapi kenyataan tentang rumah tangganya. Ia semakin merasa kasihan pada Mas Ryan, disamping sosoknya yang terlihat tegar ternyata ia pernah mengalami masa-masa kelam dan terpuruk.
__ADS_1
Setelah selesai berbincang dengan Dimas, Dita kembali ke meja kerjanya. Disitu ia kembali termenung dan merasa iba pada Mas Ryan. Seketika dirinya tersadar, mengapa ia selau kepikiran tentang Mas Ryan. Segera ia menyingkirkan pikirannya itu dan kembali bekerja.