
Mas Ryan terbelalak melihat pemandangan yang ada di depannya kini. Darahnya berdesir tidak karuan. Celana pendek yang digunakannya mendadak menjadi sempit. Rasa lelah yang sedari tadi ia keluhkan seketika hilang dan berganti dengan kekuatan dan semangat yang entah dari mana datangnya.
Dilihatnya dengan detail dari atas hingga kebawah. Seketika ia bersyukur mempunyai istri semuda Dita dikala usianya kini yang sudah memasuki 45 tahun. Istri yang masih sangat segar, sigap dan bersemangat serta pintar dalam membuainya untuk selalu jatuh cinta, seperti saat ini. Perasaannya seperti bergejolak, jiwa mudanya seakan tak pernah hilang sejak bertemu dengan Dita.
Dita sengaja menggoda suaminya dengan menggunakan lingerie malam ini sebagai persembahan di hari terakhir bulan madu mereka kali ini. Didekatinya Mas Ryan yang masih saja terpaku.
Ia mendekati tempat tidur tapi tak menaikinya. Sengaja dibuatnya Mas Ryan semakin penasaran. Tangan Mas Ryan seketika berusaha menariknya seperti harimau yang sedang lapar.
"No, don't touch me or you never get me" ucapnya sambil mengelak.
"Come here baby, please" rayunya agar Dita mendekat.
Dita melenggak lenggokkan tubuhnya seperti yang ia pelajari sebelumnya di youtube. Mas Ryan semakin panas dan tidak sabaran kemudian ingin turun dari tempat tidur.
"Oke, satu langkah saja turun, you never get me tonight" ancamnya.
__ADS_1
"Oh my God, come on sayang, please" ucapnya memohon.
Dita semakin senang melihat suaminya yang makin tidak sabar. Semakin digodanya dengan berbagai macam gerakan yang telah ia hapalkan sebelumnya.
"Baby, please. Come on, I can't hold it" ucapnya sambil melepaskan pakaian.
Dita tersenyum dan tidak menggubris ucapan suaminya.
"I don't care anymore, I will get you" ucap Mas Ryan sambil turun dari tempat tidur kemudian mengejar Dita dan menyambar tubuhnya serta dibawanya ke tempat tidur sambil tersenyum puas.
"Dari youtube" jawab Dita sambil tertawa.
"Oh my God, thank's youtube, you've made my day" ucapnya seolah berterimakasih pada youtube yang telah mengajarkan istrinya dan membuat harinya semenyenangkan saat ini.
Dita hanya tersenyum mendengar ucapan Mas Ryan. Di pandangnya mata suaminya yang bagaikan harimau lapar itu, di tariknya kemudian dicumbunya dengan menggebu-gebu.
__ADS_1
Mas Ryan semakin ganas melihat Dita yang kian bersemangat. Dilucutinya lingerie pemberiannya itu satu persatu kemudian di lemparkannya ke sembarang arah dengan tidak sabar. Dijelajahinya tubuh yang milik dirinya seutuhnya itu dengan perlahan. Tapi Dita terlihat tak mengijinkannya, ia ingin mengambil posisi sebagai pemimpin permainan malam ini. Hari ini ia ingin menyenangkan suaminya sebagai penutup bulan madu mereka.
Suhu kamar mereka mendadak menjadi panas dan membuat berkeringat. Desahan silih berganti dengan teriakan kecil yang mengundang hasrat. Hingga akhirnya sepasang suami istri yang sedang terbakar nafsu itu tergeletak kehabisan tenaga dengan sekujur tubuh yang basah karena peluh.
Masih dengan nafas yang naik turun, Mas Ryan mendekati Dita kemudian memeluknya. Diciumnya kening istrinya itu, "Terima kasih sayang, you're really great malam ini" pujinya pada istrinya.
Dita tersenyum bangga, tidak sia-sia ia mempelajari dan menghapal setiap gerakan untuk menggoda suaminya, ia hanya berusaha membuat suaminya senang.
Dibelainya perut Dita dengan lembut, "Semoga kita segera mendapat kabar baik" ucapnya.
"Semoga Mas" jawabnya sambil masuk ke dalam pelukan Mas Ryan.
Ketika Dita sekejap lagi akan terlelap, tiba-tiba Mas Ryan berkata, "Tidak bisa ya kalau kepulangan kita di undur saja?".
Dita langsung melotot dan mencubit lengan suaminya. "Ingat anak Mas, ingat" ucap nya gemas.
__ADS_1
Mereka berdua seketika tertawa, sekaligus menyiapkan hati untuk kembali ke realita kehidupan di Jakarta dengan segala rutinitasnya.