
Sebelum pulang ke kantor pagi itu, Dita menyempatkan diri untuk mampir ke apotik. Karena ia ingin membeli testpack. Sebenarnya ia sudah telat haid satu minggu. Namun ia belum mengecek apa benar ia hamil atau tidak.
Ia tidak merasakan gejala apapun. Oleh karena itu ia tidak begitu yakin. Karena ketika hamil Xander dulu ia merasa pusing yang luar biasa hingga sempat pingsan.
Dita juga belum memberitahu Mas Ryan bahwa ia sudah terlambat haid. Ia takut Mas Ryan berharap dan akan kecewa jika hasilnya negatif.
Sesampainya di apotik, dibelinya tiga buah testpack dengan merk yang berbeda, ia berharap agar hasilnya benar-benar valid.
Sebenarnya sejak membeli testpack tadi hatinya berdebar-debar seperti sedang menunggu hasil ujian. Di kantor pun ia sedikit gelisah dan tak tenang, rasanya sudah sangat penasaran ingin menggunakan testpack tersebut.
Ia berniat menunggu sampai besok pagi ketika bangun tidur baru akan digunakannya testpack tersebut. Namun karena hati yang tak kunjung tenang, rasa penasaran yang kian membesar. Di ambilnya ketiga testpack tadi dari dalam tasnya, kemudian di bawanya menuju toilet yang ada diruangannya.
__ADS_1
Di ambilnya beberapa mili liter urinenya saat itu. Kemudian diletakkannya di atas wastafel.
Di bukanya testpack pertama dan dicelupkannya ke dalam urine selama beberapa detik. Kemudian di letakkannya di permukaan wastafel yang datar.
Dengan perasaan dag dig dug ia menunggu hasil yang akan terlihat dari strip testpack tersebut. Diperhatikannya dengan seksama dan berhati-hati.
Mulanya terlihat satu buah garis merah tegas langsung muncul begitu urine membasahi strip tersebut. Di tunggunya garis merah kedua kira-kira akan muncul atau tidak.
Ia takut apakah ini hanya perasaannya saja. Tiba-tiba ia teringat dengan dua testpack berikutnya, dicobanya lagi. Ditunggunya dengan sabar.
Lagi-lagi perasaannya seperti ada garis merah samar, tapi ia ragu karena warnanya bukan merah, pink pun tidak. Hanya sekilas seperti garis agak gelap.
__ADS_1
Hatinya makin tak tenang, rasa penasaran kian memenuhi pikirannya. Di keluarkannya satu lagi testpack terakhir yang paling pamungkas. Sebuah testpack digital yang diklaim bisa mendeteksi kehamilan sejak 1 minggu setelah berhubungan intim.
Dibukanya dan dibacanya beberapa petunjuk penggunaaannya. Kemudian di celupkannya pada urine yang telah ia sediakan tadi. Ditunggunya beberapa menit hingga terdengar bunyi "bip" pertanda hasilnya sudah bisa dilihat di layar kecil yang ada di tengahnya.
Layar kecil tersebut menampilkan tulisan 'PREGNANT' yang berarti dirinya benar sedang hamil. Diraihnya testpack tersebut, dibacanya lebih dekat agar ia tidak salah lihat. Berkali-kali diejanya tulisan yang hanya satu kata itu. Ia meyakinkan diri bahwa ia tidak salah lihat.
Kemudian Dita tersenyum bahagia, akhirnya usahanya dan suaminya membuahkan hasil. Dielusnya perutnya dengan lembut, dibayangkannya sebuah janin sedang berkembang di sana. Buah cintanya dan Mas Ryan yang kali ini tidak akan di sangkalnya, malah di nantikannya.
Tak terasa air mata bahagia menetes di pipinya. Sebentar lagi akan hadir anggota keluarga baru di rumah mereka yang menambah hangatnya suasana di rumah.
Kemudian ia bergegas keluar toilet dan menyambar tas beserta kunci mobilnya. Dengan wajah bahagia ia pergi meninggalkan ruangan.
__ADS_1