Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 93


__ADS_3

Sejak mobil berangkat, Dita terus memeluk anaknya. Ia sedih karrna akan berpisah sementara waktu dengan Xander.


Xander yang akan ditinggal malahan tidak terlihat sedih sama sekali. Karena setelah mengantarkan papa dan mamanya ke bandara nanti ia akan langsung pergi ke Mal dengan om dan tantenya untuk bermain di playground.


Mas Ryan yang paham dengan kegalauan itu pun terlihat menggenggam erat tangan istrinya. Ia mengerti Dita sedih karena selama ini tidak pernah berpisah dengan Xander.


Mereka memutuskan untuk berbulan madu di Phuket, Thailand. Mengingat perjalanan udara yang tidak terlalu lama dan tanpa transit serta pemandangan alam yang luar biasa membuat mereka akhirnya memilih destinasi ini.


Akhirnya mereka tiba di bandara, saat itu menunjukkan pukul 10.00. Sedangkan pesawat mereka terjadwal pukul 11.30.


Xander terlihat anteng di dalam gendongan Mas Ryan. "Mama sama papa pergi dulu ya sayang, Xander yang pintar ya sama om dan tante. Tidak boleh nakal, tidak boleh rewel, nanti main di Mal nya hati-hati ya" ucap Dita sambil memandang putranya tersebut.


"Iya ma, mama sama papa nanti belikan Xander robot Avangers ya" jawab Xander.

__ADS_1


"Iya sayang, nanti papa mama belikan yang banyak. Nanti di Mal Xander juga boleh beli mainan sama om dan tante. Tapi tidak boleh nangis ya, terus nanti malam bobonya sama om dan tante ya" jawab Mas Ryan menambahi.


Xander mengangguk sambil tersenyum lebar. Ia bahagia karena walaupun papa mamanya pergi ia akan pergi bermain dan membeli mainan baru.


Pokoknya Xander diservice habis-habisan kali ini. Yang penting agar ia tetap senang dan happy selama papa mamanya pergi.


Tak lama kemudian Novia dan Dimas menyuruh keduanya agar segera masuk ke dalam untuk check in. Mas Ryan pun langsung meletakkan Xander di gendongan Dimas, kemudian bergantian dengan Dita menciumi dan memeluk anaknya. Kemudian mereka pun berpamitan. Tak lupa Dimas dan Novia memberi wejangan pada mereka agar santai dan tidak banyak pikiran selama disana. Mereka juga mendoakan agar bulan madu Mas Ryan dan Dita berjalan lancar agar segera dikaruniai momongan.


Mas Ryan merangkul Dita sambil berjalan menuju arrival hall di Phuket International Airport. Setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta selama 2jam 50menit akhirnya mereka pun tiba di Phuket.


Dita terlihat menunjuk sebuah kertas dengan tulisan nama mereka yang sedang di pegang oleh seorang lelaki berseragam biru muda. Mereka telah menyewa mobil beserta driver yang akan mengantarkan mereka selama di sana.


Setelah mengetahui bahwa Dita dan Mas Ryanlah customernya, Driver tersebut langsung mengangkat koper mereka untuk dimasukkan ke dalam bagasi.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil pun melaju menuju ke sebuah resort yang telah mereka pesan. Mereka mendapatkan rekomendasi dari beberapa teman untuk menginap di sana karena keindahan pemandangannya.


Setelah berkendara selama kurang lebih duapuluh menit akhirnya mereka tiba di sebuah gerbang yang bertuliskan Renaissance Resort and Spa. Benar saja, baru memasuki halamannya saja cukup membuat Dita terkagum-kagum karena keindahan designnya.


Ditambah ketika masuk ke dalam, nuansa alam kian kental terasa. Seorang karyawan resort tersebut mengantarkan Dita dan Mas Ryan untuk menuju ke kamar mereka.


Hingga sampai pada sebuah sebuah pintu kayu berukiran khas Thailand, karyawan tersebut terlihat berhenti dan membukanya dengan menempel sebuah kartu kemudian mempersilahkan Dita dan Mas Ryan untuk masuk.


Terlihat sebuah ruangan tamu mewah dengan satu set sofa beludru berwarna peach. Kemudian mereka masuk ke ruangan selanjutnya yang ternyata sebuah kamar tidur yang tak kalah megahnya, terdapat sebuah tempat tidur berkasur empuk dan berukuran besar. Mas Ryan membuka pintu yang berada tepat di depan tempat tidur mereka, di susul oleh Dita yang masih terpukau dengan keindahan kamar mereka. Suara debur ombak pantai jelas terdengar menenangkan siapa saja yang mendengarnya. Wangi pantai dan angin laut pun langsung menerpa wajah mereka. Benar-benar menenangkan dan menyegarkan bagi Mas Ryan yang Dita.


Terlihat juga sebuah kolam renang pribadi dan sebuah jacuzzi yang terdapat di teras kamar semakin melengkapi bulan madu indah mereka.


Dita bersandar pada pagar kecil yang menghadap ke arah pantai. Ia menarik nafas dalam-dalam merasakan segarnya udara yang ada di sana. Mas Ryan memeluk istrinya itu dari belakang. Keduanya terpejam merasakan syahdunya suasana saat itu sambil berpelukan erat.

__ADS_1


__ADS_2