Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 17


__ADS_3

Ketika di dalam lift menuju kamar, Dita kembali bertanya, "Mas, kenapa kita hanya pesan satu kamar?".


Mas Ryan gemas karena dari tadi Dita terus bertanya, ia memegang kedua pipi Dita dan mendekatkan dengan wajahnya sambil berkata, "waktu kita disini hanya sampai besok, aku ingin dekat dengan kamu. Aku tidak mau kamu jauh dariku", ucap Mas Ryan.


Kemudian pintu lift pun terbuka di lantai tujuan, mereka melihat ada orang yang akan masuk ingin menggunakan lift juga yaitu seorang lelaki berwajah oriental, wanita yang kemungkinan istrinya, dan seorang anak kecil perempuan yang berusia sekitar tiga tahun. Ketika keluar dari lift Mas Ryan terlihat menyapa orang tersebut, ternyata Mas Ryan mengenali orang itu. Ternyata orang itu adalah salah satu klien Mas Ryan di Singapore. Mr. Chun Ken Lee namanya.


Sembari menunggu Mas Ryan yang mengobrol dengan Mr. Lee, Dita pun mencoba beramah tamah dengan istri Mr. Lee dan anaknya yang lucu. Ternyata Istri Mr. Lee sangat ramah dan baik. Ia seorang dokter di salah satu rumah sakit di Singapore. Mereka mengobrol bersama seperti sudah lama kenal. Mereka bertukar cerita soal tanaman, masakan, dan pendidikan anak. Istri Mr. Lee terlihat sangat cerdas dan berwawasan luas sehingga Dita sangat senang mengobrol dengannya.

__ADS_1


Tak terasa 15 menit mereka mengobrol sambil berdiri, sampai masing-masing merasa mulai pegal. Akhirnya mereka sama-sama berpamitan, Mr. Lee pamit pulang, Mas Ryan pamit menuju kamar.


Sebelum berpamitan, istri Mr. Lee terlihat berbisik pada suaminya. Lalu Mr.Lee terlihat tersenyum sumringah lalu berkata bahwa mereka ingin mengundang Mas Ryan dan Dita untuk berkunjung ke rumah mereka. Istri Mr. Lee senang dengan Dita yang begitu supel dan ramah. Namun sayang besok mereka sudah harus pulang, dan Mas Ryan berjanji akan berkunjung dilain waktu.


Mr. Lee berkata bahwa mereka akan menanti kunjungan Mas Ryan dan Dita, Istinya akan memasak masakan yang sangat enak untuk mereka berdua. Mas Ryan dan Dita mengangguk sambil berterima kasih atas undangannya. Kemudian mereka pun segera berpamitan.


Setelah Mr. Lee dan keluarga menghilang dari balik lift, Mas Ryan langsung kegirangan memeluk Dita dan berkata, "Terima kasih sayang, terima kasih ya, aku tidak tahu harus bilang apa sama kamu".

__ADS_1


"Mr. Lee itu klien penting untuk perusahaanku, project selanjutnya akan berhubungan dengan perusahaan Mr.Lee. Jarang sekali Mr.Lee sampai mengundang kliennya untuk kerumah kalau tidak benar-benar dekat hubungannya. Ia sangat selektif sekali. Kelihatannya istrinya menyukaimu, kalian mengobrol asyik sekali. Terima kasih karena telah membantuku", jelas Mas Ryan pada Dita.


"Ooooh begitu, aku hanya berusaha ramah pada orang yang kamu kenal Mas. Aku tidak mau image dan reputasi kamu menjadi tidak bagus hanya karena aku yang kurang ramah. Tapi aku sangat senang jika itu bisa membantu kamu, semoga kamu dan Mr. Lee bisa semakin dekat agar Mr. Lee bisa semakin mengenal pribadi kamu dengan lebih baik lagi, sehingga ia akan selalu percaya pada perusahaan kamu", ucap Dita.


Mas Ryan yang mendengar ucapan Dita spontan kembali flashback ke masa lalunya ketika bepergian bersama istrinya untuk berjumpa dengan klien. Seringnya istrinya hanya menunggu di mobil dan tidak mau ikut terlibat dalam pekerjaan Mas Ryan. Berbeda dengan Dita yang mau untuk berusaha memahami dan masuk dalam lingkungan kerjanya. Bahkan ia memikir kan reputasi Mas Ryan di mata kliennya.


"Mas! Kok kamu melamun?", ucap Dita sambil melambaikan tangannya di depan wajah Mas Ryan.

__ADS_1


Mas Ryan sontak kaget dan tersadar, kemudian segera menggandeng Dita untuk menuju kamar mereka.


Mas Ryan menempelkan kartu pada alat yang terletak di pintu kamar, kemudian terdengar bunyi 'bip' dan seketika kamarpun terbuka. Dita takjub melihat kamarnya yang super megah, ranjang yang besar dan terlihat empuk, interior yang mengkilat dan mewah, serta kamar mandi yang begitu luas di lengkapi dengan bath up dan fasilitas yang benar-benar lengkap.


__ADS_2