Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 30


__ADS_3

Hari ini Dita izin tidak masuk kantor, karena ia sedang demam. Kebetulan Mas Ryan sudah tiga hari berada di luar kota. Dita sengaja tidak memberi tahu Mas Ryan bahwa ia sedang sakit, ia takut Mas Ryan menjadi tidak fokus pada pekerjaannya.


Ia menelepon Dimas dan meminta tolong mengantarkannya ke klinik dokter setelah Dimas pulang kerja nanti. Dimas mengiyakan dan berjanji akan segera datang saat pulang kerja.


Dita mungkin kelelahan karena sudah beberapa hari ia membawa pekerjaan kantor ke rumah, karena kantor sedang membuka lowongan pekerjaan besar-besaran untuk kantor cabang yang akan segera dibuka, oleh karena itu semua data pelamar masuk ke Dita. Ia benar-benar kelelahan dibuatnya.


Pukul 17.30 Dimas datang, ia langsung membawa Dita ke dokter. Perawat memeriksa tekanan darah Dita, ternyata rendah. Pantas saja ia merasakan pusing dan lemas. Setelah menerima obat dari bagian farmasi mereka pun segera pulang. Di dekat sebuah tempat makan Dimas pun meminggirkan mobil nya dan mampir membeli makan malam. Dita hanya menunggu di mobil sambil beristirahat.


Setelah sampai di apartemen Dimas memapah tubuh Dita menuju tempat tidur. Ia pun segera ke dapur untuk menyediakan makan dan minum untuk Dita. Disuapinya sahabatnya itu hingga Dita merasa kenyang. Kemudian di bantunya Dita meminum obat dan di kompresnya kening Dita dengan handuk basah. Setelah itu ia minta Dita segera tidur agar besok sudah merasa enakan.


Satu jam Dimas bolak balik mengganti kompres Dita, ia merasa demam Dita sudah mendingan. Setelah memastikan Dita sudah tidur, ia pun segera menuju ruang TV. Ia menyalakan TV dan memakan makanan yang telah ia beli tadi. Tak lama kemudian ia pun terlelap. Ia sengaja menginap karena takut Dita membutuhkan dirinya. Ia merasa kasihan melihat Dita yang sendirian ketika sakit begini. Jika Dimas sakit ia masih mempunyai orang tua yang akan merawatnya, walaupun ia tidak memiliki saudara kandung alias anak tunggal. Sedangkan Dita tidak memiliki siapa-siapa. Orang tuanya telah tiada sejak ia dibangku kuliah, dan ia hanya mempunyai seorang saudari tiri yang telah menikah dengan orang Australia dan ikut menetap di sana. Kini ia sakit dan sendirian, oleh karena itu Dimas benar-benar menjaganya.


Pagi itu Dimas tersentak dan terbangun. Diliriknya jam dinding yang menunjukkan pukul 06.00. Ia harus segera pulang dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Dilihatnya Dita yang masih terbaring di kamarnya. Dirabanya kening Dita, sudah tidak demam. Dita pun terbangun karena Dimas memegang keningnya.

__ADS_1


"Gimana Dit? Udah enakan?", tanya Dimas.


"Udah Dim, sepertinya tinggal lemas dan sedikit pusingnya aja", jawab Dita.


"Syukur deh, lu ga usah masuk kantor dulu nanti gue yang ngomong ke Pak Bagas. Lu istirahat dulu aja beberapa hari sampai bener-bener pulih", ucap Dimas.


"Iya, makasih ya Dim, maaf ya gue udah ngerepotin elu", ujar Dita.


Dita pun mengangguk dan tersenyum. Sungguh beruntung ia memiliki sahabat seperti Dimas.


"Ya udah gue balik dulu ya Dit, kalau lu perlu apapun lu kasih tahu gue ya. Kan kantor kita dekat dari sini, gue pasti bisa cepat sampai sini", ucap Dimas.


"Iya Dim, lu hati-hati ya. Gue udah ga apa-apa", jawabnya.

__ADS_1


Dita pun kembali beristirahat. Matanya masih merasa ngantuk dan ia pun tertidur.


Tiba-tiba Dita terbangun dan kaget mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa. Kemudian terlihat Mas Ryan masuk ke dalam kamar sambil duduk di tepi tempat tidur dan memegang dahi Dita. "Sayang, maafkan aku, kamu tidak apa-apa?", ucapnya panik.


"Mas, aku tidak apa-apa. Cuma demam biasa karena kelelahan. Kamu kenapa pulang? Pekerjaan kamu sudah selesai? Katanya pulangnya besok", ucap Dita.


"Aku khawatir sama kamu, kenapa kamu tidak memberi tahu ku kalau kamu sakit? Kan aku bisa pulang lebih awal", jawabnya.


Dita hanya tersenyum melihat Mas Ryan yang mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyan.


"Untung Dimas memberi tahuku kalau kamu sedang sakit. Jadi urusan pekerjaan aku serahkan ke Alex", lanjut Mas Ryan.


Mas Ryan merawat Dita hari itu. Dibersihkannya tubuh Dita yang belum mandi dari kemarin, dimasakkannya bubur, di suapinya dengan penuh kasih sayang, di peluknya sepanjang hari agar Dita merasa nyaman dan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2