Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 91


__ADS_3

Dua bulan sudah Mas Ryan dan Dita menikah. Dita pun sudah mulai bekerja sejak sebulan yang lalu, ia di minta untuk memegang perusahaan property milik Mas Ryan. Perusaan kecil dan masih baru. Mas Ryan kala itu sedang mencoba-coba terjun dalam bisnis property, salah satunya yaitu bisnis perumahan dimana ia tinggal. Namun karena semakin sulit untuk memegang banyak tanggung jawab, akhirnya perusahaan itu di pegang oleh Dita.


Xander pun bolak balik ikut Dita bekerja. Menjelang ia masuk sekolah minggu depan, Dita membawanya ke kantor setiap hari. Terkadang jika Mas Ryan tidak sibuk, sesekali ia main di kantor papanya.


Seperti siang ini, Xander akan main ke kantor Mas Ryan. Dita sudah membawakan bekal makan siang untuk mereka bertiga. Saat istirahat makan siang, segera ia mengemudikan mobilnya dan menuju kantor suaminya karena Mas Ryan sudah menunggu kedatangannya dan Xander.


Sesampainya di sana, Xander langsung masuk ke ruangan Mas Ryan. Mas Ryan langsung menyambut kedatangan anak dan istrinya itu.


"Papaaa" ucap Xander sambil berlari ke arah papanya.


Mas Ryan langsung berdiri dan merentangkan kedua tangannya bersiap untuk menerima pelukan dari sang anak.


"Sayangnya papa, sudah lapar ya?" tanya Mas Ryan pada anaknya.


Kemudian Xander mengangguk.


Kemudian Dita pun menyusul masuk ke dalam ruangan Mas Ryan. Mas Ryan langsung mendekat dan mencium kening istrinya itu.


Dita kemudian menata bekal mereka di atas meja, di susul Mas Ryan dan Xander yang mendekat karena sudah tidak sabar ingin mencicipi. Hari itu Dita membawa bekal fillet ikan serta saus asam manis, capcay dan ayam goreng tepung kesukaan Xander.

__ADS_1


"Enak ma" ucap Xander yang sedang mengunyah ayam goreng tepung.


Dita tersenyum sambil mengelus rambut anaknya, "Iya nak, makan yang banyak ya".


"Masakan mama memang enak, papa juga suka" ucap Mas Ryan pada anaknya kemudian melirik ke arah Dita.


"Ah masa siihhh?" tanya Dita sambil menyipitkan matanya dan melihat ke arah Mas Ryan.


"Benar Ma, papa itu tidak bohong" jawab Xander.


"Tuh kan," ucap Mas Ryan yang mendapat dukungan dari anaknya.


Dita hanya bisa terkekeh melihat ayah dan anak yang kompak itu.


Dimas yang excited melihat Xander langsung mengajaknya bermain. Dimas mengajaknya ke ruangannya, dengan iming-iming akan membuatkan pesawat kertas. Xander langsung senang mendengarnya.


"Dim, jangan lama-lama ya. Gue mesti balik ke kantor" ucap Dita pada Dimas.


"Sippp" jawab Dimas sambil mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


Tanpa basa basi pada kedua orang tuanya Xander langsung mengekor dengan Dimas.


Melihat kelakuan anaknya itu Dita dan Mas Ryan hanya geleng-gelang kepala. Dimas selalu berhasil membuat Xander menurut dengannya. Bahkan pernah hampir menginap di apartement Dimas dan Novia saking lengketnya. Sepertinya Dimas menganggap Xander seperti anaknya sendiri sampai-sampai ia dan Novia kerap datang ke rumah hanya untuk mengajak Xander bermain.


Mas Ryan memeluk pinggang Dita dari belakang, dan meletakkan dagunya di pundak Dita. "Kita bisa pacaran dulu nih kalau anaknya lagi pergi begini".


"Mas" ucap Dita sambil berbalik menghadap Mas Ryan.


"Mas, aku haid" ucapnya pelan.


Mas Ryan mengerti maksud perkataan Dita. Ia memang ingin langsung punya anak kembali. Mengingat usianya yang terus bertambah dan tak lagi muda.


"Tidak apa-apa sayang. Baru dua bulan kita berusaha" ucapnya sambil membelai lembut rambut Dita.


"Kamu jangan stress ya, nanti kita berusaha lagi, sepuluh kali sehari kalau perlu" jawab Mas Ryan.


Dita tersenyum mendengar guyonan Mas Ryan yang berusaha menghiburny, "Kalau sepuluh kali sehari, kamu dan aku tidak akan kuat lagi berangkat kerja Mas saking lemasnya".


Mas Ryan terdiam seperti menemukan sesuatu, "Bagaimana kalau kita bulan madu? Sejenak tidak memikirkan masalah pekerjaan, relax , dan bisa mewujudkan sepuluh kali sehari".

__ADS_1


Dita sedikit terkejut mendengar saran dari suaminya itu, "Terus Xander bagaimana Mas?".


Mas Ryan terlihat mengeryitkan dahinya sambil berpikir, kalau Xander ikut mana bisa mereka fokus dalam misi pembuatan anak kedua.


__ADS_2