Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 97


__ADS_3

Tidak terasa waktu seminggu berbulan madu sudah hampir habis. Hari ini adalah hari terakhir mereka di sini sebelum besok pulang ke Jakarta. Mas Ryan dan Dita sudah sangat rindu pada anak mereka, tapi mereka juga masih sangat ingin berlama-lama berduaan menikmati bulan madu kali ini. Karena jarang-jarang mereka mendapatkan waktu seperti ini.


"Mas, ayo siap-siap, kita kan mau jalan-jalan sambil beli oleh-oleh" ucap Dita yang melihat suaminya masih rebahan di tempat tidur.


Karena Mas Ryan masih tak bergeming, Dita pun mendekatinya. "Mas, ayo mandi dulu sana. Banyak soalnya yang mau di beli" ucapnya sambil menggoyang-goyangkan lengan Mas Ryan.


Seketika pinggangnya diraih oleh Mas Ryan hingga Dita terkaget dan terduduk di tempat tidur, "Masih mau berduaan" ucap Mas Ryan dengan mata masih terpejam.


Dita yang hapal dengan kelakuan suaminya yang memang kerap kali bersikap manja padanya hanya bisa menarik nafas panjang. Bisa-bisa kalau ia tidak mencari cara, ujung-ujungnya akan terjadi penyerangan lagi terhadap dirinya di waktu yang sudah mepet ini.

__ADS_1


"Mas, ayo dong. Mandi dulu sana" ucapnya sambil menarik diri dari pelukan tangan Mas Ryan kemudian membuka selimut yang menutupi tubuh suaminya itu agar segera bangun. Kemudian di tariknya tangan Mas Ryan untuk segera bangkit, namun gagal karena tenaganya tidak kuat. Akhirnya ia menyerah. Mas Ryan masih saja terpejam sambil tersenyum tipis melihat kegagalan istrinya itu.


Tiba-tiba Dita mengambil ponselnya kemudian berakting menelepon Xander. "Hallo sayang, maaf ya mama tidak jadi belikan robot Avangersnya, soalnya papa tidak mau, Maaf yaa" ucapnya sambil berakting.


Mas Ryan seketika bangkit dan melompat secepat kilat menyambar ponsel yang sedang di pegang Dita. Dilihatnya layar ponsel yang tidak menunjukkan panggilan keluar.


Mas Ryan menggelitik pinggang Dita sebagai balasannya. Dita mengelak namun gagal, Mas Ryan berhasil mendekap tubuh Dita sambil terus menggelitikinya hingga Dita minta ampun karena kegelian.


Mas Ryan yang gemas melihat ekspresi istrinya itu langsung menariknya ke kamar mandi. Dita yang kini tidak berdaya hanya bisa pasrah kalau agenda hari ini akan molor dan kesiangan.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Mas Ryan berdering. Diangkatnya ternyata supir mereka sudah tiba di parkiran resort. Dita menarik nafas lega seakan berterimakasih dengan supir yang telah menyelamatkannya dari keliaran suaminya pagi ini.


Mas Ryan yang gagal dengan niatnya langsung masuk ke kamar mandi dengan langkah gontai. Dita hanya tersenyum geli melihat ekspresi suaminya.


...***...


Mas Ryan terlihat kelelahan berjalan sambil membawa barang hasil perburuan istrinya hari ini. Dengan cuaca negara Thailand yang sama tropisnya dengan Indonesia membuat peluhnya berjatuhan membasahi permukaan kulitnya.


Ia mendadak lemas melihat Dita yang lagi-lagi masuk ke dalam toko. Ia kira sudah selesai, namun ternyata belum. Ia kira mereka akan segera pulang kemudian ia bisa beristirahat, tapi ternyata itu hanya khayalannya saja. Tidak semudah itu untuk cepat-cepat pulang jika berbelanja dengan wanita. Ia yang laki-laki saja sudah pegal karena sejak tadi pagi harus berjalan berkeliling dari satu toko ke toko lainnya. Namun istrinya seperti tidak kehilangan tenaga sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2