Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 7


__ADS_3

Malam itu mereka asyik mengobrol dan bercanda. Dita seakan sudah tidak sesungkan sebelumnya pada Mas Ryan. Mas Ryan pun seperti sudah tidak melihat adanya perbedaan usia 17 tahun antara mereka, karena Dita yang bisa diajak bercerita masalah pekerjaan sampai masalah sehari-hari.


Dita masih penasaran akan satu hal, namun ia sungguh sungkan untuk menanyakannya pada Mas Ryan. Sekuat hatinya memberanikan diri untuk mulai bertanya, "Mas Ryan, maaf ya saya mungkin sedikit lancang bertanya, saya tidak bermaksud apapun. Apakah Mas Ryan memiliki istri? Duh maaf sekali lagi Mas atas pertanyaan saya kalau tidak sopan."


Mas Ryan tertawa mendengar pertanyaan Dita, dan melihat ekspresinya yang takut untuk menanyakan hal tersebut padanya, "Saya mengerti Dit, kamu mungkin merasa tidak nyaman duduk di depan saya seperti ini. Kamu takut disangka yang bukan-bukan ya? Saya juga sangat mengerti bahwa kamu tidak mau ada yang salah paham jika melihat kita seperti ini."


Dita tersenyum dan mengangguk karena memang benar itulah yang dipikirkannya, Mas Ryan ternyata bisa menebak apa maksud pertanyaannya tersebut.


Mas Ryan mencoba mulai menjelaskan, "Kalau ditanya punya istri atau nggak, jawabannya punya. Tapi tidak semua orang mengerti hubungan saya dan istri saya. Tapi kebanyakan teman-teman sudah tahu, karyawan saya juga sudah tahu, hanya orang tua kami saja yang belum tahu tentang bagaimana hubungan saya dan istri saya."


Dita sedikit bingung dan mulai mengeryitkan dahinya.

__ADS_1


Melihat ekspresi Dita tersebut, Mas Ryan melanjutkan penjelasannya, "Saya menceritakan ini bukan untuk tujuan apapun, jarang sebenarnya saya langsung cerita tentang ini. Kebanyakan orang yang tahu karena melihat langsung atau mungkin karena mencari tahu sendiri."


Dita masih belum paham, dan tetap mendengarkan sambil menopang dagunya menunggu penjelasan Mas Ryan selanjutnya.


Mas Ryan mencoba kembali menjelaskan, "Kami menikah sudah sekitar 8 tahun. Kami dijodohkan kedua orang tua kami. Kami menikah ketika istri saya berumur 20 tahun. Pernikahan kami bahagia, layaknya rumah tangga pada umumnya. Tapi itu hanya berjalan 1,5 tahun saja. Setelah itu semuanya berubah."


Mas Ryan kembali bercerita sambil matanya terlihat menerawang, "Mungkin saat itu karena usianya yang sangat muda, jiwanya yang masih ingin bebas main bersama teman-temannya. Saya tidak pernah mengekangnya, tapi mungkin karena saya terlalu membebaskannya, ia berselingkuh. Ia berselingkuh dengan laki-laki seusianya diusia pernikahan kami yang masih 1,5 tahun."


Dita melihat ada kesedihan yang mendalam dari mata Mas Ryan. Ternyata lelaki ini punya sisi kelam dari rumah tangganya.


Saat itu saya kembali memergoki ia berselingkuh dengan laki-laki yang sama. Tapi saya pura-pura tidak tahu. Tapi selama pisah ranjang itu hubungan kami harmonis, tidak ada pertengkaran lagi. Kami layaknya teman. Saya coba bertanya padanya apakah ia masih berhubungan dengan laki-laki itu. Ia jujur bahwa mereka masih menjalin hubungan, ia mengaku sangat mencintai laki-laki itu. Jika diusir dari rumah saat itu juga ia siap. Memang secara finansial istri saya terbilang mapan karena ia punya usaha butik di beberapa Mall, jadi kalaupun harus keluar dari rumah ia tidak akan keberatan.

__ADS_1


Satu tahun saya terpuruk hancur, saya biarkan keadaan seperti itu seolah saya tidak melihat. Saya hanya fokus pada pekerjaan. Lama-lama sayapun jadi sudah terbiasa. Jadi kami tidur terpisah hingga sekarang. Dirumah ya layaknya teman saja.


Orang tua kami berdua ada di Kalimantan, jadi sampai saat ini tidak tau apa yang telah terjadi. Di depan mereka kami terlihat baik-baik saja. Agar tidak menyakiti hati mereka dimasa tuanya. Dan saya tidak tahu akan sampai kapan seperti ini."


Dita merasa kasihan pada Mas Ryan. Seharusnya para lelaki seusianya sudah menikmati berumahtangga yang harmonis dan mempunyai anak. Tapi ia saat ini hanya fokus pada pekerjaan untuk mengalihkan perhatiannya pada rumah tangganya yang tidak jelas akan dibawa ke mana, semua ia lakukan demi orang tuanya. Ia rela menyakiti dirinya sendiri demi kebahagiaan orang tuanya.


Sejak ia bisa menerima keadaan bahwa istrinya mencintai pria lain, ia pun mulai membuka hatinya. Mas Ryan mengaku telah beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa wanita dan istrinya mengetahuinya. Bahkan beberapa teman dekat Mas Ryan dan karyawannya pernah langsung melihat istrinya sedang bermesraan dengan selingkuhannya, jadi Mas Ryan membiarkan orang yang menilai sendiri bagaimana rumahtangganya. Ia hanya mencoba bertahan sampai semampu yang ia bisa.


Dita hanya bisa menyemangati Mas Ryan untuk selalu kuat dan berpikir positif. Dita juga berterima kasih Mas Ryan sudah mau bercerita tentang masalah pribadinya.


Dita tidak mau berkomentar terlalu banyak, karena ia takut malah terkesan lancang. Karena baginya Mas Ryan sudah bersedia bercerita dengannya saja ia sudah bersyukur, berarti ia masih bisa dipercaya oleh orang lain untuk mendengarkan curahan hatinya.

__ADS_1


Agar Mas Ryan tidak terlalu lama bersedih, Dita segera berusaha membangun suasana kembali. Ia meminjam permainan Uno dengan waitress di Leaf Cafe, dan mengajak Mas Ryan bermain. Mas Ryan kembali ceria, mereka tertawa lepas sambil bermain Uno dan melepaskan segala perasaan sedihnya.


Ketika pulang, karena sudah terlalu larut Mas Ryan mengantarkan Dita sampai ke gerbang kostnya dan kemudian pulang menuju ke rumahnya.


__ADS_2