Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 67


__ADS_3

"Dit, kamu pergi menghilang dalam keadaan hamil? Selama ini kamu sendirian? Kamu hamil anak siapa Dit? Anak Mas Ryan?" cecar Sherly dengan berbagai pertanyaan.


Dita pun berhenti sejenak dan menoleh pada Sherly yang dilanda rasa penasaran, "Aku baik-baik saja Sher, liat nih aku sekarang ada di sini sama kamu. Aku ceritanya nanti saja ya setelah kita sampai di flat " ucap Dita sambil mengelus lengan sahabatnya itu.


Dita bergabung sejenak dengan panitia karena ada beberapa penjelasan yang akan di sampaikan. Panitia menjelaskan pengumuman yang sebenarnya telah ia ketahui sebelumnya, mungkin mereka mengulanginya lagi agar semua awardee paham. Mereka menjelaskan bahwa bagi awardee S1 akan langsung di bawa ke asrama kampus masing-masing, namun untuk awardee S2 tempat tinggal diserahkan ke masing-masing awardee. Jadi intinya awardee S2 bebas memilih tinggal dimanapun sejak awal kedatangan sesuai dengan keinginan, jika memilih tempat tinggal mewah mungkin biaya perbulan mereka akan habis untuk tempat tinggal saja. Oleh karena itu mereka harus bijak dalam menggunakan uang yang telah di berikan.


Namun untuk hari ini panitia menyediakan penginapan bagi yang belum mendapatkan tempat tinggal.


Untungnya sejak mengetahui pengumuman itu, Dita dengan sigap meminta bantuan Sherly untuk mencarikan tempat tinggal sederhana untuk dirinya.


Ternyata Sherly mendapatkan flat sederhana dan bersih tidak jauh dari flatnya berdasarkan info dari teman kerjanya. Tidak jauh juga dari NUS sehingga Dita tidak perlu menggunakan transportasi umum lagi. Ia hanya perlu berjalan kaki sekitar sepuluh menit untuk ke kampus.


Setelah berpisah dengan panitia, Dita dan Sherly segera menuju lantai dua untuk naik MRT menuju stasiun Kent Ridge di dekat flat mereka.

__ADS_1


Ternyata perjalanan mereka cukup panjang, berganti MRT dengan berhenti di beberapa stasiun cukup membuat Dita kewalahan. Untung saja ada Sherly yang membantunya membawa barang-barang yang ia bawa.


Tidak cukup sampai di situ. Ternyata letak flat mereka cukup jauh dari stasiun Kent Ridge. Dita sudah terengah-engah karena kelelahan berjalan, di tambah lagi dengan cuaca di kota Singapura yang cukup panas, "Sher, kata kamu dekat dari stasiun, kok kita belum sampai-sampai sih?".


"Memang dekat Dit, itu bentar lagi sampai kok tenang saja" jawab Sherly sambil menggandeng Dita.


"Aku bawa semangka nih Sher, beratnya double. Segini tuh sudah jauh bagiku" jawab Dita sambil menunjuk perutnya.


Dita menurut kemudian duduk di sebuah kursi yang ada di tepi jalan sambil meneguk air mineralnya.


Sherly melihat Dita yang masih ngos-ngosan, "Kamu nanti akan terbiasa kok Dit sama budaya jalan kaki di sini. Kalau bagi orang sini segini tuh terbilang dekat, bahkan jalan ke dua stasiun berbeda pun sudah biasa. Tapi aku dulu juga kayak kamu Dit, terbiasa apa-apa pakai mobil atau motor, eh pas sampai ke sini aku sering naik betis. Liat nih betisku sekarang sudah kayak pemain bola".


Dita tertawa melihat Sherly yang benar-benar mengeluarkan betisnya dari sela celana jeans yang ia pakai. Ia tahu Sherly berusaha menghiburnya yang kelelahan.

__ADS_1


"Yuk kita jalan lagi" ucap Dita sambil berdiri dan meraih pegangan kopernya. Semangatnya kini sudah muncul kembali hanya dengan duduk dan meminum air mineral.


Akhirnya mereka pun tiba di flat Dita. Sebuah flat sederhana namun bersih dan teratur. Kamar Dita terletak di lantai dua, cukup mudah aksesnya keluar masuk walaupun tidak ada lift disini.



Kamar di Flat Dita


Ketika masuk ia langsung suka dan merasa nyaman. Ia sudah membayangkan akan meletakkan sebuah box bayi nanti di samping tempat tidurnya. Setidaknya sampai anaknya sedikit besar ia mungkin akan tinggal disini.


Mereka berdua langsung terduduk di kasur karena kelelahan. Dan benar saja, Sherly langsung menagih janji Dita untuk bercerita padanya.


Dengan panjang lebar Dita menceritakan kisah cintanya dengan Mas Ryan, sebab ia lari dan menghilang, dan kisahnya empat bulan di Yogyakarta. Menceritakan kembali sama saja dengan membuka luka lamanya yang mulai mengering. Tak heran jika Dita kembali berurai air mata.

__ADS_1


__ADS_2