Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 11


__ADS_3

Sore itu sepulang bekerja Dita mampir ke supermarket untuk membeli bahan masakan. Ia berencana untuk membuat cemilan karena malam ini akan marathon menonton drama korea terbaru yang baru saja di downloadnya. Setelah melihat bahan-bahan di supermarket, Dita memutuskan untuk membuat macaroni schotel sebagai cemilannya sambil menonton drama korea malam ini.


Sesampainya di kost, Dita mulai beraksi di dapur di temani beberapa teman kostnya yang sudah tidak sabar menanti hasil masakan Dita. Dita memang sering mengajak teman-teman kostnya untuk mencicipi masakannya.


Setelah selesai ia pun tak lupa memfoto dan mempostingnya di akun WhatsAppnya.


Tak lama kemudian Mas Ryan mengirim pesan atas foto yang dipostingnya, 'Sepertinya enak, lagi santai ya Dit? Aku lagi lembur malam ini di kantor bersama team'


Ditapun membalas, 'Enak banget dong! tunggu paket makanannya sampai ya 😂, selamat lembur'.


'iya terima kasih. Paket makanannya langsung di antar ke ruang meeting aja 😂, dan jangan lupa antarnya pake pesawat' balas Mas Ryan

__ADS_1


Setelah membalas pesan itu Dita berniat untuk benar-benar mengirimkan macaroni schotel buatan nya agar Mas Ryan kaget. Jiwa jahilnya seketika muncul. Ia lalu searching alamat kantor Mas Ryan melalui internet, dan segera memesan jasa delivery online.


Ia mengirim 10 buah macaroni schotel untuk Mas Ryan dan teamnya. Tak lupa ia memisahkan untuk Mas Ryan, ia menempelkan sebuah notes


'***selamat menikmati, semangat buat lemburnya :)


ps: maaf ngirimnya tidak pakai pesawat***'


Tak lama berselang, jasa delivery online pesanan Dita datang menjemput.


Ternyata makanannya sudah sampai ke kantor Mas Ryan, syukurlah driver delivery onlinenya tidak salah alamat, pikirnya.

__ADS_1


Kemudian setelah mengirim foto tersebut Mas Ryan mengirimkan pesan berupa emoticon love ❤, wajah Dita mendadak terasa panas dan bersemu merah. Jantungnya tiba-tiba berdegub kencang hanya dengan melihat emoticon love dari Mas Ryan.


Belum tenang irama jantungnya, tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara panggilan masuk dari ponselnya. Mas Ryan menelepon. Segera ia menarik nafas untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Hallo..", ucapnya.


"Iya, kamu kenapa repot-repot mengirimkan makanan? Aku hanya bercanda tadi", ujar Mas Ryan


" Tidak apa-apa Mas, kebetulan aku buat banyak sekali. Mudah-mudahan Mas Ryan dan team suka ya masakanku", ucap Dita.


setelah mengakhiri pembicaraan, Dita kembali memandang layar ponselnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Sedangkan di kantor Mas Ryan, teamnya kegirangan karena ada yang mengirimkan mereka cemilan untuk menemani lembur malam itu. Apalagi rasanya enak, mereka memuji-muji masakan Dita. Sebagian dari mereka penasaran siapakah yang mengirim makanan tersebut. Apalagi yang untuk Mas Ryan dibungkus terpisah. Ada yang menebak makanan tersebut dari istri Mas Ryan, ada yang menebak dari pacar Mas Ryan. Mas Ryan hanya tersenyum melihat tingkah teamnya.


Mas Ryan membuka bungkusan untuknya, terlihat notes yang ditempel diatasnya. Ia membacanya sambil tersenyum, hatinya sangat sejuk membaca notes dari Dita. Saat itu juga ia membulatkan tekad untuk terus mendekati Dita dan tidak akan menyakitinya. Ia bisa merasakan ketulusan hati Dita. Ia berharap Dita tidak akan pernah menjauhinya. Ia berharap Dita nyaman dengan dirinya.


__ADS_2