Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 76


__ADS_3

Mas Ryan berjalan sambil menggendong Xander yang tertidur. Mereka berjalan masih saja dalam keheningan. Untung saja jarak antara restoran dan flat Dita tidak terlalu jauh sehingga suasana itu tidak terlalu lama berlangsung.


Sesampainya di flat, Mas Ryan meletakkan tubuh Xander di tempat tidur. Di belainya rambut anak semata wayangnya itu dengan penuh rasa sayang, di ciuminya pipi, kening, bibir dan hidung anaknya dengan lembut. Sudah lama ia menanti moment seperti ini. Akhirnya hari ini adalah jawaban dari segala penantiannya.


Dilihatnya Dita yang sedang membuat minuman di meja kecil di dalam flatnya. Masih persis cantiknya seperti 4 tahun lalu, namun kini terlihat lebih matang dan keibuan. Rasa cintanya pada Dita masih sama dengan yang dulu bahkan bertambah karena kehadiran Xander.


"Dit" ucapnya memecah keheningan.


"Iya" jawab Dita sambil meletakkan teh yang baru saja ia buat untuk Mas Ryan kemudian duduk. Ia sudah bisa menebak, Mas Ryan pasti akan segera menghujaninya dengan banyak pertanyaan.


"Aku minta maaf atas semuanya" ucap Mas Ryan pelan.


"Aku minta maaf karena membuatmu berjuang sendirian di saat hamil dan melahirkan. Aku minta maaf telah membuat Xander kehilangan sosok ayah sejak ia lahir hingga saat ini" lanjutnya lirih.

__ADS_1


"Tidak Mas, akulah yang telah memutuskan untuk meninggalkanmu. Aku telah siap menerima semua resikonya, termasuk menjadi ibu sekaligus ayah untuk Xander. Aku pergi agar kamu bahagia Mas" jawab Dita sambil menahan butiran yang akan jatuh di pipinya.


"Aku tidak bahagia tanpa kalian Dit" jawab Mas Ryan dengan tegas.


"Tapi kamu akan lebih tidak bahagia jika kami tetap bersamamu Mas" jawab Dita lagi.


"Kamu salah Dit, kebahagiaanku itu adalah kalian. 4 tahun ini adalah masa tersulit dalam hidupku karena kehilangan kalian" ucapnya meyakinkan.


"Aku tahu saat itu kamu benar-benar hancur karena perkataan ibuku, dan ia juga menyesalinya. Sampai menjelang akhir hayatnya ia sungguh menyesali perbuatannya hari itu padamu setelah ia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tanggaku. Dia tidak membenarkan perbuatan kita saat itu, namun ia bisa mengerti bahwa tuntutannya terhadapku lah yang membuat aku mempunyai hubungan di luar pernikahanku. Ia sadar bahwa dalam keluarga kami yang harus disuguhkan hanya kesempurnaan, padahal sebenarnya kami tidaklah sempurna, hanya menutupi cela dengan kemasan yang bagus agar terlihat sempurna" jelas Mas Ryan panjang lebar.


Dita memasang wajah tak menyangka bahwa ibu Mas Ryan kini telah tiada, seketika perasaan ikhlas dan memaafkan pun muncul dari dalam hatinya.


"Iya, mama meninggal sekitar setahun yang lalu. Menyusul papa yang lebih dulu berpulang" jelasnya sambil menerawang.

__ADS_1


"Belum sempat aku ke Kalimantan untuk menjelaskan semuanya, papa sakit keras. Ia memang sudah lama mengidap beberapa penyakit yang membuat kondisinya kian menurun" lanjutnya.


Dita merasa semakin bersalah, semenjak ia pergi kesedihan menghampiri Mas Ryan bertubi-tubi.


"Aku turut berduka ya Mas" ucap Dita dengan tulus.


"Maafkan kesalahan mama ya" pintanya pada Dita.


"Mamamu tidak sepenuhnya salah Mas. Setelah memiliki Xander aku jadi tahu bahwa terkadang seorang ibu akan membiarkan dirinya salah untuk melindungi anaknya" ucap Dita dengan bijak.


Dipandangnya Dita, dirasakannya keyakinan dalam hatinya, ia tidak boleh kehilangan wanita ini lagi


"Kita pulang ya Dit" ucap Mas Ryan sambil meraih tangan Dita.

__ADS_1


__ADS_2