
Setelah pintu tertutup, Bi Pur pun memelototi adiknya. "Mir, tidak sopan kamu bersikap begitu!" ucap Bi Pur.
"Yeee orang aku tidak melakukan apa-apa kok Mbak," jawab adiknya yang ternyata bernama Mira itu sambil melengos.
"Itu apa namanya pakai acara kedip-kedip mata pada Pak Ryan? Jangan buat aku malu Mir, mereka sudah sangat baik padaku," ujar Bi Pur.
"Abisnya Pak Ryan ganteng ya Mbak, coba saja kalau aku yang bekerja di sini," ujar Mira sambil melihat ke sekeliling.
"Mir, Mir. Kamu memang tidak berubah-berubah. Lagian kamu juga kenapa sih memaksa ingin ikut denganku", aku jadi sungkan dengan Pak Ryan dan Bu Dita," ucap Bi Pur sambil melangkah menuju dapur.
"Eh Mbak, kok tidak ada satupun foto pernikahan mereka sih yang terpajang di sini?," tanya Mira tanpa menjawab pertanyaan Bi Pur sebelumnya.
"Itu bukan urusan kita Mir", jawab Bi Pur.
"Memangnya benar ya Bu Dita ini istrinya Pak Ryan? Seharusnya paling tidak ada satu foto pernikahan mereka kan," tanya Mira lagi.
"Ya istrinya lah," jawab Bi Pur kesal.
__ADS_1
"Jangan-jangan pelakor kali Mbak," celetuk Mira.
Bi Pur pun langsung berbalik ke arah Mira dan berkata, " Huss! Hati-hati kamu kalau bicara".
"Ya kan aku cuma menebak Mbak, soalnya jaman sekarangkan memang lagi musim pelakor dikasih apartemen mewah. Apalagi kalau di lihat-lihat ya, Bu Dita itu jauh lebih muda di banding Pak Ryan. Sepertinya usia mereka terpaut jauh" tambah Mira.
"Itu bukan urusan kita, kamu juga tidak perlu mencampuri urusan orang, lagian sekarang Bu Dita itu sedang hamil, jadi hati-hati kamu kalau berprasangka" ucap Bi Pur dengan kesal.
"Hamil??" tanya Mira kaget.
"Kenapa kamu kaget begitu? Sudah tidak usah lagi kamu mengurusi urusan orang, sekarang kamu duduk di situ dan aku mau mencuci pakaian di sebelah situ" lanjut Bi Pur sambil menunjuk laundry room di samping kamar mandi.
Mira pun duduk dan menonton televisi.
Beberapa saat kemudian, ketika diintipnya Bi Pur masih sibuk mencuci, ia pun membuka pintu kamar Dita dan masuk ke dalamnya.
'Kemarin sudah mencoba-coba baju. Sekarang coba apa lagi ya?' pikirnya.
__ADS_1
Ia pun membuka laci-laci yang ada di dalam kamar Dita, serta memeriksa setiap isinya.
"Waah koleksi tasnya bagus-bagus sekali. Aku harus coba nih, kesempatan bisa pakai tas mahal", gumamnya sambil mengambil tas Dita yang tersusun di lemari kaca yang pendek. Kemudian ia pun segera bergaya dengan tas tersebut dan berfoto-foto ria, seperti yang ia lakukan kemarin dengan baju-baju Dita.
"Wah enak ya jadi orang kaya, bisa punya barang-barang bagus," gumamnya dalam hati.
Mira pun asyik berselfie memamerkan tas Dita yang dipakainya. Kemudian digantinya dengan tas yang lain, dan terus berselfie.
Tiba-tiba terdengar suara Bi Pur yang menutup pintu ruang cuci pertanda ia telah selesai. Mira langsung melempar tas yang ada di tangannya ke atas tempat tidur kemudian cepat-cepat keluar dan kembali menutup pintunya.
Melihat Mira yang berdiri memaku di depan pintu kamar Dita, Bi Pur pun bertanya, "Dari mana kamu?".
"Eh hmm, eh dari toilet Mbak" jawabnya.
"Kenapa tidak ke kamar mandi yang di belakang saja?" tanya Bi Pur lagi.
"Yaa aku pingin coba aja toilet yang itu" ucapnya sambil menunjuk toilet tamu yang berada tidak jauh dari kamar Dita, kemudian memalingkan wajahnya dari Bi Pur agar tidak terlihat gugup.
__ADS_1
Bi Pur geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya. Sungguh susah diatur dan keras kepala.