
"Mas," panggil Dita sambil melirik Mas Ryan yang sedang memakaikan baju pada anaknya.
"Iya" jawabnya sambil melihat Dita sekilas.
"Lusa aku akan sidang akhir" ujar Dita memberi tahu.
Mas Ryan yang sudah selesai memakaikan pakaian pada Xander kemudian duduk di samping Dita. Sepertinya Dita ingin berbicara serius padanya.
Mas Ryan tersenyum, "Kalau begitu, aku dan Xander akan ikut untuk menunggumu sidang".
"Kantor bagaimana Mas? Kalau memang kamu harus pulang, kami tidak apa-apa" ucap Dita. Jujur ia takut jika semakin sering Mas Ryan menemui dirinya dan Xander makanya perasaannya pasti akan kian membuncah. Ia benci dengan desir yang selalu datang jika melihat Mas Ryan. Ia merasa lemah jika di dekat lelaki itu.
"Memang kini aku lumayan sibuk, karena pekerjaanku menjadi lebih banyak. Oh iya aku lupa bercerita bahwa kini aku juga memegang perusahaan di Kalimantan sejak papa meninggal, kantor di Jakarta sering di handle Dimas ketika aku tidak di tempat." jelas Mas Ryan.
"Dimas bekerja di kantor kamu sekarang Mas?" tanya Dita sambil tersenyum mengingat sahabatnya itu.
__ADS_1
Mas Ryan tersenyum sumringah, "Tidak hanya bekerja di kantor, tapi ia juga menikah dengan Novia, adikku. Sudah kurang lebih satu tahun".
Dita sampai ternganga mendengar ucapan Mas Ryan. Ia sungguh bahagia mendengar Dimas telah menikah, terlebih dengan adik Mas Ryan. Ia sekaligus sedih karena tidak berada di sana saat hari bahagia sahabatnya itu.
"Iya, kini Novia sedang hamil muda. Mereka berdua kini tinggal di apartement kita dulu. Semua barang-barang kamu yang di sana dipindahkan ke rumahku yang baru" jelas Mas Ryan lagi.
"Makanya sekarang Dimas bekerja di kantor, kini ia dalam tahap penyesuaian dan belajar lebih dalam, karena sebentar lagi ia akan memegang perusahaan di Kalimantan. Aku tidak bisa terus-terusan menghandle semuanya. Kami tidak punya siapa-siapa lagi Dit, untunglah ada Dimas yang sangat berkompeten dan bisa kupercaya" lanjut Mas Ryan.
"Tapi untuk saat ini aku hanya mengontrol semua pekerjaanku secara online selama aku di sini" ucap Mas Ryan yang membuat kening Dita mengeryit.
"Memangnya kenapa? Kamu pikir aku akan dengan mudah melepas kalian berdua lagi?" ucapnya sambil bercanda.
"Apa Indonesia tidak menjadi pilihanmu? Contohnya di kantorku" tanya Mas Ryan dengan wajah serius.
"Tergantung" jawab Dita.
__ADS_1
"Tergantung apa?" tanya Mas Ryan penasaran.
"Tergantung berapa kamu berani menggajiku" jawab Dita sambil tertawa.
"Akan ku beri gaji double, gajimu plus gajiku" jawab Mas Ryan sambil menebar umpan.
Dita tersenyum lebar, "Banyak hal yang telah kulewatkan ya Mas" ucapnya sambil menerawang.
"Ya, aku juga. Banyak hal tentang kalian yang juga telah kulewatkan" ucap Mas Ryan sambil menghela nafas.
"Hmmm.. Apa kamu sudah punya lelaki lain di hati mu?" tanya Mas Ryan sambil melirik Dita.
Dita sedikit terkejut dengan pertanyaan Mas Ryan yang to the point, kemudian menggeleng.
Diraihnya tangan Dita ke dalam genggamannya dan dipandangnya wajah Dita lebih dalam, "Menikahlah denganku Dit".
__ADS_1
Tiba-tiba Xander datang menghampiri mereka, "Maaa, aku mau susu" ucapnya sambil menunjuk botol dot miliknya di atas meja.
Dita dan Mas Ryan saling berpandangan kemudian tertawa lepas.