Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 60


__ADS_3

Dita masih terlihat jutek ketika Dokter Aldy akan pamit. Ia merasa tidak melakukan salah apa-apa tapi kenapa Dita bersikap seperti ini padanya.


"Dit, kamu kenapa? marah sama aku?" tanyanya to the point.


"Tidak, aku tidak apa-apa" jawab Dita singkat.


Ia yang paham jika wanita berkata tidak ada apa-apa berarti ya ada apa-apa, kemudian tidak menyerah dan terus bertanya.


"Jujur saja Dit, kamu kenapa? Aku ada berbuat salah?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


Dita pun hanya terdunduk.


"Kamu tidak suka dengan sikapku? Apa ada hal-hal di luar batas yang telah aku perbuat?" tanyanya dengan penuh rasa penasaran.


Dita pun mengangkat kepalanya dan memandang Dokter Aldy yang kini sedang berdiri di hadapannya. "Apa maksud kamu berteman denganku?" Dita balik bertanya.


Ia mulai bisa menebak maksud dari pertanyaan Dita.


"Dit, lihat aku" ucapnya sambil menunjuk matanya.

__ADS_1


"Aku tahu kamu sedang melewati situasi yang berat, tanpa kamu bercerita padaku pun aku telah menebaknya. Walaupun kini kamu telah jauh lebih bahagia, namun dengan melihat matamu aku bisa melihat kesedihan yang masih tertinggal di sana. Ke praktekku dengan kondisi kesakitan sendirian, tinggal di rumah ini sendiri padahal sedang hamil dan beberapa pertanda lain yang bisa aku simpulkan bahwa kamu sedang berjuang sendiri. Aku hanya ingin berteman denganmu, tidak ada niat buruk ku sedikitpun. Aku mengerti mungkin masa lalumu membuatmu takut berkenalan dengan orang baru sepertiku. Tapi percayalah Dit, aku tidak seperti yang kamu bayangkan" jelasnya meyakinkan.


"Tapi jika memang keberadaanku untuk menjadi temanmu membuatmu tidak nyaman, aku bisa pergi. Anggap saja kamu hanya pasien yang pernah bertemu denganku di klinik. Sekali lagi maaf jika aku membuatmu tidak nyaman" jelasnya sambil kemudian pergi menuju mobilnya.


Dita tidak mengerti dengan perasaannya. Ia seakan takut untuk terlalu dekat dengan Dokter Aldy. Ada rasa khawatir yang menjalar pada hati dan pikirannya. Ia takut Dokter Aldy bermaksud lain padanya yang sedang dalam kondisi hamil ini. Saat ini yang ada dalam hatinya masih Mas Ryan. Karena ia dan Mas Ryan berpisah bukan karena saling membenci tapi karena keadaan. Sehingga masih sulit untuk dirinya menerima kehadiran lelaki lain, lagi pula baru kurang lebih empat bulan ia meninggalkan Mas Ryan, terlalu cepat kalau ia membiarkan seorang lelaki berteman dekat dengan dirinya.


***


Dokter Aldy mengendarai mobilnya dengan perasaan yag bercampur aduk. Ia sedih akan sikap Dita padanya. Jujur awalnya ia hanya ingin membuat Dita sedikit melupakan kesedihannya. Sejak ke prakteknya malam itu, ia melihat kesedihan yang terlihat jelas pada diri Dita. Kemudian ketika bertemu di supermarket beberapa waktu lalu, ia semakin tertarik untuk mengenal Dita lebih dalam. Cantik parasnya, menarik kepribadiannya, dan selalu menyenangkan. Mungkin lelaki lain pun akan sama seperti dirinya jika sudah mengenal Dita. Bahkan jika diminta untuk menjadi ayah dari anak yang di kandung Dita pun ia tidak akan berpikir panjang karena sudah tertarik dengannya. Makin kesini ia semakin senang berada di dekat wanita itu, sepertinya Dita bisa merasakan maksudnya. Mungkin ini adalah penolakan, ia harus bisa menerima ini dengan lapang dada. Berteman dengan dirinya saja Dita tidak mau, apalagi lebih dari itu. Sepertinya itu mustahil untuk saat ini.

__ADS_1


__ADS_2