
Terlihat nuansa putih terbentang di dalam sebuah ballroom hotel, di sertai dengan gantungan lentera-lentera klasik dan untaian bunga berwarna senada. Bangku-bangku berhiaskan untaian kain ceruti berwarna putih pun terlihat tersusun rapi.
Sederhana namun terlihat manis dan elegan, begitulah gambaran dekorasi ruangan tersebut hari itu. Sepertinya beberapa anggota keluarga dan para kolega dekat sudah hadir dan saling bercengkrama dengan para undangan lain.
Sedangkan di sebuah ruangan lain, Dita telihat sedang mematut dirinya di cermin. Dengan gaun berbahan brukat berwarna putih tulang yang menempel indah di tubuhnya, serta riasan make up bertema glam and glow membuatnya terlihat sempurna hari ini. Ia tak menyangka bahwa hari bahagianya pun tiba. Dimana ia dan Mas Ryan akan menjadi sepasang suami dan istri yang sah.
4 tahun lalu ia dan Mas Ryan memang pernah tinggal bersama, tanpa adanya ikatan pernikahan. Dan hari ini dimana setelah prosesi pernikahan berlangsung mereka juga akan tinggal bersama kembali seperti dulu, tapi tetap saja Dita merasakan deg-degan yang luar biasa.
__ADS_1
Ia yang sudah pernah mnjalani kehidupan dengan Mas Ryan saja, ketika detik-detik sebelum menikah nervousnya sampai bikin keringat dingin. Apalagi pasangan yang belum lama mengenal kemudian langsung menikah, pastinya akan merasakan lebih dari yang dirasakan Dita. Kini ia paham bagaimana rasanya gelisah, deg-degan, keringatan dan gugup ketika detik-detik menjelang pernikahan, sungguh menegangkan.
Tiba-tiba Xander dan Novia masuk untuk memberi tahu pada Dita bahwa kini sudah waktunya untuk keluar. Dita menarik nafas panjang, kemudian di genggamnya tangan Xander dengan erat kemudian mulai berjalan keluar.
Mas Ryan terlihat berdiri menunggu kedatangan calon istri dan anaknya. Ia terlihat sangat tampan dengan setelan jas slim fit berwarna hitam, lengkap dengan dasi kupu-kupu dan kemeja putih tulang di dalamnya. Rambut klimisnya pun sudah tertata rapi dan on point.
Tiba-tiba tubuhnya terdiam mematung sesaat. Matanya tertuju pada Dita dan Xander yang berjalan bergandengan keluar dari ruangan. Dilihatnya calon istrinya yang begitu terlihat sempurna, padahal telah 4 tahun mengenal Dita, namun tampilan Dita hari ini sukses membuatnya terlihat berbeda.
__ADS_1
Kemudian diliriknya anaknya yang sedang berbinar-binar sambil menggandeng ibunya. Anak yang pintar dan lucu yang kini selalu menemani hari-harinya. Tak terasa air mata jatuh menetes di pipinya, terasa hangat dan tak terbendung. Campur aduk perasaannya kini, namun perasaan bahagialah yang paling ia rasakan kini. Seketika rasa gugup yang sedari tadi menyelimutinya kini menguap entah kemana.
Akhirnya perjuangan hubungannya dan Dita kini telah berlabuh pada janji suci pernikahan. Setelah perjalanan panjang akhirnya kebahagiaan bisa mereka renggut. Namun satu hal yang tetap mereka sadari, bahwa ini bukan lah akhir perjuangan mereka, melainkan awal dari sebuah perjuangan lainnya.
Kini Mas Ryan tak perlu lagi tidur sendirian di apartement, Dita pun tak perlu lagi gelisah menunggu kedatangan Mas Ryan setiap harinya, Dan Xander kini sudah bisa merasakan tidur bersama papanya kapan pun ia mau.
Ruangan tersebut kini telah di selimuti oleh kebahagiaan. Senyum dan tawa bahagia terpancar jelas dari keluarga serta para undangan lainnya.
__ADS_1