MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Gadis nakal


__ADS_3

Sudah semakin malam, Mariam masuk ke dalam kamar nya,dia merasa kelelahan dan segera membaringkan tubuhnya.


Rasa mualnya tak kunjung hilang, padahal energi nya sudah hilang untuk sekedar berjalan ke kamar mandi.


Sementara itu Wira berada diruang kerjanya yang berada tepat di samping kamar Mariam,Mariam sengaja dipindahkan ke kamar bawah samping ruang kerjanya,agar dia tidak terlalu sering naik turun tangga.


Wira terganggu dengan suara muntah muntah dari kamar sebelah,dia terlihat khawatir,dari tadi dia dengar Mariam terus saja muntah muntah,dia pun segera meletakkan kacamatanya dan menutup laptop yang dari tadi menyala.


Ia segera beranjak menuju dapur, membuat lemon tea hangat untuk Mariam.


Dia pun segera mengetuk pintu Mariam,namun karena tidak ada jawaban dan Wira yakin Mariam berada dikamar mandi,ia pun langsung masuk,dan benar saja,Mariam belum berhenti muntah muntah di kamar mandinya.


"Tadi siang kamu terlalu banyak beraktivitas,jadi kamu kelelahan,kamu sih, susah dibilangin!Apa susahnya sih diam saja dan jangan kecentilan kesana kemari,jadinya gini kan, energi kamu habis terkuras."Kata Wira, sepertinya dia masih marah karena Ancaman Irsyad tadi.


"Maaf jika menggangu,saya pun tidak ingin seperti ini,capek tahu!Saya pun tidak butuh perhatian kamu, Besok antarkan aku ke rumah Umi ku,biar gak jadi beban kamu,dan kamu bisa istirahat dengan tenang!Dan gak usah temuin aku lagi!"


Mariam balik marah, rupanya dia sedikit tersinggung dan mulai merajuk.


Wira tersentak dan menyesali ucapan nya yang keterlaluan,ia lupa jika Mariam seperti itu gara gara dia dan benar apa yang diucapkan nya itu, Mariam sedikit pun tak menginginkan nya ia tersiksa seperti itu.


Dia bahkan mengorbankan dirinya, keluarga nya , karir nya bahkan masa depan nya demi mempertahankan jabang bayi milik orang lain yang tiba tiba hidup di dalam rahimnya.


"Maaf,aku tahu ini salah ku,maafkan aku!"


Kata Wira mencoba membujuk Mariam yang terlihat kuyu,dia duduk bersandar sambil membelakangi nya.


"Maaf, maaf,,,,maaf tak bisa merubah semuanya, semua nya sudah terlanjur terjadi,dan aku terjebak dalam kondisi seperti ini sekarang!"gumam nya lirih tapi masih jelas terdengar oleh Wira, sepertinya Mariam sedang menyesali semuanya,Wira tahu Dia sangat tersiksa.


Terdengar isakan yang tertahan, Mariam sedang rapuh sekarang.


"Minum ini dulu,ya biar kamu baikan,mumpung masih hangat!"Bujuk Wira sambil menyodorkan gelas berisi lemon tea hangat.


Aroma nya menyeruak menyegarkan hidungnya, Mariam mengambil gelas itu dan meminumnya sambil membelakangi Wira,benar saja,segar rasanya dan itu membuatnya merasa lebih baik.


"Terimakasih!"


Ucap Mariam,


Wira mengambil gelas kosong dari tangan Mariam dan menaruhnya di atas nakas.


Wira memapah Mariam menuju tempat tidur nya dan membaringkan nya disitu.


"Tidurlah!atau ada yang ingin kamu makan?!kamu ingin bakso?!"Tanya Wira dengan lemah lembut.


Mariam menggeleng.


"Baik, tidurlah!"


Wira ikut berbaring disamping Mariam,dia mengusap usap punggung Mariam dan Mariam pun hanya membiarkan nya, sentuhan seseorang seperti itu membuat nya nyaman,untuk saat ini dia memang membutuhkan seseorang untuk menenangkan nya.


Akhirnya sepertinya Mariam pun tertidur, Wira pun yang sudah kelelahan mulai menguap dan ia pun ingin istirahat.


Pikiran nya mulai terpancing dengan sosok didepan nya,ia meraih tangan Mariam dan memperhatikan jari jarinya yang putih,kecil dan ramping,namun sepertinya mahir dalam segala hal.


Ia tersenyum dan masih tak habis pikir, bagaimana malam ini ia harus berbaring dengan sosok asing yang jauh berbeda dengan istri Artis nya, bahkan ia tak tahu secantik apa perempuan ini.


Jujur selama ini ia merasa kesepian,Sofia yang seorang Artis terkenal memang tak dapat diragukan lagi kecantikan nya,tapi ia tak dapat bebas sesuka hati menikmati istrinya itu,tak ada kehangatan, keharmonisan bahkan boleh dibilang mereka memang sangat jarang bertemu karena kesibukan.


Mariam menggerakkan tubuhnya dan berbalik menghadap wajah Wira,matanya tertutup memperlihatkan bulu matanya yang lentik,untuk sesaat Wira memperhatikan matanya yang terlihat kuyu karena kelelahan.


Dia merasa iba, rasa bersalah kembali datang menghinggapinya.


Tiba tiba tangan Mariam bergerak dan menahan cadar yang ia pakai,


otomatis wajahnya terlihat dan Wira sangat terkejut.

__ADS_1


Ia memalingkan wajahnya menghadap langit langit,


Wira berusaha untuk menahan diri agar tak melihat wajah Mariam meskipun sangat ingin, tapi ia tahu Mariam belum siap memperlihatkan wajahnya kepada dirinya, jadi ia tak ingin menjadi pencuri.


Biarlah jika Mariam sudah siap,ia akan dengan bebas bisa menikmati wajah nya yang cantik,eh!!


Iya,ia akui dia tadi melihat nya sekilas, wajah Mariam yang cantik natural dan bercahaya.


Wira kembali membalikan tubuhnya,tapi kini membelakangi wajah Mariam.


Tangan Mariam menyentuh pinggangnya, terdengar suara lirih Mariam mengigau memanggil ibunya,


"Umii,,,"


ingin rasanya Wira berbalik memeluk tubuhnya untuk memberinya ketenangan,namun Wira menahan diri.


Wira hanya menyentuh tangan Mariam dan mengelusnya dengan lembut, tanpa disangka Mariam memeluk punggungnya dan deru nafasnya begitu terasa ditelinga nya,membuat bulu kuduknya meremang.


Wira berusaha memejamkan matanya,ada sesuatu yah tertahan, ada sesuatu yang tegak tapi bukan keadilan.


***


Adzan subuh bergema membangunkan Mariam,saking lelahnya,tadi malam Marian tidak bangun untuk solat malam,dan hanya terbangun pas waktu sholat subuh saja.


Mariam segera membuka matanya, tubuhnya terasa berat seperti ada yang menindihnya.


Nafas seseorang terasa hangat berhembus ditelinga nya,tangan kekar seseorang melingkari diperutnya dan kaki seseorang bertumpu disekitar kakinya.


"Astagfirullah!!"


Mariam begitu terkejut.


"Kenapa A Wira bisa tidur di ranjang ku?!"


Mariam mencoba melepaskan pelukan Wira,segera ia bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"A,,A Wira!"


"Hemm!"


"Shalat Subuh A!Kita berjamaah yuk?!Ajak Mariam, suaranya begitu lembut terdengar ditelinga Wira.


Wira segera bangun,ia mengucek matanya,sejenak terdiam,lalu bangun dan pergi ke kamar mandi.


Mariam menyodorkan baju Koko dan sarung Kepada nya,entah dari mana ia dapat.


"A Wira mau shalat disini berjamaah sama Iyam,atau mau ke mesjid,mumpung belum terdengar komat?!"Tanya Mariam.


"Disini aja boleh nggak,besok besok aku coba pergi ke mesjid!"Jawab Wira.


"Baiklah,gak apa apa,pelan pelan saja A!kalau begitu,mari kita shalat sekarang!"


Kata Mariam sambil berlalu menuju 2 sajadah yang sudah ia gelar di dekat tempat tidur nya.


Mereka pun melakukan shalat subuh berjamaah dan ini kali pertama bagi kedua nya melaksanakannya.


Meski rasanya terasa aneh, tapi suasana begitu sendu dan syahdu.


Setelah selesai mereka berdzikir dan berdoa,Wira pun berbalik menghadap Mariam,dan Mariam pun meraih tangan kanan Wira lalu menciumnya.


"Degghh.."


Ada debaran yang begitu hebat bergemuruh tak karuan di dada Wira,ia terlihat salah tingkah,dan mencuri curi pandang.


"Kamu tidak memakai cadar?!"Tanya Wira.

__ADS_1


"Kalau saat shalat kan dilepas, lagipula Aa sudah melihat wajah ku kan semalam?!"Kata Mariam terlihat malu-malu,ia melipat sejadah milik nya di ikuti mata Wira ,ia sedang menunggu momen Mariam membuka mukenanya.


"Jangan melihat ku seperti itu, nanti matanya sakit lho!"Kata Mariam sambil mendelik kan matanya.


Wira tersenyum dan meraih tangan Mariam hingga tubuh Mariam terjatuh dipangkuan nya.


"Kamu sengaja menggoda ku ya?!dasar gadis nakal!"


Wira sudah siap mencium pipi istri mudanya itu yang terlihat memerah,ia ingin menggoda nya.


"ihh,apa an sih A?!jangan ge'er ya,hanya jika kita shalat bersama saja A Wira bisa melihat wajah Iyam,selebihnya,maaf!


Iyam tak ingin sesuatu yang lebih terjadi diantara kita!"Jawab Mariam sambil memukul dada Wira dan ia bangkit menghindari pelukan Wira.


"Baik!!kita lihat saja nanti! seberapa bisa kamu bertahan Mariam!"Cibir Wira menggoda Mariam dan ia hendak meraih lagi tubuh Mariam,tapi segera Mariam menghindari nya.


"IYam mau siapkan sarapan,sudah sana keluar,Iyam mau buka mukena ihh!!"Kata Mariam sambil melempari Wira dengan bantal sofa,Wira terus mengejar nya,hingga ponselnya berdering.


"Kali ini kamu lolos! tunggu saja nanti!"Ancam Wira sambil mengambil ponselnya dan keluar dari kamar Mariam.


Istri pertama nya Video call.


"Pagi Sayang! Kamu lagi ngapain?!"Tanya Sofi dari layar ponselnya terlihat dia baru bangun tidur juga.


"Kok pakaian kamu kaya gitu sayang?!Kamu habis sholat?!"Tanya Sofi,ia keheranan melihat Suaminya pagi pagi pakai baju Koko dan sudah Terlihat segar.


"Iya memang nya kenapa gak boleh?!"jawab Wira datar,dia terlihat biasa saja saat Sofi menghubungi nya.


"Ya gak apa apa,aneh aja!Mariam mana, Bagaimana keadaan nya sekarang?!"


Sofi mulai berpikir Wira sekarang banyak berubah setelah hadirnya Mariam di rumah mereka.


"IYam!!!!"Teriak Wira,dia sedang berjalan menuju kamarnya,ponselnya terus menyala dan Sofi masih disana.


"Iya?!"


Jawab Mariam dari arah dapur.


"Tolong Siapkan baju kantorku!"Kata Wira.


"Yaa!!"Jawab Mariam lagi,dia pun naik ke atas menuju kamar Wira.


"Kamu kok nyuruh nyuruh dia sih?! biasanya juga kan siapin sendiri!"Kata Sofi.


"Ya pengenlah sekali kali ngerasain di urus sama istri sendiri,mumpung ada yang mau ngurusin aku!"Sindir Wira.


"Kamu kenapa sih Sayang,marah ya sama aku?!Kamu kangen ya?"Kata Sofi.


Wira hanya diam dan sibuk mempersiapkan diri nya untuk pergi ke kantor.


"Mau pakai baju yang mana A?!Yang ini atau yang ini?!"Tanya Mariam dan Sofi melihat Marian di belakang Wira sedang menyiapkan baju Suaminya.


"Yang itu aja,yang kanan, makasih ya!Apa sarapan nya sudah siap?!"


"Sudah A,Aku tunggu dibawah ya?!"jawab Mariam.


"Ehh,mau kemana,pasangkan Aku dasi!"


Kata Wira, seperti nya ia sengaja memanas manasi Sofi.


Sofi terlihat kesal dan menutup sambungan ponsel nya.


"Mas Wira sengaja melakukan itu agar aku cemburu!Aku yakin kamu hanya cintanya sama aku doang mas!Mariam bukan tipe kamu,dia lebih cocok jadi pembantu!"Gumam Sofi,dia membuang jauh jauh ke khawatir an nya, dia tak takut Wira akan direbut oleh Mariam,karena Wira hanya miliknya seorang dan dia akan dengan mudah menyingkirkan apa yang menjadi penghalang dalam kehidupan nya.


Bersambung,,,

__ADS_1


Ramaikan dengan komen dong,biar author nya cemunguutt!!


like dan vote yaa


__ADS_2