
"Siapa yang tidak kenal dengan artis papan atas yang sedang naik daun saat ini,
Bima Reksa!
Dia terciduk sedang bersama seorang perempuan di sebuah apartemen mewah.
Mereka terlihat begitu mesra,kita akan cari tahu siapa sebenarnya sosok perempuan yang sudah mencuri hati sang Bintang yang tengah bersinar itu kini?!
Saat ini kita masih mencoba menghubungi Bima Reksa alias Bimer agar dia dapat memberikan konfirmasi terkait berita yang tengah beredar dan kini sedang Viral."
Kata salah seorang pembawa acara gosip disalah satu stasiun televisi.
Hampir di setiap Acara gosip Menayang kan Foto seorang Artis multitalenta bernama Bima Reksa, yang sepertinya sedang memeluk seorang perempuan berhijab,tidak begitu jelas terlihat wajah nya karena tertutup dan Fotonya di ambil dari belakang.
"Sepertinya Gue kenal sama perempuan itu!Kok dia kaya Si Mariam,ya! Istri muda Suami ku itu!"Kata Sofi sambil men Zoom Foto Bimer dan seorang perempuan yang mirip dengan Mariam
"Ah Masa sih,yang model berpakaian tertutup Kayak gitu kan bukan cuma Madu Lo doang kali Sof!"Ujar Mario.
"Ahh! Bener ini dia! Astaga,Hahaha,Kita gak perlu susah susah nyingkirin dia Mario! Suami Gue pasti bakalan meradang dan langsung menendang perempuan itu,Haha!"Sofi sungguh kegirangan melihat berita tentang Bimer dan ia yakin kalau perempuan yang bersama Bimer adalah Mariam.
"Ihh,Kok bisa ya!! kelihatannya aja Sok Aliim banget, ternyata kelakuan nya sama aja kayak cewek cewek murahan gitu!"Cibir Mario.
"Ya biasalah lah! penampilan nya cuman dijadikan kedok doang!ternyata sama aja kayak Gue!hahahah!"
Sofi segera mengirim Foto tersebut kepada Suaminya.
"Sayang! bukankah ini Mariam?!"
Sofi berusaha memanas manasi Wira lewat pesan WA.
Mungkin karena sibuk Wira Belum membuka pesan dari Sofi.
Sofi bersenandung ria, karena dengan adanya berita tentang Bimer ini sangat menguntungkan bagi nya, dia yakin setelah suami nya tahu tentang berita itu,dia akan sangat kecewa kepada Mariam yang selama ini Wira anggap sebagian wanita baik baik penuh dengan kemuliaan.
Sofi benar benar tak sabar melihat reaksi dari Wira.
***
Hari ini jadwal Wira begitu padat,
Sejak hadirnya calon jabang bayi di perut Mariam,dia sungguh dibanjiri pekerjaan yang membuatnya hampir kewalahan.
"Don!Untuk meeting nanti malam kamu bisa handle ya,aku capek banget pengen langsung pulang!"Kata Wira Kepada Assisten nya.
"Siap Bos!!"Jawa Doni tanpa membantah.
Wira teringat kepada istri mudanya,dia berniat untuk menelpon Mariam.
Namun tertunda karena ada pesan WA yang masuk dari Istri pertama nya.
Wira terkejut saat melihat Foto yang dikirimkan Sofi.
Ia menelisik foto perempuan yang dipeluk Artis Bima Reksa.
Ia tersentak,benar saja itu adalah Mariam, istri nya
Wira berusaha menepisnya, tidak mungkin! Mariam seorang wanita yang Solehah,Dia sangat menjada diri dan kehormatannya nya.
Dengan terburu-buru Wira segera menuju Apartemen tempat Mariam tinggal.
Amarahnya semakin membuncah,tatkala ia melihat berita yang terus menerus menayangkan tentang kedekatan Artis Bima Reksa dengan Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu.
Dia yakin itu memang istrinya,Mariam,dan lokasinya pun di Apartemen tempat Mariam tinggal.
**
"Dimana Mariam?!"
Wira datang dengan membawa amarah untuk istrinya.
Tanpa mendengar jawaban dari Bi Inah,Wira mencari sosok Istri nya di setiap sudut.
__ADS_1
Bi Inah mengikuti nya dari belakang karena khawatir.
Wira menerobos masuk ke dalam kamar Mariam tanpa permisi, ternyata dia sedang mencoba baju tidur yang ia pesan dari olshop kemarin.
"Apa maksudnya ini?!ini kamu kan Mariam?!"
Teriak Wira sambil menunjukkan Foto di layar ponsel nya.
Mariam terkejut kenapa busa ada foto dirinya yang terlihat sedang di peluk oleh seorang di pria.
Dia baru ingat tentang kejadian kemarin dibawah,saat dia hampir jatuh dan hendak di tolong oleh seseorang,namun ia segera menghindar,dan kejadian pria itu saat memegang nya sungguh itu tidak di sengaja
"Aku bisa jelaskan,A,,kemarin Aku,,"
"Dasar wanita munafik!!kau bertingkah sok Alim dan kelakuanmu seperti ini!? meskipun kau nge Fans Kepada seorang artis, tapi di foto ini kau sudah berlebihan!!Apa kau tidak tahu?!kau sedang dicari dimana mana sekarang,kau sudah menjadi Viral, Mariam!!"
Wira terus memotong pembelaan Marian,tanpa mendengarkan nya terlebih dahulu.
Amarah terlanjur menguasai nya.
Dengan kasar Wira menjambak rambut Mariam hingga kepala mendongak ke belakang,
Mariam berteriak kesakitan,Wira menampar wajah istri mudanya itu lalu menghempaskan tubuh Mariam ke atas ranjang.
"A,,dengarkan dulu penjelasan ku,itu semua tak seperti yang Aa kira, Mariam tidak mungkin melakukan hal yang di larang agama, seharusnya Aa tahu itu!"
Kata Mariam sambil memegang pipinya yang memerah.
"Omong kosong,lalu itu buktinya apa?! Pria itu memelukmu dan kamu terlihat sangat menikmati nya!!"
Bugh!!
Teriak Wira,dia memukul tembok sampai tangannya berdarah.
"A Wira tidak mempercayaiku?!Kemarin aku tidak sengaja bertemu dengannya,aku hampir jatuh dan dia hanya menolong ku,itu saja,A,aku pun menghindari nya Karena takut menjadi Fitnah!"
"Aku sudah bilang, diam saja dan jangan sering keluar!Kau malah keluyuran gak jelas dan begini kan jadinya! lihat kau sudah terkenal dimana-mana!"
Teriak Wira dengan wajah yang menyeramkan,mata yang menyalak dan tangan yang mengepal, menahan amarahnya.
"Kau berani melawan ku sekarang?!sini,bagian tubuh mana saja yang dia sentuh,biar aku cuci agar hilang kotor akibat sentuhannya itu!"
Dengan kasar Wira menyeret Mariam ke dalam kamar mandi, dia memaksa Mariam untuk naik ke dalam bathtub dan menyiram tubuh Mariam dengan air shower.
Wira benar benar tidak dapat menahan emosi nya,dia kalap dan lupa jika Mariam sedang berbadan dua.
"Bagian mana saja yang ia sentuh?ini!ini! atau ini?!"Bentak Wira sambil menggosok gosok bagian tubuh Mariam, tanpa ampun ia mengguyur tubuh Mariam dengan air dingin.
Mariam menggigil kedinginan,ia tak berdaya,hatinya sakit diperlakukan bak binatang oleh pria yang sudah ia percayai.
Mariam terlalu percaya diri merasa Wira Sudah mencintai, ternyata semua nya bohong besar, kini Mariam tahu sisi lain dari Wira, tempramen dan ringan tangan.
"Biar Kau tahu rasa wanita murahan!kau ternyata sama saja dengan wanita wanita lain yang hanya menginginkan saja harta ku!"
"Blugh!"
Wira membanting pintu kamar mandi begitu keras.
Dia membiarkan Mariam kedinginan sendiri di dalam bathtub yang sudah penuh tergenang air dingin.
Mariam hanya diam,ingin ia berteriak, memohon agar Wira mempercayai nya,
Namun rasa nya suaranya sudah hilang, airmatanya sudah kering,bibirnya sudah membiru,kaki nya kaku sulit untuk melangkah.
Otak dan naluri nya akhirnya menyerah,tak ingin lagi meronta, pasrah pada apa yang dituduhkan semua orang padanya kini.
Ia hanya berharap keluarga nya tak mengetahui keadaan nya saat ini.
"Terserah apa katamu saja,Tuan Wiranata Kusuma!
Terserah,kini aku menyerah!"
__ADS_1
Batin Mariam yang akhirnya tubuhnya tumbang, menghilang dalam genangan air yang terus memenuhi bathtub dengan guyuran air yang terus jatuh diatas kepalanya.
**
"Cari tahu Artis yang bernama Bima itu dan atur Jadwal bertemu dengan nya segera!"Perintah Wira kepada Doni.
Entah kenapa ia begitu murka melihat Mariam di pegang oleh pria lain.
Padahal Sofi lebih dari itu, sebagai artis,Sofi lebih sering berinteraksi dengan lawan jenis, tapi dia tak pernah Semarah itu.
Mungkin karena perasaan nya terlalu kuat kepada Mariam dan hanya ingin dirinya saja yang dapat menyentuh wanitanya itu.
Wira meninggalkan Apartemen dan membiarkan Mariam yang masih berada di kamar mandi yang sudah pingsan dan tenggelam dalam genangan air.
Wira pergi ke rumah nya untuk sekedar mendingan kan suasana hatinya.
***
"Ya Allah Gusti!!Non!!Non Mariam!! Tolong! Tolong!"
Bi Inah sangat panik begitu ia menemukan tubuh Mariam yang sudah tergeletak tak berdaya di atas genangan air di dalam bathtub kamar mandinya.
Bi Inah segera membuang genangan air itu,ia menutup tubuh Mariam dengan sebuah handuk,dengan susah payah,ia mengeluarkan tubuh Mariam dari kamar mandi,mengganti bajunya , memasang kan kerudung dan cadarnya.
Ia berusaha tetap tenang, beberapa kali ia juga mencoba menghubungi Wira, tapi tidak aktif,ia beralih menghubungi Doni, Assisten Wira ,tapi tidak diangkat.
Ia bingung harus bagaimana, keadaan Mariam sangat menghawatirkan, tubuh nya dingin begitu kaku, bibirnya membiru,dan ia pun tak kunjung sadar.
"Bagaimana ini?!"Bi Inah mencari kontak di ponselnya, Siapa yang harus ia hubungi lagi.
"Nyonya Halimah!!Betul!Aku harus menghubungi nya!Tidak , tidak!dia kan sedang pergi ke luar negeri!"Gumam Bi Inah.
"Tak ada jalan lain lagi,Aku harus membawanya langsung ke rumah sakit sekarang juga!Non, Tunggu sebentar disini,Ya!Bibi akan cari pertolongan dulu sebentar!"Gumam Bi Inah Kepada tubuh Mariam masih yang terbujur kaku.
Bi Inah berlari ke luar kamar Apartemen , berniat mencari pertolongan seseorang agar dapat segera membawa Mariam ke rumah sakit.
"Den!Den ,Maaf mengganggu, boleh saya minta tolong!"Seru Bi Inah kepada seorang Pria yang tinggal di samping apartemen milik Wira, seperti nya dia hendak keluar juga.
"Ada apa Bu, kelihatannya ibu panik begitu?!"Jawab pria yang memakai masker itu hingga Bi Inah tidak dapat mengenali siapa dia,tapi Bi Inah tak peduli ,yang penting Mariam segera di tolong.
"Anu Den,ada orang yang butuh pertolongan dan harus segera dibawa ke rumah sakit,dia sangat kritis saat ini,apa Aden bisa menolong kami dan membawa nya ke rumah sakit sekarang?!"
Bi Inah memohon dengan sangat.
"Tentu saja ,Bu,dimana dia sekarang?!"
"Masih di dalam Den!"
"Baik ,kalau begitu,Saya panggil kan Ambulan ya Bu!"
Kata pria itu sambil membuka ponselnya.
"Iya Den terimaksih,ayo Den ikuti saya, tolong cek keadaan Nona saya Den!"Bi Inah menarik narik tangan pria itu agar mengikuti nya masuk ke ruang apartemen milik Wira.
Pria itu pun mengikutinya dengan perasaan penasaran.
"Ini Den,coba tolong di cek,apa dia masih bernafas?!"Kata Bi Inah menunjukkan Mariam yang terbujur kaku.
Dengan cepat Bi Inah memakai kan cadar yang tidak terpasang di wajah Mariam, sekelebat pria itu melihat wajah Mariam yang penuh lebam dan terlihat membiru.
"Astaga!!bukankah dia perempuan kemarin yang aku tolong di bawah?! bahkan sekarang malah jadi viral di media sosial!
Kok malah ketemu lagi Sih!Terus Kenapa dia?!apa yang terjadi padanya,apa gara gara kemarin dia bertemu dengan ku dia jadi begini?!"
Pria itu ternyata adalah Bima Reksa,
Dia sangat tersentak melihat perempuan yang hendak ia tolong kini harus ia tolong kembali, kejadian kemarin saja malah jadi rame,terus sekarang apa lagi ini?!
Tapi ia pun tak mungkin membiarkan perempuan yang sedang sekarat ini begitu saja bukan?!
"Astaga!!"Gumam Bima sambil garuk garuk kepala meski tak gatal.
__ADS_1
"Den !!Ayo cepat cek!Non Mariam masih hidup kan?!"
Bi Inah panik setengah mati.