
"Kenapa Wira mesti ikut segala sih Sayang!? Kalian temenan ya sekarang?!"
Mariam terlihat keberatan.
"Ya apa salahnya sih Sayang,dia kan sedang proses berhijrah,jadi sudah sepantasnya lah Aku mendukung dia!"Kata Bima.
"Ya gimana ya, rasa nya aneh aja !"
Mariam masih terlihat ragu.
"Sayang,Aku ngerti Kok perasaan kamu,kamu pasti masih sakit hati sama dia.
Tapi dia benar-benar sudah berubah sekarang, dia baik sama kita
Sayang, Allah saja maha pemaaf,masa kita enggak!Wira hanya ingin menambah pahala dengan banyak berdonasi di tempat tempat yang tepat seperti panti asuhan dan pesantren.
Jadi Aku pikir akan bagus untuk nya jika dia ikut berdonasi di pesantren tempat adik kamu menimba ilmu.
Hemm,gimana,kamu ngerti kan maksud aku?!"
Mariam terlihat menunduk, kemudian ia menatap Suaminya sendu.
"Aku percaya kok sama kamu,apa yang menurut mu baik pasti itulah yang terbaik, kita doakan semoga Wira istiqomah dengan hijrah nya dan kita juga selalu diberikan Hidayah oleh Allah SWT."
Bima mengelus lembut kepala istri nya dengan penuh kasih sayang.
"Amiin Sayang, tidak ada manusia yang sempurna, bahkan kita juga bukan orang baik, tapi harus selalu berusaha menjadi orang baik,Aku salut sama Wira karena dia sangat berusaha memperbaiki dirinya!
Aku berangkat ke kantor dulu ya Sayang,kamu pesan aja segala keperluan untuk nanti,Aku akan telpon Mamahku nanti,dia pasti akan datang untuk membantu kamu!
Umi ,Bima berangkat dulu ya, Assalamualaikum!"
"Waaliakumsalam salam, Hati hati nak!"
Mariam mengantarkan kepergian Suaminya sampai depan rumah.
"Abi berangkat kerja dulu ya Sayang,kamu baik baik ya, sama Ummah!"Kata Bima sambil mengelus elus perut Mariam lalu mengecup seluruh wajah Mariam dengan gemas.
"Dah Sayang, Assalamualaikum!"
"Waaliakumsalam salam,Fi amanillah Sayang!"
***
Sekarang Wira memilih menjadi seorang Dosen di sebuah Universitas sesuai dengan bidang yang ia kuasai.
Wira memutuskan pensiun dari dunia Bisnis dan lebih fokus dengan jalan hijrah nya.
Kini ia sering menghadiri majelis majelis Taklim bersama komunitas muslim yang Bima juga sering mengikuti nya.
Kadang, untuk mendapatkan kehidupan yang sesuai dengan Keinginan Tuhan, seseorang harus menempuh dulu perjalanan panjang yang penuh dengan lika liku dan aral lintangan.
Seperti hari ini, Wira menjadi pembicara di sebuah seminar tentang bagaimana caranya menjalankan bisnis sesuai dengan syariat Islam.
Banyak sekali peserta yang hadir,di mulai dari para pebisnis pemula juga para pebisnis handal yang menginginkan usaha benar benar halal dan sesuai dengan kaidah yang diajarkan agama, banyak juga dari kalangan mahasiswa,dan para kaula muda yang tertarik dengan jalan hidup Wira yang tadinya seorang pebisnis ulung dan kini malah beralih menjadi seorang pengajar.
Acara berjalan dengan lancar dan para peserta begitu puas mendapat ilmu dari Wira.
Waktu sudah hampir masuk shalat Dzuhur.
__ADS_1
Hujan gerimis disertai angin yang cukup kencang membuat semua orang tertahan tak dapat keluar dari dalam ruangan.
Wira memaksa kan diri berlari menuju mesjid terdekat untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah,dia tidak ingin tertinggal takbiratul ulla.
Seorang wanita bercadar berlari dari arah berlawanan, seperti nya dia habis mengambil air wudhu.
Wira yang tergesa gesa dan tak melihat sekeliling tanpa sengaja menabrak lengan wanita tersebut sehingga ia terjatuh dan tas dan beberapa buku dan map yang ia bawa jatuh berantakan.
"Maaf,Saya tidak sengaja!"
kata Wira sambil membantu memunguti barang barang wanita itu yang berserakan.
Wanita tersebut terlihat kesal karena map dan buku-buku nua agak basah terkena air hujan.
"Yah, basah deh!"
Gerutu nya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Wira.
"Maafkan Saya, Saya benar benar tidak sengaja!"
Perempuan itu tidak menjawab dan masih sibuk memunguti barang barang nya, seperti nya dia kesal tapi tidak berani memarahi Wira.
"Ini Mbak, sekali lagi saya mohon maaf!"
Kata Wira sambil menyodorkan Map milik wanita tersebut yang sudah ia punguti.
Angin berhembus semakin kencang disertai hujan gerimis yang semakin membuat lantai mesjid pun semakin basah.
Angin yang tak sengaja sampai membuat cadar wanita tersebut tersingkap sehingga Wira yang sedang menyodorkan barang barang milik wanita tersebut dapat melihat dengan jelas wajah cantik di balik cadar nya itu.
"Astaghfirullah!"
Dengan segera wanita tersebut berlari meninggalkan Wira tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Masya Allah! Subhanallah, betapa indahnya ciptaan mu ya Rabb!"
Batin Wira sambil menatap punggung wanita tersebut yang sudah hampir menghilang.
Ia pun segera menuju tempat Wudhu karena sebentar lagi Iqomat akan segera berkumandang.
Langkah nya terhenti karena ia hampir menginjak sebuah kertas yang seperti nya terjatuh dari map milik perempuan tadi.
Wira pun segera memungut kertas tersebut dan membaca nya.
"Seperti nya ini dokumen penting, sayang sekali dia sudah pergi,aku simpan saja dulu, mungkin lain kali Allah akan pertemukan kita lagi!"
Gumam Wira, kemudian ia pun segera melanjutkan aktivitas nya dan menyimpan kertas itu ke dalam tas miliknya.
**
"Wir,hari Sabtu besok aku akan mengadakan acara 4 bulanan Istriku di sebuah pesantren, sekalian aku mau berdonasi disana, kamu mau ikut?!"
Ajak Bima, mereka sedang melakukan makan siang bersama di sebuah restoran dekat sebuah mesjid di lingkungan perusahaan Bima.
"Sebaiknya tidak usah Bim, Aku tidak ingin membuat Mariam tidak nyaman dengan kehadiran ku!"Jawab Wira,dia cukup tahu diri, mengingat apa yang sudah ia lakukan di masa lalu.
"Yang lalu biarlah berlalu Wir,dia juga sudah memaafkan mu, lagi pula Aku sudah membicarakan nya dengan dia, dia bilang tidak masalah!"
"Terimakasih Bim,Aku sangat senang kamu dan Mariam sudah berbesar hati memaafkan ku bahkan menerima ku menjadi teman kalian , padahal dulu Aku,,"
__ADS_1
"Sudah lah,Bim! Pokoknya Sabtu esok kita berangkat, mungkin saja kamu akan bertemu jodoh kamu disana!"
"Hahaha!"
Mereka berdua tertawa bersama dan melanjutkan obrolan mereka tentang kehidupan.
***
Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba.
Mariam dan Bima pun berangkat menggunakan mobil yang sama, sedangkan orang tua mereka menggunakan mobil yang berbeda, Wira pun membawa mobil pribadinya dan dia ikut dengan membawa satu orang asisten nya.
Arjuna dan Fatimah pun ikut untuk memberi kejutan kepada para santri yang tentunya banyak mengidolakan sosok Arjuna yang sedang digandrungi para kaula muda.
Sesampainya di sana, rombongan Mariam di sambut antusias oleh para pengurus pesantren.
Yang lebih heboh lagi para santri yang melihat sosok Arjuna Rain yang mereka idola kan, mereka terlihat senang dengan kejutan ini.
"Sarah!? Kamu Sarah kan?!"
Teriak Mariam memanggil seseorang yang seperti nya ia kenal,teman semasa kuliah nya dulu.
"Mariam?! Ternyata kamu ya yang sudah bikin heboh satu pesantren?!"
Canda Sarah,dia senang bisa bertemu dengan sahabat nya itu.
"Hahaha,maaf deh maaf!kamu apa kabar?kamu sekarang ngajar disini?!"
Tanya Mariam yang terlihat senang bisa bertemu dengan Sarah.
"Iya Aku ngajar disini!Suami kamu yang mana?"Bisik Sarah,dan tanpa sengaja dia menangkap seseorang yang tak sengaja menyenggol nya tempo hari dan ia sangat malu bertemu lagi dengan nya.
"Ini dia, kenalkan dia Suami ku,Bima namanya.
Sayang dia adalah sahabat ku waktu kuliah dulu,Sarah nama nya, ternyata dia menjadi pengajar disini sekarang.
dan yang itu adalah Wira, teman Suamiku,Sar!"
Kata Mariam memperkenalkan Yang sedang bersama nya saja, karena yang lain sibuk dengan kegiatan yang sudah pesantren siap kan.
"Ah Iya, Salam kenal semua nya!"
Jawab Sarah,dan dia langsung membalikkan badannya , berusaha menghindar dari Wira.
"Euh,, Mbak! Maaf!ini saya mau mengembalikan dokumen Mbak yang tertinggal di mesjid tempo hari!Mbak masih ingat saya kan?!Saya yang waktu itu tidak sengaja menabrak Mbak!Ini dokumen nya,saya pikir ini penting, jadi saya simpan dulu!"Wira berusaha menahan Sarah agar tidak langsung pergi.
"Kalian sudah saling kenal ya?!"Goda Bima.
"Enggak kok!Kita tidak sengaja bertemu,dan ternyata Allah pertemukan kita kembali sekarang!"Jawab Wira,dia yakin Sarah masih merasa malu akan kejadian tempo hari.
"Wah, jangan jangan kalian berjodoh!kamu masih single kan Sarah?!"Mariam ikut ikutan menggoda mereka.
Dengan cepat Sarah mengambil kertas dari tangan Wira.
"Terimakasih!"
Hanya itu yang ia katakan, kemudian dia berlari menjauh dari mereka.
"Ada apa sih dengan kalian?! pasti sudah terjadi sesuatu, ya kan Wir?!"
__ADS_1
Bima mulai kepo.