MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Pertemuan menyakitkan


__ADS_3

Setelah selesai memberi sambutan dan gunting pita peresmian sekolah gratis serta peletakan batu pertama untuk pembangunan klinik gratis,Mariam pun turun dari panggung untuk penggalangan dana.


Setiap Donatur memberikan donasi terbaik mereka,mereka begitu terkesan dan tersentuh oleh niat baik para relawan yang sudah berusaha keras mewujudkan cita cita mulia hingga akhirnya terwujudlah apa yang menjadi kebutuhan bagi orang orang yang seharusnya menerima uluran tangan mereka.


"Kakak the best!Aku bangga banget sama Kakak!"Ucap Fatimah sambil berhambur memeluk kakak nya,begitu juga Bibah dan Asma,mereka bergantian memberikan selamat atas pencapaian Mariam yang mereka pun tak tahu awalnya.


"Aku akan selalu mendukung kerja keras Kakak,sukses selalu Kak,Satria pasti bangga banget punya ibu seperti Kak Mariam!"


Puji Juna sambil mengacungkan jempolnya.


"Mar!Mamah juga bangga banget sama Kamu!Mamah juga mau minta maaf karena sudah menyakiti hati kamu,Mamah berharap kamu mau kembali ke rumah lama kamu,itu sudah menjadi milik kamu,kenapa kamu malah pergi dari rumah!?"


Kata Ibu Liana sambil menggenggam tangan Mariam.


"Gak apa apa mah,rumah itu terlalu besar untuk Mariam tinggali sendirian,sesekali Mariam suka kesana kok untuk membersihkan nya!"Jawab Mariam sambil menyambut hangat tangan Nyonya Liana.


Setelah semuanya selesai dan para tamu undangan sebagian besar sudah pada pulang,Mariam pun bergabung dengan para relawan lain nya untuk membicarakan rencana selanjutnya.


"Jadi ini kehidupan yang kamu inginkan?!"tiba tiba saja Keenan datang menghentikan langkah Mariam .


Mariam pun menoleh ke arah suara yang tengah menatapnya dengan tatapan rindu.


Mariam hanya membungkukkan badan nya sedikit,lalu menyapanya.


"Apa kabar Tuan Keenan!bagaimana Anda bisa ada disini?!"Kata Mariam berbasa basi.


"sepertinya takdir yang mempertemukan kita,apa kamu punya waktu?Aku butuh penjelasan dari kamu!"Ucap Keenan setengah memaksa.


"Ah,a aku,,,"


Mariam terlihat ragu.


"Sebentar saja,,!"Keenan tahu Mariam berniat menghindarinya lagi,tapi kali ini ia tak akan membuat Mariam lolos lagi dari genggamannya.


"Nak!Nak Mariam!?Kamu kemana saja,nak?!Kami menunggu kamu untuk datang ke rumah,tapi kamu tak kunjung datang,apalagi Ibu nya keenan,dia sangat mengharapkan Kamu untuk mengunjunginya,sudah seminggu Ia dirawat di rumah sakit dan terus menanyakan kamu,Jika kamu berkenan,Saya berharap kamu Sudi untuk mengunjunginya,Saya mohon!Saya bisa mengerti jika kalian ingin putus,tapi saya mohon demi kesembuhan istri saya,tolong kunjungi dia walau sekali saja!"


Tiba tiba saja Ayah Keenan datang menghampirinya dan memohon agar ia mengunjungi Ibunya Keenan yang sedang terbaring di rumah sakit.


"Pih,Papih apa apa an sih,malu malu in aja,gak usah maksa dia gitu dong!mending kalau dianya mau!"bisik Keenan namun tepat terdengar oleh Mariam.


Sepertinya Keenan sangat kesal karena sudah meninggalkan nya tanpa kabar.


"Ibu sakit,sakit apa Pak?!maafkan saya Pak,saya pasti akan datang menjenguknya nanti,Bapak tidak usah khawatir,ya!"


"Sepertinya dia kepikiran tentang kalian,setiap hari dia nanyain kamu,Nak!"Jawab Tuan Kim,dia terlihat senang karena bertemu dengan Mariam.


"Kamu jangan ge er!gak usah merasa bersalah!Kamu kan memang tukang kabur tanpa kabar,suka suka kamu lah mau nengok Ibu aku atau enggak,gak usah sok perhatian sama keluarga Aku!"Kata Keenan sinis.

__ADS_1


"Ken,cukup!bersikaplah dewasa!Kita semua tahu alasan dia menghilang!dia sibuk menjadi relawan!"Tuan Kim memberi peringatan kepada puteranya.


Tuan Kim takut Mariam semakin menjauh,dia pun tahu penderitaan Keenan selama Mariam menghilang,Keenan seperti kehilangan arah,namun ketika dia bertemu dengan wanita yang dicintainya ,dia malah bersikap ke kanak kanakan.


Keenan menatap tajam ke arah Mariam,tatapan yang menakutkan dan penuh kekecewaan,namun ada rasa senang di dalamnya karena akhirnya mereka dapat bertemu kembali.


"Tidak harus sampai pergi tanpa kabar begitu saja bukan?!Aku tidak akan pernah melarang dia melakukan apapun yang dia inginkan,jika ada masalah sebaiknya dibicarakan,bukan malah menghilang dan membuat orang kalang kabut mencari nya kesana kemari!"Kata kata Keenan menghujam sampai ke dada Mariam,ia gugup hingga bingung berkata kata.


"Antar kan Mariam menemui Ibu mu segera !jika kamu ingin melihat Ibu mu sehat kembali!"kata Tuan kim kepada Puteranya.


"Saya tunggu kamu di rumah sakit ya!"Kata Tuan Kim sambil pamit,ia ingin memberi ruang agar mereka dapat berbicara


berdua,menyelesaikan permasalahan mereka.


Mariam pun pamit dari acara dan segera mengajak Keenan untuk pergi ke rumah sakit mengunjungi Ibu nya Keenan.


"Aku gak mau ya kamu merasa terpaksa!"Kata keenan sebelum mereka masuk ke dalam mobil.


"Bisa gak kita bahas tentang masalah kita nya nanti aja!Aku hanya ingin menemui Ibu Anda, Tuan Keenan!"


Kata Mariam kesal,ia tahu jika Keenan marah karena selama ini dia pergi tanpa kabar.


................


"Aku minta maaf karena pergi tanpa kabar,Ponselku hilang dan Aku tidak bisa menghubungi siapa pun karena nomornya pun ikut hilang!"


"Semuanya bisa dilakukan jika kamu ada itikad baik,rumah ku tetap sama dan gak pernah pindah,kamu bisa menemui ku dimana saja,bahkan Aku sampai bolak balik menemui Juna untuk menanyakan kamu!"kata Keenan,dia terlihat masih sangat kecewa.


Mariam terdiam,Keenan benar,itu hanya alasan nya saja.


"Padahal jika waktu itu kamu menginginkan kita putus,kamu tinggal


ngomong aja,jadi gak usah ngasih harapan palsu kepada keluarga ku!"


Kata Keenan datar.


"Aku benar benar minta maaf, Aku gak bisa berpikir jernih waktu itu,ditambah kesibukan ku yang menggunung,aku tak bermaksud menyusahkan siapa pun!"Mariam benar benar merasa bersalah, kekecewaan nya waktu itu kepada Keenan membuat ia membuat keputusan sepihak dan ternyata itu berimbas kepada kesehatan Ibu nya Keenan yang sangat mengharapkan memiliki menantu seperti Mariam.


"Aku juga minta maaf,Aku sadar Aku memang tidak pantas mendapatkan wanita sebaik kamu, sekarang Aku ikhlas apapun keputusan kamu,Aku akan terima!"Keenan bukan menyerah, tapi ia tidak ingin memaksakan diri,jika ternyata Mariam tidak menginginkan nya, untuk apa?


Tak ada lagi kata terucap dari mulut Mariam, entah apa yang harus ia katakan, bahkan ia pun tak mengatakan apa yang sebenarnya membuat ia pergi dari kehidupan Keenan.


Mereka pun sampai di depan rumah sakit dimana Ibunya Keenan dirawat.


Nyonya Glory yang terlihat masih terbaring lemah begitu senang melihat Mariam datang.


"Ya ampun sayang!Kamu kemana saja!Mamah menunggu kamu datang setiap hari, bahkan Ken akan Mama usir dari rumah jika tidak kunjung membawa kamu datang!"Kata nyonya Glory sambil memeluk erat Mariam.

__ADS_1


"Maafkan Mariam Mah! Maaf karena sudah membuat Mamah jadi sakit begini!"Mariam memeluk Nyonya Glory yang sudah ia anggap seperti Ibunya sendiri itu.


"Mamah tahu Ken itu nakal,tapi Mamah mohon tetap lah menjadi anak Mamah Mar! Kamu tahu gak Mar! Kini Keenan sudah banyak berubah,dia rajin sholat,rajin ngaji,dan kemarin dia hampir gila karena terus mencari kamu!"Kata nyonya Glory sambil menggenggam tangan Mariam.


"Mom apaan sih lebay banget,Aku berubah karena Aku ingin saja,Aku gak mau maksain seseorang buat suka sama Aku!"Elak Keenan membuat Mariam semakin merasa tak enak hati.


"Maksud kamu apa Ken?kamu mau nyerah gitu aja?!"Nyonya Glory beralih menatap putera nya.


"Maafin Aku mah, mungkin kita tidak berjodoh, apalagi sepertinya Mariam sudah memiliki pilihan sendiri,Aku gak bisa maksa dia agar kita terus bersama!maaf karena sudah membuat Mom and Dad kecewa!"Kata Keenan akhirnya,Ia memberanikan diri untuk membuat keputusan itu,ia tak mau orang tua nya terus berharap banyak kepada Maryam.


"Kamu bener bener gak nyadar alasan Mariam meninggal kan kamu! sebenarnya dia sudah mau menerima kamu sebelum dia pergi, tapi Mom juga bener bener kecewa sama kamu!kamu hanya berniat mempermainkan Mariam saja kan?!Mommy malu punya anak seperti kamu!"Nyonya Glory mengamuk kepada Keenan, putera nya.


"Mah, sudah sayang, kendalikan diri kamu,kamu kan ingin segera pulih,jadi jangan marah marah kayak gitu!"Tuan Kim mencoba menenangkan istrinya.


"Maaf kan Keenan ya Sayang!"Nyonya Glory memohon kepada Mariam.


"Maksud Mommy apa?! Keenan gak ngerti!?"Keenan benar benar gak tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga Mariam pergi waktu itu.


"Apa yang Mamah tahu?!"Mariam pun heran bagaimana Nyonya Glory bisa tahu padahal Ia tak pernah memberi tahu siapapun tentang alasannya nya menghilang.


"Mamah mendengar Dara menelepon seseorang dan mengatakan jika akhirnya ia berhasil membuat Mariam pergi dari kehidupan Keenan,dia menyebutkan tentang rekaman suara,dan Mamah memaksa nya untuk mengatakan semuanya dan Dara pun memberitahu Mamah tentang rekaman suara itu dan Dara kan yang memberitahu kamu?!iya kan Mar,kenapa kamu gak bilang sama mamah?Mamah ingat sebelum kamu menghilang Dara sempet nanyain tentang kamu, tapi Mamah tak pernah curiga jika dia ada niat jahat kepada kamu sayang!"Akhirnya Nyonya Glory membeberkan semua nya,dia tak ingin ada kesalahpahaman diantara keduanya lagi.


"Rekaman? rekaman apa Mom!Dad?!"Keenan masih belum mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Ibunya itu.


"Rekaman jika ternyata kamu dan teman teman kamu hanya menjadikan Mariam bahan taruhan,ada buktinya,apa kamu mau mengelak?!"Tuan Kim pun ikut marah kepada Putranya,dia pun menyodorkan ponsel nya kepada Keenan dan memutar rekaman tersebut.


Keenan mengambil ponselnya ayahnya tersebut dan mendengarkan isi rekaman itu.


Ia ingat percakapan itu adalah ketika ia bertengkar dengan Julian waktu itu, bagaimana Dara bisa mendapatkan nya?


pikir Keenan.


"Apa penjelasan kamu tentang itu?! itu benar benar suara kamu Ken!"Bentak Tuan Kim.


"Wajar jika Mariam pergi dan tak mau sama Kamu!kamu hanya main main saja dan kamu sudah menyakiti hatinya!papah sungguh kecewa sama Kamu!"


"Mah, Mariam permisi dulu ya, Mariam janji akan sering datang mengunjungi Mamah!"bisik Mariam kepada Ibunya Ken,ia tak ingin lagi berurusan dengan Keenan.


"Ini tak seperti yang kalian pikirkan!Mar,kita harus bicara,Mar!Kamu sudah salah faham!Aku mohon dengar kan penjelasan ku dulu!"Keenan mengejar Mariam yang keluar dari ruangan Ibunya.


"Bukan kah semuanya sudah jelas Tuan Keenan?!Berkali kali Aku memberi kamu kesempatan,tapi ini yang Aku dapatkan,Aku sudah berusaha menerima kamu, tapi kamu hanya menganggap ku sebagai bahan taruhan! Sudah lah,kita lupakan semuanya dan Aku akan menganggap kita tidak ada hubungan apapun sebelum nya!"Kita Mariam sambil berlalu.


"Mar! Mariam! tunggu!Aku serius sama Kamu!Dan aku sungguh mencintaimu kamu Mariam!"Teriak Keenan sampai membuat semua orang menatap nya.


"Setelah apa yang terjadi,apa Aku harus percaya!?"Jawab Mariam.


Ia pun bergegas meninggalkan Keenan yang berdiri mematung.

__ADS_1


__ADS_2