MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Jaran goyang


__ADS_3

"Gimana?manjur gak rekomendasi orang pintar dari gue kemarin?!"Tanya Mario Kepada Sofi yang sedang nongkrong sambil merokok di sebuah cafe.⁰000


Akhir akhir ini Sofi lagi sepi dari job,untuk itu ia berusaha keras untuk membuat Wira kembali padanya secara utuh,dia juga sering melayani para pria hidung belang untuk sekedar memuaskan segala keinginan nya dan gaya hidup nya yang sangat tinggi.


"Gila,mantep banget, Mario!Wira Sekarang seperti mayat hidup, dia selalu mendengar kan apa kata kataku saja,dan yang terpenting, seperti nya dia sudah mulai melupakan wanita itu, Haha,aku senang banget akhirnya Wira berada di dalam genggaman ku lagi sekarang!"


Jawab Sofi yang ternyata dia datang ke orang pintar untuk mengguna gunai Suaminya sendiri.


"Bagus dong kalau begitu!lalu bagaimana dengan anak yang perempuan itu kandung?!"


"Bodo amat!Gue bisa bikin lagi di rahim orang lain,atau gak usah punya anak sekalian juga gak apa apa!sekarang kan, tinggal suruh Wira memindahkan semua asetnya atas nama gue aja, gampang!dan gue gak perlu lagi pusing mikirin gimana caranya biar punya anak buat nguasain hartanya dia!"


Mario manggung manggut sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baguslah! yang penting Lo harus tepatin janji Lo ke Gue ,Bagian Gue!jangan sampai gue membeberkan semuanya Kepada Media dan keluarga suami Lo!"


"Gila Lo!Lo mau khianatin Gue?! Setelah semua yang kita lakukan sejauh ini,jangan harap Lo bakal lolos gitu aja seandainya terjadi sesuatu sama Gue! Masalah duit,kapan Gue pernah ingkar janji Hah?! Ingat!Gue adalah Nyonya Wiranata Kusuma!"


Sofi meradang kepada Mario,dia gak mau jika sampai Mario membeber kan semua perbuatan nya, tamat lah riwayatnya.


"Iya,iya!Nyonya Wiranata!Gue cuman ingetin Lo doang kok, sewot banget!"


****


"Si Bos kenapa jadi berubah drastis sekarang ,ya?!Dia jadi kayak mayat hidup gitu ya,gak Fokus,tatapan nya kosong,dan wajahnya datar tanpa ekspresi,ada apa ya,apa karena istri mudanya belum di temukan?!"


Gumam Doni sambil memperhatikan Wira dari mejanya.


"Don!Sofi minta ditransferkan uang 500 juta sekarang juga!Coba kamu transferkan,Ya!"


Bukan nya menyahut, Doni malah menghampiri Bos nya itu.Dia heran dengan sikap plin plan nya Wira yang memusingkan.


"Mohon maaf Bos,apa Bos ada masalah? Mengenai Nona Mariam dan Bi Inah, saya sedang berusaha mencarinya di bantu oleh para pengawal kita,jadi Bos tidak usah khawatir!"


"Hemm,kemana saja mereka sudah mencarinya?!"Jawab Wira datar,biasanya dia akan marah marah jika mendengar kabar belum menemukan titik terang tentang hilangnya Mariam.


"Mereka sudah cek ke kampung halaman Bi Inah, tapi Bi Inah tidak ada, mereka juga sudah ke rumah orangtuanya Nona Mariam,juga tidak ada, bahkan mereka sudah menyelidiki Tuan Irsyad, rupanya dia juga tidak terlibat!"Kata Doni membeberkan hasil penyelidikan nya.


"Bagaimana dengan Pria bernama Bima itu!?"


"Dia sudah mengadakan konprensi Pers dan sudah menepis kedekatan nya dengan Nona Mariam, bahkan katanya mereka tidak saling mengenal, silahkan,untuk lebih jelasnya, berita nya sudah tayang di berbagai media Bos!"Kata Doni seperti menjelaskan jika Mariam tidak bersalah.


"Jika tidak bersalah kenapa dia harus kabur?!"Entah Wira bertanya pada siapa.


"Mungkin dia marah karena Bos sudah memperlakukan nya tidak manusiawi!"Ceplos Doni.


"Plak!!"


Wira menampar Wajah Doni menggunakan map yang berisi berkas berkas.


"Kau. membela wanita itu?!dia adalah istri ku dan aku berhak melakukan apa saja terhadap nya!"Tegas Wira dengan mata menyalak.


"Anda benar benar berubah Bos!"


Doni berusaha mengingat kan Wira.


"Cepat temukan dia! lalu kurung di ruang bawah tanah di rumah ku, setelah anak nya lahir,baru aku akan membuang nya!"Perintah Wira dengan wajah nya yang menakutkan, seperti ada sesuatu yang merasuki nya.


"Kenapa anda jadi berubah membenci nya, Bos!"Doni masih penasaran.


"Apa yang dibenci Sofi,aku pun harus membencinya,Kau jangan ikut campur!ikuti saja perintah ku,atau kau akan ku lempar ke dalam kandang Harimau peliharaan ku!Kau mengerti?!"


Doni menghela nafas dengan panjang.

__ADS_1


Ia pun pergi mengikuti perintah Tuan nya,meski bertentangan dengan naluri nya.


***


"Bi,ini untuk keperluan dapur dan untuk keperluan kalian,tolong tanyakan apa saja keperluan Mariam,aku akan membelikan nya nanti!"Kata Bima kepada Bi Inah.


Bima hanya sesekali singgah ke tempat Mariam sembunyi,


Selain takut ketahuan oleh Wira dan Sofi,ia juga sangat menghormati Mariam yang sangat menjaga diri dan kehormatan nya.


Ketika berkunjung pun Bima hanya mengantar kan keperluan Mariam dan Bi Inah saja tak pernah sekalipun Mereka berinteraksi langsung.


"Bi,,Kapan katanya kita akan berangkat ke Singapura?!"Tanya Marian yang muncul keluar dari kamarnya tanpa memakai cadar,ia tak tahu jika saat itu Bima datang dan sedang duduk di Sofa ruang keluarga yang terhubung ke dapur.


Tak ada jawaban dari Bi Inah.


"Bi,,?!kemana si Bibi,,!?"Mariam mencari cari keberadaan Bi Inah yang sedang berada di taman belakang.


"Bibi sedang dibelakang tuh,katanya mau ngambil ember!"Bima yang menjawab,saat melihat Mariam keluar tanpa bercadar ,ia langsung pura pura tak melihatnya.


Padahal hatinya langsung berdebar ketika pertama kalinya ia melihat wajah Mariam yang begitu cantik,menawan dan bercahaya.


Meskipun itu tidak disengaja dan ia sedikit agak merasa bersalah sebenarnya,karena sudah mencuri pandang dari wajah suci yang begitu dijaga.


"Astagfirullah!!"


Mariam sangat terkejut,dia langsung memalingkan wajah nya membelakangi Bima sambil memasangkan cadarnya.


"Aku gak liat kok, tenang aja,dari tadi aku hanya lihat ponsel ku!"


Bima berbohong hanya untuk membuat Mariam tenang.


.


"Non butuh sesuatu?!mau makan,atau minum?!biar Bibi buatkan ya?!"


"Gak usah Bi,Bibi disini aja dulu,aku mau ngomong sama Pak Bima!"Kata Mariam sambil memegang tangan Bi Inah mencegah nya untuk pergi kemana kemana


Bi Inah pun mengangguk, lalu duduk di dekat Bima.


"Kapan pasport dan Visa saya selesai dibuat ,Pa?!"


Tanya Mariam dengan malu malu,ia menundukkan terus pandangan nya tanpa sedikitpun menoleh ke arah Bima.


"Mungkin Senin depan,apakah kamu ada keluhan dengan kandungan mu,kalau begitu aku akan panggilkan Dokter kesini!"Kata Bima,dia terlihat khawatir.


"Ah,tidak tidak!bukan begitu,hanya saja,,,Saya gak enak terus terusan merepotkan Pak Bima,Saya pasti akan mengganti semua Biaya pengobatan saya selama disini ataupun nanti setelah di Singapura, saya janji Pak!"


Bima tersenyum,


"Memang ,,kamu punya banyak uang?!"Bima menggoda Mariam yang terlihat sangat gugup.


"Sa sa saya,,saya,,!"Mariam menggeleng sambil memejamkan mata nya.


"Saya tidak memberikan bantuan secara cuma cuma,kamu memang harus mengganti semua biaya yang aku keluarkan untuk menyelamatkan bayi kamu itu,,"Tambah Bima sambil melirik ke arah Mariam yang gemetar sambil memainkan jari tangan nya saking gugupnya.


Bima tersenyum geli.


"Iya,saya Faham Pak!,kira kira berapa ya,saya harus ganti,apa bisa saya mencicilnya nanti?!"


Bima tak bisa menahan tawanya lagi,ia merasa sangat jahat sudah membuat perempuan tak berdaya dihadapan nya itu merasa tertekan dengan candaan nya.


"Berapa,Ya, kemarin saja waktu di rumah sakit,aku sudah keluar kan biaya hampir 100 juta, belum lagi biaya hidup disini setiap hari, pembuatan paspor kalian juga lumayan, apalagi biaya nanti di Singapura,rumah sakit nya saja pasti mahal,ditambah biaya sehari hari nya,, berapa ,Ya kira?!"

__ADS_1


Kata Bima semakin membuat takut Mariam.


"Aku gak usah pergi ke Singapura saja deh,gak apa apa!"Kata Mariam, setelah mendengar betapa mahalnya perawatan yang akan ia jalani.


"Hahaha,kamu gak punya uang ya,sok sok an mau ganti uang sama aku!Ya udah gini aja,kamu pasti gak mau punya hutang Budi sama aku kan?!"


Mariam mengangguk.


"Kamu selesaikan saja dulu pengobatan kamu sampai semuanya tuntas sampai kalian aman,baru setelah itu kita pikirkan bagaimana caranya kamu mengembalikan semua nya Kepada ku,kamu bisa kerja di perusahaan ku,dan aku dapat memotong gaji kamu untuk bayar hutang kamu secara berangsur,


Untuk sekarang kamu gak usah banyak pikiran dulu, fokus saja pada kesehatan mu dan bayi yang ada dalam kandungan mu itu.


Dan satu lagi,jangan panggil aku Pak, berasa tua banget Gue, padahal kayaknya aku lebih muda dari kamu deh,kalau enggak,aku akan kasih kamu bunga pada hutang kamu itu!"


Jawab Bima dengan senyuman nya yang khas,lesung Pipit di pipi kirinya yang putih seputih salju membuat semua perempuan kelepek kelepek di buat,untung saja Mariam tak pernah memandang wajah nya.


Sebenarnya Bima tulus membantu Mariam,ia tak mengharapkan balasan apapun,tapi ia sangat tahu sifat Mariam yang keras kepala, Mariam akan menolak bantuan nya jika ia bersikukuh menolong nya tanpa pamrih.


"Terimakasih,atas semua kebaikan yang sudah kamu berikan kepadaku,aku berjanji akan berusaha keras agar aku dapat membayar hutang ku kepada mu!"Jawab Mariam sambil membungkuk kan badan nya.


"Baiklah,aku harus pergi sekarang,aku akan segera memberi kabar jika dokumen kalian sudah siap!"


Kata Bima sambil berdiri dan bersiap untuk pergi.


"Tunggu,!Apa kah kami akan berangkat ke Singapura berdua,maksudku hanya aku dan Bi Inah!?"Tanya Mariam.


",iyaa,kamu tidak usah khawatir, disana kalian akan bertemu dengan kakak sepupu ku yang seorang Dokter,aku masih terikat kontrak disini,dan aku yakin kamu tidak akan nyaman jika harus pergi dengan ku,bukan?!aku akan sesekali menjenguk kalian dan seluruh biaya kalian disana akan aku tanggung!"


Jawab Bima.


"Terimakasih, Aden baik sekali! hanya Gusti Allah yang dapat membalas semua kebaikan Aden!"Kata Bi Inah sambil menangis.


"Bibi jangan nangis dong,Bima jadi ikutan sedih nih!!"Kata Bima sambil memeluk Bi Inah tanpa ragu ragu.


Bi Inah jadi tertawa begitu juga Mariam.


Bima melirik ke arah Mariam yang sedang terkekeh menertawakan Bi Inah, begitu pula Mariam,ia mencuri pandang kecarah Bima ,sontak mata mereka bertemu sekilas,lalu Mariam melengos lalu berlari masuk ke kamarnya.


"Aku jatuh cinta pada mu Mariam!dari pertemuan pertama kita waktu kamu menyelamatkan ku 20 tahun yang lalu,apa kau tidak ingat aku?!"Batin Bima sambil melepaskan pelukannya pada Bi Inah,ia menatap nanar pintu kamar Mariam yang sudah tertutup.


"Bima pamit ya,Bi!"


"Iya Den,ati ati di jalan ya! Sebentar Den,apa ada kabar dari Den Wira?!"Bisik Bi Inah.


"Dia sempat mencari ku Bi,tapi sepertinya dia tidak curiga apa pun, sekarang dia masih gencar mencari kalian, makanya kalian jangan keluar dulu ya,aku sudah menempatkan banyak penjaga untuk berjaga disini,Bibi gak usah khawatir.


Dari Manager Sofi aku dengar, Mereka akan mengambil anak yang Mariam kandung lalu membuang Mariam,aku takut nyawa Mariam dalam bahaya,,sutt tapi Bi!"Bisik Bima.


Bi Inah mengangguk tanda mengerti.


Bima pun keluar rumah tanpa diantar Bi Inah.


Namun saat ia akan memasuki mobilnya, seseorang menodongkan senjata ke arah kepala nya.


"Angkat tangan!Cepat katakan,dimana kau menyembunyikan Mariam!"


Bersambung 🙏


Aku tunggu komen kalian yang ciamik ya,,


biar tambah cemungut gitu update nya😂


like yang buanyak yaa,vote yang buanyak pula💖

__ADS_1


__ADS_2