MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Titik awal lagi


__ADS_3

"Ini ada apa sih sebenarnya?!Kak,tunggu Kak Mariam!"Seru Juna sambil berlari menyusul Mariam yang berjalan tergesa gesa.


Mariam terus berjalan dengan cepat tanpa menghiraukan pertanyaan Juna.


Mariam pun masuk ke dalam mobilnya di susul Juna yang penuh dengan rasa keheranan.


"Ada apa dengan Satria Kak?!Ayo cepat katakan,apa dia berada dalam bahaya?!lalu kita mau kemana?!"Tanya lagi sambil terus menyetir.


"Terus saja Jun!kita ke sekolahan Satria!"Jawab Mariam tanpa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


Juna tak lagi banyak bertanya,kini Ia fokus menyetir saja.


"Berhenti disitu,Jun!Tuh Satria nya ada disitu?"


Kata Mariam sambil menepuk nepuk tangan Juna agar segera menghentikan mobilnya.


Mariam segera turun dan berlari menuju Satria yang yang sedang asyik bermain bersama Wira.


"Tria!!"Teriak Mariam.


"Umii!"Satria balik memanggil Uminya yang datang menghampirinya.


Satria menyambut tangan Mariam yang memeluk nya begitu Ia datang mendekat.


"Les nya sudah selesai Sayang?!"Tanya Mariam sambil menatap penuh tanya ke arah Wira yang menghampiri mereka.


"Assalamualaikum,Mar!"Sapa Wira sambil tersenyum penuh ketakutan, takut Mariam salah paham tentang kedekatan nya bersama Satria.


"Waalaikumsalam!"Jawab Mariam ketus,dia agak marah kepada Wira, aneh saja sih, sejak kapan Wira dekat dengan puteranya.


"Hai Jun! Maaf Aku kelamaan diluar! tapi urusan kerjaan sama orang China udah beres kok!"


Kata Wira begitu Juna datang menyusul Mariam.


"It's oke,Wira!" Jawab Juna santai.


"Sejak kapan Kamu sering bertemu Satria!"Mariam mulai menginterogasi Wira.


"Sejak kapan ya,emmh, Waktu itu kita tak sengaja ketemu disini, mulai saat itu kita jadi sering bertemu, begitu tepat nya!"


"Kok Aku gak tahu sih! Sarah tahu gak!?"Mariam berbicara dengan nada agak kesal.


Ya seharusnya Wira kan izin dulu dong sama Ibunya, kalau ngajak Satria kemana mana.


"Nggggg, enggak sih,Aku pikir gak bakalan ada masalah kok sama Sarah, lagipula Aku spontan aja ketemu sama Satria!"


"Satria kan Anak Aku! seharusnya Aku tahu dong dengan siapa aja Dia pergi!"


Mariam terdengar marah kepada Wira tapi masih ditahan.


"Aku minta maaf Mar,Aku tidak ada maksud apa apa kok sama Satria!Aku hanya ingin menjalankan wasiat almarhum Bima agar Aku bisa menjaganya!"Jawab Wira berusaha membela diri.


"Tapi tidak dengan sembunyi-sembunyi juga kan!Aku kan Ibunya!"


"Sudahlah Kak! maksud Wira kan baik, Dia juga orang terdekat kita kan!"Juna berusaha menengahi.


"Ya tapi tetap saja Jun!Kok Aku sampai gak tahu kalau Wira sering ketemu sama Satria! apalagi Sarah juga gak tahu, kalau dia salah faham gimana!"


"Sekali lagi Aku minta maaf,Mar!Aku mengaku salah!"


"Umi kok marah sih sama Papah Wira!Dia udah baik lho sam Tria, ngajakin Tria main, beliin Tria eskrim, beliin mainan, pokok banyak deh,Tria suka kok main sama Papah Wira,Tria serasa Abi selalu ada untuk Tria!jadi Umi jangan marah sama Papah Wira ya,Tria kok yang selalu meminta Papah Wira temenin Tria!"Kata Tria yang sedang di gendong Juna,dia berkata dengan begitu polos nya.


"Lain kali Satria bilang sama Umi ya kalau main sama siapa aja, pergi sama siapa aja!"Kata Mariam dengan lembut dan mengusap rambut Satria penuh kasih sayang.

__ADS_1


"kenapa?!"Tanya Satria begitu menggemaskan.


"Ya karena Umi hari tahu aja sayang, kalau Kamu kenapa kenapa gimana, nanti Umi sedih lho!"


"Iya,maaf kan Tria Umi!"Satria merasa sangat bersalah dan gak mau membuat Umi nya sedih.


"Gak apa apa sayang,Umi maafkan kamu kok!"Ucap Mariam sambil tersenyum hangat ke arah Puteranya itu.


"Siapa yang pizza?!biar Om Juna yang traktir!"Kata Juna memecah suasana yang mengerikan itu dari tadi.


"Aku mau!Aku mau!"Teriak Satria kegirangan.


"Mar! Aku masih boleh kan ketemu Satria!?"Tanya Wira begitu was was,dia sudah begitu menyayangi Satria seperti anaknya sendiri.


Mariam terdiam,dia tengah berpikir yang terbaik untuk putra nya tapi takut Sarah salah faham,Ia sangat mengerti perasaan sahabat nya itu, mereka tak kunjung di berikan momongan.


"Boleh ya,Mi, boleh ya?!"Rengek Satria.


"Iya, boleh, Sayang! tapi kita harus izin dulu sama Aunty Sarah ya!"


Satria tersenyum senang, Dia mengacungkan jempol ke arah Wira sambil tersenyum senang.


Wira pun membalas nya dengan hal serupa.


"Kita balik dulu ya Wir! jangan lupa datang ke acara dirumahku nanti malam!"


"Oke Jun,Aku pasti datang! sekali lagi Aku minta maaf, Mar!"


Mariam diam tak menjawab nya, memang bukan masalah besar,tapi tetap saja tindakan Wira yang sering diam diam menemui Satria tidak bisa di benarkan juga.


"Kita langsung ke rumah Mamah ya Kak! semua nya udah kumpul disana untuk acara anniversary pernikahan nya Aku!"Kata Juna begitu mereka pergi meninggalkan Wira di taman kota.


"Iya, baiklah!tapi antar dulu Kakak ke supermarket ya,mau beliin buah kesukaan Fatimah!"Jawab Mariam.


"Iya,kamu tenang aja!tapi Kakak lapar,kita makan dulu ya, Satria juga pasti lapar!"Kata Mariam.


"Iya,Om!Tria mau makan Pizza sama burger!"


"Oke,oke!Ayo kita pergi cari makan dulu jagoan ku!"Kata Juna sambil tos dengan Satria.


"Horee!"


Satria sangatlah girang, begitu Om kesayangannya nya itu akan membelikan makanan kesukaan nya.


Satria memesan semua makanan kesukaan nya, begitu juga Mariam dan Juna.


"Umi mau ke toilet dulu bentar ya?!Jun, jagain dulu Tria ya,Kakak mau ke toilet!"


Juna mengangguk sambil terus mengunyah makanan nya,dia terlihat begitu lahap di iringi canda tawa bersama keponakan kesayangan nya.


"Tuan,maaf!itu dompet nya jatuh!"


Kata Mariam kepada seorang Pria yang baru keluar dari toilet Pria.


"Oh,Iya! terima kasih sudah mengingatkan!"Kata Pria itu sambil mengambil dompet nya yang memang ternyata jatuh.


"Iya sama sama!"Jawab Mariam sambil berlalu dan mencuci tangannya di westafel.


Pria tersebut memperhatikan Mariam dari kejauhan,benar benar wanita idaman orangtuanya.


Begitu pikir nya.


Mariam kembali ke meja dimana Juna dan Satria sedang makan.

__ADS_1


"Kalian sudah kenyang!?"Tanya Mariam,Dia lihat makanan kedua nya sudah habis.


"Ahh,kenyang banget malah!"Jawab Juna sambil mengelus perutnya di iringi tawa Satria yang tak berhenti bercanda dengan Om nya.


"Ya udah kita pulang sekarang yuk! Aunty Fat udah nelponin dari tadi!"


Kata Mariam sambil meraih tangan Satria.


"Aku bayar ke kasir dulu ya,kalian duluan aja masuk ke mobil!"Kata Juna,lalu ia pun pergi ke kasir untuk membayar,sedangkan Mariam dan Satria berjalan menuju mobil Juna di parkiran.


Terlihat seseorang sedang bertolak pinggang di dekat mobilnya sambil menggerutu.


"Permisi!ada apa ya Pak!?"Tanya Mariam sopan.


"Nah ini dia!kamu pemilik mobil ini?!"


Tanya nya sambil berkacak pinggang dan nada suara yang tinggi.


"Iya Pak,kenapa memangnya?!"Mariam terlihat kikuk.


"Lihat nih!ini pasti gara gara kamu kan!? mobil ku tergores besar begini!dasar perempuan aneh! pantas saja, penampilan nya juga ribet begitu,gak becus bawa mobil!"Pria paruh baya itu tiba tiba marah marah kepada Mariam sambil menunjuk kan mobil mewah nya yang tergores.


"mobil ini tuh mahal,tahu!gak seberapa jika dibandingkan dengan mobil butut kamu itu!"


"Saya gak tahu Pak!bukan saya yang bawa mobil ini tadi,tapi adik saya!"Jawab Mariam sambil celingukan mencari sosok Juna yang tak kunjung datang,tadi dia mengantar dulu Juna me toilet.


"Kamu jangan mengelak ya!Aku akan tuntut kamu ke kantor polisi!biar tahu rasa kamu!"


Pria itu tetap saja marah marah, tanpa mendengarkan dulu Mariam.


"Saya benar benar tidak tahu Pak!"


"Akhh!mana ada maling ngaku!"


Pria tersebut menarik kerudung panjang Mariam hingga tubuh Mariam oleng dan hampir terjatuh.


Namun tiba tiba datang seorang Pria berkaca mata hitam menghampiri mereka.


"Hei!Apa yang terjadi?!Kau tidak boleh kasar kepada perempuan!"Kata Pria itu begitu tegas.


Wajahnya nya rupawan terlihat begitu berkarisma memancarkan aura nya.


"Anda tidak usah ikut campur ya!Mobil dia menggores mobil mewah ku,Anda pasti tahu harga yang harus dikeluarkan hanya untuk mengecat nya ulang!tapi sepertinya dia tak mampu untuk mengganti nya, dasar kere!"


"Apa benar begitu,Nona?!"tanya Pria itu yang ternyata adalah Pria yang tadi dompet nya jatuh di toilet.


"Saya benar benar tidak tahu Tuan!tadi yang bawa mobil ini adalahAdikku!"


"Pokoknya Aku tidak mau tahu!kau harus mengganti nya!"Pria paruh baya itu tetap menuntut kepada Mariam.


"Berapa yang harus dia bayar?!"Tanya Pria itu sambil membuka kaca mata nya,dan dia terlihat sangat memukau.


sorotan matanya yang tajam, membuat semua orang yang menatapnya takluk seketika, Mariam hanya menundukkan pandangan nya.


"Yaah, sekitar 500 juta!"jawab Pria itu dengan entengnya.


"Oke,Akan Aku bayarkan!tapi kita lihat dulu cctv,jika Kau yang salah,Kau yang harus bayar kepada Nona ini!"Kata Pria itu begitu tegas.


Tentu saja, Mariam begitu terperanjat dengan perkataan nya, begitu juga Pria itu.


"Memang nya siapa kau berani ikut campur?!"Pria itu mulai gentar.


"Siapa pun Aku bukan urusan mu!"Pria itu memeriksa Ipad nya,tak lama ia memperlihatkan layar iPad nya itu kepada Pria tadi.

__ADS_1


"Lihat lah! siapa yang pertama datang dan memarkir kan mobilnya disini?"


__ADS_2