MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Berlayar


__ADS_3

"Kak,kalau Satria nginep di rumah Mamah dua hari gimana?!"Tanya Juna, ketika itu Mariam tengah bersiap untuk pulang.


"Emang nya kenapa?!"Mariam balik bertanya sambil tangannya terus sibuk membereskan berkas berkas.


"Kita harus berangkat berlayar sore ini juga,Aku butuh Kakak sebagai sekretaris ku!"Kata Juna serius.


"Meeting yang mana,kok gak ada di list jadwal kamu!"


"Baru saja semua investor sepakat, proyek nya harus di percepat,dan kita harus segera gerak cepat sebelum para investor pulang ke negaranya masing-masing!"


"Ya udah,tapi Mamah sama Fat gimana, new keberatan gak dititipin Satria!?"


"Ya ampun Kak, kayak ke siapa aja, mereka malah senang, Satria juga Katan mau nginep lama di rumah Oma nya!"


"Ya udah,Aku siap siap dulu, nanti Aku Vc Satria sama Mama sambil jalan aja!"


Juna mengangguk,


"Nanti aku jemput Kakak di rumah sambil lewat,Aku juga harus bersiap!"


"Siapa saja yang ikut?!"


Tanya Mariam.


"Wira, tentu saja!dia otak proyek ini bukan!?"


Jawab Juna mengerti kekhawatiran Mariam.


"Mr.Ken!?"Tanya Mariam lagi.


"Tentu saja, dia investor terbesar kita! kenapa kakak kangen ya sama dia!?"Goda Juna.


"Sialan kamu!"Umpat Mariam sambil melempar Juna menggunakan kertas yang sudah diremas.


Juna malah ngakak sambil menghindari lemparan Mariam.


***


Kapal yang sangat besar dan indah.


Dulu Mariam pernah berlayar bersama Bima saat mereka berbulan madu, namun bukan kapal yang seperti ini.


Terlintas kenangan indah saat itu, namun segera menepis nya, Ia harus Fokus pada pekerjaan nya, soal sekarang Dia harus merangkap menjadi sekertaris Wira juga.


Kapal kali ini terlihat sangat glamor bak hotel berbintang tujuh.


Mariam mengikuti langkah Juna dan Wira di belakang mereka saja karena takut kesasar.


Mariam mendapatkan kamar yang agak jauh dari keduanya, sebenarnya ada sedikit ketakutan di dadanya, tapi Ia harus mandiri dan harus bisa menjaga dirinya sendiri,tak mungkin Ia terus menerus mengandalkan Adiknya Juna untuk menjaga nya.


"Kak, bersiaplah!malam ini Tuan rumah mengadakan pesta penyambutan untuk para tamu!"Kata Juna sebelum Ia masuk kamar nya sendiri.


"Kalau Aku gak ikut gimana?Aku gak nyaman dengan acara seperti itu!"


Kata Mariam, sebenarnya Ia lelah dan hanya ingin beristirahat malam ini.


"Sebentar saja Kak!asal kita hadir aja, udah itu baru boleh free!"Jawab Juna, kehadiran Mariam memang sangat di butuhkan,Juna malas harus mengingat nama dan wajah para investor nya,Mariam juga fasih berbahasa Inggris,Juna tidak perlu repot berbasa-basi.

__ADS_1


"Baiklah!"


Jawab Mariam sambil berlalu menuju Kamarnya.


"Mar! tunggu!"


Seru Wira sambil mengikuti langkah Mariam.


Sebenarnya Mariam malas meladeni Wira, tapi mungkin saja Ia ingin berbicara tentang pekerjaan.


"Kenapa?ada yang ingin kamu bicarakan tentang pekerjaan?!"Tanya Mariam, sangat jelas terlihat jika Mariam sengaja menjaga jarak.


"Mmm,kenapa?apa kamu membenciku karena Bima?!"


"Aku tidak ingin membahas hal lain selain pekerjaan,tolong kamu mengerti itu!"Jawab Mariam.


"Salah ku apa?Aku hanya merasa kamu adalah teman ku satu satunya, setelah ingatan ku hilang hanya kamu yang Aku ingat,Mar!"


"Belajarlah menerima lagi orang di sekitar mu,Wira! Selain Aku takut terjadi Fitnah karena sekarang Aku sendiri,Aku tak ingin hubungan ku dengan Sarah retak gara gara sikapmu kepada ku yang seperti ini, meskipun Kamu hanya menganggap ku sebagai teman saja juga, tetap saja Aku merasa tak nyaman!"


"Aku mengerti, tapi setidaknya perlakukanlah Aku sebagai teman Mariam,teman Satria,teman kamu,Aku merasa kamu selalu menjaga jarak dengan ku!"


"Maafkan Aku Wira, Aku hanya bisa memperlakukan mu sebagai mana mestinya! permisi!"Jawab Mariam sambil berlalu meninggalkan Wira yang masih terpaku, sulit baginya untuk melepaskan begitu saja seseorang yang selalu hadir dalam pikirannya kini,hati kecil Wira berharap bisa bersama lagi dengan Mariam, mencintai Satria seutuhnya layaknya puteranya sendiri, tapi sepertinya asa nya itu hanya tinggal harapan saja,ada Sarah disisinya, yang tak mungkin Ia sakiti meskipun kerap kali hati nya berlainan dengan kenyataan.


Ternyata, sedari tadi ada sepasang mata yang menatap mereka.


Ken yang tadinya ingin menemui Mariam, malah harus menyaksikan sinetron yang membosankan.


Bibirnya menyunggingkan seringai menakutkan,Ia senang Wira tak mendapatkan respon dari perempuan incarannya.


Ken berdandan sesempurna mungkin.


Dengan wajah tampan yang Ia miliki dan harta yang melimpah,Dia yakin perempuan mana pun akan takluk padanya, termasuk Mariam.


Keenan Kim,


Seorang Pria tajir melintir dengan ketampanan yang maksimal juga masih muda,Ia berumur sekitar 35 tahun.


Belum pernah menikah dan Ia enggan memiliki keterikatan dengan seorang perempuan dalam ikatan yang sah.


Hobinya adalah bekerja,Ia pantang kalah dalam hal apapun.


Ambisius jika menginginkan sesuatu ,


dan Ia tak percaya dengan yang namanya Cinta.


Ken adalah pewaris tunggal dari pasangan berbeda negara,Tuan Kim yang berasal dari Korea Selatan sedangkan sang Ibu berdarah Inggris-Indonesia.


Kini mereka memilih menetap di Indonesia karena sangat nyaman dengan suasana nya yang sejuk,aman dan ramah.


Sang Ibu dan Ayah nya kini sedang gencar mencarikan calon pasangan untuk nya,Keenan sudah cukup dewasa untuk segera menikah dan mereka ingin segera menimang cucu.


Nyonya dan Tuan Kim kini sedang rajin memperdalam agama dan sering menemui ulama di pesantren pesantren, mengikuti berbagai pengajian dan menginginkan calon menantu yang Shalihah agar dapat membimbing Anak nya yang hanya memikirkan perusahaan nya saja, mereka khawatir Ken menjadi bujangan lapuk.


Ken sampai bosan mendengar Omelan Ibunya yang selalu menyuruhnya untuk segera menikah,Dia pun sering menolak saat Ibu dan Ayahnya menawarkan beberapa gadis untuk ia pilih.


Saat pertama kali bertemu dengan sosok Mariam di Mall milik nya, tadinya Ia berniat mendekati nya dengan maksud menyenangkan hati Ibunya,namun Ia melihat kepribadian Mariam unik dan selalu membuatnya penasaran, penolakan Mariam malah membuatnya semakin bersemangat untuk mendapatkan nya, tentu saja tadinya hanya untuk bermain main saja,tapi anehnya ada perasaan aneh yang hinggap setelah mengenalnya,marah saat Wira mendekatinya, ingin selalu melihatnya,dan berdebar jika ada di dekatnya.

__ADS_1


Tak mungkin jika ini cinta,tak ada dalam kamus hidupnya mencintai seseorang.


Pernah sekali ia merasakan yang namanya cinta itu, saat Ia kuliah dulu,tapi ia di khianati dan cinta pertama nya itu malah pergi dengan mengambil semua uang yang sudah susah payah Ken kumpulkan saat itu,Dia berhasil menipunya dan pergi dengan sahabat nya sendiri ke luar kota.


Sejak saat itu kemarahan kepada perempuan begitu menyelimuti dadanya,Ia berubah menjadi seorang player yang penuh rasa dendam, hatinya berubah dingin seperti tak berperasaan.


Apalagi saat orang tuanya menawarkan beberapa perempuan bercadar atau berkerudung panjang,Ia hanya menertawakan nya, Ken pikir jika pun Ia akan menikah tentu saja harus dengan perempuan cantik yang seksi juga modis, bukan dengan perempuan yang berpenampilan aneh seperti itu.


Bagaikan makan buah simalakama,


pertemuannya dengan Mariam justru membuat pikiran nya teralihkan, Mariam selalu menghantuinya, bahkan saat ia ingin tidur.


kini timbul rasa ingin memiliki dan tak rela jika Pria lain menginginkan nya.


**


Dentuman musik terdengar sampai ke dek dimana kamar Mariam berada,Ia segera keluar setelah terdengar Juna mengetuk pintu kamarnya.


Mata Wira tak henti hentinya melirik ke arah Mariam yang berada di samping Juna, Dia terlihat memukau dengan busana nya yang berwarna Tan dengan kerudung yang senada, terlihat anggun dan mempesona.


Seperti nya merek datang paling akhir, hingga semua mata menatap saat mereka menuruni tangga menuju tempat pesta, terlihat sebagian dari mereka berbisik saat melihat Mariam dengan penampilan yang berbeda dari yang lainnya, mereka bilang Dia adalah sekertaris Tuan Juna dan juga mantan kakak iparnya.


Apalagi Ken, matanya sampai tak berkedip, bahkan saat Juna menyapa nya, Dia seperti tak peduli, pandangannya terus tertuju kepada satu orang, yaitu Mariam.


Setelah cukup lama berbasa basi, dan para petinggi terlihat sedang asyik bercengkrama, mereka dikelilingi wanita wanita cantik yang sengaja disediakan untuk menemani para tamu pria kesepian, Mereka bebas memilih, Mariam tak berhenti mengikuti Juna, Ia takut Juna lupa diri,mabuk dan terjerumus, Fatimah sudah wanti wanti untuk menjaga Suami dari adiknya itu.


Tak tahan dengan suasana pesta lebih mirip pesta dugem itu, Mariam segera menarik Juna agar menjauh.


"Jun, sebaiknya kita kembali ke kamar,Aku tidak suka disini!"Bisik Mariam,Juna mengangguk dan mengikuti Mariam untuk naik ke dek atas,dia tak mungkin macam macam di tengah kehamilan istrinya.


Sedangkan Wira entah lenyap kemana.


"Aku ingin tidur saja Kak! kepala ku pusing gara gara mendengar suara musik tadi!"Ucap Juna sambil berbelok ke arah kamarnya.


"Baiklah, selamat istirahat,Aku lapar,mau cari makan dulu, kamu mau dipesankan juga?!"Tanya Mariam.


"Ya, boleh,suruh pelayan mengantar ke kamar ku,kak,terimakasih!Kakak hati hati ya!"


Mariam mengangguk lalu pergi untuk cari restoran,perutnya belum diisi dari tadi.


Agak sulit mencari makan di kapal sebesar itu, Mariam hanya mengikuti petunjuk dari tulisan yang tertera dalam bahasa Inggris di setiap ruangan.


Akhirnya sampai lah Ia di sebuah tempat makan yang menu makanan nya berasal dari Korea, tidak apalah yang penting perutnya tidak keroncongan lagi, pikir nya.


Ia pun segera memesan untuk nya juga untuk Juna dan meminta pelayan agar mengirim kan nya ke kamar nya satu dan ke kamar Juna satu .


Sambil kembali menuju kamar nya,Mariam menyusuri setiap tempat dan Ia berhenti sejenak di tempat sepi di ujung dek,dari sana terlihat begitu indah lautan lepas sambil menikmati semilirnya angin yang membuat otaknya kembali Fresh setelah kepalanya terasa mau pecah karena pesta yang tak biasa.


Matanya terpejam menikmati setiap sentuhan angin yang menerpa wajahnya,cadarnya terombang ambing terkena hembusan angin dan Mariam merasa nyaman ada ditempat itu, bintang berkelap-kelip menemani nya malam itu.


Tiba tiba seseorang memeluk nya dari belakang sambil mengendus bagian leher nya, betapa terkejutnya Mariam,apakah ini mimpi?


Tapi ternyata bukan, tercium bau alkohol di belakang nya.


Kurang ajar! siapa Pria tak sopan ini?!


Mariam berusaha melepaskan diri dan ingin tahu siapa Dia,Ia melepaskan high heels nya untuk dijadikan senjata.

__ADS_1


__ADS_2