
"Fat,Kamu mau kan menikah dengan ku?! Aku tahu kamu masih ragu tentang perasaan kita.
Tapi aku benar benar serius mencintai mu dan berharap kita bisa menua bersama!"
Juna melamar Fatimah di depan seluruh keluarga besar mereka berdua.
"Jadi ceritanya kamu sedang melamar Fathimah nih?!"Goda Mariam.
Juna malah cengengesan dan menggaruk kepalanya padahal tak gatal.
"Iya nih , bantuin aku dong Kak!bujukin Fatimah agar dia mau menikah dengan ku!"
Rengek Juna mengundang tawa semua orang.
Sifat Juna memang manja dan kekanak-kanakan,tapi dia memiliki sifat penyayang dan penuh perhatian.
"Fatimah bukan nya gak mau,Jun, tapi dia malu dan kaget kamu lamar tiba tiba, kasih dia waktu untuk berpikir, pelan pelan saja dong Jun, jangan tergesa gesa seperti itu!"Kata Bima memberi saran kepada Adiknya.
"Fat,apa kamu mau jawab sekarang atau nanti?!"Tanya Kakak nya, membuyarkan kegamangan hati Fatimah.
Fatimah tak dapat memungkiri lagi jika telah tumbuh rasa suka di dalam hatinya selama ini kepada idola nya itu, yaitu Arjuna Rain.
Namun bayangan masa lalu selalu menghantuinya,dia takut pernikahan nya yang menyeramkan kembali terulang.
Sebagai seorang kakak, tentu Mariam mengerti perasaan adik nya itu.
"Berserah diri lah kepada Allah,minta petunjuklah kepada-nya, lakukan lah dulu shalat istikharah, untuk memantapkan keputusan mu!"Saran Mariam.
"Baik lah ,Aku akan menjawab mu besok!"Akhirnya Fatimah memberikan pernyataan.
"Baiklah kalau begitu,Aku tunggu kabar baik dari mu, besok!"Jawab Juna,dia terlihat kecewa karena hubungan nya dengan Fatimah masih di gantung.
**
"Sebenarnya apa yang membuat mu ragu menerima Juna ,Fat?!Teteh lihat dia benar benar serius ingin menikah dengan mu!"Tanya Mariam ketika mereka tengah berdua saja sambil menyiram tanaman.
"Fat, hanya takut gagal lagi Teh!"
Jawab Fatimah.
Mariam tersenyum mendengar jawaban Adik nya itu.
Dia menghampiri Fatimah dan mengajak nya duduk di bangku taman.
__ADS_1
"Fat,segala yang terjadi pada kehidupan kita itu sudah di atur oleh Allah,kamu tahu kan itu?!
jadi, kita sebagai hamba nya harus siap menghadapi apapun yang sudah direncanakan nya, tidak ada yang tidak mampu menghadapi apapun ujian yang Tuhan berikan kepada kita, sebagai hamba nya yang beriman, siap atau tidak siap hidup akan terus berjalan bukan?!"
Kata Mariam memberi nasihat kepada Fatimah.
"Kamu menyukai Juna kan,Fat?!Teteh dapat melihat dari tatapan mata kamu, jadi tidak ada alasan untuk menolak nya lagi,kamu berhak bahagia dengan orang yang kamu sayangi!"
Kata Mariam lagi.
"Hidup kamu memang kamu sendiri yang menjalani nya, Fatimah! Jangan takut gagal, karena keberhasilan yang sesungguhnya adalah jika kamu mampu menerima apapun yang terjadi pada hidup kamu, itulah kesuksesan yang sesungguhnya."
Fatimah mengangguk tanda mengerti, perkataan kakaknya membuka hatinya dan jauh lebih tenang sekarang.
"Jadi, apa kamu sudah memiliki jawaban atas pertanyaan Juna ?!"Tanya Mariam akhirnya.
"Iya Teh, Semoga Juna bisa menjadi Imam yang baik untuk Fatimah!"Jawab Fatimah mantap.
Mariam tersenyum mendengar jawaban Fatimah.
"Jangan terburu buru,buat dulu agar dia lebih taat pada Agama,maka pernikahan kalian insyaallah akan diridhoi oleh Allah!"
"Itulah maksud Fatimah Teh, Fatimah ingin melihat dulu kesungguhan Juna dan ingin dia belajar agama dulu dengan sungguh sungguh agar dapat membimbing Fat ke arah yang lebih baik lagi nanti nya."
"Untuk yang itu Teteh setuju dengan kamu, Fat!"
"Bagus kalau begitu, semoga Allah mudahkan segala nya,ya?! jika kalian berjodoh pasti Allah akan satukan kalian!"
Fatimah mengangguk lalu memeluk kakaknya.
Kini dia merasa memiliki kepastian untuk menjawab lamaran Juna kemarin dan berharap keputusan nya ini adalah keputusan yang terbaik untuk hidup nya kedepan.
***
"Aku harap kamu mengerti Jun, bukan nya aku menolak kamu,tapi aku ingin kita benar siap dalam segi apapun nanti nya."
Kata Fatimah begitu Juna meminta kepastian atas lamaran.
"Tapi terlalu lama dan di tunda tunda juga kurang baik kalau menurut kak Bima, begitu juga menurut Agama, bukan?!Kak Bima mengerti maksud kamu, kalian memang sebaiknya jangan terburu buru, Juna harus memperdalam agama dulu sebelum kalian menikah! Kamu mengerti kan Jun?! Fatimah butuh Imam yang baik agar kalian bisa saling mengarah kan satu sama lain!"
"Baiklah kalau begitu!Aku mengerti!beri aku waktu satu Minggu dan aku akan kembali datang melamar mu dan menjadikan Surat Arrahmah sebagai mas kawin pernikahan kita! Bagaimana,apa kamu setuju?!"Dengan percaya diri Juna mengatakan hal itu.
"Baiklah!Satu Minggu,Aku berharap kamu benar-benar mampu untuk menjadi Imam ku dan kita akan sama sama belajar nanti nya,!"
__ADS_1
Jawab Fatimah memberi keputusan dengan penuh keyakinan.
**
Satu Minggu berlalu begitu cepat,
perasaan Fatimah dag dig dug tidak karuan,dia takut Juna lupa akan janji nya dan takut berubah pikiran dan tak jadi menikah dengan nya.
Satu Minggu ini Juna dan Fatimah memang tidak bertemu dan tidak juga saling bertukar pesan satu sama lain,dan itu membuat Fatimah semakin galau dan merindukan sosok Juna yang selalu mengasyikkan.
Tapi malam ini di rumah kakak nya diadakan acara seperti penyambutan tamu, seluruh ruangan di dekorasi sedemikian rupa dan Umi dan Kakak nya pun menyiapkan makanan yang banyak untuk para tamu, keluarga nya juga semua hadir termasuk para kerabat dan teman teman kakak iparnya,ada juga Sarah dan Wira.
Fatimah juga di pakai kan baju pengantin yang sangat cantik dan wajah nya pun di rias bak pengantin.
Tapi hati Fatimah masih belum tenang, belum ada kepastian dari Juna, akan kan dia datang hari ini dan menepati janji nya?
Matahari sudah mulai naik sepenggalah.
Rumah Mariam sudah semakin penuh dengan para tamu undangan, namun pihak keluarga Juna masih belum terlihat.
Bima pun terlihat sibuk menghubungi keluarga nya dan sepertinya terjadi masalah kepada mereka.
Fatimah semakin tak nyaman berdiam diri.
"Sayang bagaimana,apa mereka sudah hampir dekat?!Bisik Mariam kepada suaminya.
"Kamu tenang saja Sayang, semua nya aman terkendalin kok!kita tunggu saja, mereka masih diperjalanan dan akan segera sampai, hanya ada sedikit kemacetan di jalan!"Jawab Bima menenangkan istri nya yang tengah hamil,dia takut terjadi sesuatu kepada si jabang bayi milik nya.
Mariam tidak bisa tenang, raut wajah nya menunjukkan kecemasan, kenapa bisa lama sekali, padahal jarak antara rumah Bu Liana dan rumah nya itu tidak terlalu jauh.
Lagipula tadi pagi pagi sekali Juna sempat telponan dengan Kakak nya dan dengan girang nya dia mengatakan sudah hafal surat Arrahmah meskipun hanya sebagian.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga.
Iring iringan mobil mewah dari pihak keluarga Juna pun berhenti di depan rumah Mariam.
Semua nya bersiap menyambut mereka, namun ada satu masalah besar,Juna tidak terlihat turun bersama mereka yang mengantarkan nya.
"Juna mana Mah?!"Tanya Bima segera, begitu ia melihat Keluarga nya sudah sampai.
"Juna, Juna,,,Maafkan Mamah sayang, Diperjalanan kami dihadang para preman dan Juna di bawa oleh mereka entah kemana.
Bersambung,,
__ADS_1
jangan Lupa ya mampir ke Karyaku yang baru
ROMANTIKA CINTA SANG MAFIA