MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Teman tapi halal


__ADS_3

"Apa maksud Bang Wira kalau Mariam sudah bersuami?!Jangan bilang ,,,"


"Ya,,dia istriku, Irsyad!jadi berhentilah kamu menggoda dia?!"Kata Wira dengan tegas nya.


"Apa?! Lalu Sofia?kalian bercerai?!"Tanya Irsyad penasaran,gak mungkin kan kalau Abangnya itu beristri dua,secara Irsyad sangat tahu karakter Abang nya itu, dia sangat bucin kepada Artis yang bernama Sofia itu dari dulu.


"Tidak, Sudahlah!Kau gak usah kepo dengan kehidupan pribadiku!Ayo Mariam kita pulang!"Kata Wira kesal,ia menarik tangan Mariam dan pergi meninggalkan Irsyad yang terlihat kebingungan.


Ternyata Irsyad adalah sepupu dari Wira,ia adalah anak adik dari


Papah nya Wira,dan mereka tidak saling akur dan selalu bersaing di dalam segala hal.


Mariam diseret masuk ke dalam mobil milik Wira,dia masih terlihat kesal.


"Bagaimana Anda bisa secepat itu ada di supermarket, bukankah tadi anda ada di kantor?!"Tanya Mariam penasaran.


"Supermarket itu milik ku,dan kebetulan aku sedang ada pengecekan disana tadi.Lalu bagiamana kamu bisa mengenal Irsyad?!"Wira balik bertanya.


"Aku tidak mengenalnya,dia tidak sengaja menabrak ku sekitar sebulan lalu,hingga aku berakhir di rumah sakit dan hingga akhirnya terjadi kesalahan yang kalian buat kepadaku hingga saat ini!"


Jawab Mariam ia ingat betul saat ia seharusnya diperiksa karena kecelakaan yang menimpa nya dan malah di suntik bius dan tidak tahu apa yang terjadi padanya saat itu dan akhirnya tiba tiba ia dinyatakan hamil.


"Benarkah?!jadi saat itu kamu ditabrak oleh Irsyad dan data kamu tertukar dengan Karin?!"


Mariam terdiam.


"Maaf!Aku benar benar minta maaf!"Kata Wira, ternyata Irsyad lah perantara dia hingga akhirnya Sekarang bersama Mariam.


"Kamu ingin makan Bakso?!"Tanya Wira mengalihkan topik pembicaraan mereka agar Marian tak sedih lagi, dia melihat kedai Bakso barusan,dan kata Rasyid Mariam sangat menyukai nya.


Benar saja, Mariam mengangguk dengan bahagia,meskipun Wira tidak bisa melihat senyuman di wajah Mariam,namun mata nya terlihat berbinar dan pasti saat itu dia sedang bahagia.


Wira memarkir kan mobilnya di depan kedai Bakso dan ia pun turun di ikuti Mariam.


Rasyid benar,Mariam terlihat lahap memakan baksonya,dan tak tanggung tanggung ia memesan bakso yang berukuran jumbo,dan ia pun ingin membungkusnya untuk dibawa pulang.


"Memangnya tidak apa apa anda meninggalkan kantor?!Jika anda sibuk,saya bisa pulang sendiri!"Kata Mariam.


"Tidak masalah,aku adalah bos nya, Meeting ku masih beberapa jam lagi,apa kamu ingin ke suatu tempat?!"


"Seperti nya saya harus mencari angin dulu,saya baru saja makan,jika langsung naik mobil saya takut mual dan muntah lagi!"Kata Mariam dengan malu malu.


"Baiklah,aku akan ajak kamu ke suatu tempat,pasti kamu akan suka,kita cukup berjalan saja dari sini, tempat nya tidak terlalu jauh,ayo!"Ajak Wira.


Mariam mengangguk sambil mengikuti Wira.


Mereka berjalan menyusuri jalanan, sesekali Wira melirik ke arah Mariam yang terlihat senang dibawa jalan jalan olehnya.


Momen yang selalu ia ingin lakukan bersama Sofi, istrinya, tapi tak pernah terwujud karena mereka selalu sama sama sibuk,kini malah ada perempuan asing disampingnya, entahlah!


Apa yang sebenarnya sedang Tuhan rencana kan untuk hidup nya.

__ADS_1


Meski baru kemarin, rasanya kehadiran Mariam disisinya terasa begitu sudah menghangatkan jiwanya,membuat warna di hari harinya, nyaman berada di dekat nya,dan khawatir jika jauh darinya.


Apa benar hanya karena bayi nya yang ia titipkan di rahim Mariam?


Atau Sosok Mariam juga lah yang sekarang telah menyita pikiran,waktu bahkan energinya.


Bahkan istrinya,Sofi,yang sedang sibuk dengan mimpi mimpinya,sampai saat ini tak ada menghubunginya sama sekali Biasanya Wira yang akan heboh sendiri jika Sofi tak memberi kabar saat mereka berjauhan, tapi sekarang berbeda, ponsel Wira sekarang hanya sibuk menghubungi Bi Inah, untuk menanyakan kabar Mariam tentu nya.


Ternyata Wira membawa Mariam ke sebuah Bazaar yang cukup ramai,banyak sekali stand makanan dan minuman dan aneka pernak pernik yang berjejer berjualan disitu.


"Bi Inah bilang kamu gak mau menerima ini karena aku malah titipkan padanya,Apa kamu mau menerima nya jika aku yang kasih langsung padamu?!"Kata Wira sambil menyodorkan Kartu ATM yang tadi Bi Inah kasih.


Mariam hanya diam dan menunduk.


"Heii, angkat kepala mu dan berhentilah bersikap dingin Mariam, bisakah kita saling bersikap baik setidaknya sebagai teman?!Teman yang halal tentunya!"Kata Wira sambil mengangkat dagu Mariam.


Mariam terlihat curi curi pandang, dia malu untuk sekedar menatap Suaminya itu,OPS!Suami sementara!


"Hemm,bagaimana,bisa kan Mariam?!"Wira mengulangi pertanyaannya.


"Setidaknya biarkan aku bersikap baik padamu selama aku menjadi suami mu dan aku tidak akan pernah menuntut apapun darimu,jadi Mariam,mari berteman!"Kata Wira sambil menyodorkan tangan kanannya mengajak Mariam berjabat tangan.


Dengan ragu Mariam membalas uluran tangan Wira,ia pun menjabat tangan Wira dengan kaku.


"Namaku Wiranata Kusuma, siapa namamu!"untuk pertama kali nya memang mereka berkenalan.


"Mariam,Siti Mariam AlMadina!"Jawab Mariam, tangannya masih di genggam oleh Wira.


"Bolehkah aku menjadi teman mu Nona Mariam?!"


Wira tersenyum,


Benar!bahkan ia tidak punya teman sampai saat ini,dia hanya sibuk mengumpulkan pundi pundi rupiah dan tak ada waktu untuk keluarga.


"Ambillah ini,ini adalah nafkah ku untukmu,aku mohon terimalah!"Kata Wira lagi memaksa.


Akhirnya Mariam pun mengambilnya dan memasukkan nya ke dalam dompet miliknya.


Mereka pun terus berkeliling dan membeli banyak makanan dan minuman juga beraneka barang untuk dibawa pulang.


Wira pun membelikan ponsel baru untuk Mariam dan satu lagi untuk dikirim kepada Rasyid.


"Mulai saat ini jangan sungkan menghubungi ku jika ada sesuatu atau kamu butuh apapun,oke?!ingat sekarang aku adalah teman mu,aku berharap kamu tidak sungkan lagi kepada ku!"


"Ya, baiklah,teman,,!"Jawab Mariam.


Wira pun terkekeh,


Setelah puas berkeliling,Wira pun mengantar Mariam pulang,dia ada meeting sebentar lagi,dan harus bergegas kembali ke kantornya.


"Ngomong ngomong,kapan Teh Sofi pulang?!"Mariam sudah mulai berani buka suara di dalam mobil.

__ADS_1


"Gak tahu,dia belum ngasih kabar sampai saat ini."Jawab Wira sambil Fokus mengemudi.


"Apa hubungan kalian selalu seperti itu?!maaf jika saya terlalu ikut campur!"Kata Mariam.


"Ya, seperti yang kamu lihat,kami sama sama sibuk dan Sofi ingin mempertahankan karir nya di dunia keartisan, sebenarnya aku keberatan,tapi itu adalah mimpinya,jadi aku bisa apa!"Kata Wira.


"Aku jadi cemas kelak bagaimana dengan anak ini, bagaimana kalian bisa memutuskan hal besar,sampai menitipkan janin di rahim ku ini, sedangkan kalian sama sama terus sibuk mengejar dunia, bagaimana kalian akan mengurus anak ini nantinya!"Kata Mariam,ia mengungkapkan kekhawatirannya.


"Aku yakin Sofi akan berubah,, mudah mudahan saja!"Jawab Wira ragu,ia pun sebenarnya sama khawatir nya seperti Mariam.


*****


Irsyad menemui Pakde dan Bukde nya dirumah Mereka.


Dia benar benar penasaran tentang Wira dan Mariam,ia berpikir mungkin orangtua Wira tahu tentang hal itu.


"Assalamu'alaikum,Bukde?! Pakde ada dirumah?!"Tanya Irsyad kepada Ibunya Wira yang menyambut di depan pintu.


"Ada,ada kok Sad!tumben kamu mampir,ada apa nih?!"Tanya Bu Halimah sambil tersenyum ramah.


"Ayah menitipkan ini buat Pakde,Bukde!katanya Pakde minta dikirim jamu dari Jogja!"Kata Irsyad ada alasan, padahal ia ingin mengorek kehidupan pribadi sepupunya itu.


"Ohh,ya sudah ayo masuk Sad!kamu ini kok jarang sekali datang ke sini, bagaimana dengan Wira apa kalian suka bertemu, atau kalian masih musuhan!?"Tanya Bukde nya itu,Dia memang tahu hubungan Wira dan Irsyad kurang baik gara gara Sofi, Irsyad tidak menyukai Sofi dan sering mengingatkan Wira kalau Sofi bukan istri yang baik untuk nya,tapi Wira malah marah dan menganggap Irsyad terlalu ikut campur.


"Gak tahu deh Bukde,Wira Yang selalu menganggap ku musuh, Lalu Bagaimana hubungan nya dengan Sofi itu?Aku sekarang jarang melihat mereka jalan bareng,kalau ada acara perusahaan pun Wira hanya didampingi Asisten nya,ada apa dengan mereka Bukde?!"


"Bukde juga gak tahu Sad,Pusing Bukde tuh mikirin Wira!istri kaya gitu masih aja dipertahankan!Bukde lihat dia malah sering muncul di televisi,pagi,siang, sore bahkan malam, bagaimana dia bisa punya waktu untuk keluarga coba!"


"Bukde memaksa Wira menikah lagi?!tadi aku lihat dia sama Cewek bercadar Bukde,kata Wira itu istri nya,kapan dia menikah lagi?!"Kata Irsyad sambil menahan cemilan yang Bukde nya suguhkan.


"Ah yang benar kamu Sad?!Pakde malah gak tahu tuh!"Kata Pakde nya yang berjalan menuruni tangga mendekatinya diruang tamu.


"Ah Masa kalian gak tahu , Irsyad serius Pakde!"


"Kamu lihat dimana Sad?!"Bukde nya itu tak kalah terkejutnya.


"Super market,Bukde, mereka sedang berbelanja,tadinya aku ingin berkenalan dengan perempuan bercadar itu,tapi Wira tiba-tiba muncul dan bilang kalau wanita itu adalah istrinya!"Kata Irsyad sungguh sungguh.


"Anak itu bener bener ya!! disuruh cari istri lagi sama kita menolak nya mentah mentah banget,eh dibelakang kita di malah ngumpetin Cewek!"Kata Pak Wijaya,dia gak habis pikir dengan kelakuan putra nya itu.


"Kita ke rumah Wira sekarang Pah!!"Kata Bu Halimah,ia benar benar ingin segera memastikan perkataan Irsyad.


"Jam segini Wira pasti masih dikantornya Mah!"


"Biarin!!Mamah yakin perempuan itu ada dirumah Wira!"Kata Bu Halimah bersikukuh.


"Ayo Irsyad anterin Bukde,pakde!"


Kata Irsyad,dia pun ingin memastikan kembali kebenaran nya.


Akhirnya orang tua Wira pun pergi ke rumah Wira, mereka benar benar penasaran apakah yang dikatakan Irsyad tentang Putera nya.

__ADS_1


***


"


__ADS_2