MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Perjodohan Sarah


__ADS_3

"Sar,ada yang mau Aku omongin nih sama kamu, kamu bisa mampir ke rumah ku nggak? Kebetulan aku lagi sendiri di rumah,Suamiku lagi bawa adik adik liburan sama Umi!"


Kata Mariam lewat pesan singkat nya kepada Sarah.


"Baiklah! Kebetulan aku lagi Free hari ini, insyaallah Aku datang ke rumah kamu sekarang juga,kamu share lock aja ya?!"


Jawab Sarah.


"Oke,Aku tunggu ya?!"


Mariam sengaja mengundang Sarah ke rumah nya, tidak ada orang di rumah,dan banyak yang harus Mariam obrolkan dengan Sarah, terutama tentang Wira.


"Sar , bagaimana menurut kamu tentang Wira!?"


Tanya Mariam setelah mereka mengobrol kesana ke mari dan akhirnya Mariam berusaha menyampaikan niat baik Wira untuk bertaaruf dengan Sarah.


"Maksudnya?"Sarah kurang Faham dengan maksud pertanyaan Sahabat nya itu.


"Sebenarnya setelah pertemuan kalian di pesantren,Wira meminta tolong kepada Aku san suamiku untuk bertanya kepada mu , apakah kamu bersedia bertaaruf dengan nya!?"


Mariam langsung pada intinya.


Sarah terlihat bingung, tapi ada binar bahagia terpancar dari matanya, Mariam yakin Sarah memiliki perasaan yang sama kepada Wira.


Suka pada pertemuan pertama.


"Aku yakin Allah sengaja pertemukan kalian,jika kamu bersedia menyambung sebuah hubungan serius menuju halal,Wira akan segera menemui orang tua mu."Tambah Mariam.


"Lalu apa pendapat mu tentang nya, Aku yakin sedikit nya kamu pasti mengenal dia, tentang dirinya, keluarga nya, kehidupannya, semua nya tentang dia dan baik buruknya tentu nya!"


Tentu saja wajar jika Sarah ingin mengetahui lebih dalam tentang Wira sebelum ia menjalani Ta'aruf dengan nya.


Mariam terlihat ragu ingin mengatakan sesuatu.


"Aku tidak ingin menyembunyikan sesuatu apapun dari kamu Sar! Sebenarnya ada yang harus kamu ketahui tentang masa lalu Wira.


Dia adalah mantan Suamiku Sar!"


Kata Mariam menceritakan semuanya,dia tidak ingin menyembunyikan sesuatu tentang masa lalunya dengan Wira dari siapa pun.


"Benarkah?! lalu kenapa kalian berpisah?!"


Sarah terlihat terkejut mendengar kabar itu.


"Tentu saja karena bukan jodoh!dia yang yang dulu memang bukan dia yang sekarang, tidak ada manusia yang sempurna, tapi dia sekarang benar benar sudah berubah,ku mohon bantu dia dalam jalan hijrah nya Sar!"


Ucap Mariam.


"Tapi seperti yang pernah aku ceritakan kepada mu Mar,Aku sudah dijodohkan oleh orang tua ku!"Sarah terlihat putus harapan.


"Sebelum janur kuning melengkung Sar,Aku rasa belum terlambat!


bagaimana?asal kamu katakan iya,Wira akan segera datang untuk menemui kedua orang tua mu!"


Sarah terdiam,dia terlihat berpikir.


pikiran nya gamang, tentu saja dia bersedia untuk bertaaruf dengan Wira, tapi bagaimana dengan kedua orang tuanya yang pasti tidak akan setuju, mereka terlilit hutang yang cukup banyak kepada Juragan dikampung nya,dan dirinya akan dijadikan penebus hutang hutang itu.

__ADS_1


"Aku pasrah kan semua kepada Allah saja Mar,Aku tidak ingin menjadi anak yang durhaka, masalah Wira,jika dia sungguh sungguh dengan niat nya, coba saja temui kedua orang tua ku, hasilnya biar Allah yang tentukan,maaf Mar!Aku tidak bisa memberi kepastian,Aku yakin kamu mengerti posisi ku!"


Jawaban Sarah masih Abu abu, tapi Mariam bisa menangkap kegamangan hati Sarah, sebenarnya Sarah ingin Wira datang menolong nya agar dia tidak dijadikan tumbal oleh orang tua nya.


"Aku mengerti Sar,Aku doa kan yang terbaik untuk kamu juga Wira,bila kalian berjodoh, Allah pasti akan mudah kan segala nya!"


"Amiin, Terimakasih atas doanya,Mar! Kalau begitu aku pamit dulu,ya?!Ayah ku memanggil ku untuk segera pulang, entah ada keperluan apa, seperti nya penting!"


Kata Sarah sambil melihat Ponsel nya.


"Baiklah Sar, semoga tidak ada apa apa,ya?!"


"Iya,Mar!


Assalamualaikum !"


"Waaliakumsalam salam!"


Setelah kepergian Sarah, Mariam segera menelpon Suami nya dan menyampaikan apa yang barusan ia perbincangkan dengan Sarah.


Mariam menyarankan agar Wira segera datang ke rumah Sarah hari ini juga, Mariam merasa ada yang tidak beres dengan Sarah.


***


"Juragan Karyo akan melamar mu nanti malam Sarah! Segera lah bersiap,dia sudah memberi kita uang untuk segala keperluan pernikahan kalian!"


Kata Ibu tiri Sarah, tanpa meminta persetujuan dari Sarah sendiri.


"Apa?! malam ini?! Sarah gak mau,Bu!"


Teriak Sarah sambil beranjak, dia berniat pergi lagi untuk menghindari pernikahan yang tidak dia ingin kan itu.


Bentak Ibu tiri Sarah sambil menarik narik kerudung Sarah.


Ayah nya yang sedang sakit stroke dan duduk di kursi roda hanya bisa menangis mengingat apa yang akan terjadi kepada putrinya,gara gara dirinya yang tidak berdaya.


"Sarah akan mencoba cari pinjaman ke tempat lain Bu!tapi tolong jangan nikah kan Sarah dengan Juragan Karyo! Sarah tidak mau,Bu!"


Rengek Sarah samvil berderai airmata di kaki sang Ibu tiri.


"Sudah terlambat Sarah,dia meminta uang nya kembali hari ini juga,dan dia bersikukuh menginginkan kan mu!


Cepat bawa dia ke kamar,lalu rias segera wajahnya, kemudian kurung dia dan jangan sampai kabur!"


Teriak Ibu tiri Sarah kepada tukang rias yang datang untuk mendandani nya.


"Ayah! Tolong Sarah! Ayah!"


Teriak Sarah berusaha melepaskan diri sambil meminta tolong kepada Ayahnya yang tidak berdaya, sedang kan tubuh nya di seret ke kamarnya untuk di dandanin disana dan di kurung tak boleh keluar.


"Bagaimana menurut mu Bim?!"


Wira meminta pendapat sahabat nya perihal dirinya dan Sarah.


"Jika kamu yakin,maka segera lah temui orang tua nya, seperti yang Mariam katakan lebih cepat lebih baik,bukan?!


Aku siap mengantar mu sekarang juga!"

__ADS_1


Dukung Bima memberi semangat.


"Baiklah kalau begitu, Bismillah! Ayo kita berangkat sekarang juga!"Ajak Wira,dia akan memberanikan diri untuk menemui orang tua Sarah hari ini juga.


"Sayang, hari ini aku antar Wira dulu ya ke rumah orang tua nya,Ini sudah dijalan!"


Bima menelpon Mariam begitu ia berangkat.


"Iya sayang! Kalian harus cepat sampai disana! dugaan ku benar, malam ini Sarah akan di nikahkan kepada rentenir yang memberi nya utang dengan bunga yang sangat tinggi!"


Mariam begitu panik dan khawatir kepada Sarah begitu Sahabat nya itu menelpon dirinya sambil menangis.


"Benarkah?!


Wir,Kita harus segera sampai di tempat Sarah sebelum kamu keduluan oleh orang lain,dan Sarah akan jadi istri ke 4 dari seorang juragan di kampung nya!"


Kata Bima begitu mendapat telepon dari Istri nya,dia langsung memberitahukan kepada Wira.


Wira semakin panik, meskipun dia sudah berserah diri kepada Ilahi, tetapi dia tidak ingin jika Sarah sampai jatuh ke tangan orang lain.


Dia berusaha secepat mungkin untuk segera sampai di tempat Sarah agar datang tepat waktu.


"Ayo keluar! Juragan Karyo sudah datang ,dan lihat lah dia membawa banyak hadiah untuk mu, Sarah! Seharusnya kamu senang,malah mewek terus!"Bentak Ibu tiri Sarah sambil memukul kepala Sarah.


"Iya Mbak Sarah! berhenti menangis dong!nanti makeup nya luntur,nanti saya dimarahin lagi sama Juragan!"Kata penata rias sambil membenahi riasan Sarah yang terus berantakan.


Akhirnya dengan sangat terpaksa, Sarah pun keluar dari kamar dengan menggunakan gaun serba putih dengan hiasan bunga melati di sanggul dan pundak nya tanpa menatap semua orang, wajah nya menunduk dengan berderai airmata yang tak berhenti mengalir membasahi wajahnya yang sudah di rias meski pun memakai cadar.


"Silahkan kedua mempelai duduk di depan penghulu! Untuk kondisi saat ini, dikarenakan Wali dari calon pengantin perempuan tidak memungkinkan untuk dijadikan wali,maka wali akan di serahkan kepada Wali hakim yang sudah ditunjuk!"


"Cepat Pak penghulu, jangan banyak cing cong!Aku sudah tidak sabar ingin memeluk De Sarah!"Kata Juragan Karyo sambil tak berhenti menatap Sarah dengan tatapan liar yang menakutkan.


"Mohon bersabar Pak Karyo, sebelum nya saya ingin bertanya kepada para istri Bapak, apakah mereka sudah mengizinkan Bapak untuk menikah lagi?!"Tanya Pak Penghulu sambil menatap kearah ketiga istrinya Juragan Karyo yang menatap sinis ke arah Sarah.


"Tentu saja harus mengizinkan! jika mereka tidak mengizinkan, mereka akan ku talak sekarang juga,dan tinggal lah De Sarah seorang yang akan menjadi Istri Bang Karyo!"


Kata Juragan Karyo sambil mengedipkan mata gebit ke arah Sarah, membuat sarah menjadi jijik dan ingin muntah.


"Bagaimana, Ibu ibu, Apa kalian mengizinkan?!"tanya Pak penghulu ingin lebih jelas.


Mereka hanya bisa mengangguk meskipun dengan terpaksa karena takut, bukan takut ditalak, tapi takut keluarga mereka kena imbasnya.


"Lalu apa Neng Sarah bersedia menikah dengan Pak Karyo tanpa paksaan dari pihak manapun?!"Kini giliran Sarah yang ditanya.


Tangis Sarah semakin pecah.


"Pak penghulu ini bagaimana sih?! Sarah itu sedang bersedih karena teringat dengan alm.Ibunya,masih saja harus ditanya tanya!"Kata Ibu tiri Sarah sambil mencubit pinggang Sarah dari belakang.


Cepat laksanakan proses Ijab Qabul nya , Atau aku akan segera melenyapkan mu!"Juragan Karyo marah hingga menggebrak meja.


"Baik baik pak,Sabar pak ,sabar!"Kata penghulu sambil akan memulai acara nya.


Setelah sang wali menjabat tangan pak penghulu,maka di mulai lah acara ijab qobul tersebut.


Namun tiba-tiba dari arah pintu depan muncul Wira dan Bima yang terlihat datar terburu buru, mereka berdua terlihat terengah engah kehabisan nafas.


"Tunggu! Pak, hentikan pernikahan ini!"

__ADS_1


Teriak Wira memotong perkataan sang Wali yang hendak menikah kan Sarah.


__ADS_2