MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Fatimah yang malang


__ADS_3

"Biar Mbok saja yang pergi ke pasar Nyah, kasihan Non Fatimah kan sedang hamil muda,nanti dia kelelahan,,"


Kata Mbok Nah kepada Mertua Fatimah yang pagi ini menyuruh Fatimah pergi ke pasar, padahal dia tahu kalau Fatimah tengah hamil muda dan kondisi Fatimah sangat lemah akibat terlalu banyak melakukan pekerjaan rumah.


"Udah biarin aja! Jangan manja! disini gak ada yang harus jadi Nyonya besar kecuali Saya, Jangan karena kamu sudah menjadi Nyonya Irsyad kamu jadi besar kepala dan mau menguasai dia! Ingat ya! Surga Irsyad itu ada pada telapak kaki Saya sebagai Ibu nya!"


Bentak Bu Sari,dia adalah Ibu dari Irsyad.


"Mah,Mah,Mah!bisa gak sih jangan marah marah pagi pagi begini,berisik tahu! Kalau ada yang laporin perlakuan mamah ini kepada Bang Irsyad,Mamah mau gimana hayo!?"


Kata Mia,Adik perempuan Irsyad yang seumuran dengan Fatimah.


"Siapa yang berani melaporkan ku maka dia akan tahu akibat nya, jika Irsyad pulang, perlakukan dia seperti putri


Dan kamu!awas saja jika kamu berani mengadu!Sini,mana uang belanja yang kemarin Irsyad kasih buat kamu! biar Ibu saja yang pegang!"Kata Bu Sari menengadah kan tangan nya ke arah Fatimah.


"Itu,euh,uang itu, Sudah aku transfer ke rekening Ibuku, Mah!Maaf!"


"Apa?! Semuanya?! "Teriak mertua Fatimah penuh amarah.


Fatimah mengangguk, dia terpaksa berbohong karena tidak mau uang pemberian Suaminya di ambil lagi oleh mertua nya itu.


Diawal awal pernikahan Fatimah, semuanya terlihat baik baik saja, dia hidup bahagia bersama Suami nya.


Irsyad begitu baik memperlakukan Fatimah.


Namun semua berubah, tatkala Irsyad sering sibuk dengan pekerjaan nya dan dia sering pergi ke luar kota.


Awalnya Fatimah sering ikut kemanapun Irsyad pergi.


Tapi setelah Fatimah dinyatakan hamil, dan dia sering jatuh sakit karena fisik nya yang lemah pasca kehamilan nya, Irsyad terpaksa menitipkan istrinya itu di rumah kedua orangtuanya yang dikira nya akan memperlakukan nya dengan baik.


Namun semuanya diluar dugaan, Ibu mertuanya tidak menyukai Fatimah karena Fatimah dianggap tidak satu level dengan mereka,Ibunya Irsyad juga kecewa, karena sebenar nya Irsyad sudah dijodohkan olehnya kepada anak teman sosialitanya,Irsyad malah pulang membawa seorang Istri.


Sebab itulah, Bu Sari selalu memperlakukan Fatimah dengan tidak baik.


Meskipun ia tahu jika Fatimah sedang hamil muda, tapi hal itu tidak membuat nya merasa iba sedikit pun kepada menantu nya itu.


Seperti hari ini, dia disuruh pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan dapur yang se abreg abreg,Bi Nah pun tidak di per bolehan untuk menemaninya ,Fatimah terpaksa pergi sendiri meskipun tubuhnya terasa lemah.


****


Kakinya rasa nya sudah tidak kuat lagi menopang tubuhnya yang terasa lemah.


Tangan kanan kiri Fatimah penuh dengan belanjaan yang sangat penuh dan berat.


Dia terduduk di pinggir trotoar menahan rasa sakit yang tak terhingga di perut bagian bawah nya.


Darah segar mengalir terlihat dari betis kakinya,kepalanya terasa sakit dan matanya berkunang berkunang, akhir nya tubuh Fatimah pun ambruk di tepi jalan hingga membuat kemacetan yang cukup panjang.


"Astaga! My angel?!"


Seru seorang pria yang ternyata adalah Arjuna yang tengah melakukan syuting di daerah kota jogja.


Dia segera turun dari mobilnya tatkala dia melihat didepan ada ramai ramai mengerubungi seorang perempuan berhijab, dan setelah dia melihat dari dekat,ternyata perempuan itu adalah Fatimah, bidadari pujaan hatinya yang lebih memilih menikah dengan orang lain.


Arjuna segera mengangkat tubuh Fatimah ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Fatimah segera ditangani oleh Dokter kandungan dan ternyata ia harus segera di kuret karena janin nya sudah keguguran.


Tak ada pilihan lain dan itu harus segera dilakukan, jika tidak segera maka nyawa Fatimah ada dalam bahaya.


Ponsel Fatimah dari tadi terdengar berbunyi,pihak rumah sakit segera mengangkat nya dan memberi tahukah jika Fatimah sedang berada di rumah sakit karena keguguran dan sedang dilakukan penguretan, ternyata yang menelepon adalah suaminya, Irsyad.


Sedangkan Arjuna, dia harus segera meninggalkan rumah sakit karena syuting nya tak bisa ditunda,dan malam itu juga ia harus kembali ke kota asalnya dan tak sempat melihat lagi Fatimah.


***


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya Arjuna segera menemui Mariam yang Ibu nya bilang sudah dibawa ke rumah Kakak nya setelah pernikahan mereka yang Arjuna pun tak dapat hadir karena pekerjaan nya.


Ia tak peduli meskipun Kakaknya pasti marah karena ia sudah mengganggu malam pertama mereka, Mariam harus tahu keadaan Fatimah yang sebenarnya.


***


"Bim, aku harus ke jogja sekarang! "


Kata Mariam begitu ia mendengar kabar tentang Fatimah dari Arjuna.


"Besok ya sayang, sekarang kan sudah malam, besok pagi pagi setelah salat subuh kita langsung berangkat!"Kata Bima mencoba menenangkan istrinya.


Mariam terduduk di sofa.


"Pantas rasanya hatiku tak pernah tenang memikirkan Fatimah,Aku yakin ada yang tidak beres dengan pernikahan nya,, "Sesal Mariam.


"Kita tunggu, jika ada itikad baik, Irsyad pasti memberitahu kamu tentang kondisi Fatimah!Sebaiknya kita istirahat sekarang,Sayang!besok kita akan memberikan kejutan untuk mereka!"Kata Bima sambil memeluk hangat istri tercinta nya yang tengah menangis.


Setelah Mariam tertidur karena kelelahan, Bima menghampiri Arjuna yang tengah makan di meja makan di dapur nya.


"Bagaimana keadaan Fatimah saat kau menemukan nya!?"Tanya Bima.


"He emh, dia sepupu nya Wira, mantan suaminya Mariam!"Jawab Bima.


"Benarkah?! pantas saja kelakuan mereka sama sama ambruk!"Kata Arjuna.


"Apa maksud mu?!Irsyad terlihat baik,aku juga mengenal nya sebelum mereka pindah ke Jogja!"Arjuna terlihat mengetahui sesuatu tentang hubungan Fatimah dan Suaminya.


"Saat Aku mengantar nya ke rumah sakit, ponsel milik Fatimah tak berhenti berbunyi, aku mencoba mengintip siapa yang menghubungi nya, dan setelah dilihat, mertuanya memaki dia dalam chat an,dilihat dari pesan pesan nya dan kata katanya yang begitu kejam, aku yakin Fatimah tidak di perlakukan dengan baik disana, Suaminya seperti nya jarang pulang,Aku tidak tahu bagaimana hubungan mereka! "Kata Arjuna memberitahukan apa yang ia temukan.


Wajah Bima terlihat menegang, bagaimana nasib Fatimah bisa hampir sama dengan nasib Meriam, dan dia tidak bisa membayangkan betapa hancur perasaan Mariam dan keluarga nya jika tahu apa yang terjadi kepada Fatimah.


"Ya sudah, sana pulang !Aku mau istirahat!"Usir Bima.


"Aku mau tidur disini saja,Aku sangat lelah,besok Aku antar kalian ke Jogja!Ya boleh ya, ya! "Rengek Arjuna.


"Aish,, terserah kau saja, awas ya kalau kau ganggu!"Kata Bima sambil menjitak kepala adiknya lalu pergi ke kamarnya.


*****


"Fatimah,,,!!!"


Seru Mariam begitu ia menemui adiknya di rumah sakit di Jogja.


Mariam tak mempedulikan orang orang yang berada di kamar tersebut.


"Teh Iyam,,,!hiks hiks hiks!"

__ADS_1


Fatimah langsung menangis begitu melihat kakak nya datang.


"Kamu gak apa apa kan, gimana keadaan mu sekarang, hem?! "Kata Mariam sambil mengelus kepala adiknya.


"Fat kehilangan anak Fat, Teh! hiks hiks!"


Kata Fatimah,ia terlihat begitu sedih.


"bersabarlah,Sayang,semua adalah ujian."


Mariam berusaha menghibur adiknya.


Mariam melepas kan pelukan adiknya lalu berbalik ke arah Irsyad yang berada di situ bersama Ibu dan adiknya.


"Apa yang sudah kalian lakukan kepada adik ku? "Mariam menatap tajam ke arah mereka.


"Apa maksudnya semua ini Mar!?"Irsyad balik bertanya.


"Aku kira kau berbeda dari Wira,saudara mu itu! Tapi nyatanya kau sama saja Irsyad! Aku sudah mempercayakan adik ku padamu, dan ini yang kau lakukan padanya!?Bahkan kau tidak memberitahuku jika Mariam sedang terkena musibah!"Mariam menyerang Irsyad,Matanya begitu tajam menatap adik ipar nya itu.


"Mar, maafkan Aku juga baru pulang dari luar kota,Aku tidak sempat memberitahu kamu,Aku senang ternyata kamu sudah kesini."Jawab Irsyad berubah tidak terpancing oleh amarah Mariam.


"Seharusnya jika kamu tidak bisa memperlakukan Fatimah dengan baik, kenapa kamu membawanya jauh dari keluarga nya,sampai Fatimah berakhir seperti ini!"Mariam begitu marah kek irsyad.


"Apa maksudmu tidak memperlakukan nya dengan baik? Perusahaan orangtua kubaru saja


aku yang kelola, jadi aku jarang di rumah Mar, dan Ibu ku baik kok sama Fafimah!"


Kata Irsyad dengan penuh keyakinan.


"Jadi kamu tidak tahu apa yang sudah ibumu lakukan kepada Fatima!?Kamu lihat ini!"Kata Mariam sambil memperlihatkan isi chat Ibunya Irsyad yang sengaja sudah disalin oleh Arjuna.


"Bu, apa maksud semua ini! Apa benar ibu sudah memperlakukan istriku dengan buruk?!Mia apa yang sudah Ibu lakukan!?kamu pasti tahu kan?! "Irsyad merasa tidak percaya jika Ibunya tega melakukan hal buruk kepada Fatimah.


Mereka hanya terdiam saat keburukan mereka terbongkar.


"Kala begitu sebaiknya Fatimah Akan aku bawa pulang Saja, Sad! Aku pikir keluarga mu tidak menginginkan Fatimah menjadi bagian dari keluarga kalian. "Kata Mariam,dia berusaha keras membela sang adik.


"Ya Sudah,bawa saja sana, Kita senang mendengar nya! "Kata Bu Sari ,dia tak lagi menyembunyikan ketidaksukaannya kepada Fatima.


"Bu! "Sela irsyad.


"Sad, dari awal ibu kan sudah bilang, Ibu tidak setuju kamu menikah dengan perempuan itu, kamu malah ngeyel dan membawanya ke rumah Ibu! "Kata Bu Sari.


"Bu, sudah Bu,!"Bisik Mia.


"Baik kalau itu mau Ibu, Irsyad akan ikut Fatimah dan tak akan mengurus perusahaan Ayah lagi! "Ancam Irsyad, dia benar benar kecewa kepada keluarga nya.


"Selangkah kamu pergi meninggalkan Kami, kamu bukan anak ku lagi, Irsyad! tega kamu ya, demi perempuan itu, kamu tega durhaka kepada orangtua mu, bahkan Ayah mu Sudah sakit sakitan dan membutuhkan mu,kamu malah mau pergi!?"Teriak Bu Sari.


"Asal kalian tahu saja, sebenar nya Irsyad sudah menikah lagi dengan putri rekan Ayah nya, dia yang sudah menyelamatkan perusahaan kami agar tidak bangkrut, lalu apa yang dilakukan perempuan itu,hanya bisa menyusah kan, dasar perempuan pembawa sial! "Maki Bu Sari sambil menunjuk nunjuk Fatimah.


"Jaga mulut Anda, Nyonya!Anda tidak berhak berbicara seperti itu kepada Fatimah! Irsyad Aku benar benar kecewa kepada mu! "Kata Bima, dia sebenarnya tidak ingin ikut campur, tapi dia mulai tak tahan mendengar Ibunya irsyad yang sudah keterlaluan.


"Apa benar apa yang dikatakan Ibu mu Irsyad!?"tanya Mariam, kemarahan nya sudah semakin memuncak.


****

__ADS_1


Maaf ya aku telat up,


Handphone ku rusak dan baru selesai di servis😰


__ADS_2