
"Ah yang benar Mah?!Mamah pasti bercanda kan?! Kalau gitu Ayo kita kejar Juna!"
Bima begitu panik begitu mendengar kabar tentang Adik nya.
Bahkan Fatimah menangis histeris sampai sampai dia berlari keluar dengan menggunakan gaun pengantin berniat menyusul Juna.
Namun tiba-tiba Juna muncul dengan berpakaian lengkap ala ala pengantin Pria dia berjalan dengan gagah nya dan menangkap tangan Fatimah.
"Hei,kamu mau kemana?!"Juna menghentikan langkah Fatimah yang menatap nya penuh tanda tanya.
"Maaf kan Mamah Sayang!ini semua ide nya Juna , katanya dia ingin tahu seberapa besar Cinta Fatimah untuk nya! Maafin Mamah ya, udah nge prank kalian semua!"Bu Liana meras sangat bersalah karena sudah menuruti ide gila Juna untuk mengerjai semua orang di hari pernikahan nya sendiri.
Fatimah terlihat sangat kesal dan marah.
Dia memukuli dada Juna karena merasa di bodohi.
"Aku tidak ingin menikah dengan mu, dasar penipu! pokoknya pernikahan nya di batalkan, bubar,bubar semua nya bubar!"Teriak Fatimah malu.
"Heii, maaf kan Aku!Kamu yakin tidak ingin menikah dengan ku?!tadi nangis nangis sebelum aku belum datang!"Goda Juna mengundang gelak tawa semua para tamu undangan.
Tiba-tiba seseorang muncul dengan menggunakan gaun yang sangat cantik, Selena, dia yang tidak rela Juna jatuh ke pelukan wanita lain dan dia berniat menggagalkan pernikahan Juna dan Fatimah.
"Jun! Sebaiknya kamu tinggal wanita itu dan menikah lah dengan ku saja!Karir kita akan semakin melesat jika kita bersama dan para Fans juga akan banyak yang mendukung kita!
Dia sudah menolak kamu,kan!jadi buat apa dipertahankan,malu malu in aja! wanita kampungan gitu juga kamu pilih!"Bujuk Selena sambil merangkul tangan Juna dan bergelayut manja di hadapan semua orang.
Juna yang kebingungan dengan kemunculan Selena yang tiba-tiba,dia juga takut Fatimah salah Faham dan benar benar membatalkan acara pernikahan mereka saat ini.
Sungguh Juna hanya ingin menikah dengan Fatimah seorang.
"Sorry Sel,Aku hanya mencintai Fatimah seorang, jadi jangan pernah berharap apapun dariku,Oke!Aku sudah pernah mengatakan nya hal ini kepada mu sebelum nya bukan,jadi please! jangan ganggu aku terus! karena perasaan ku tidak akan pernah berubah!"Jawab Juna begitu tegas.
"Tapi Jun,,,!"
"Byur!!"
Tiba tiba Fatimah menyiram kan segelas minuman ke wajah Selena dengan berani.
"Pergi dari sini sekarang juga! Jangan harap kamu bisa menggagalkan pernikahan kami! Security!!! Usir dia dari sini dan jangan biarkan dia kembali lagi!"
Teriak Fatimah diikuti riuh tepuk tangan mendukung tindakan Fatimah yang berani.
Juna menatap calon istri nya itu dan dia tidak menyangka jika Fatimah yang dia kenal lugu, anggun,dan pendiam ternyata bisa se bar bar itu juga demi untuk mempertahankan dirinya.
Sekarang Juna semakin yakin jika ternyata Fatimah juga sangat mencintai nya dan takut kehilangan dirinya.
"Sudah lah, Ayo kita mulai acara ijab Qabul nya,nanti keburu banyak datang gangguan yang lain lagi!"Kata Bima menyudahi semua dan meminta agar semua tamu undangan kembali ke tempat duduknya masing masing dan menyuruh Pak penghulu agar segera menikah kan adiknya kepada Adik iparnya.
Jika dipikir pikir memang sungguh menggelitik, ternyata akhirnya Juna pun kini sudah menikah dengan Adik dari istrinya sendiri.
__ADS_1
Bima sampai menitikkan Air mata bahagia begitu semua saksi menyatakan Sah atas pernikahan Adik satu satunya itu.
Dia tidak menyangka jika kini Juna sudah menikah saja, padahal rasa nya baru kemarin Juna bermanja-manja kepada nya dan merengek rengek meminta uang jajan kepada nya.
Kini dia terlihat sudah dewasa, dengan sifatnya yang penyayang juga karena dia sangat tampan dan terkenal sebagai publik figur, tentu saja banyak wanita yang mengantri berlomba lomba dan berusaha mendapatkan perhatian Juna, tapi Juna lebih memilih Fatimah untuk dijadikan pendamping hidupnya.
Fatimah mampu mengimbangi sifat manja Juna dan dia sangat terampil dalam merawat nya.kedekatan mereka sebagai Assisten dan Artis membuat semakin timbul benih benih cinta di antara mereka.
Hingga Juna membuat keputusan besar untuk mundur dari dunia keartisan dan memilih segera menikah dengan Fatimah, meskipun banyak yang menentang terutama dari pihak management dan para Fans tapi Juna sudah bulat dengan keputusan dan mendapatkan banyak dukungan juga terutama dari kedua pihak keluarga.
Setelah kepergian Papahnya,Juna banyak berubah dan terlihat semakin dewasa saja.
***
Setelah pernikahan mereka, Juna dan Fatimah memilih tinggal bersama sang Mamah yang tidak ingin ditinggal sendirian setelah Tuan Danu meninggal dunia.
Dia tidak ingin merasa kesepian dan meminta Fatimah untuk selalu menemani nya.
Sedangkan Juna memilih Fokus membantu sang Kakak mengurus perusahaannya dan menjadi Direktur di kantor cabang di bawah naungan sang Kakak.
Yang namanya kehidupan tentu tidak ada yang berjalan mulus seperti jalan tol.
Namun tinggal bagaimana kita bisa menghadapi semuanya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Kekayaan yang berlimpah atau pun jabatan yang tinggi sekali pun bukan lah jaminan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Dunia bukan berada di dalam genggaman kita, semua nya bisa hilang dalam sekejap.
miskin juga bukan tolak ukur sebuah kehinaan.
Mulia dihadapan manusia belum tentu dihadapan Tuhan, hina dihadapan Manusia,bisa jadi dia yang paling mulia dihadapan Tuhan.
Kesombongan meruntuhkan segalanya, Jalani saja hidup apa adanya, bersyukur itulah kunci kebahagiaan yang hakiki.
***
"Fat,Hari ini temani Teteh jalan pagi ya?!Mas Bima harus berangkat kerja pagi pagi kata nya ada meeting penting,Juna juga kan?!"
Mariam menelpon adik nya pagi pagi sekali.
Perutnya yang semakin buncit dan hanya tinggal menghitung hari saja menunggu kelahiran nya.
"Iya teh,A Bima juga tadi telpon A Juna nyuruh Aku buat temenin teteh, katanya mereka sedang ada masalah di kantor, kita doa kan saja mereka ya teh, semoga semua baik-baik saja!"Jawab Fatimah di ujung telepon.
"Iya, kita tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang sudah di jamin oleh Allah, pasti akan ada jalan keluar dari setiap permasalahan, apapun itu!"Kata Mariam begitu bijaksana.
"Lagi pula Suami kita adalah orang orang yang hebat menghadapi semua masalah, mereka juga dikelilingi oleh orang orang yang baik,jadi jika ada satu atau dua permasalahan ya wajar saja lah, namanya juga kehidupan! iya nggak!?"
"Iya teh, ih!ya sudah kita lanjutkan lagi ngobrol nya nanti pas kita jalan!Aku kesana sekarang ya, jemput Teteh!"Kata Fatimah sambil menyudahi sambungan telpon nya.
__ADS_1
"Mah,Fat pamit dulu ya, mau temenin dulu Teh Iyam jalan jalan pagi keliling komplek!"Pamit Fatimah kepada mertuanya.
"Oh, Juna udah berangkat ke kantor pagi pagi?kok udah sepi!?"Tanya Bu Liana sambil terlihat celingukan.
"Iya mah, katanya mereka ada meeting penting pagi pagi, jadi Fat diminta temenin Teh Iyam jalan jalan pagi ini! Mamah mau ikut?!"
"Emhh, boleh,Ayo!Mamah mau sekalian cari tukang sayur, pulang nya Mamah mau masakin kedua menantu kesayangan Mamah!"Kata Bu Liana dengan sumringah.
Fatimah tersenyum bahagia mendengar perkataan Ibu mertua nya itu,dia merasa sangat beruntung mendapatkan Juna dan memiliki Ibu mertua yang sangat menyayangi nya juga Kakak nya Mariam.
Memiliki menantu dua sekaligus dengan status saudara kandung bukanlah hal yang mudah.
Harus benar benar pintar menjaga agar tetap adil satu sama lain agar tidak terjadi kecemburuan dan merasa berat sebelah.
Beruntung Mariam dan Fatimah begitu dewasa dan bijaksana, sehingga memudahkan Bu Liana dalam bersikap.
"Pagi Fat,Mah? Wah senang rasanya pagi ini kita bisa jalan bareng! biasanya Mar selalu di temani Mas Bima sebelum berangkat kerja, tapi kali ini dia terburu-buru berangkat ke kantor nya!"
"Iya,gak apa-apa Mar! Mamah senang kok bisa temani kamu jalan,Umi kamu mana,dia nggak ikut?!"Tanya Bu Liana.
"Umi lagi kurang sehat Mah,kakinya sakit katanya, kemarin baru saja datang periksa ke dokter, katanya ada asam urat tapi sekarang udah mendingan kok!"Jawab Mariam.
"Oh gitu,ya udah nanti pulang nya Mamah mampir deh mau lihat kondisi Umi kalian.
Sekarang ayo kita jalan! Nanti keburu terlalu siang lagi, kasihan Cucu Mamah nanti kepanasan!"Kata Bu Liana sambil mengelus elus perut Mariam yang terlihat sudah sangat buncit.
Mariam dan Fatimah tergelak mendengar ucapan mertua mereka itu.
Mereka pun jalan pagi menemani Mariam berkeliling kompleks,tak lupa Bu Liana berbelanja di tukang sayur yang ia temui di jalan.
"Fat!kok perut Teteh sakit ya!?"
Kata Mariam sambil meringis kesakitan dan memegangi perutnya sambil berpegangan kepada Adiknya.
"Aduh jangan jangan Teteh mau lahiran lagi!"
Fatimah terlihat panik.
"Tapi kata Dokter kemarin paling dua Minggu an lagi lahirannya!"Bu Liana tak kalah panik nya sambil mengelus elus punggung Mariam.
"Gak tahu deh Mah, Tapi ini sakit banget aduh!"
Kata Mariam lagi sambil terus memegangi perutnya.
"Fat segera telpon Ambulance,kita ke rumah sakit sekarang!Mar,ayo kamu duduk dulu disini ya,dan atur nafas kamu,ya Sayang!"
Bu Liana berusaha tidak panik.
Sedangkan Fatimah dengan segera menelpon Ambulance agar segera datang.
__ADS_1
"Mah!itu kenapa Teh Iyam basah semua?!"Fatimah semakin panik begitu melihat rok yang dipakai Mariam basah.
"Ketuban nya sudah pecah!apa kamu sudah menelepon ambulance nya?kok lama banget sih!"Bu Liana semakin terlihat panik begitu tahu Mariam sudah pecah ketuban.