
Setahun Berlalu...
Mariam kini tengah sibuk mengurus buah hatinya yang sedang aktif aktif nya.
Baby Satria yang selalu menjadi pusat perhatian semua orang.
"Sayang! Satria kayak nya pup nih!saolnya dia bau banget!"Teriak Bima yang sedang asyik mengasuh putera nya itu.
"Sebentar sayang!lagi tanggung masak nih,takut gosong!"
Jawab Mariam,dia sengaja tidak menyewa jasa Baby suster karena dia sudah sepakat dengan Suaminya ingin sepenuhnya mengasuh buah hati nya oleh mereka berdua saja.
Sedangkan Umi Salamah tinggal bersama Asma , Bima membuka toko bunga di rumah mereka dan Alhamdulillah berjalan lancar dan usaha mereka sangat laris.
"Sini Sayang sama Umi,kita ke kamar mandi dulu ya?!"Kata Mariam sambil menggendong Satria yang tidak bisa diam berlari larian terus.
"Dia sudah aku cebokin kok, Sayang! soalnya kamu lama banget tadi,kasihan Satria udah gak nyaman banget kayak nya!"Kata Bima sambil berusaha memegangi tangan Satria yang tidak bisa diam.
"Aduh maaf banget Sayang ya!Semua Mbak sedang pada jalan jalan ke Mall katanya,jadi aku harus masak sendirian deh,gak ada yang bantuin!"Mariam merasa tak enak karena Bima harus mengganti kan nya mengurus Satria.
"Gak apa-apa Sayang,Aku seneng kok ngurus si ganteng kebanggaan Abi ini!Ya ampun!dia aktif aktif banget ya,pasti kamu kewalahan jika aku lagi gak ada!"Kata Bima sambil terus mengikuti langkah satria kemana pun dia berlari.
"Iya, Alhamdulillah dia sehat terus Sayang! Semoga kelak dia jadi anak yang Sholeh!"Jawab Mariam sambil memperhatikan terus buah hatinya itu.
"Amiin,, Kayaknya dia pengen adek lagi deh!"
Goda Bima sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Aduh,,entar dulu deh, Satria lagi aktif banget sayang!dia butuh perhatian ekstra!"Kata Mariam, rasanya dia masih ingin fokus mengurus Satria saja dulu.
"hemm begitu kah?! sebaiknya aku berhenti kerja aja deh,aku mau di rumah aja bantu in kamu ngurus Satria!"Canda Bima sambil bermanja-manja di pelukan istrinya.
"Bagaimana perusahaan tanpa kamu sayang!"
Jawab Mariam sambil mengelus lembut rambut Suami nya itu.
"Biar Si Juna aja tuh yang urus! sekarang dia malah enak enak aja traveling teros,Aku yang kerja dia yang menikmati hasilnya,enak banget dia!"Gerutu Bima.
"Biarkan saja dulu Sayang! mereka kan masih muda dan belum punya anak,jadi biarlah dia menikmati masa berdua mereka dulu!"Bela Mariam.
"Terus kapan kita honeymoon lagi,aku pengen kita juga pergi berlibur!"Kata Bima.
"Tiap hari bersama mu bagi ku sudah lebih dari honeymoon sayang! menurut ku setiap orang memiliki cara masing masing untuk mendapatkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri,dan Aku sangat bahagia sekarang bersama kamu, memiliki Satria, dapat membantu keluarga, menolong orang banyak,itu adalah impian ku selama ini,dan Alhamdulillah itu semua sudah terwujud,berkat kamu!"Kata Mariam sambil menatap Bima dengan penuh cinta dan kasih sayang yang begitu besar.
"Kamu memang yang terbaik Sayang ku!"
Puji Bima sambil mengecup tangan sang Istri lalu membelai manja pipinya.
Sedang asyik asyik nya mereka ber romantis romantis ria, Mariam tersadar jika Baby Satria tidak ada diantara mereka.
__ADS_1
"Mas! Satria mana?!"
"Iya,ya, Satria kemana?!Satria!!Sayang!? Kamu dimana sayang?!"Teriak Bima panik,dia berlari kesana-kemari mencari Anaknya yang hilang entah kemana.
"Nah ini semua hadiah buat Satria dari Om Jun,ya!ini semua mahal mahal lho, Aunty Fat yang pilih!nah ini dari Korea asli nih,pasti kamu lucu banget deh pakai ini!"
Ternyata Satria sedang di gendong oleh Om nya, yaitu Arjuna yang baru pulang traveling bersama Fatimah.
Mereka jalan jalan keliling dunia berdua, semua tempat impian mereka dikunjungi,dan mereka hampir sebulan baru pulang.
"Astaghfirullah Satria!Abi cariin juga! kamu juga Jun datang gak bilang bilang!maen nyelonong aja, bilang salam kek!"Bima yang langsung panik begitu Satria lepas dari pandangan langsung memarahi Adiknya yang baru datang dan tengah menggendong Satria.
"yee, salah sendiri,gak jagain anak nya dengan bener!untung ada Aku,tadi Satria hampir masuk ke kolam ikan,Tahu!"Jawab Satria,dia balik memarahi Kakaknya.
"Ya Allah Satria,barua aja Umi meleng dikit!"Kata Mariam yang tak kalah panik nya begitu buah hatinya menghilang.
"Kalian kapan tiba?!kok gak ngasih tahu?kan bisa di jemput di bandara!"Tanya Mariam kepada Fatimah dan Juna yang sedang asyik menggendong Satria.
"Kita baru aja nyampe dan langsung kesini karena kangen sama ponakan Auty yang gemesin ini nih!"Jawab Fatimah sambil mencubit pipi gemoy Satria.
"Iya,kita juga banyak banget bawa oleh oleh buat Satria,jadi pengen cepet-cepet lihat dia make barang barang lucu yang sengaja kita beli saat kita mengunjungi tiap negara!"
Tambah Juna, dia begitu gemas melihat keponakan satu satunya itu.
"Aduh makasih banyak Oom,Auty!"
Kata Mariam sambil membongkar barang bawaan Adik nya itu.
"Iya dong! semuanya udah aku siapin! besok aku anterin kesana sambil nengokin mereka!"Jawab Fatimah sambil tak henti hentinya menciumi Satria.
"Kalian sebaiknya istirahat dulu! pasti capek kan udah perjalanan jauh!?"Kata Bima sambil mengambil alih Satria ke pangkuan nya.
"Mau disiapin kamar disini?!"Tanya Mariam.
"Gak usah teh, kita mau langsung ke Apartemen aja, istirahat dulu disana,nanti balik lagi buat main sama de Satria yang gemesin banget ini,ya!"Jawab Fatimah yang terlihat sangat menyayangi keponakan nya.
"Atau kita bawa aja deh Satria nya ke Apartemen kita!ya,boleh ya Bang!"Rengek Juna.
"Enak aja!Gak boleh lah! kalian bikin aja sendiri!"Jawab Bima sambil menggendong Satria yang terlihat sudah mengantuk.
"Gak mau ah,Aku pengen nya Dede Satria aja!Ya Cayang ya?!ikut Om yuk Cayang!"Kata Juna menggoda Satria yang sudah mau tidur.
"Udah sana pulang ah, Satria udah ngantuk kayak nya,sana jangan di ganggu!"Kata Bima sambil menendang kaki Juna.
"Ya elah,bilang terima kasih apa, karena sudah di bawain banyak oleh oleh,malah ngusir!"
"Udah udah! Sayang ayo kita pulang,Aku lelah banget, pengen cepat istirahat!"Kata Fatimah sambil berdiri,dia pusing, setiap kali Juna dan Bima bertemu pasti aja ada berantem nya.
****
__ADS_1
"Mbak,Saya dari Perusahaan,disuruh Pak Bima memesan karangan bunga dan minta di antar ke alamat ini!"
Pagi ini sambil berangkat kerja Sahrul diminta Bima untuk memesan kan sebuah karangan Bunga di toko milik Asma untuk dikirim ke perusahaan rekanan nya.
"Oh baik Mas,mau pesan berapa!?"
Jawab Asma,dia senang pagi pagi sudah dapat orderan,Bima memang banyak sekali membantu nya, setelah perceraian nya, Kakak iparnya itu sangat memperhatikan kondisi Anak anak nya,dia bahkan memberi modal agar Asma dapat membuka usaha toko bunga dan Alhamdulillah berjalan sampai sekarang.
Berkat bantuan Bima, Alhamdulillah Asma dapat menopang hidup nya sebagai single parents dengan tiga orang anak.
Bahkan semua rekan kerja nya selalu pesan bunga kepada nya jika membutuhkan karangan bunga untuk acara acara perusahaan mereka.
Mantan suaminya memang memberi nafkah kepada tiga buah hatinya, tapi dia tidak ingin tergantung kepada nya yang selalu dirutuki oleh istri baru nya itu.
Bukan tidak ada yang mengajak nya menikah lagi, tapi Asma selalu menolak karena masih trauma dengan pernikahannya dulu.
Dia takut jika dia menikah lagi,Suami baru nya itu tidak menyayangi ketiga buah hatinya,bagi nya mereka adalah segala nya.
Sahrul melihat Asma sibuk dengan toko bunga nya dengan kedua buah hatinya yang membantu nya, meskipun mereka masih kecil, tapi mereka begitu mandiri dan bantuan bantuan kecil mereka begitu indah dipandang mata.
"Mereka semua anak anak nya Mbak ya?!Cantik dan tampan sekali, siapa nama kalian, Sayang,Om boleh kenalan gak?!"
Tanya Sahrul yang terkesan dengan cara Asma memperlakukan Anak anak meskipun dia sangat sibuk.
"Namaku Ibrahim Om, panggil aja Baim,dan ini adalah Aku namanya Amira,dan ada satu lagi om, Adik aku, tapi masih bayi, namanya Nazwa, dia ada di dalam lagi digendong sama Umi Oma!"Jawab Ibrahim begitu pintar.
"Kamu pintar sekali sih! Pasti Ayah kamu juga pintar deh!"Puji Sahrul sambil mengusap rambut Ibrahim.
"Iya Om, tapi itu dulu, sekarang Ayah nya Baim udah gak sama kita, dia udah punya istri baru Om!"Jawab Ibrahim dengan polos nya.
"Baim!Bisa bantu Bunda sebentar Nak!?"
Teriak Asma memanggil Putera sulung nya yang masih berusia 8 tahun itu.
"Iya Bunda,ada apa?!"
Jawab Baim yang dengan segera menghampiri Ibunya.
"Bisa tolong ambilkan bunga yang diatas itu?!Bunda kesulitan mengambil nya karena terlalu tinggi,kamu naik ke kursi, biar Bunda yang pegangin, Oke?!"
Kata Asma sambi menunjuk Bunga yang digantung.
"Biar saya bantu,Anda membutuhkan bunga yang ini?!"Kata Sahrul sambil mengambil Bunga yang Asma maksud.
"Terimakasih,maaf merepotkan, silahkan anda duduk dulu, biar nanti saya buatkan Teh sambil nunggu!"
Kata Asma dengan sopan.
"Terimakasih, Mbak!Saya sangat salut Mbak mampu melakukan semua nya sendiri,Apa benar anda Adik nya Bu Mariam, istrinya Pak Bima?!"Tanya Sahrul,dia dengar jika tukang bunga langganan perusahaan nya adalah adik dari Istri Bos nya itu.
__ADS_1
"Pantesan agak mirip, bahkan sifat nya pun hampir mirip! mereka sama sama begitu baik dan Shalihah, benar benar istri idaman banget!"Batin Sahrul.
Sahrul mulai terpesona oleh Asma,janda tiga anak yang membuat jantung nya berdebar kencang saat melihat nya.