MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Mulut pedas


__ADS_3

Bi Inah terkejut saat sadar Wira ada di belakang nya.


"Nggak Den!Eh,, Maksud Bibi,nggak ada apa apa!"Bi Inah terlihat sangat gugup.


Wira memicingkan matanya,ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan Bi Inah dari ya.


"Yakin Bi?!Bibi kelihatannya lagi bingung banget!Katakan aja Bi, mungkin Wira bisa bantu!"


"Itu,anu Den,euh,apa ya tadi lupa!"


Bi Inah masih terlihat bingung.


"Itu,A,Bi Inah bilang sama aku,dia mau minjem uang buat keluarga nya dikampung, katanya dia lagi renovasi rumah nya,jadi butuh biaya banyak,iya kan,Bi?!"Mariam sengaja berbohong supaya Bi Inah jangan dulu memberitahu kan tentang Sofi kepada Wira.


"I iya,,,!"Jawab Bi Inah tak bisa berkutik lagi.


"Ohh, Kenapa harus sungkan segala sih,Bi,Wira kan sudah sering bilang, kalau ada apa apa ngomong aja,Wira pasti bantu kok, besok aku titip uang sama Iyam,ya Bi,kalau kurang nanti bilang aja lagi!"Kata Wira sambil menarik lengan Mariam agar segera masuk ke kamar.


"Aku mau minum susu dulu ,A!"Kata Mariam sambil melotot ke arah Wira,ia malu sama Bi Inah Karena Wira suka seenaknya meskipun di depan nya masih ada orang lain.


"Biar aku yang buatkan,kamu masuk kamar,lalu istirahat ya!


Jangan lupa siap siap!"bisik Wira.


Mariam memukul punggung Wira lalu masuk ke kamarnya.


Wira terkekeh,


sedangkan Bi Inah pura pura tak mendengar apapun,sambil mencuci piring, pikiran nya masih berputar putar,ia tak habis pikir dengan Mariam, Kenapa dia melarang nya untuk melaporkan Sofi kepada Tuan nya.


***


Siang ini Fatimah tak ada jadwal kuliah.


Dia fokus di warung nya di bantu oleh Umi Salamah.


Ibu nya itu terlihat lebih segar1qq sekarang, setelah Mariam datang menengok nya kemarin kemarin.


"Heii, Fatimah!apa yang kau katakan pada Azam hah?!kamu pikir Bibi gak tahu apa kalau dia pernah kesini untuk menemui mu!"


Tiba tiba Bi Rodiyah datang dengan marah marah, membuat Fatimah dan uminya kaget.


"Bibi kenapa sih datang datang langsung marah aja?"Fatimah berusaha tetap bersikap tenang menghadapi Bibinya itu.


"Ya gimana gak marah , coba!kamu pasti sudah menjelekkan Bibi dan Memang mu kepada Azam?!"


"Emang nya ada apa Bi?!Gak mungkinlah Fatimah mau menjatuhkan keluarga sendiri! meskipun kalian suka bersikap seenaknya kepada Fatimah, Fatimah gak akan melakukan hal yang sama!"Jawab Fatimah tak mau kalah.


"Heh! bocah ingusan!Kamu jangan belagu yah!!jangan mentang-mentang kalian sudah menjadi orang kaya mendadak,ya! meskipun hasil dari Kakak kalian jual rahim nya kepada orang kaya!"Kata Rodiyah dengan sinis.


"Bibi jangan keterlaluan,ya! Kenapa? Bibi syirik ya?!Aduh kasihan!!Dan ingat ya,Bi, Fatimah tak sedikit pun berniat merebut Azam dari Zahra, Meskipun Azam sudah memohon mohon kepadaku agar aku mau menikah dengan nya,aku tetap menolak nya kok, Fatimah tahu,Bibi kepengen banget kan punya menantu kaya!?"


"Kurang ajar kamu, ya!Plakk!!"


Rodiyah menampar Fatimah dengan begitu keras.


"Rodiyah!! Kenapa kamu menampar Anak ku!?"Umi Salamah segera meraih Fatimah agar menjauh dari Bibinya itu.


"Teh,Teteh ajarin yah,anak Teteh yang satu ini!ajarin dia sopan santun,dan jaga mulutnya itu!jika tidak, aku akan bilang sama Imran,dan biar dia yang ngajarin anak Teteh ini!"


"Sudah sana pergi,atau Teteh siram kamu yah, pake air cabe ini!"Umi Salamah marah karena Rodiyah sudah berani memukul anak gadis nya.


Dengan bersungut-sungut Rodiyah pun pergi dari warung Fatimah, untuk saja keadaan masih sepi karena masih belum terlalu siang dan Fatimah pun baru membuka nya.


"Kamu gak apa apa,nak?!"Umi Salamah melihat pipi putrinya itu memerah.


"Sakit sedikit mi,gak apa apa nanti juga sembuh!"Jawab Fatimah.


"Kamu jangan begitu, nak! bagaimana pun dia lebih tua darimu,dan dia adalah keluarga kita,jangan diladeni,kamu harus tetap hormat kepada nya!"

__ADS_1


Nasehat Umi Salamah.


"Habisnya dia keterlaluan,Mi,dia selalu Saja merendahkan kita,dulu saat kita kekurangan,kita selalu saja dipandang sebelah mata, sekarang sudah agak berubah,dia juga tidak suka! Apalagi dia suka menjelekkan Teh Iyam, Fatimah suka kepancing emosi,Mi,Maaf!"


"Belajarlah untuk tidak terkesan oleh makhluk, Fatimah! tidak apa kita dipandang hina oleh manusia,asal jangan dipandang hina saja sama Allah!"


"Iya, Mi,Maaf!Astagfirullah?"


Fatimah menyesali perbuatannya, meskipun ia masih gedek Kepada Bibinya itu.


"Mariam ada?!"


Tak lama setelah kepergiannya Bibinya Irsyad datang menanyakan Mariam.


Fatimah menoleh dan ia menghela nafas panjang.


"Eh,Bang!Kamu kok ngeyel banget sih! Udah tahu Kakak ku Mariam itu sudah bersuami, masih aja dicari! Dosa tahu!"


Kata Fatimah, baru saja ia kesal kepada Bibinya, ditambah lagi satu orang ini.


Benar benar hari yang yang runyam,pagi pagi sudah pengen marah marah aja.


Pikir Fatimah.


"Memangnya mencintai seseorang itu dosa ya?!"


Jawab Irsyad sambil duduk di kursi pelanggan.


"Iya lah, seseorang itu kan sudah miliknya Seseorang!"Kata Fatimah sambil beres beres,tak sedikit pun ia menolong ke arah Irsyad.


"Tapi seseorang itu juga sudah punya seseorang! kalau aku kan masih Free!"Irsyad tetap tak mau kalah.


"Itu bukan kering kakak ku, kali,Allah yang menakdirkan!"


"Kakak mu saja yang bodoh, seharusnya dia bisa menuntut Wira dan Sofi,tapi dia malah mau dimadu!Mungkin karena Wira kaya raya kali ya!jadi kalian bersedia saja dibodohi!"Irsyad asal ngomong saja, tanpa ia sadari,ia sudah melukai perasaan dan harga diri seorang Wanita.


Fatimah menyiram wajah Irsyad dengan segelas air putih.


"Sekarang aku bersyukur Kakak ku tidak jadi dengan pria arogan seperti Anda!Aku heran ya, Sebenarnya benar tidak ya?! Anda dan kakak ipar ku itu bersaudara,kalian kok beda jauh, meskipun Wira Sudah beristri tapi dia tak pernah menghina kami!Dia selalu memperlakukan Kakak ku bak seorang Ratu.


Dan Asal anda tahu ya Tuan Irsyad yang terhormat,Meski kami bukan dari golongan konglomerat,kami tidak haus kekayaan dan kekuasaan!pergi dari sini sekarang juga,dan jangan pernah ganggu Kakak ku lagi! dasar Pria brengsek!"


Fatimah meradang,dia menunjuk nunjuk Irsyad tanpa kenal takut.


Irsyad sadar kalau perkataan nya tadi sudah keterlaluan,dengan santai ia mengelap wajahnya yang basah,dan ia tetap tak bergeming dari tempat duduk nya.


"Aku lapar,aku tidak akan pergi sebelum dibuatkan makanan!"Kata Irsyad tak tahu malu.


"Baso ku tidak bersih dan jorok,nanti Anda malah sakit perut lagi!"


"Aku ingin dibuatkan nasi goreng seperti kemarin, setelah itu baru aku akan pergi!"


"Aha,aku punya ide!"Batin Fatimah sambil tersenyum simpul.


"Baik!Ini yang terakhir kalinya!"


Jawab Fatimah, padahal dia merencanakan sesuatu untuk mengerjai Irsyad.


"Haha, rasakan pembalasan ku,Tuan arogan dan sombong!"Gumam Fatimah sambil membuat nasi goreng dengan menambahkan sambal yang banyak sekali.


"Makan lah! setelah itu, silahkan anda pergi!"Kata Fatimah dengan setengah melempar kan piring ke hadapan Irsyad.


Setelah itu Fatimah pergi ke area dapur sambil mengintip, ingin tahu reaksi Irsyad ketika memakan nasi goreng buatan nya.


Irsyad benar benar kelaparan,dengan lahapnya ia menghabiskan nasi goreng tersebut tanpa ber reaksi apapun, padahal Fatimah sudah menambah sambal yang super pedas dalam jumlah yang sangat banyak.


"Gila!pedes banget!dia sengaja mau membalas ku, hehe! padahal aku pecinta pedas,dan ini tidak seberapa, haha!"Batin Irsyad sambil terus menyuap kan makanan ke mulut nya, sampai habis.


"Edun tuh cowok! padahal itu pedes banget!!Gue doa in muncrut muncrut Lo,rasain!"Batin Fatimah.

__ADS_1


Fatimah tidak kunjung keluar menemui Irsyad lagi.


Irsyad terlihat mengeluarkan pulpen dan kertas dan menuliskan sesuatu.


Kemudian ia menyimpan nya di meja dengan uang seratus ribu,lalu ia pergi dari kedai milik Fatimah.


Setelah Fatimah yakin Irsyad sudah tidak ada disana, Fatimah menghampiri meja bekas Irsyad duduk dan mengambil kertas yang ia tinggalkan lalu membaca nya.


"Aku minta maaf atas ucapan ku tadi yang keterlaluan,dan terimaksih nasi goreng nya,enak banget!lain kali tambah kan cabe yang banyak ya!yang tadi kurang pedes!"


Begitu isi tulisan yang di buat Irsyad.


"Dasar cowok gila!"


Fatimah menyobek nyobek kertas itu lalu membuang nya ketempat sampah.


***


"Bi,,Mariam keluar dulu ya!Mau ambil paket dulu di bawah di resepsionis!"Kata Mariam.


"Sama Bibi aja Non!'Jawab Bi Inah yang sedang beres beras.


"Gak apa apa Bi,Bibi terusin aja pekerjaan Bibi,Mariam mau sambil cari angin!Cuma ke bawah aja Kok!"


"Ya udah,hati hati ya Non!"


"Iya ,Bi, Assalamu'alaikum!"


"Waalaikum salam!"


Mariam turun dari apartemen nya sendiri,ia berniat mengambil sendiri paket paket pesanan nya dari online shop di meja resepsionis,meski sebenarnya sering diantar ke kamarnya,tapi kali ini Mariam merasa bosan dan ingin keluar meski hanya sampai bawah saja.


Ternyata paket yang datang hari ini cukup banyak dalam kotak yang agak besar besar, meskipun beratnya tidak seberapa, Karena isinya hanya baju baju, kerudung,dan cadar yang ia pesan.


Mariam terlihat kesulitan membawa kotak kotak itu.


Kebetulan para pegawai yang biasa nganter barang barang ke setiap kamar sedang tidak ada satu pun yang ada di tempat,jadi terpaksa Mariam membawa nya sendiri.


Mariam hampir tidak dapat melihat jalan yang ia lewati,tanpa sengaja ia menyenggol seorang cleaning servis dan ia hampir terjatuh,untung saja seseorang berhasil menangkap nya dan menahan badan Mariam dengan lengan nya.


Sedangkan kotak kotak yang ia bawa berhamburan jatuh ke lantai.


"Ups!be careful lady!"


Ucap pria itu sambil dengan sigap menangkap tubuh Mariam.


Mendengar suara seorang pria yang menolongnya,segera Mariam menepis pria itu.


"Jangan sentuh saya!"Teriak Mariam.


Dengan refleks Mariam menjauh dari pria tersebut dan membenahi dirinya.


"Aku hanya mencoba menolong Anda,Miss!"


"Tidak usah terima kasih!"Kata Mariam tanpa menoleh sambil membungkuk kan badan nya sedikit, lalu ia memungut kotak kotak yang ia bawa satu persatu.


"Mari saya bantu!"


"Tidak usah,tidak usah!saya gak apa apa!"


Tolak Mariam.


Tanpa mereka sadari, seorang paparazi memotret mereka saat Mariam di tangkap oleh pria itu yang ternyata seorang selebriti terkenal tanah air yang tengah naik daun.


Tampan,muda dan terkenal.


bersambung,,,


Komen yang banyak ya,like, vote nya juga ditunggu banget.

__ADS_1


__ADS_2