MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Kehancuran Wira


__ADS_3

Bima terlihat masuk ke dalam mobil mewahnya yang dibukakan pintunya oleh sang sopir,dia pergi bersama Mariam yang katanya akan pergi makan siang bersama klien di salah satu restoran ternama.


"Pak tapi dalam catatan jadwal anda siang ini tidak ada jadwal bertemu klien,tapi nanti jam 3 sore baru ada jadwal dengan investor dari China Pak!"Kata Mariam setelah ia duduk di kursi mobil bagian depan.


Mariam terlihat mengecek jadwal Bima yang ia tulis di dalam iPad inventaris nya.


"Memang iya,nggak ada jadwalnya kalau disitu, tapi ini jadwal dadakan,udah lah kamu gak usah banyak nanya!ikutin aja apa pun perintah aku!Aku kan Bos kamu!"


jawab Bima sambil menunggu reaksi Mariam,dia sengaja memancing Mariam agar sering berinteraksi dengan nya,gak apa apa deh marah marah juga, daripada setiap hari melihat Mariam yang kaya muka tembok, cuek dan dingin.


Tapi tetap saja Mariam tidak bereaksi, Mariam tidak pernah sekalipun menatap nya,dia benar benar profesional sebagai sekertaris nya.


Tanpa sengaja mata Mariam menangkap gantungan didepan mobil Bima yang berbentuk salib.


Dalam hati Mariam bertanya,siapa yang non Muslim,Bima atau sopir nya? tapi sudah lah Mariam tidak peduli dan ia pun mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


***


Akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran Korean Food kesukaan Bima.


Sebenarnya dia sengaja mengajak Mariam untuk makan siang berdua saja,dan dia berbohong soal makan


siang bersama klien.


Bima langsung menuju meja yang sudah ia pesan sebelum nya, rupanya dia pun sudah memesan berbagai makanan khas Korea yang memang sudah tertata dengan rapih di atas meja.


"Ayo duduklah!Kamu pasti akan suka makanan di sini!"Kata Bima sambil menarik meja untuk Mariam.


Mariam terlihat ragu untuk duduk.


"Katanya Bapak mau makan bareng klien, mereka masih dimana,Pak,kok belum kelihatan?!"Mariam terlihat kebingungan dan dia mulai mencium aroma aroma modus dari gelagat Bima.


"Barusan mereka menghubungi ku lagi, kata nya mereka terpaksa membatalkan pertemuan siang ini karena ada sesuatu yang terjadi, jadi ya sudah lah,kita saja yang makan,aku sudah sangat lapar!"


Kata Bima sambil bersemangat mengambil makanan nya dan langsung menyuap.


Mariam terlihat masih bingung dan ragu.


Dia hanya diam dan menatap makanan yang ada dihadapannya.


"Kau tidak lapar, ayolah,kau coba dulu,kamu pasti suka!"Kata Bima,dia menyuap makanan nya dengan lahap sambil menatap Mariam.


Mariam menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Sebenarnya ia ragu,apakah makanan itu halal untuk ia makan atau tidak.


"Mbak!"


Mariam melambaikan tangan nya ke arah pelayan perempuan.


Pelayan tersebut dengan sigap menghampiri Mariam.


"Iya Bu,ada yang bisa saya bantu?!"Tanya pelayan perempuan itu dengan ramah.

__ADS_1


Bima pikir Mariam ingin memesan makanan yang lain nya.


"Mbak apakah restoran ini menyajikan,emm,, maksud ku,,,"


Dia terlihat membisik kan sesuatu ke telinga pelayan tersebut.


"Oh,,tidak Bu, restoran kami dijamin halal dan sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI,,!"Kata pelayan itu dengan ramah .


Sedangkan Bima hanya memperhatikan sambil terus menyuap kan makanan nya.


"Dia sangat berhati-hati,,"Batin Bima.


"Emm, begitu!?Alhamdulillah kalau begitu,saya tidak akan ragu lagi untuk makan makanan lezat ini!"Kata Mariam.


"Silahkan dinikmati Bu,Pak!daging sapi di restoran kami adalah daging kualitas terbaik!"Kata pelayan itu.


"Terimakasih Mbak!Saya mohon maaf karena sudah bertanya seperti tadi."


Mariam menangkupkan kedua tangan nya didepan dadanya.


"Oh,gak apa apa Bu,tidak ada masalah sama sekali,, silahkan dinikmati!saya permisi,Bu!"


Pelayan itu membungkuk kan badannya,lalu pergi ke area dapur.


"Meskipun aku seorang non Muslim,Aku tidak makan daging B**i!"Kata Bima dengan nada suara yang datar.


"Saya mohon maaf jika sudah menyinggung Bapak dan membuat Bapak tak nyaman,saya hanya ingin memastikan nya saja!"Kata Mariam ia merasa tak ada enak terhadap Bosnya itu,dan Mariam baru tahu jika Bima seorang non Muslim.


Memang baru kali ini dia mencicipi Korean Food,bukannya tidak pernah diajak dulu ketika sedang bersama Wira,tapi Wira lebih tahu makanan kesukaan dan dia hanya sering membawa nya ke restoran khas Sunda saja.


"Kamu tidak menyukai makanan nya?!"Tanya Bima,dia melihat Mariam tidak begitu berselera makan dan terlihat pilih pilih.


"Hehe, lidah ku hanya belum terbiasa dengan makan seperti ini,, Saya boleh izin dulu sebentar ya ke musholla,saya mau melaksanakan shalat Dzuhur."


"Silahkan!"Jawab Bima.


Setelah kepergian Mariam ke musholla, Bima terlihat menghela nafas dengan berat.


"Bego banget sih gue! makanan kesukaanya saja gak tahu! bahkan dia adalah seorang muslim yang taat, sedangkan aku?dalam agamaku pun aku bukan seseorang yang taat beribadah,Oh God! kenapa kau timbul kan rasa cinta di dadaku kepada wanita seperti dia!"


Batin Bima ,dia mengacak rambutnya dengan kasar.


Tiba tiba ponsel milik Bima berdering.


"Halo Bos! Semuanya sudah beres! perlahan perusahaan Wira akan hancur,kita sudah mulai memblokir akses para investor kepada perusahaan milik nya dan satu lagi, stasiun televisi milik Anda dan beberapa stasiun televisi yang lain nya sudah mencekal agar tak memakai Sofi lagi sebagai Artis nya!"Kata orang suruhan Bima melaporkan jika apa yang disuruh Bima sudah diselesaikan dengan baik.


"Bagus!kita akan segera melihat Wira dan Sofi menjadi gembel dijalanan dan mereka akan mengemis ngemis minta ampun kepada Mariam!Aku suka kinerja kamu,aku akan segera kirim kan bonus untukmu!"


Kata Bima.


"Terima kasih Bos!!"

__ADS_1


****


"Apa?!Investor dari China tak jadi bekerja sama dengan kita?!"Wira terlihat begitu marah begitu Doni mengatakan jika investor China berbalik kepada perusahaan Bima.


"Iya, Bos!entah ada apa hampir semua proyek kita gagal dan para investor mundur tak mau bekerja sama!"Kata Doni sambil menunduk kan wajahnya,ia yakin Wira pasti akan marah besar.


"Sialan!!prangg!!"


Wira membanting vas bunga dihadapan nya sampai pecah berkeping-keping.


"Ini pasti gara gara bocah ingusan yang baru dilantik jadi CEO perusahaan Danu Diningrat itu! rupanya ia benar-benar berusaha membalas kan dendam Mariam Kepada ku!Ini semua gara gara Sofi,akhhh!!"


Wira begitu marah, dia mengacak ngacak meja kerja nya,dia begitu Frustasi dan tak pernah menyangka jika hidupnya akan berakhir seperti ini.


"Ini tidak bisa di biarkan,lama lama aku akan bangkrut dan aku tak mau itu sampai terjadi,Doni! segera pikirkan cara agar kita tidak kehilangan semuanya!"


"Baik Pak!"Doni segera keluar meninggalkan Bos nya yang sedang frustasi.


Namun tiba tiba Sofi masuk ke dalam ruangan Wira tanpa permisi.


"Aku mau kita cerai!"Teriak Sofi tiba tiba.


"Sayang,apa maksud mu!"Wira terkejut dengan kedatangan Sofi yang tiba tiba langsung meminta cerai.


"Kamu sudah jatuh miskin Wira! Aku sudah mendengar semuanya,kamu pikir aku akan tetap sama kamu setelah kamu bangkrut?!No no no!"


Teriak Sofi,dia berada di luar saat Doni melaporkan keadaan perusahaan kepada Wira tadi.


"Kamu jangan gitu dong sayang! Siapa bilang aku bangkrut,aku hanya sedang mengalami penurunan saja, jadi pleace jangan tinggalin aku,ya?!"Rayu Wira sambil menggenggam kedua tangan Sofi.


"Cuihh!!Aku tak Sudi lagi hidup dengan pria miskin seperti mu! pokoknya aku mau kit cerai,!!"Kata Sofi sambil meludah.


"Kamu keterlaluan banget,ya!! Setelah apa yang sudah aku lakukan untukmu selama ini,kau malah mau meninggalkan ku disaat aku sedang sulit?!kau bahkan layak mati, Sofia!!"


Teriak Wira sambil mencekik leher Sofi, hingga badan Sofi terangkat keatas.


Sofi kehabisan nafas,matanya naik ke atas hingga hanya terlihat bagian putihnya,tubuhnya mulai terkulai lemas.


Wira tersadar jika ia hampir membunuh Sofi.


Ia melepaskan cengkraman tangan nya dan membiarkan Sofi tergeletak begitu saja dilantai, dengan terburu buru ia keluar dari ruangan dan melajukan mobilnya tak tentu arah.


Pikiran Wira begitu kalut,ia begitu hilang arah,otak nya tak lagi bisa berpikir jernih,mobilnya melesat begitu cepat dijalanan malam yang gerimis.


Sekilas Wira melihat Mariam turun dari sebuah mobil mewah,


Wira memberhentikan mobilnya dan Melihat dari kejauhan, seperti nya Mariam baru pulang kerja dan diantar oleh Bosnya.


Hati nya terasa teriris, seharusnya Mariam masih bersama nya kini, naluri nyaa yang sedang kotor tak lagi terkontrol,saat mobil yang mengantarkan Mariam hilang dari pandangan dan Mariam terlihat sedang membuka pagar sebuah rumah,Wira turun dari mobil nya dan membekap mulut Mariam dengan saputangan yang mengandung obat bius.


Dan ia membopong tubuh Mariam ke dalam mobil nya ,

__ADS_1


Entah kemana...


__ADS_2