
"Aku yakin Pak Roy kan yang menolong Bibah kemarin malam?!"Tanya Bibah yang mengejar Roy ke ruangan nya karena penasaran.
"Memangnya kenapa?!"Roy malah balik bertanya dengan acuhnya.
"Ya aku yakin saja! Bukti nya itu tangan Pak Roy terluka sama persis dengan pria yang menolong ku!"
Bibah mencoba menebak.
"Terus?!Apa itu masalah buat kamu?!"
Kata Roy begitu dingin.
"Ya kenapa harus di sembunyi in sih!Aku hanya ingin berterima kasih!"
"Ya masa iya Aku harus berkoar-koar bahwa Aku lah yang sudah menyelamatkan mu! biasanya aja kali!"
Bibah begitu gedeg mendengar jawaban Roy yang sombong nya minta ampun,dia merasa menyesal karena sudah mengatakan janji yang harus ia tepati kemarin,ia tak dapat membayangkan jika harus punya Suami yang sudah tua dan sombong seperti Roy.
Bibah merasa tubuhnya lunglai tak berdaya, dia terduduk di sofa diruangan Roy.
"Kenapa Kamu!?Kalau merasa masih sakit pulang saja!Aku gak mau kakak kakak kamu itu ngomel sama Aku jika kamu sampai kecapean!"Kata Roy.
"Aku gak apa apa kok Pak!Saya sungguh berterima kasih karena Bapak sudah menyelamatkan ku kenarin,kalau begitu saya izin kerja setengah hari ya Pak?Saya butuh istirahat!"
Jawab Bibah sambil berlalu dari ruangan Roy,dia merasa ngeri dan muak melihat wajah Roy, mengingat akan janji yang ia ucapkan saat kemarin ternyata Roy lah yang sudah menyelamatkan nya.
"Gadis aneh!masa berterimakasih kasih kayak yang kepaksa gitu!"
Umpat Roy begitu melihatnya Bibah dengan setengah berlari meninggalkan ruangannya.
"Eh kalian tahu gak sih!Gue denger denger ya Pak Roy itu ternyata seorang Gay loh!"Terdengar sebagian karyawati sedang bergosip ria sambil menikmati kopi di ruang istirahat.
"Ah masa sih?!Kata siapa,kamu jangan bergosip ya!kalau kedengaran sama Pak Roy, habislah kita!"Kata yang lain.
"Ya ampun! kamu gak percaya?!nih buktinya!Gue lihat kemarin malam dia ada di club' bareng temen temen Gay nya!dan kata temen Gue, Club itu khusus buat para Gay aja pengunjung nya!"Seorang karyawati menunjukkan Foto dari layar ponsel yang terdapat gambar Roy yang sedang bercengkrama dengan teman prianya.
Bibah yang kepo ikut melihat Foto itu,dia gak percaya,masa sih Pak Roy seorang Gay!
Batin Bibah,dia semakin bergidik ngeri.
"Astaga! pantas saja dia gak nikah nikah ya , padahal umur nya sudah cukup tuir!
Duh! Sayang banget ya!Padahal dia ganteng banget!tadinya mau Gue embat!eh ternyata dia jeruk makan jeruk! Hahaha!"
"Ih itu kan baru katanya! belum tentu juga kan!Awas lho nanti jika sampai kita menyebarkan berita hoax, kita bisa masuk penjara!"Kata Bibah sambil menempelkan telunjuk di bibirnya.
"Iya ih,takut!Pak Roy kan galak banget!Suttt! udah udah bubar!"
Bibah menghela nafas begitu berat setelah mendengar desas desus tentang Roy.
Di otaknya begitu terngiang ngiang tentang janji yang ucapkan kemarin malam.
Entah apa yang harus dia lakukan kini tentang janji itu.
Dia pun izin pulang karena merasa kepalanya pusing dan hilang fokus.
Bibah naik taksi menuju rumah Kakak nya,Mariam.
__ADS_1
"Assalamualaikum,Teh!"
"Waaliakumsalam!Bibah?!Kok jam segini udah pulang?!wajah kami pucat banget!kamu sakit?!"
Mariam cukup terkejut melihat Bibah yang tiba-tiba berkunjung ke rumah nya siang siang begini.
Biasanya jam segini kan Bibah seharusnya masih di kantor.
"Nggak Kok teh!Bibah hanya kecapean aja! Bibah mau numpang istirahat sebentar!"Kawab Bibah sambil menjatuhkannya tubuh nya di kasur milik Satria.
"Suttt! jangan berisik! baru saja dia tertidur!Kamu makan dulu gih! baru tidur!udah sholat Dzuhur belum kamu?!"
"Hemm, udah! Bibah gak lapar! mau tidur aja!"
"Ya sudah, nanti aja makan nya kalau begitu! Teteh masakin makanan kesukaan kamu,ya?!"
Bibah hanya mengangguk sambil berpura pura memejamkan matanya.
Merasa ada yang tidak beres dengan Adik nya itu, Mariam segera menghubungi Suami nya yang sedang bertugas di luar kota,mungkin saja Suami nya itu tahu tentang Bibah saat di kantor.
Bima pun menceritakan kejadian yang menimpa Bibah kemarin malam.
"Astaghfirullah!kenapa kamu baru cerita Sayang!?"
Mariam begitu terkejut mendengar semuanya dari Bima.
"Aku takut kamu kepikiran Sayang!Maaf ya!?Kalau begitu biarkan Bibah menenangkan diri dulu pikiran nya di situ sambil nemenin kamu dulu selagi aku diluar kota,ya!"
"Ya udah! memang nya kamu berapa hari disana?!"
"Sekitar tiga hari! Kenapa kamu udah kangen ya?!"
"Iya dong!aku gak bisa jauh jauh dari kamu Sayang!"Mariam balik menggoda Suaminya.
"Aduh jadi pengen cepet-cepet pulang ini mah!"
"Ahaha!udah Fokus aja kerjanya,biar cepat selesai dan kita kembali berkumpul lagi!Eh udah dulu ya Sayang!Aku mau masakin dulu Bibah makanan kesukaan nya!"
"Iya deh iya! tapi kamu jangan cape cape!kamu kan lagi hamil Sayang!"
"Nggak kok,Aku masih kuat!"
"Satria mana?kok gak berisik!?"
"Lagi bobo siang sama Auty nya tuh!"
"Oh,ya udah kalau begitu,Aku balik kerja dulu ya Sayang!bilang sama Satria kalau Abi kangen banget!Assalamualaikum!"
"Iya,nanti Aku bilangin!Waaliakumsalam!"
Mariam pun menutup sambungan telepon bersama Suaminya.
Bukannya pergi menuju dapur,Mariam malah kembali ke kamar Satria dimana Bibah beristirahat.
Dan benar saja, ternyata Bibah tidak tidur dari tadi, dia sedang mondar mandir sambil menggigit kuku kuku jarinya dan wajahnya terlihat cemas.
"Sebenarnya ada apa sih Bib!coba cerita sama Teteh, mungkin Teteh bisa bantu!Kak Bima udah cerita soal kejadian yang hampir menimpa kamu!kok kamu gak cerita sih sama Teteh?kita kan keluarga!"Mariam mencoba mendesak Bibah agar terbuka kepada nya.
__ADS_1
"Maaf Teh! Bibah gak mau bikin Teteh cemas! Alhamdulillah Bibah gak apa apa Kok,,tapi,,,"
Bibah menghentikan ucapannya.
"Tapi apa?!Ayo ceritakan!Kamu gak usah sungkan!Teteh pasti mengerti urusan perempuan!"Desak Mariam penasaran.
"Emmm,Teh! Apakah jika kita mengucapkan sebuah janji atau nazar harus benar-benar ditunaikan ya?!"Tanya Bibah tiba tiba.
"Ya iya dong! Kamu juga pasti lebih tahu kan tentang hukumnya!kenapa emangnya Bib?!"
Jawab Mariam ,dia terlihat antusias mendengar kan Curhatan Adiknya.
"Emm,,Kemarin saat Bibah sedang di kerubuti para Geng motor itu,Bibah berdoa kepada Allah dan berjanji jika Allah kirim kan pertolongan berupa seorang Pria,Bibah akan jadikan dia calon Suami dan jika seorang perempuan semua permintaan nya akan dikabulkan,,,"
"Lalu?!Allah mengirimkan Siapa?!"
Bibah sangat penasaran.
"Seorang Pria!"
Jawab Bibah malu malu.
Mariam tak kuat menahan tawanya.
"Oh ya?!Dan kamu tahu siapa Pria itu?!"
Tanya Mariam sambil cekikikan.
"Teh Iyam malah ngetawain Aku sih!"
"Ya Kamu! Makanya jangan asal nazar nazar gitu,Kamu tahu kan jika kita berjanji,ya harus ditepati!Terus kamu tahu siapa dia?!"
Bibah malah diam tak menjawab.
"Bibah!?Kamu tahu siapa dia kan?!"Desak Mariam.
Bibah mengangguk perlahan,dia terlihat Frustasi.
"Siapa?!bilang sama Teteh!"
"Tapi Teteh janji jangan bilang sama siapapun dulu termasuk Kak Bima!"
"Oke,oke, Teteh janji! sebelum kamu siap Teteh gak akan bilang!"
"Dia,dia,,,Pak Roy!"Jawab Bibah begitu gugup.
"Apa ?!Siapa kamu bilang?!Roy?!Roy yang mana?!"Mariam terlihat tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Ya, Pak Roy yang itu Teh!Pak Roy yang kerja di perusahaan Kak Bima!"
"Apa?!Ya Ampun Bibah!kenapa harus dia sih!? maksud Teteh kenapa kamu harus nazar seperti itu sih!"
"Ya gimana lagi Teh! Bibah takut banget Waktu itu!Bibah juga gak mau nikah sama dia!terus gimana dong!"
Mariam terlihat ikut bingung, sebenarnya ada apa dengan Roy?
Apa dia benar seorang Gay?!
__ADS_1
Atau ada yang lainnya?!
bersambung..