
"Teh Mariaamm!!"Teriak Fatimah sambil berhambur memeluk kakaknya yang beberapa hari ini menghilang.
Fatimah sempat putus asa belum mendapatkan kabar sama sekali dari Bima.
Ditambah lagi Umi mereka menelepon Kata nya akan datang berkunjung ke rumah kontrakan untuk menemui mereka bersama Rasyid.
Siang ini Fatimah berniat menelepon Bima untuk menanyakan kembali perihal
y tanda ada pesan masuk dan itu dari Bima.
"Fat,bisa segera datang ke alamat ini,ada kejutan untuk mu!"
Begitu isi pesan nya.
"Apa ini tentang Teh Mariam?!"
Fatimah membalas chat dari Bima.
"Datang saja dulu,apa kamu di kantor Irsyad?!"
Balas Bima kembali.
"Tidak Kak,Aku tidak masuk kantor hari ini, Kak Irsyad ke luar kota,ada meeting mendadak di kantor cabang hari ini!"
Balas Fatimah kembali.
"Kalau begitutunggu lah!Supirku akan menjemputmu!"
Fatimah sangat deg deg an menunggu jemputan yang dikirim Bima untuknya,dia berharap kejutan itu benar benar Mariam yang sudah Bima temukan.
***
Mariam dan Fatimah berpelukan erat melepaskan rasa yang bercampur aduk dari perasaan masing masing.
"Teteh baik baik saja kan?!"Tanya Fatimah sambil meraba raba lengan Kakaknya itu,dia terlihat kurus dan matanya terlihat sayu, mungkin karena kelelahan dan terus menangis.
Mariam hanya mengangguk dan mereka pun kembali berpelukan.
"Terimakasih sudah membawa kakak ku pulang dengan selamat,kak!"Kata Fatimah sambil menatap ke arah Bima yang sedang terpaku melihat adegan mengharukan pertemuan kakak beradik tersebut.
"Ehemm! Sebenarnya aku lah yang sudah membawa Kakak mu pulang!"
Terdengar suara deheman dari arah belakang Fatimah.
Fatimah pun menoleh ke arah asal suara,pria tampan yang mirip oppa oppa korea berdiri tepat dibelakang nya.
Dia sangat mengenal Arjuna,artis pendatang baru yang memulai debutnya sebagai penyanyi solo dan lagunya yang berbahasa Inggris langsung meledak di pasaran.
Dengan reflek Fatimah menyanyikan lagu milik Arjuna di bagian reff nya,,
"Arjuna Rain?!
Ya ampun kamu benar benar Arjuna Rain?!"Seru Fatimah dengan histeris.
"Kamu tahu siapa Aku?!"Jawab Arjuna dengan kesombongan nya, akhirnya ada yang mengenalinya juga sebagai selebriti, setelah dari tadi dia merasa terus di cemooh.
"Iya,dong!Aku bahkan ngefans sama kamu,aku suka banget sama lagu kamu,ya ampun,mimpi apa aku semalam,Oh my God!!"Fatimah begitu heboh bertemu dengan artis idola nya.
Mariam dan Bima hanya saling pandang,Tuan Danu dan Nyonya Liana geleng geleng kepala sambil senyam-senyum melihat kelakuan anak anak muda jaman sekarang.
Mariam di buat malu dengan kelakuan narsis adiknya itu.
__ADS_1
'Ya ampun Fat , bahkan katanya kamu mau menikah dengan Irsyad!'Batin Mariam.
"Fat,,Mau kemana, jangan malu malu in Kakak!"Bisik Mariam ketika Fatin diajak ke taman depan oleh Arjuna.
"Kita hanya mau Foto foto teh, bentar aja!"
Jawab Fatimah sambil memohon.
Kemudian tanpa menunggu jawaban dari Kakak nya dia langsung mengikuti Arjuna ke taman di depan rumah mereka.
"Kemarin kemarin saja dia bilang nya ngefans sama aku, sekarang aja udah beda lagi,dasar perempuan suka labil!"Gumam Bima.
"Kamu kan udah gak jadi artis Bim,jadi terima saja lah jika para Fans kamu pada pindah haluan,hahaha!"Kata nyonya Liana.
"Maaf kan kelakuan adik saya Nyonya,dia memang suka begitu,narsis!maklum dia masih muda!"Mariam sangat malu dengan kelakuan Fatimah yang terlihat kecentilan jika berhadapan dengan pria ganteng.
"Ah tidak apa apa,dia pasti masih seumuran Juna,dia sangat cantik!"Puji Nyonya Liana.
Fatimah terlihat masuk lagi ke dalam rumah beriringan dengan Arjuna yang pecinta dan gak bisa diam,dia terus saja berceloteh bercanda dengan Fatimah.
"Seperti nya saya harus pulang,saya ingin beristirahat, terimakasih atas kebaikan Tuan dan nyonya juga Pak Bima!"
Kata Mariam berpamitan,Karena belum ada status jelas diantara Mariam dan Bima, Mereka masih memposisikan diri masing masing sebagai atasan dan bawahan saja.
"Kami sangat senang kamu sudah selamat dan baik baik saja,Bima bilang kerja kamu bagus,Aku berharap kamu bisa terus mendampingi Bima sebagai sekertaris nya dan mendukung nya terus!"Kata Pak Danu dengan hangat.
"Terimakasih atas kepercayaan nya Tuan!Kalau begitu saya permisi dulu!"Kata Mariam sambil membungkuk kan badan nya memberi hormat.
"Biar aku antar!"Kata Bima.
"Aku ikut!"Seru Arjuna.
"Tidak usah!Apa apaan sih!"Tolak Bima .
"Kamu jangan macam macam,dia sudah ada yang punya!"Ancam Bima, mengingat kan adiknya yang playboy
"What?!Kamu sudah menikah!?"Arjuna begitu terkejut Kakaknya bilang Fatimah sudah ada yang punya.
Fatimah menggelengkan kepalanya,
"Belum,tapi dia sedang proses ta'aruf dengan seseorang!"jawab Mariam.
"Ta'aruf?!"
Arjuna terdengar asing dengan kata itu.
"Dia sudah punya calon suami, Dodol!"Kata Bima sambil menjitak kepala adiknya itu.
"Kalau begitu kami permisi dulu,mari semuanya, Assalamualaikum!"Kata Mariam sambil bersalaman dengan nyonya Liana di ikuti Fatimah.
Mariam pun akhirnya pulang ke rumah kontrakan nya bersama Fatimah diantar oleh Bima.
"Sebenarnya Teh iyam bersembunyi dimana sih, sampai susah banget nemuin nya, padahal kak Bima sudah mengerahkan banyak pengawal untuk mencari Teteh?"Tanya Fatimah ketika mereka masihkah dalam perjalanan pulang.
"Ada warga yang berbaik hati menolong Teteh,Fat, dan Alhamdulillah semua warga di kampung itu baik semua,jadi kemungkinan mereka semua sengaja menyembunyikan keberadaan Teteh disana!"Jawab Mariam.
"Pantas Para pengawal ku kesulitan mencari, rupanya mereka semua bersekongkol untuk menyembunyikan mu!"Kata Bima.
"Mereka takut Wira yang menemukan ku lagi,,",Jawab Mariam.
"Lalu Siapa yang mengejar ngejar mu hingga Juna yang menyelamatkan mu tadi?!"Tanya Bima penuh selidik.
__ADS_1
"Dia,,hanya orang iseng!"Jawab Mariam ragu,dia tak ingin Bima tahu jika Sahrul lah yang telah menahan dia dirumahnya dan Sahrul lah yang mengejar nya tadi.
"Sudahlah yang penting kakak sudah selamat sekarang!"Kata Fatimah sambil memeluk kakaknya.
"Astaghfirullah, Fatimah lupa!hari ini Umi akan datang kak!untung saja kakak Sudah pulang!"Teriak Fatimah setengah loncat dari tempat duduknya.
"Umi?!"Tanya Bima.
"Iya,,Umi kita kak!Calon mertua Kakak!"Goda Fatima.
Mariam memukul pundak adik nya.
"Apaan Sih,Fat!"
Bima tersenyum,jantung nya langsung deg deg an mendengar calon mertua nya akan datang.
"Kapan datangnya , Fat?!"Tanya Bima,dia harus mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Ibunya Mariam.
"Mungkin Sore Kak!"Jawab Fatimah sambil meringis karena Mariam mencubit nya agar tutup mulut.
"Setelah ini aku akan belanja untuk keperluan kalian menyambut Umi, tidak usah masak,kalian pasti lelah,aku akan pesankan makanan,kira kira makanan kesukaan Umi apa,ya Fat?!"Bima hanya bertanya kepada Fatimah karena dia tahu Mariam pasti tidak akan menjawab pertanyaan seperti itu.
"Emm,apa ya, kak?!"Fatimah malah bertanya kepada kakaknya.
"Tidak usah repot-repot,nanti kita beli sendiri!"Jawab Mariam.
"Ya, sudah!aku akan pesan semua jenis makanan!"Kata Bima Karena Mariam terus terusan menolak tawaran nya.
"Umi suka masakan khas Sunda,Kalau Rasyid dia suka masakan ala ala Korea gitu!"Jawab Fatimah menengahi kedua nya yang selalu berdebat.
"Nanti aku akan pesankan semua makanan nya,kamu WA aja Kak Bima jika ada yang kalian butuhkan,Ya!?"Kata Bima sambil memberhentikan mobil nya di depan rumah kontrakan Mariam.
"Kakak gak mampir dulu?!"Tanya Fatimah setelah turun dari mobil.
"Kakak mau belanja dulu,nanti kesini lagi, lagipula Kakak mu butuh istirahat,tolong jagain dia ya?!"kata Bima sambil melirik ke arah Mariam yang terus langsung mengalihkan pandangannya begitu Bima menatap nya.
"Siap Kak!tenang aja, akan ku pastikan dia aman dan baik baik saja!"Jawab Fatimah sambil memberi hormat kepada Bima.
"Kamu istirahat ,ya,jangan mikirin dulu kerjaan, Bolehkan nanti aku kesini lagi,aku ingin bertemu dengan Umi nya kamu!"Kata Bima meminta izin kepada Mariam.
"Memang nya Mau apa ketemu sama Umi!?"Tanya Mariam sambil memainkan kakinya di teras sambil menunduk,tak sekalipun ia berani menatap Bima.
"Yaa,mau ketemu aja, silaturahmi,gak boleh gitu?!tenang aja,aku gak bakal ngelamar kamu dulu kok,Aku juga masih belum siap!" jawab Bima.
Plong
Akhirnya Kekhawatiran Mariam menghilang, mudah mudahan saja Umi nya nanti tidak banyak pertanyaan dan Bima tidak berkata macam macam kepada Umi nya.
"Ya sudah!"
Jawab Mariam, lalu ia berlari ke dalam rumah, pipinya memerah seperti tomat , dadanya terasa berdebar begitu kencang, Apakah ini yang dinamakan cinta?
Bima tersenyum kegirangan,
"Yess!!"
gumam nya,dia langsung masuk ke dalam mobilnya, menuju supermarket untuk berbelanja keperluan rumah Mariam dan dia pun memesan banyak makanan untuk calon mertua nya.
"ohh,rupanya disini rumah para Bidadari itu?!"
Arjuna mengawasi rumah Kontrakan Mariam dan Fatimah dari kejauhan.
__ADS_1
"Baiklah,akan ku buat Fatimah itu tergila gila padaku,gak peduli dia sudah punya pacar atau belum,sebelum janur melengkung, siapa pun berhak mendapatkan nya, bukan?! Pokoknya aku harus mendapatkan wanita unik seperti dia!"Arjuna berbicara sendiri di dalam mobil sambil menatap ke arah rumah Mariam dan Fatimah.
### next...