
Seperti nya dia berniat menghancurkan rumah tangga kalian,dia menyuruh ku untuk mengambil lagi Mariam darimu, dan dia akan merebut mu, dia juga memiliki senjata yang sangat ampuh!kamu harus berhati hati!"Wira
membeberkan semua niat busuk Tyas.
"Untuk apa kamu memberitahukan nya kepada ku?!"Bima tidak yakin dengan Wira.
"Aku hanya ingin menebus semua kesalahanku di masa lalu,aku sadar tidak akan mudah bagimu untuk percaya, tapi aku sudah mengingatkan mu, selanjutnya terserah kamu saja!"Kata Wira sambil berdiri untuk berpamitan.
"Tunggu!maksudku, bagaimana kamu bisa kenal dengan Tyas?"Tanya Bima penasaran.
"Dia adalah teman kuliah ku dulu,dia memang terkenal licik dari dulu, target nya adalah para pria kaya,sebelas dua belas lah dengan Sofi!"Jawab Wira.
"Lalu kemarin dia datang kepada ku mengajak bekerja sama untuk memisahkan mu dari Mariam,dia sudah menemui Ibumu dan menghasut nya!Apa benar,Anak Tyas itu adalah anak kamu?!Soalnya dia bilang Anak nya adalah senjata untuk mendapatkan mu kembali padanya!"Wira membeberkan semua rencana jahat dari Tyas.
"Apa?! Anak yang mana?!Aku bahkan tidak tahu dia sudah punya anak!"Elak Bima.
"Dia bilang, ketika dia menikah dengan suaminya,dia sedang hamil anak kamu, karena takut Andre meninggalkan nya, dia merahasiakan nya darimu juga Andre!"
"Enak saja! bahkan aku tidak pernah menyentuh nya!bisa bisa nya dia berbohong,ya ampun apa lagi ini!?"Bima memijit kepala pelipis matanya, kepala nya terasa pusing,ada aja masalah.
"Ibumu ingin melakukan Tes DNA bahkan!"Timpal Wira.
"Ya sudah biarkan saja! hasilnya tidak akan cocok pasti!"Kata Bima begitu yakin.
"Kamu yakin?!Tyas adalah wanita pintar dengan segudang akalnya, aku yakin dia pasti akan memanipulasi semuanya."Kata Wira mengingatkan.
"Kita lihat saja nanti! Allah pasti akan menjaga kita!"Kata Bima tidak gentar sedikitpun.
"Aamiin, Baik lah kalau begitu Aku permisi dulu,aku akan terus menghubungi mu jika ada kabar baru,Aku berpura pura menjadi sekutu Tyas agar bisa terus memantau nya."
"Apa yang kamu inginkan?kamu ingin perusahaan mu kembali?!"Tanya Bima sebelum Wira keluar.
"Aku sudah bilang, Aku hanya ingin menebus dosaku di masa lalu, lagipula sekarang aku masih sibuk mempelajari ilmu agama di pesantren,jadi kamu tidak usah khawatir, aku tulus membantu kalian!"kata Wira sambil berdiri dan bersiap untuk pergi.
"Terimakasih Wira, semoga Allah meridhoi kita agar selalu ada di jalan nya."Ucap Bima sambil menjabat tangan Wira.
Wira pun keluar dari kantor Bima dan langsung menuju Pesantren tempat ia menimba ilmu agama.
*****
"Hasilnya sudah keluar Tante,dan hasilnya Cocok dengan DNA Bima!"Kata Tyas sambil memperlihatkan hasil tes DNA Anaknya Gabriel dan Bima, mereka berada di sebuah rumah hasil pilihan Nyonya Liana.
"Aku akan beritahu Bima nanti!aku akan menghubungimu jika Bima dan suami ku sudah membuat keputusan!"Kaya Nyonya Liana sambil pergi begitu saja dengan wajah yang datar.
"Tante!!"Teriak Tyas.
"Apa Tante tidak menginginkan seorang Cucu?!"
"Tentu saja ingin,tapi aku dan suamiku menginginkan keturunan dari bibit dan bebet yang baik, sekarang Aku sudah memiliki menantu yang baik,dia pasti akan memberi ku Cucu!"
__ADS_1
"Jadi maksud Tante, Gabriel bukan dari keturunan baik?Jadi kalian tidak menginginkan anak ku?!"
"kita lihat saja nanti!"
Nyonya Liana pun pergi meninggalkan Tyas yang kesal dengan sikap nya yang acuh tak acuh.
"Sialan!bisa berantakan rencana Gue! seperti nya mereka tidak terpengaruh dengan rencana ku! bagaimana dengan Wira ya,apa dia sudah bertindak?!"
Tyas berjalan meninggalkan Rumah sakit tersebut sambil menelepon Wira.
"Bim,bisa kita bertemu,ada yang mau Mamah bicarakan, tapi jangan sama Mariam,ini penting!"
Nyonya Liana segera menghubungi Putranya begitu hasil Tes DNA itu keluar.
"Kita bertemu di restoran biasa Mah, atau mamah mau dateng ke kantor?!"
Jawab Bima.
"Ya sudah kalau kamu tidak sibuk,Mamah datang ke kantor Kamu aja sekarang!"
"Baik Mah,Bima tunggu!"
Jawab Bima sambil menutup sambungan telepon nya.
**
Bima langsung kepada inti nya.
"Kamu sudah tahu?!"
Tanya Nyonya Liana sambil meminum kopinya.
"Aku tidak pernah menyentuh dia Mah! asal Mamah tahu aja, meskipun dulu aku berkecimpung di dunia hiburan,tapi dari dulu aku bukan penganut **** bebas atau pun pergaulan yang gak jelas kayak gitu!"Kata Bima.
"Lalu bagaimana dengan ini?"Nyonya Liana pun memberikan surat hasil tes DNA kepada Bima.
Bima pun membuka dan membaca nya.
"Kita melakukan tes di rumah sakit yang Mamah rekomendasi kan Kok!jadi gak mungkin jika ada kesalahan!"Kata Nyonya Liana.
"Tyas orang nya licik dan pintar dalam bidang tipu menipu Mah, apa pun bisa dia lakukan!Kita lakukan sekali lagi tanpa sepengetahuan dia,pasti hasilnya negatif!"
"Baik! Mamah percaya kok sama kamu,lalu bagaimana jika dia terus-menerus mendatangi Kita,Bim?Dia tetap pada pendiriannya, jika kamu adalah Ayah kandung dari Anaknya!"
Tanpa mereka sadari, Mariam berdiri di belakang pintu ruangan Bima,dia mendengar perkataan Nyonya Liana barusan.
Mariam yang baru datang hanya mendengar kan sebagai percakapan mereka, Mariam hanya bisa menangkap pembicaraan bahwa Bima adalah ayah kandung dari Anaknya Tyas.
Lutut nya terasa lemas begitu mendengar kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui,dia yang selama 6 bulan menikah dengan Bima dan belum di karuniai seorang anak pun merasa minder dan takut jika Tyas benar benar akan merebut nya dari pelukan nya.
__ADS_1
Dengan air mata yang mengalir, Mariam bergegas pergi dari kantor Suaminya dengan membawa kesedihan dan kekhawatiran yang mendalam,dia benar benar cemas kali ini, rumah tangga nya takut hancur yang kedua kalinya.
Tiba-tiba ponselnya berdering, Mariam mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak di kenal.
"Hallo,Nyonya Bima!ini aku Tyas,bisa kita bicara sebentar!?"
"Baik,dimana?!"
"Aku tunggu sekarang juga di Restoran Senja!"
"Baiklah!"
Mariam bertekad tidak akan menyerah begitu saja, dia akan menyelesaikan semuanya dengan caranya sendiri.
Mariam tidak ingin kehilangan Bima apapun caranya.
Dia akan tunjukkan kepada Dunia,jika dia bukanlah wanita lemah yag selalu akan mengalah, tidak kali ini.
Dia pun bergegas pergi ke tempat yang disebut kan oleh Tyas.
***
"Mau pesan apa?biar aku yang traktir! karena sebentar lagi aku akan menggantikan mu menjadi Nyonya Diningrat!Kamu jangan nangis ya, Salah siapa belum bisa ngasih keturunan kepada keluarga Diningrat, sedangkan Aku,Aku sudah memiliki putra bersama Bima sejak kami pacaran dulu!"
Tyas langsung daja mengejek Mariam begitu mereka bertemu di tempat mereka janjian.
Mariam tersenyum di balik cadar nya.
Dengan santai dia memanggil pelayan dam memesan beraneka makanan dan minuman yang harganya nya paling mahal.
"Kamu begitu percaya diri Tyas!Jika memang apa yang dikatakan oleh kamu itu benar adanya,Aku tidak masalah kok, jika harus mengurus anakmu dan Bima, lagipula Bima itu sangat tergila-gila dengan ku, jadi jangan bermimpi jika dia akan meninggalkan ku,Dia tak akan pernah melepaskan ku, begitu juga Aku, kami tidak akan terpisah kan!
jadi ,kamu hanya cukup serahkan saja Anak kamu itu,jika benar dia anak Bima,dan Aku tidak keberatan mengurus nya!"
Jawab Mariam dengan begitu santai dan tenang.
"Oh, No! tidak semudah itu!Aku tahu jika Tente Liana dan Om Danu sangat menginginkan seorang Cucu, Aku tidak akan menyerahkan Gabriel kepada kalian, jika Bima menginginkan nya, dia harus menikahi ku dan harus meninggalkan mu,baru mereka bisa memiliki Gabriel seutuhnya sebagai penerus keluarga Diningrat! Apa kau mengerti,gadis Kampung!jadi sebelum Bima yang meninggalkan mu,dan itu akan lebih menyakitikan bagimu, sebaiknya Kau saja yang meninggalkan nya duluan, itu lebih terhormat daripada kau di buang oleh keluarga Diningrat, bukan?!"
Tyas memaki Mariam dengan begitu menyakitkan.
Mariam sekuat mungkin menahan Amarahnya.
Tangan nya memegang erat tali tas yang ia bawa.
Jika benar apa yang dikatakan Tyas?
Apa yang harus ia lakukan, dia tak ingin menghalangi keluarga Suami nya untuk memiliki seorang Cucu yang dudah Bima dapatkan dari Tyas.
Lalu bagaimana nasib rumah tangga nya nanti bersama Bima?!
__ADS_1