
Irsyad baru saja mendapatkan alamat rumah Mariam di kampungnya dari kampus tempat Mariam kuliah.
Dengan segera Irsyad menuju alamat itu karena ingin memastikan Mariam ada disana dan apakah ia baik baik saja.
Hari sudah semakin gelap,namun Irsyad agak kesulitan menemukan rumah Mariam Karena ia sama sekali belum pernah mengenal daerah itu.
Berkali kali ia salah jalan dan tersesat karena mengikuti arahan gogle map.
Dia bertanya kesana kemari dan akhirnya ia pun memutuskan berhenti di sebuah kedai bakso yang masih buka.
Setelah melaksanakan shalat Magrib perutnya terasa keroncongan.
Namun saat ia hendak masuk ke kedai itu seseorang yang ia kenal menunjuk nya tiba tiba.
"Dia!!Dia adalah calon Suaminya!"Kata Mariam menunjuk Irsyad yang tiba tiba muncul di depan kedai nya.
"Mariam?!"
senang rasanya akhirnya Irsyad menemukan Mariam di Situ.
Irsyad pun menghampiri Mariam yang sedang duduk bertiga dengan seorang pria muda.
"Nah,Dia Irsyad ,Zam,Calon Suami Fatimah,dia adalah sepupu dari Suami Kak Mariam,Iya kan Sad?! kebetulan sekali kamu datang!"Kata Mariam sambil menatap Irsyad dan mengedip ngedip kan kedua matanya memberi kode agar Irsyad mengiyakan saja perkataan nya.
"aahh,I iya,hallo,Saya Irsyad!"Jawab Irsyad sambil menyodorkan tangan kanannya mengajak Azam bersalaman.
Azam bangkit dari duduknya dan tanpa membalas tangan Irsyad Azam pergi meninggalkan mereka dengan perasaan yang tak dapat lagi ia ungkapkan dengan kata kata.
"Aduh maaf Sad,kita harus melibatkan kamu berbohong kepada Azam!"Kata Mariam setelah Azam pergi.
"Sebenarnya ada apa sih?"Tanya Irysad penasaran.
Mariam pun menceritakan tentang Fatimah dan hubungan nya dengan Azam tadi.
Irsyad pun mengerti dan ia tidak masalah dilibatkan seperti itu.
"Bagaimana hubungan mu dengan Wira?! Kalian pisah?!"Tanya Irsyadul kepada Mariam.
"Tidak! siapa yang bilang?!"Jawab Mariam.
"Ya ,,kali aja!Kamu kan sekarang ada disini,jadi aku pikir kamu udah cerai sama Wira!"
"Kamu kok ngomong gitu sih Sad!pengen banget kayak nya aku cerai sama A Wira!"Kata Mariam kesal.
"Ya,iyalah Mar!!Jujur ya,aku tuh suka sama kamu dari Semenjak kita bertemu,andai saja Wira tidak datang,kita pasti akan hidup bahagia, Mar!"jawab Irsyad mengutarakan perasaannya selama ini.
"Sad!!Apapun yang terjadi itu semua nya sudah menjadi Takdir Tuhan yang harus kita jalani,jadi kita tidak bisa menyalah kan siapa pun apalagi menyalahkan takdir Aku dan A Wira pun sudah berusaha menerima satu sama lain."
Jawab Mariam yang begitu menohok menghujam jantung Irsyad.
"Kamu jatuh cinta kepada Wira?!"Tanya Irsyad lagi,dia ingin tahu perasaan Mariam yang sebenarnya.
"Saat ini kita sedang sama sama mendalami perasaan masing-masing,jadi jalani saja dulu!Aku berharap kamu mengerti posisiku Sad,Aku sudah bersuami kini,dan berhentilah mengharapkan ku,,"Kata Mariam.
Irsyad terdiam, dia menatap nanar ke arah wanita yang sangat ia cintai di depannya.
"Aku tak akan berhenti berharap sampai detak jantung ku berhenti,Mar,Cintaku akan utuh untukmu,jika kamu butuh seseorang untuk kembali,aku akan setia menunggu mu!"Kata Irsyad ke
"Sad,,!!"
"Mar!jangan pernah menyuruh ku berhenti mencintaimu!
"Sad!Aku harap ini adalah yang terakhir kalinya kita saling bicara,aku yakin A Wira tak akan suka jika tahu kamu menemuimu di sini!"
"Aku tidak peduli Mar!"
"Jika benar kau mencintaiku,Kau harus peduli Sad!bukan kah cinta tidak harus memiliki?!"
Fatimah terlihat jengah mendengar perdebatan Kakaknya dengan seorang pria asing.
Kepalanya pusing di lempar kesana kemari bak menonton pertandingan sepak bola.
__ADS_1
"Ini sudah Malam,maaf kita harus segera tutup!"Kata Fatimah mengusir Irsyad secara halus.
Irsyad melirik ke arah Fatimah,ia kesal karena sudah diusir.
"Terimakasih atas bantuan nya tadi Kak,tapi Kakak ku tidak boleh stres dan lelah,dia harus beristirahat!!"Kata Fatimah lagi.
"Tapi semuanya tidak ada yang gratis kan?!"Kata Irsyad masih belum puas.
"Apa maksud mu?!"Mariam mulai kesal.
"Aku lapar , bisakah kalian buatkan aku makanan?!"Kata Irsyad dengan wajah memelas.
"Ohh,Ya ampun!aku pikir apa!Ya sudah ,Fat,buatkan dia nasi goreng, setelah itu suruh dia pulang,kakak masuk dulu,biar Rasyid yang temani ,ya?!"Kata Mariam Kepada Adiknya.
Fatimah pun mengangguk lalu bangkit dari duduknya dan beranjak menuju dapur.
Sedangkan Mariam berlaku masuk ke dalam rumah.
****
Wira yang sedari tadi menghubungi Mariam mulai kesal , panggilan tidak dia angkat angkat.
Akhirnya ia pun menghubungi Rasyid dan melakukan Video call dengan nya.
"Mana Teteh mu ,Syid?!"Tanya Wira.
"Sedang ada tamu A,dia di kedai bersama Kak Fatimah!"Jawab Rasyid sambil mulutnya tak berhenti mengunyah permen karet.
"Tamu siapa?! coba aku lihat!"Kata Wira penasaran.
Rasyid berjalan menuju kedai dan memutar camera ponselnya diarahkan kepada kedua kakaknya yang sedang ngobrol berempat.
"Irsyad?!sedang apa dia situ?!"Kita Wira,dia tidak suka Irsyad ada disitu,
"Untuk apa lagi dia menemui istriku,dasar brengsek!!"gumam Wira
"Syid,kakak boleh minta tolong?!"Tanya Wira.
"Aku kenal Dengan salah satu pria itu,aku ingin tahu ada perlu apa dia dengan Kakak mu itu,kamu bisa kan?!jika terus diam di situ dan merekam Video nya?!"
Rasyid seperti berpikir.
"Ayolah!!Aku belikan hadiah nanti, apapun yang kamu minta!"bujuk Wira.
"Beneran?!"Tanya Rasyid antusias.
"Iya,, kapan aku bohong ?!"jawab Wira.
"Aku ingin mainan pesawat tebang yang pake remote itu!"
"Beres!!tenang aja,buruan rekam,dari dekat,ya,!biar kedengaran!"Kata Wira.
"Iya,iya!!"Rasyid pun berdiri di balik rak piring dan merekam Kakaknya yang sedang mengobrol dengan Irsyad Azam dan Fatimah.
Wira terlihat geram mendengar percakapan mereka,
"terus merekam Rasyid,jangan dimatikan!"Kata Wira sambil beranjak dari meja kerjanya dan memanggil Doni.
"Don!Cari alasan jika Sofi menanyakan ku! Aku harus menemui Mariam!"Kata Wira sambil berlari menuju mobilnya.
Karena banyak pekerjaan yang menumpuk gara gara terus menjaga Sofi setelah Sofi kecelakaan,Wira banyak menghabiskan waktunya di kantor.
Sofi sudah mulai membaik memang,dia tidak over protective lagi kepada Wira,Sofi hanya mengambil job yang tidak terlalu menyita waktu nya,dan dia sering ada waktu untuk Wira.
Tapi Wira sepertinya yang banyak menghindari Sofi, dia lebih banyak menyibukkan diri di kantor dan hanya bertemu dengan Sofi sesekali saja.
**
Dengan kecepatan penuh Wira melajukan mobilnya menuju rumah Mariam.
"Aku matikan ponsel nya Ya,A?!pria itu sudah pergi!"
__ADS_1
BIP
Rasyid mematikan ponselnya tanpa menuggu persetujuan Wira,karena Kakak nya sedang menuju tempat nya berdiri dan ia takut ketahuan.
Wira semakin cepat mengemudikan mobilnya,ia yakin Irsyad sudah pergi dari rumah Mariam,dan pastinya akan berpapasan dengan nya di jalan.
Dan benar saja,Wira berpapasan dengan mobil milik Irsyad di tikungan yang menuju rumah Mariam.
Wira mencegat mobil Irsyad dan menyuruhnya untuk turun.
"Bughh!"
Wira memukul Irsyad dengan keras hingga mulutnya berdarah.
"Kenapa kau selalu saja mengganggu istri ku,hah?!"
"Aku tidak mengganggunya,aku hanya memastikan kalau dia baik baik saja!"Jawab Irsyad sambil mengelap darah dari sudut bibirnya.
"Kau bahkan tidak punya hak untuk sekedar memikirkan nya!Kata Wira dengan tangan nya yang mengepal di menahan amarah!"
"Dan kau tidak berhak mengatur pikiran ku,Wira!!"Jawab Irsyad sambil mendorong tubuh Wira agar menjauh darinya.
"Dia adalah milik ku, Irsyad!dan kau berhenti lah menginginkan nya, Karena aku tak akan melepas kan dia sampai kapan pun!"
"Aku tidak akan berhenti sampai melihat dia benar benar bahagia?dan kau malah membuatnya menderita! jadi,Kau lah yang seharusnya pergi dari kehidupan nya, Wiranata!!"Irsyad tak mau kalah.
"Brengsek kau!! Jangan berharap lebih,dia akan tetap jadi milik ku!!"Kata Wira sambil masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju rumah Mariam segera.
***
Setelah selesai shalat isya Mariam berbaring di tempat tidur nya, pikiran nya sedang berkecamuk memikirkan Fatimah.
Tiba tiba pikiran nya membayangkan wajah Wira yang sudah beberapa hari ini tak ia lihat,
Ia meraih ponselnya nya yang sedang di Charge diatas nakas.
Beberapa panggilan tak terjawab dari Suami nya beberapa jam yang lalu tak sempat ia angkat karena dari tadi ia mengurus urusan Fatimah dengan Azam ditambah kedatangan sosok Rasyid yang tiba tiba,membuat ia lupa tidak mengecek ponselnya.
Mariam mencoba menelpon balik Suaminya itu, tapi Ponsel milik Wira sepertinya sedang tidak aktif.
Kantuk menyerang nya, akhirnya Mariam pun tertidur sambil memeluk ponselnya yang terdapat Foto Wira didalamnya.
Wira bergegas mencari sosok Istri nya sesampainya ia di rumah Mariam.
"Teh Iyam sudah tidur!"Kata Rasyid yang sedang asyik menonton TV.
"A,mana pesanan ku?!"Kata Rasyid menagih janji Wira tadi kepada nya.
"Suttth! Besok lah,masa jam segini"Bisik Wira menyuruh adik ipar nya itu agar tidak ribut.
Wira pun masuk ke kamar Mariam dan mendapati nya sudah terlelap tidur.
Wira mengelus pipi Mariam dengan lembut, lalu mengecup keningnya berkali kali berlanjut ke arah bibirnya.
Mariam terbangun dan menatap Wira dengan lekat,
"Apakah ini mimpi?!"Gumam Mariam.
"Aku mencintaimu!"Ucap Wira sambil mengecup bibir ranum Mariam.
Mariam tercekat mendengar kata yang baru pertama kali ia dengar itu.
Mariam membalas kecupan Wira dan mereka saling berpagut semakin dalam.
Wira mulai naik ke atas tempat tidur Mariam, tangan nya mulai menjelajahi dua gunung kembar milik Mariam dan membuka kancing baju nya hingga terpampang jelas di matanya, sesuatu yang indah yang dan padat membuat dadanya bergemuruh hebat.
**
Bersambung,,,
semoga kali ini gak ada gangguan ya,,
__ADS_1
ditunggu like nya yang banyak ya ,komen juga dong biar rame,jadi author nya tambah semangat buat up terus.