MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Talak tiga


__ADS_3

Operasi pengangkatan Janin dari rahim Mariam berjalan lancar.


Kini Mariam sudah dipindahkan di ruang inap biasa, kondisinya sudah mulai membaik dan ia sudah sadarkan diri.


Bima sudah tidak terlihat lagi di rumah sakit,hanya Bi inah yang selalu ada disampingnya kini.


Bima harus menyelesaikan pekerjaan nya,dan Papah nya memanggil nya ke perusahaan milik keluarga nya.


"Non,Bibi mau ke musholla,mau shalat isya dulu ya!"Kata Bi Inah setelah selesai membantu Mariam Melaksanakan shalat isya.


"Iya,Bi,,!"


"Non, gak apa apa bibi tinggal sendiri?"


Tanya Bi Inah,dia begitu khawatir melihat kondisi Mariam yang selalu dirundung kesedihan setelah janin nya diangkat dari rahimnya.


"Gak apa apa,Bi, Mariam baik baik saja Kok!"Jawab Marian pelan, kondisinya memang masih sangat lemah setelah operasi , apalagi dia masih dilanda kesedihan,bayinya kini sudah tidak ada didalam perutnya.


"Ya sudah,Bibi hanya sebentar,kok, sekalian Bibi mau cari makanan kesukaan Non dulu ,ya!"


Mariam mengangguk pelan.


***


Wira yang sedang diliputi kesedihan karena calon jabang bayi miliknya kini sudah tiada, ditambah rasa bersalah kepada Mariam yang mulai merambat di sanubarinya.


Setelah urusannya dengan polisi selesai,ia kembali ke rumah sakit berniat ingin menemui Mariam dan meminta maaf,meski mungkin sudah terlambat.


"Kreeettt!"


Suara pintu kamar dibuka seseorang,


Mariam sedang berdzikir tangannya memegang biji tasbih.


"Sudah pulang lagi Bi?!Kok cuman sebentar,apa ada yang tertinggal?"Tanya Mariam tanpa menoleh siapa yang datang.


Tiba tiba seseorang mencekik nya dari belakang dengan begitu kuatnya, tangan Mariam meronta ronta mencoba menghentikannya.


Dengan sisa tenaganya yang lemah, Mariam berbalik dan memukul orang itu menggunakan tasbih yang dipegang nya dan tepat mengenai wajah orang itu.


"Akhh! Wajahku!"Teriak Sofi,sambil menutupi wajahnya yang terkena pukulan dari tasbih Mariam.


"Teh Sofi!!"Mariam sangat terkejut begitu ia tahu yang mencelakakan nya ternyata adalah Sofi.


"Ada apa ini?!"


Wira yang baru datang pun terkejut mendengar kegaduhan di ruangan Mariam.


"Mas!!lihat!Aku datang baik baik berniat menengok dia, Dia malah ngamuk dan memukul wajahku!lihat ini!wajahku sampai berdarah,dan ini sangat perih, Ya Tuhan, bagaimana ini?!wajahku kan aset ku! Aku seorang artis dan wajahku tidak boleh terluka!Hikshiks!"


Sofi segera memutar balikkan fakta,dia segera menghampiri Wira dan menangis dipelukannya.


Mariam yang kehabisan nafas masih tersengal dan tak tidak menjawab sedikit pun tuduhan Sofi.


Benar saja,wajah Sofi terluka dan berdarah, bahkan tasbihnya sampai hancur berantakan.


"Mungkin dia kesal karena Bayinya sudah meninggal Mas, padahal aku juga sangat sedih karena aku lah yang lebih baik menginginkan bayi itu,aku kesini ingin berusaha menghibur dia,dia malah marah dan menuduhku,bahwa aku lah penyebab dia keguguran...!"


Kata Sofi sambil berurai air mata buaya.


Wira melihat wajah Sofi yang terluka.

__ADS_1


Lalu dengan beringas Wira memukul wajah Mariam yang sedang terkulai tak berdaya.


"Cerai kan dia Mas!! Dia sudah tidak berguna lagi bagi kita, bayinya juga sudah tidak ada dalam kandungan nya,jadi untuk apa masih di pertahankan!Aku takut dia terus menyakiti ku,Mas!"


Hati Wira yang terus memanas Ketika melihat Mariam,dan otaknya merasa terus berdengung jika Sofi memerintahkan sesuatu,meski hatinya berkata tidak,dia selalu mengikuti nya.


"Siti Mariam AlMadina!Aku talak kamu saat ini juga!"


"Talak tiga aja Mas sekalian!"Bisik Sofi.


"Aku Talak tiga kamu Siti Mariam!"Kata Wira dengan bibir yang bergetar.


Nalurinya tak menginginkan itu,tapi bibir nya tak bisa ia kontrol.


Ada rasa lega di dada Mariam,disisi lain ia sedih Karena kehilangan bayinya,ada luka yang ditorehkan Wira di hatinya,tapi ia senang Wira menjatuhkan talak kepada nya,kini ia terbebas dari orang orang aneh yang membuat nya pusing bahkan hingga membuat dirinya sampai seperti ini.


"Non!Apa yang terjadi?!"


Bi Inah datang dan setelah melihat kegaduhan dikamar Mariam,ia langsung melempar kan kantong keresek yang ia bawa dan langsung memburu Mariam yang terkulai tak berdaya, sudut bibirnya berdarah,matanya sayu terlihat sangat menyedihkan.


"Suster!"


Teriak Bi Inah, sambil kembali berlari ke luar ruangan untuk mencari Suster.


Suster pun datang ke ruangan Mariam,namun segera dicegat Wira.


"Suster, cepat obati luka di wajah istriku! berikan obat terbaik agar tidak ada bekas luka diwajahnya!"


"Baik,Pak!Mari Bu, ikuti saya!"Kata Suster tersebut sambil memapah Sofi untuk diobati.


Wira berjalan menghampirinya Bi inah yang tertunduk ketakutan disisi Mariam.


Kata Wira sambil berjongkok dihadapan Bi inah.


Bi Inah mengangkat kepalanya,dia hendak membela diri.


plak!


Wira menampar Bi Inah dengan lumayan keras.


"Kau sudah mulai berani,tua bangka!Bawa keluar sekarang juga perempuan itu atau aku lempar kalian ke jalanan!kalian pikir siapa yang akan membayar biaya rumah sakit ini,hah!"


Kata Wira sambil menunjuk ke arah Mariam.


Sofi yang menyaksikan kejadian itu tersenyum puas melihat tindakan Suami nya kepada Mariam.


"Aku!Aku yang akan membayarnya!Kau tidak usah khawatir Tuan Wira yang terhormat! sekarang juga aku akan memindahkan Mariam ke rumah sakit pribadi ku dan mulai sekarang aku yang akan bertanggung jawab atasnya!"


Bima yang tiba tiba muncul dari balik pintu dan langsung berkata demikian.


"Wauw!Ternyata benar ya desas desus itu, bahwa kamu melarikan istri orang dan ternyata seorang Bima Reksa selebritis papan atas yang tampan,kaya raya dan terkenal mempunyai selera rendahan kepada perempuan bekas orang!"


Hina Sofi merendahkan Mariam sekaligus mencibir Bima.


"Kalian lah orang rendahan itu!aku tidak menyangka,jika orang berpendidikan seperti kalian ternyata memiliki sifat yang keji dan tidak terhormat!Tapi ya sudahlah,aku tidak peduli terhadap kalian! Biarlah itu akan menjadi urusan kalian dan Tuhan yang akan membalas nya! Urusan kita sudah selesai bukan?!


Bi,, Persiapkan Nona Mariam!Kita akan segera memindahkan nya ke rumah sakit milik keluarga ku!"


"Kenapa kau begitu peduli kepada nya?!kau mencintai dia!?"


Tanya Wira dengan pandangan penuh kebencian,dia begitu yakin jika Mariam mencoba kabur darinya dan sudah berselingkuh dengan pria dihadapannya ini.

__ADS_1


"Bukan urusan mu Tuan! Semoga Anda tidak menyesal dengan tindakan anda sekarang!Ayo Bi kita pergi dari sini!"


Kata Bima sambil mendorong Mariam menggunakan kursi roda.


"Tunggu!Kau boleh membawanya , tapi tidak dengan Bi Inah! Aku masih punya urusan dengan nya!"


Kata Wira sambil mencengkram lengan Bi Inah,dia merasa Bi Inah yang sudah bekerja lama padanya tega mengkhianati nya dan malah membantu Mariam kabur,Wira merasa terpojok dan Bi Inah harus menanggung akibat nya dengan bekerja padanya seumur hidup tanpa digaji.


"Kenapa Kau tidak tanya Bi Inah saja secara langsung,dia ingin ikut pada Siapa,kamu atau kami?!"Bima berusaha bernegosiasi.


Wira menatap tajam pada Bi inah.


Sedangkan Bi Inah terlihat ragu dan ketakutan.


Dia menatap Mariam lalu gantian menatap Bima,ia tidak ingin menyusahkan siapa pun,dan ia sudah siap dengan konsekuensi dari setiap keputusan nya.


"Bawa pergi sekarang Non Mariam Den!Bibi akan tetap disini!Tugas Bibi sudah selesai,Bibi tidak apa apa, pergilah!"Kata Bi Inah dengan penuh keyakinan, tidak apa dia mengorbankan dirinya sendiri untuk kepuasan Wira,karena jika dirinya menolak ikut bersama Wira, Wira tak akan berhenti sampai kapan pun.


"Bi!!Bibi apa apaan!?"Kata Bima tak percaya jika Bi Inah akan membuat keputusan yang mengejutkan seperti itu.


"Sudah lah Den cepat pergi dari sini,Non Mariam harus segera di obati!!"bahkan Bi Inah lebih khawatir kepada Mariam.


Bima mengangguk,ia yakin keputusan Bi Inah demi kebaikan Mariam,tak ada gunanya menentang keputusan nya saat ini,Bi Inah sudah final dengan pilihan nya.


Saat Bima melangkah keluar dari ruangan itu,tiba tiba Bu Halimah datang dengan Suaminya mencegat Bima yang membawa Mariam.


"Ohh,jadi kamu yang membawa kabur Menantu saya?!"Kata Bu Halimah sambil menunjuk wajah Bima,dia mendengar kabar dari Sofi bahwa Mariam sudah lari dengan pria lain dan dia keguguran bayinya .


"Dan kau! wanita tak tahu malu!Kau sudah diberikannya kehidupan yang layak oleh putra ku,dan kau malah kabur dengan pria lain!dasar wanita munafik!bahkan kau sudah melenyapkan Cucuku!!"Maki Bu Halimah sambil menjambak cadar Mariam hingga wajah nya terlihat.


"Nyonya!"


Bi Inah segera memburu Mariam dan bersimpuh didepan Bu Halimah.


"Apa anda tidak lihat luka diwajahnya Nyonya?! Itu adalah akibat pukulan dari putra anda !Bahkan sampai Non Mariam keguguran penyebab nya adalah karena kekerasan yang dilakukan oleh Putra anda.


Dia tidak pernah kabur, Dia hanya berusaha menyelamatkan bayinya , namun Den Wira sendiri yang membunuhnya."Jawab Bi Inah,dia ingin menegakkan keadilan bagi Mariam.


"Omong kosong! Pembantu rendah seperti mu berani ikut campur !Diamlah!"


Kata Bu Halimah,sambil menendang tubuh Bi Inah.


Mariam yang sudah tidak berdaya mendengar semuanya,dia baru sadar jika ternyata Wira dan Ibunya mempunyai sifat yang sama ,orang kaya yang tidak punya hati.


"Kalian harus bertanggung jawab karena sudah melenyapkan Cucuku!kalian harus menerima akibatnya!"Teriak Bu Halimah histeris,sambil berusaha menyakiti Mariam.


Bima segera membawa Mariam keluar dari rumah sakit itu,ia tak habis pikir,keluarga apa mereka itu,benar benar berhati iblis.


"Kak Mariam!!"


Teriak Fatimah,dia datang bersama Irsyad.


Dia merasa sedang terjadi sesuatu pada Kakakny,dan memutuskan mencari tahu diantar oleh Irsyad yang akhir-akhir ini selalu berkunjung kepada Fatimah.


Bersambung,,


comen dong,


jangan lupa like and vote nya ya,Suyang Suyang nya Aquh!!"


😂❤️💞

__ADS_1


__ADS_2