
Bima mengumandangkan Adzan di telinga kanan Putera nya yang baru saja di lahirkan Mariam dengan persalinan normal di sebuah Rumah sakit tak jauh dari rumah mereka.
Seorang bayi laki laki yang tampan,sehat dan menggemaskan yang membawa kebahagiaan pada seluruh keluarga besar Diningrat juga keluarga Mariam.
"Selamat ya Bim,semoga Baby Satria menjadi anak yang soleh kebanggaan kalian!"Kata Wira memberi selamat,dia dan Sarah langsung datang ke rumah sakit begitu mendengar kalau Mariam akan segera lahiran.
"Bagaimana kondisi Mariam saat ini Mas Bim?!"
Tanya Sarah kemudian.
"Alhamdulillah dia baik baik saja,dia masih dalam masa pemulihan,tapi kondisinya bagus kok!"Jawab Bima sambil masih menggendong bayinya dan terus saja memandanginya dengan gemas.
Satria Muhamad Zulkarnain.
Nama itu yang Bima dan Mariam pilih untuk putera pertama mereka.
Satu minggu setelah kelahiran,Bima segera melaksanakan acara akikahan putera nya itu.
Seluruh keluarga hadir termasuk para rekan kerja Bima,maklumlah anak pertama dan penerus pertama pasti banyak yang ingin menyambut dan memberikan selamat.
**
"Asma ,kenapa kamu datang sendiri,kemana suami kamu,kok gak ikut?!"Tanya Mariam kepada Adik keduanya yang datang hanya dengan ketiga buah hatinya.
"Euh ,,dia sibuk Teh,jadi gak bisa ikut!"Jawab Asma dengan sedikit gugup.
Sepertinya ada yang dia sembunyikan.
"Katanya dia baru saja naik pangkat ya?!Alhamdulillah dong!Selamat ya Asma!"
Asma hanya mengangguk sambil tersenyum ketir.
Matanya mengguratkan kesedihan yang terpendam.
"Kamu baik baik saja kan As?!"Mariam berusaha mendesak Asma agar mau terbuka kepadanya.
Asma hanya menunduk tanpa menjawab pertanyaaan Kakaknya.
Airmatanya mulai mengalir sambil mendekap puteri bungsunya,Zahwa.
Mariam yang tengah menyusui buah hati nya kemudian ia bangkit dan membaringkan Puteranya itu karena Satria ternyata sudah teridur saja.
Mariam duduk di sebelah Asma yang akan Memulai menceritakan tentang kisahnya.
"Kita ini adalah keluarga As,Suka dan duka kita akan bagi bersama,Aku adalah kakak mu jadi sudah selayaknya kita berbagi cerita,siapa tahu Teteh bisa bantu!"Kata Mariam sambil menatap nanar adik yang terpaut usia tidak begitu jauh dengan nya itu,dan mereka sudah seperti teman sebaya saja.
"Setelah dia naik jabatan,kelakuannya semakin menjadi Teh,Dia main serong dengan teman sekantornya yang ternyata adalah mantan pacar nya semasa SMA!
__ADS_1
Diam diam mereka menikah ,dan aku baru tahu 2 bulan setelahnya.
Asma berusaha ikhlas di poligami Teh,tapi perempuan itu menyuruh Suamiku untuk memilih antara Asma dan dia,dan Suamiku lebih memilih dia!Hiks hiks hiks!"
Tangis Asma pun pecah di sela sela curhatan nya
"Ya Allah As,Sabar ya!Kamu harus kuat demi anak anak!Jadi sekarang kalian resmi bercerai?!"Tanya Mariam sambil memeluk adiknya itu.
Asma mengangguk perlahan.
"Aku dan Anak anak bahkan di usir dari rumah,Asma bingung harus bagaimana!"
Jawabnya sambil tak berhenti menangis.
"Ya Allah!Kamu tenang ya!Teteh akan bicara sama Mas Bima,pasti dia punya solusi!"
Kata Mariam,dia mencoba menenangkan adiknya yang sedang diterpa ujian.
"Jangan Teh,Asma tidak mau terus merepotkan nya!"cegah Asma,dia merasa tidak enak jika harus terus merepotkan Kakak iparnya itu.
"Ada apa Sayang!?Kenapa kalian menangis?!"
Tanya Bima yang tiba tiba muncul sambil menggendong Ibrahim,putera Asma.
"Ah ,kebetulan sekali Sayang!kemarilah,ada yang harus aku ceritakan!"
Bima pun geram begitu mendengarkan semuanya,dia merasa harus menemui mantan suami Asma,sekedar untuk mengingatkan bahwa dia masih memiliki tanggung jawab kepada ketiga buah hati mereka,meskipun sudah berpisah.
"Kamu dan anak anak sebaiknya tinggal di rumah yang waktu itu sudah aku hibahkan untuk Umi,tak jauh kok dari sini,karena kalau tinggal disini, Mas yakin kamu akan menolaknya!Tugas kamu hanya mengurus rumah itu dan kamu tidak perlu pikirkan untuk kebutuhan sehari hari kalian,Aku juga akan mengusahakan agar Mantan Suami mu itu bertanggung jawab membiayai anak anak kalian!"
Kata Bima mencoba memberi solusi.
"Terimakasih karena Mas Bima sudah begitu banyak direpotkan oleh keluarga kami,sebenarnya Asma malu Mas!"
"Kita adalah keluarga buka!?jadi sudah sewajarnya kita saling membantu,selama aku mampu,kalian tidak usah sungkan!"Kata Bima.
Tangis Asma semakin pecah di pelukan Mariam.
Dia begitu tidak menyangka jika rumah tangganya akan berakhir seperti ini.
Suaminya dulu begitu baik,sholeh dan sangat penyayang kepada keluarga.
Namun kini harta dan jabatan sudah menyilaukan matanya,dia lupa Anak dan istrinya dan kini malah memilih perempuan lain dan mencampakankan keluarga nya yang sudah menemaninya dalam suka dan duka.
Tapi begitulah kehidupan,tak ada yang tahu tentang takdir seseorang,semuanya sudah Tuhan yang atur,Asma pasti akan mendapatkan yang lebih baik kedepan nya.
***
__ADS_1
Bima segera menindak lanjuti tentang mantan suami Asma.
Dia bahkan mencari tahu tentang berapa gaji yang ia peroleh dari pekerjaan nya.
Memang cukup besar untuk ukuran seorang PNS.
Kemudian dia sengaja mengatur waktu untuk bertemu dan berbicara dengan nya.
"Kamu tahu siapa aku kan?!"
Tanya Bima kepada Mantan suami Asma yang terlihat terkejut begitu melihat Bima.
Mereka bertemu di sebuah restoran ketika waktu makan siang.
"Iya Mas,Saya tahu!Anda Mas Bima, Suami nya Teh Mariam kan?!Ada keperluan apa ya Mas?!"
"Sebenarnya Aku tak ingin ikut campur kepada urusan rumah tangga kalian,jika keputusan kalian untuk berpisah adalah jalan yang terbaik,mungkin itu adalah yang seharusnya,tapi aku hanya ingin mengingatkan sebagai perwakilan keluarga Asma,kamu masih memiliki tanggung jawab untuk mengurus ketiga Anak kalian bukan?!Dan sebaikanya kamu dapat menunaikan kewajiban kamu itu!
Tadinya aku akan memecat kamu dari jabatan kamu sekarang,asal kamu tahu,aku punya kewenangan untuk itu,karena atasan kamu adalah sahabat Saya,tapi sayangnya Asma melarang Aku melakukan nya karena dia percaya kamu akan bertanggung jawab terhadap anak kalian.Jadi Aku katakan sekarang disini,bahwa gaji kamu akan langsung dipotong oleh kantor dan akan diberikan kepada ketiga anak kamu yang berada di bawah asuhan Asma!bagaimana?apa kamu faham?!"
Bima begitu tegas menjelaskan semuanya.
"Maaf Mas,tapi Saya akan merebut hak asuh anak dari Asma!"
Jawaban nya semakin membuat Bima geram dan marah,jika saja dia tidak takut hukum,dia ingin sekali meninju Pria brengsek itu.
"Kau sadar dengan apa yang kau katakan?!Sudah tahu salah,kamu malah mau menambah masala lagi!Jika kau berani silahkan ajukan ke pengadilan!Aku akan segera menyiapkan pengacara terbaik untuk membela hak Asma dam anak anaknya!"Jawa Bima dengan tangan mengepal menahan amarah.
"Kenapa Anda begitu peduli kepada Asma!?Jangan jangan Anda menyukainya,ya?!"
Dia berbicara semakin ngelantur.
"Dia adalah adik ku!Pria brengsek sepertimu tidak akan mengerti arti kekeluargaan,atau kamu lupa,jika Asma adalah Ibu dari anak anak mu dan kalian bahkan pernah hidup bahagia bersama?!"Bima semakin geram,tapi dia tetap tenang dan tidak terpancing emosi.
"Aku kesini bukan mau cari musuh atau mau cari ribut!Aku hanya berharap kamu mengerti jika ketiga anak mu masih membutuhkan Ayah nya,dan kamu tidak keberatan jika sebagian gaji mu akan diiberikan kepada mereka.
Aku permisi dulu,jika ingin lebih jelas silahkan hubungi pengacara keluarga ku!"
Kata Bima sambil menyodorkan sebuah kartu nama,lalu ia pun pergi dari tempat itu.
Mantan Suami Asma termenung lalu membuang nafasnya kasar,dia mengusap wajahnya dan terlihat begitu frustasi,memang benar apa yang dikatakan Bima,tapi jika istri mudanya tahu,habislah dia!
Sebenarnya dia menyesal sudah mencampak kan Asma dam ketiga buah hatinya,tapi nasi sudah menjadi bubur,dia kini sudah terjerat oleh wanita yang salah ia pilih,dan kini ia harus menanggung akibatnya.
Jika macam macam kepada Bima,bahkan kini ia terancam dipecat dari pekerjaan nya.
Dia sadar,Bima bukan lah lawan nya.
__ADS_1