
Sepertinya kamu sangat mengenal Mariam! Oh iya! bahkan sepertinya kamu sangat mencintainya nya dulu!iya kan,Mas?!"
Wira menaikan kedua alis nya dan membuang nafas nya kasar.
Ia sadar perkataan nya mungkin telah menyinggung dan membangkitkan naluriah seorang wanita.
Cemburu...
Seperti nya Sarah di bakar api cemburu.
Wira keceplosan membahas Mariam di depan Sarah, membangkitkan kenangan masa lalu nya yang seharusnya tidak boleh di ungkap lagi.
"Iya ,dulu Aku pernah mencintai nya,tapi itu dulu sebelum ketemu kamu, sekarang hanya ada kamu di hatiku!"Jawaban Wira begitu manis terdengar,Ia pun mengelus pipi Sarah dengan begitu lembut.
"Benarkah?!Aku jadi ingin tahu deh bagaimana dulu kalian berhubungan,maksudku rumah tangga seperti apa yang kalian jalani,dan Aku selalu penasaran kenapa kalian bisa bercerai?!"Sarah mulai kepo dengan masa lalu Wira saat bersama Mariam,dan rasa nya lucu,kenapa Ia harus menikah dengan mantan sahabat nya sendiri.
Tapi inilah takdir.
"Sarah, semua orang punya masa lalu,udah ya,kita gak usah bahas tentang itu lagi!"Wira mulai merasa tak nyaman.
"Aku hanya ingin tahu Mas,kamu kok marah sih!"Rengek Sarah.
"Aku gak marah,cuma buat apa kamu ingin tahu tentang masa lalu ku!Aku malas membahas nya juga!"
"Ih,kamu mah gitu,,!"Sarah mulai merajuk, Dia mulai cemberut sambil memalingkan wajahnya ke arah luar.
Wira membuang nafas nya kasar.
Terpaksa ia pun mulai menceritakan kisah nya bersama Mariam dulu.
"Aku yang sekarang bukanlah Aku yang dulu Sar!Dulu Aku menyia nyia kan Mariam dan selalu menyakitinya, padahal Dia sudah banyak berkorban untuk ku, hingga Bima datang menyelamatkan nya,dan Aku hancur sehancur nya!"
Kenang Wira.
"Kamu serius?!"Sarah seakan tidak percaya dengan apa yang di sampaikan Suami nya.
Wira memandang nanar Istrinya.
"Kamu ingin tahu yang sebenarnya kan, begitu lah Aku dulu! bahkan aku lebih kejam dari apa yang kamu bayangkan!tapi setelah Aku hancur, itulah titik baliknya,Aku menjemput hidayah setelah kehilangan semuanya dan akhirnya ketemu sama kamu!"
Wira mengakhiri kisah nya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Alhamdulillah, kamu sangat beruntung Mas,Allah memilih kamu untuk menjemput hidayah!"
"Iya Sar, Alhamdulillah!rasa bersalah ku kepada Mariam kadang menghampiri ku jika Dia tertimpa masalah dan Aku ingin menebus nya dengan membahagiakan mu kini,jadi kamu tidak usah cemburu lagi ya,rasa ini sudah berbeda kini,Aku mencintaimu sekarang dan ingin hidup bahagia dengan mu dunia dan akhirat!"
"Aku mengerti!Sama sekali bukan cemburu,Aku minta maaf Mas!
Andaikan,ini andai saja ya Mas,andai kan ada kesempatan lagi kamu untuk bersama lagi dengan Mariam, kamu gimana Mas?!"terbersit rasa khawatir di dada Sarah ,Ia takut Suaminya masih berharap kembali kepada sahabat nya.
Wira tersenyum ke arah Sarah,Ia memahami kekhawatiran Istrinya itu,ada rasa tak nyaman karena Suaminya adalah mantan Sahabat nya.
__ADS_1
"Kita tidak boleh berandai-andai, Sarah!Kita juga tidak tahu bagaimana kehidupan kita ke depan nya,jadi jalani saja saat ini,jika saja bisa Aku memilih, Aku hanya ingin hidup bersamamu sampai akhir hayatku dan bertemu lagi nanti di Surganya Allah SWT!"
"Nyesss!"
Ada rasa sejuk di dada Sarah mendengar jawaban Wira,bunga bunga berasa beterbangan di sekeliling nya, Dia sungguh tersanjung.
Sarah tersipu malu saking bahagianya,Dia sungguh beruntung memiliki Wira yang kini benar-benar mencintai nya.
Sarah pun merasa malu kepada dirinya sendiri yang sempat ada pikiran macam macam hinggap di otak nya.
***
Berulang kali Bima menghubungi Adiknya pagi ini, namun tetap tak ada jawaban.
"Sayang,tolong hubungi Fatimah dong! mereka sekarang lagi dimana,kok ponsel Juna gak diangkat angkat sih!"
Kata Bima kepada Mariam yang sedang memakaikan seragam sekolah kepada Satria.
"Lho kamu lupa ya?! Mereka kan pergi Singapura untuk berobat,Mamah juga ikut,masa kamu gak inget sih! kemarin Mamah kan udah ngomong sama kamu!"
Jawab Mariam sambil menghampiri Suami nya dan sekarang giliran Bima yang harus dipasangkan dasinya.
"Masa sih?!kok Aku bisa lupa ya!? akhir akhir ini konsentrasi ku agak ke ganggu kayak nya,gara gara kamu tiap hari makin cantik aja sih!"Rayu Bima, Dia malah mencumbu Mariam yang sedang merapikan bajunya.
"Sayang,apaan sih kamu!ada Satria tuh!"
Bima melirik ke arah putranya yang cemberut melihat Umi dan Abi nya berduaan seperti itu.
"Emhh, marah,marah! Umi punya Abi,yeee!"Goda Bima sambil memeluk Mariam di depan Satria.
"Aaahh!!Gak boleh!Umi,sini sama Tria aja,Umi!Aaahh!"Rengek Satria sambil menarik narik kerudung Uminya.
Bima malah terus menggoda Satria sampai Satria menjerit jerit takut Umi nya di rebut.
"Udah!udah! Sayang ini udah siang,Ayo berangkat, Satria juga harus berangkat sekolah pagi pagi!"
Mariam pun kesal dengan kelakuan dua Pria yang sangat Ia cintai itu.
Mereka tak pernah berhenti berantem terus jika dihadapan nya.
"Ayo, tapi cium dulu dong!"Goda Bima sambil bibirnya nya monyong ke arah wajah Istrinya.
"Abiii!ihhh!gak boleh!"
Teriak Satria.
"Muach muach muach!"
"Hua Umii,gak boleh!!"
"Udah udah ayo berangkat!"
__ADS_1
**
"Kamu kenapa nyariin Juna? biarkan mereka tenang di Singapura Sayang, Mereka lagi Fokus pada program kehamilan!"Kata Mariam ketika mereka berada di dalam mobil, Mariam hendak mengantar Satria sekalian Bima pergi ke kantor.
"Iya,iya!Aku beneran lupa Sayang kalau mereka udah berangkat! karena Juna gak ada terpaksa Aku dan Wira yang akan berangkat ke luar kota, kemungkinan Aku gak pulang selama 3 hari,kamu jangan rindu ya!"Kata Bima sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Mariam.
"Yahh,Aku pasti bakal kangen banget sayang,Aku ikut dong sama Satria sekalian jalan-jalan, boleh gak?!"
"Emmm, boleh gak ya?! Soal nya Aku pergi nya ke pelosok sayang!Mau meninjau tambang emas yang akan perusahaan kita garap bareng Wira!"
"Oh, gitu,ya udah gak jadi deh!lagian Satria baru masuk sekolah!"
"Ya udah,nanti abis urusan kerjaan yang ini selesai,kita liburan bareng ya, tempat nya kamu yang pilih,bebas mau kemana pun!"
"Horee!Kita ke Disneyland ya Bi!ya,ya, please!!"Malah Satria yang antusias.
"Kok Disneyland sih?!"Protes Bima.
"Iya, boleh sayang!Asal kamu senang!"Potong Mariam.
Bima hanya tersenyum miris,tadi nya sih Ia berharap bisa liburan ke Bali misalnya.
**
"Bagaimana menurut mu Bim, akan sangat menguntungkan bukan?!"
Tanya Wira begitu mereka bersiap untuk pulang setelah 3 hari berada di Kalimantan.
"Tidak ada salahnya dicoba,asal jelas saja legalitas dan perizinan nya, Aku pasti setuju setuju saja!"
Jawab Bima santai.
"Seperti yang kamu lihat, semuanya sudah diurus,kita tinggal menjalankan nya saja!"
"Ya,Aku cukup puas dengan peninjauan kita disini, semuanya berjalan lancar dan semoga ke depannya semakin lancar dan berjaya!"
"Aamiin, semoga saja!"
Mereka pun kembali ke kota metropolitan dengan menggunakan kapal udara dengan harapan ingin cepat sampai ke tujuan karena sudah rindu berat kepada orang rumah.
Tanpa mereka duga, karena cuaca buruk, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan jatuh tepat di atas sebuah gunung.
Semua penumpang jatuh dan pesawat nya pun hancur tak bersisa.
"Bim,tahan Bim,pegang terus tanganku dan Aku akan menarikmu ke atas!"
Teriak Wira sambil memegang tangan Bima yang hampir terjatuh ke dalam jurang yang begitu dalam.
"Wira,Aku sudah tak tahan, lepaskan saja tangan ku,satu permintaan ku,tolong jaga Satria untuk ku,dan Mariam, tolong sampaikan kepada nya,jaga,Sat,,,ri ,,a...!"
"Bim!Bimaaa!"
__ADS_1
**