MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Tentang hati


__ADS_3

Keraguan menyelimuti perasaan Fatimah kini.


Memang benar Sosok Juna yang menyenangkan sudah hampir mampu membuat dia melupakan Irsyad setelah perceraiannya.


Tapi tentu saja tidak semudah itu move on bukan?


Dia tidak ingin menodai janji suci pernikahan hanya karena pelampiasan, di tambah sifat Juna yang masih kekanak-kanakan,juga Fatimah tahu saat ini Juna sedang berada di puncak kariernya,dia tidak ingin karier Juna hancur begitu saja akibat menjalani hubungan dengan nya yang hanya seorang Asisten saja.


Memang benar, pernikahan adalah ikatan halal agar tidak terjadi Fitnah,tapi Fatimah yakin dia bisa menjaga dirinya dan tak akan pernah terjebak cinta lokasi,ya kalau ada perasaan dag dig dug ser sedikit itu mah wajar kali,toh dia tak pernah pergi berdua kemana pun bareng Juna , selalu ada Crewe yang menemani.


Apalagi Manager Juna yang super ketat, dia sedikit pun tak memberi celah kepada Juna dan Fatimah untuk berduaan.


"Nah, Fat, menurut kamu gimana dengan saran Kak Bima? sebaiknya kalian menikah saja dulu,gak usah pesta mewah mewah dulu lah ,yang penting sah, kakak gak mau terjadi Fitnah yang berkelanjutan diantara kalian."


Kata Bima kepada Fatimah yang dari tadi terus saja menunduk kan kepalanya.


Juna terlihat antusias ingin mendengar Jawaban dari Fatimah.


Sedangkan manager nya terlihat cemberut tak ingin Artis nya cepat cepat menikah.


Fatimah melirik ke arah Mariam, lalu ke arah Juna,dia menarik nafasnya dalam dalam.


"Aku belum siap menikah kembali!Maaf, perceraiannya ku dengan Irsyad belum juga satu tahun,dan aku belum bisa melupakan nya.


Fatimah mengerti kekhawatiran Kak Bima dan Teh Iyam,tapi Fatimah bisa menjaga diri,Aku dan Juna tidak ada hubungan spesial apa apa Kok selama ini,dan silahkan tanya sama bang Rey,kita gak pernah macem macem! Tapi Aku siap jika harus berhenti jadi Asisten Juna,jika itu memang yang terbaik!"


Jawab Fatimah.


"No no no!jadi Kamu menolak ku!?oke,Fine!


Tapi jika kamu berhenti jadi Asisten ku,aku akan mogok kerja!"Protes Arjuna.


"Jangan dong Jun!


Bang Please! gimana ini?!"


Rey yang kelabakan jadinya.


"Oke,Aku percaya sama kalian, tapi ingat! Kalian harus bisa menjaga diri kalian agar tidak terjadi Fitnah, Rey!awasi mereka!"Akhirnya Bima mengizinkan Fatimah tetap menjadi Asisten Juna.


"Nah gitu dong Bang, Aku janji kok gak bakal macem macem sama Fatimah!"Kata Juna senang.


"Tapi Teteh harap Fatimah tidak kerja sampai larut malam,kamu juga harus atur waktu kamu jun, Jadwal yang terlalu padat tidak baik untuk kesehatan kamu juga! harus ada waktu libur nya juga dong!dan kamu gak boleh panggil Fatimah ke apartemen kamu di luar jam kerja, ngerti kan Jun!"Mariam ikut memberi nasihat.


"Iya Teh iya!Aku akan minta Rey untuk mengosongkan jadwal ku satu hari dalam satu Minggu!"Jawab Juna sambil melirik ke arah Manager nya.


"Oke,oke,bisa diatur itu, gampang!"Jawab Rey.


"Jun ayo kita pulang!"


"Aku mau nginep disini aja, boleh ya?"

__ADS_1


Rengek Juna kepada Kakaknya.


"Gak ada,gak ada! Pulang sana ke apartemen mu!"Jawab Bima.


"Abang gitu banget sama Ade sendiri! ya udah Rey,ayo kita balik!Dah Fatimah! Sampai besok ya!"kata Juna sambil berdiri dan meraih jaket,dia bersiap akan pulang.


"Kita pulang dulu Bang,Teh ! Assalamualaikum!"Rey juga ikut pamitan.


"Waaliakumsalam! Hati hati di jalan!"Jawab Mariam.


"Iya Teh!"


Rey dan Juna pun pulang setelah di sidang oleh Bima.


"Lo beneran suka sama Fatimah,Jun?!"Tanya Rey di dalam mobil.


"Iya, emang kenapa ,gak boleh juga?!"


Jawab Juna ketus.


"Ya nggak,maksud Gue, selama ini Lo kan terkenal playboy,Gue merasa gak yakin aja Lo suka beneran sama dia!" Rey juga ikutan ragu tentang perasaan Juna kepada Fatimah.


"Terserah kalian aja deh mau beranggapan seperti apa juga!


yang punya perasaan kan Gue! Gue serius kok suka sama dia.


Lo tahu kan, meskipun Gue kelihatan nya suka deket sama banyak Cewek, tapi Gue gak pernah pacarin mereka Kok!Gue cuma berhubungan baik aja,gak pernah punya perasaan lebih kepada cewek manapun, Tapi sama Fatimah beda!Gue hanya ngerasa dia beda aja dari cewek cewek yang lain!"Jawab Juna ,baru kali ini Rey menilai Juna sedang serius dengan kata kata nya.


Sebenarnya Rey memiliki perasaan yang sama seperti Juna kepada Fatimah, meskipun Fatimah sudah menjadi seorang Janda, tapi Rey terpesona dengan kecantikan Fatimah yang masih terlihat seperti gadis.


baginya Fatimah wanita Idaman banget,dia cantik,gesit,rajin, baik dan Sholehah tentunya.


Tapi tentu saja Rey harus sedikit menahan perasaan nya itu, begitu ia tahu Juna menyukai nya juga.


***


"Teh, Fatimah berangkat dulu ya,Juna harus segera ada di lokasi syuting pagi pagi!"


"Ya udah hati hati ya Fat,Ingat kata Kak Bima semalam, hubungi Teteh ketika kamu dimana pun,Umi suka khawatir jika kamu lama gak ngasih kabar."


"Iya Teh,Fat ngerti kok!"


"Teteh mau tanya deh sama kamu, sebenarnya kamu suka kan sama Juna?!Kamu gak bisa bohong sama Teteh, cara kamu menatap dia, Teteh yakin kamu memendam rasa kepada nya,iya kan?!"Tanya Mariam.


Fatimah hanya diam tak berani menjawab pertanyaan Kakak nya itu.


"Kenapa kamu tidak jujur saja dengan perasaan kamu itu,Fat?Kamu takut sama Teteh,atau sama Umi?!Teteh gak pernah melarang kamu dekat dengan siapa pun,Fat!selama dia baik sama kamu dan kamu menyukai nya! Sudah saatnya juga kamu membuka hati kamu untuk orang lain,Juna anak nya baik kok, meskipun dia terlihat pecicilan begitu, tapi dia penyayang dan Teteh yakin kalian akan bahagia bersama nya!"Mariam memberi masukan kepada adiknya agar cepat bangkit dari kesedihan nya ditinggal cerai oleh Irsyad sampai akhir Irsyad pun meninggal.


Fatimah malah menggelengkan kepalanya.


"Fatimah masih merasa takut menjalankan sebuah rumah tangga lagi Teh, Apalagi Juna seorang publik figur,Fat gak mau menghancurkan karir nya begitu menikah dengan Fat, pasti tidak mudah memiliki Suami seperti dia kan Teh!?"

__ADS_1


"Memang nya siapa kamu Fat?Tuhan?!


Tidak ada yang bisa menebak jalan hidup seseorang ke depan nya, mungkin saja setelah Juna menikah dengan kamu karir nya makin bagus! Tapi kamu benar Fat,beri dulu waktu untuk memantapkan masing-masing perasaan kalian,jika dia benar benar mencintai kamu,dia pasti rela melakukan apapun demi kamu, untuk saat ini jalani saja dulu, kamu benar,kita tidak boleh egois!"Kata Mariam sambil memegang tangan adiknya itu.


Fatimah mengangguk dengan mata yang sendu.


"Mi, Fatimah berangkat kerja dulu ya?!"


kata Fatimah sambil mencium tangan ibunya.


"Kok pagi pagi banget Fat, sudah sarapan?!"


Kata Bima yang baru bersiap untuk sarapan.


"Udah kok Kak! Aku berangkat sekarang ya, Assalamualaikum!"


"Waaliakumsalam salam!"


jawab mereka bersamaan.


"Sayang, bagaimana kalau kita menjenguk adik adik kamu di pesantren sekalian kita mengadakan syukuran 4 bulanan kehamilan kamu?!"Kata Bima sambil mengelus elus perut Mariam yang mulai terlihat agak membesar.


"Wah ide bagus sayang, kapan ya bagus nya?!Habibah, Abdullah dan Rasyid pasti senang!"


Mariam begitu antusias mendengar rencana Suaminya itu.


"Coba tanya Umi , kapan aja aku siap antar kalian!"


Kata Bima meminta pendapat Ibu mertua nya.


"Kalau hari Jumat besok gimana, kebetulan Bibah sudah lulus dari sekolah nya dan kita di minta datang ke sana, mereka juga akan menjalani liburan setelah kelulusan, jadi kita bisa sekalian jemput mereka!"


"Wah bagus tuh,Mi! Mereka bisa berlibur disini, masih banyak kamar kosong kok!Bima akan ajak mereka jalan jalan selama liburan mereka disini!" Jawab Bima.


"Wah, sebelum nya terimakasih Nak!Tapi mereka ingin pulang kampung kayak nya, mungkin disini dulu sebentar, setelah itu kita akan pulang dulu ke kampung sekalian mau lihat rumah yang lama di tinggal!"


"Ya udah kalau begitu,Gak apa apa! Tapi kamu gak ikut pulang kan Sayang, Soalnya Aku gak bisa jauh jauh dari kamu!"Kata Bima begitu manja.


"Sebaiknya jangan, Mariam sedang hamil muda gitu,gak baik melakukan perjalanan jauh, takut kecapean nanti!"


kata Umi Salamah.


Fatimah hanya mengangguk setuju.


"Ya udah, berarti Fix ya, Sabtu besok kita berangkat ke pesantren,aku akan ajak juga Papah dan Mamahku sekalian!"


"Iya, Sayang, Papah dan Mamah juga harus ikut!"Jawab Mariam.


"Sayang,,,Kalau Wira mau ikut ke pesantren,kamu gak apa-apa?!"


Tanya Bima ragu.

__ADS_1


__ADS_2