MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Berhasil


__ADS_3

"Waktu itu Aku terpaksa memenuhi keinginan Ibu ku, dia mengancam mengakhiri hidupnya jika aku menolak menikahi Rena, maafkan aku Fat! "Kata kata Irsyad menambah luka yang menyayat di hati Fatimah.


Bagaikan luka yang disiram air garam.


Hati Fatimah begitu hancur berkeping keping, ia merasa sudah di bodohi oleh Irsyad dan keluarga nya.


Dia menangis segukan di pelukan sang Kakak.


"Sekarang kamu pilih, Irsyad! Kamu mau pertahankan dia sebagi istrimu, dan kamu akan kehilangan kami sebagai keluarga mu selamanya, atau kamu segera ceraikan dia dan tetap mempertahankan Rena sebagai istri sah mu!"Kata Bu Sari dengan tegas.


"Ibu gak bisa gitu dong Bu, Irsyad hanya mencintai Fatimah, dan Irsyad juga tidak mau kehilangan kalian,tolong Bu, jangan lakukan ini kepada Irsyad! "Irsyad bersimpuh dihadapan Ibunya memohon agar dia jangan di suruh untuk menceraikan fatimah.


"Mas, Keputusan Fatimah sudah bulat, sebaiknya kita bercerai saja, Fatimah gak mau Mas Irsyad menjadi anak yang durhaka, lagipula jika Fat bertahan pun, Fat akan terus mendapatkan perlakuan buruk dari Ibu dan adikmu Mas, Fat gak sanggup!"Kata Fatimah menyudahi drama yang dia sudah muak mendengar ocehan ibu mertuanya itu.


"Fat! "


Kata Irsyad memohon agar Fatimah mencabut ucapan nya.


"Teh, Bawa Fafimah pergi dari sini! "Kata Fatimah tak menggubris Irsyad lagi.


"Syad, mungkin ini yang terbaik buat kalian untuk saat ini,perceraian memang sesuatu yang dibenci oleh Allah, namun jika suatu pernikahan malah menjadi mudharat, maka sebaik nya di sudah saja, Aku mohon Atas, demi adik kue, lepas kan dia!Jika Allah berkehendak kalian untuk bersatu lagi, allah pasti akan satukan kalian dalam keadaan yang lebih baik! Aku akan bawa Fatimah kembali hari ini juga,Aku berharap kamu segera membebaskan dia!"Kata Mariam sambil mendorong kursi roda yang dinaiki Fatimah keluar dari ruang rawat inap tersebut.


Irsyad terdiam mencerna perkataan Mariam.


Kemudian ia berlari menyusul Fatimah yang hampir hilang dari pandangan nya.


"Fat tunggu!"


Mereka pun berhenti dan berbalik menghadap Irsyad.


Irsyad terduduk di hadapan Fatimah dan menggemgam tangannya.


"Fat, aku hanya akan mencintai kamu sampai kapan pun, namun jika ini adalah kehendak Allah dan terbaik buat kamu, aku tidak boleh egois, aku berharap Allah pertemukan kita nanti dalam keadaan yang lebih indah.


Siti Fatimah ElZahro, Aku talak kamu dan mulai sekarang kamu bukan istriku lagi! "


Derai air mata membasahi pipi keduanya, Fatimah terisak dan tak mampu berkata kata lagi.


"Aku mohon maaf atas semua yang telah dilakukan Ibu ku, Aku berharap kamu akan menemukan kebahagiaan.


Mar!tolong sampaikan permohonan maaf ku kepada Umi, dan aku harap kalian mengerti posisiku saat ini! "


"Semuanya sudah takdir Allah Sad, kita saling mendoakan yang terbaik saja, Aku berharap kamu bisa lebih bijaksana lagi dalam bersikap ke depannya, kita permisi dulu Sad, Assalamualaikum! "Kata Mariam sambil mendorong Fafimah dengan kursi roda dan mereka pun meninggal kan kota Jogja dengan penuh luka dan air mata.


Irsyad benar benar dihadapkan dalam dua situasi yang sulit.


Disisi lain Irsyad sangat mencintai Fatimah dan selalu bersama dengan nya adalah hal yang paling ia inginkan.


Tapi di sisi yang lain pula, ia tidak mungkin meninggal kan keluarga nya untuk saat ini,Ayah nya sedang sakit keras dan Ibunya sangat membutuhkan dirinya untuk memperbaiki perusahaan nya yang hampir bangkrut.


Irsyad harus berbakti kepada orangtua ny


Mungkin inilah akhir yang harus ia jalani.


Irsyad boleh saja mengikuti keinginan Ibunya, tapi hati nya hanya untuk Fatimah,ia bertekad untuk tidak akan pernah mencintai wanita lain.


****


Mariam dan Bima mengantarkan Fatimah ke rumah yang ditempati Ibu dan adiknya kini.

__ADS_1


Umi Salamah menyambut Fatimah dengan isak tangis, dia tidak menyangka jika nasib kedua putri nya akan seperti ini.


Kini ia hanya bisa berdoa,semoga Mariam selalu bahagia dengan pernikahan nya dengan Bima, dan semoga Fatimah segera menemukannya kebahagiaan meskipun bukan bersama irsyad.


Setelah semuanya beres,Maria pun kembali ke rumahnya bersama sang suami.


"Bim,,!"


panggil Mariam,namun Bima tidak menyahutnya,dia tetap sibuk didepan layar laptopnya.


"Bim!"


Bima!"


Mariam memanggilnya kembali namun Bima tetap tak bergeming.


Mariam mulai jengkel,


"Bima Sayang!"


"Iya sayang kenapa?!"Jawab Bima sambil menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.


Mariam merengut sambil menahan tawanya.


"Apaan sih kamu?!dari tadi aku panggil gak nyahut nyahut!"


"Makanya panggil aku Sayang,dong,aku pasti langsung nyahut!Ada apa sayang,kangen ya sama aku?!"goda Bima sambil mengendus rambut Mariam yang selalu wangi shampo.


"Aku sudah masak,Ayo kita makan!"Ajak Mariam.


"Tapi aku maunya makan kamu!"Bima begitu manja.


"Oke, ayo kita makan dulu,kita harus banyak tenaga sebelum bertempur!"Bima memberi kode sambil cengengesan.


"Tempur apaan ,ih dasar!"Wajah Mariam memerah seketika,ia segera menuju meja makan di ikuti Bima yang tergeletak melihat tingkah lucu istrinya.


***


Mariam terlihat sangat gugup,ia duduk di sisi ranjang menunggu Bima keluar dari kamar mandi.


Bima tersenyum manis menghampiri istrinya.


"A aku mau gosok gigi dulu ya, sebentar!"


Mariam langsung berlari ke kamar mandi begitu Bima menghampiri nya.


Bima geleng geleng kepala sambil tersenyum,dia tahu kalau istri nya itu masih gugup untuk menyerahkan dirinya seutuhnya kepada dirinya.


Mariam keluar dari kamar mandi dengan mengendap ngendap.


Dia terlihat seksi menggunakan lingerie warna merah menyala.


Mariam semakin salah tingkah tatkala sadar Suaminya menatapnya terus seperti hendak memangsanya,dia berjalan kikuk menuju meja rias nya dan sepertinya dia sedang mengulur ngulur waktu, memakai lotion dulu,nyisir dulu,pakai parfum dulu,apa apa dia pegang dan matanya sambil curi curi pandang gitu.


"Kamu kenapa sih,grogi gitu?!ayo sini,bobo!"


Kata Bima sambil menepuk tempat tidur di sampingnya.


Mariam diam sambil menatap tempat tidur yang ber sprei warna putih bersih itu.

__ADS_1


"Ayo sini!Kamu kok malu malu gitu sih,gak mau ya deket deket sama aku!?ya udah aku tidur di ruang tamu deh!"Kata Bima menggoda istrinya.


"Eh,nggak kok bukan gitu,Aku,aku,,,!"


Mariam terlihat begitu gugup,dia menggaruk kepalanya meskipun tak gatal.


"Ayo sini!"


Bima menarik tangan Mariam dan mendudukkan nya di pangkuan nya.


"Kamu cantik banget!


aduhh!kok jadi aku yang grogi sih!kamu sengaja ya mau godain aku,pakai baju kayak gini segala, bikin aku pengen gigit kamu deh, greget tahu!"


Bima memeluk Mariam begitu erat.


"Ih mm sakit tahu!Engap ih, lepas!"Kata Mariam sambil mendorong tubuh Bima hingga jatuh terlentang di atas kasur dengan posisi Mariam duduk diatas nya.


"Idih,kamu ternyata nakal banget ya, mulai berani sekarang!sini biar Aku habisi kamu!"Bima menarik tubuh Mariam dan menggulingkan nya.


Mariam berteriak teriak menghindari Bima, bukan enggan,dia hanya malu malu tapi mau,hahaha.


Dan terjadilah malam pertama yang sudah Bima nanti kan dari kemarin.


Bidadari syurga yang ia impikan kini berada dihadapan matanya.


Perempuan yang biasanya terbungkus tak terlihat sedikit pun lekuk tubuhnya, dan hanya terlihat bagian matanya saja,kini berada disampingnya dalam keadaan tak terbungkus pakaian sehelai benang pun,hanya tertutupi selimut yang biasanya Bima pakai sendirian.


Mariam begitu kelelahan setelah pergumulan nya semalam,entah berapa ronde mereka melakukan nya.


Bima memeluk nya erat penuh suka cita.


Rasa syukur terus saja ia panjatkan atas nikmat Tuhan yang diberikan kepada nya,kini ia merasa hidup begitu sempurna.


****


5 bulan berlalu,,


Fatimah sudah mulai tenang dan memulai kehidupan barunya.


Tak ada lagi sedikit pun kabar dari Irsyad.


Mereka benar-benar berusaha saling melupakan.


"Umi,doakan Fatimah ya,hari ini Fatimah akan melakukan wawancara kerja di sebuah perusahaan, mudah mudahan saja Fatimah di terima, Fatimah bosan di rumah terus!"


Kata Fatimah kepada Umi nya,ia meminta doa restu agar semua nya lancar.


"Tentu umi selalu saja doakan kamu, sayang! Semoga kamu berhasil,berkah dan selamat dunia akhirat!"Kata umi Salamah sambil mencium dan memeluk putri nya itu.


****


"Selamat siang Pak! Saya Fatimah yang akan melakukan wawancara hari ini!"Sapa Fatimah kepada seorang pria yang akan mewancarainya.


"Silahkan duduk!"


kata Pria itu sambil mengangkat wajahnya.


"Kamu!"

__ADS_1


kata mereka bersama aan.


__ADS_2