MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Dia bukan anak ku


__ADS_3

"Dimana Aku?!"


Mariam tiba-tiba terbangun di suatu ruangan yang seperti di sebuah klinik.


"Anda berada di klinik Nyonya,tadi anda tiba-tiba pingsan di dalam taksi dan sopir taksi segera mengantar Anda kesini!"Kata seorang Dokter perempuan.


"Ohh,lalu saya kenapa Dok!"


tanya Mariam sambil memegang dahinya yang masih terasa pusing.


"Selamat Nyona, Anda positif hamil!"Jawab Dokter itu sambil tersenyum.


"Benarkah Dok, Anda tidak sedang bercanda bukan!?"Mariam begitu senang mendengar perkataan Dokter itu.


"Tentu saja tidak nyonya! kandungan Anda sudah berusia 4 Minggu!" Dokter itu meyakinkan Mariam.


"Alhamdulillah,Ya Allah,saya senang sekali, terima kasih Dokter!"Ucap Mariam dengan begitu girangnya.


Dia tak sabar ingin segera memberitahukan kabar gembira itu kepada Suaminya.


Mariam berniat pergi dulu ku rumah mertua nya untuk memberitahu kan kabar gembira tentang kehamilan nya itu,Namun sesampainya disana terdengar suara gaduh dari rumah mertua nya itu,dan ternyata Tyas ada disana juga Suaminya Bima.


Mariam menghentikan langkahnya,dan hanya diam di balik pintu.


"Apa kamu lupa kejadian saat aku ikut kamu Syuting di Bali?! Waktu itu kita berdua dalam keadaan mabuk dan secara tidak sadar kita melakukan hal itu!kamu lupa?!"Teriak Tyas sambil menunjuk nunjuk ke arah Bima.


"Pokoknya Aku tidak merasa pernah menyentuh mu!Kamu jangan sembarangan menuduh ku Tyas!"Hardik Bima,dia begitu marah kepada perempuan Itu.


"Stop,diamlah kalian berdua! kepala ku pusing, kalian mau Aku masuk rumah sakit?!"teriak Tuan Danu.


"Om,Tante! hasilnya pun sudah jelas bukan, DNA Gabriel dan DNA Bima itu, cocok! tapi Bima masih saja ngelak!"Tyas berusaha keras meyakinkan mereka.


"Itu hasil rekayasa kamu saja Tyas,aku sama sekali gak percaya!"Sangah Bima.


"Rekayasa gimana?!Yang melakukan Tes adalah Dokter pribadi keluarga kalian! protes saja kamu sama dia!"Kata Tyas tidak mau kalah.


Mariam Akhirnya memutuskan untuk menemui mereka dan menjadi penengah.


Dia masuk ke dalam rumah dan membuat Bima terkejut setengah mati,dia takut Mariam salah Faham.

__ADS_1


"Assalamualaikum,Mah,Pah!"


sapa Mariam sambil mencium tangan kedua mertua nya ,tak lupa dia memeluk suaminya begitu romantis membuat Tyas geram melihat nya.


"Sayang, sejak kapan kamu datang?!"Tanya Nyonya Liana,dia khawatir menantunya itu mendengar semua percakapan mereka tadi.


"Dari tadi mah,Maaf Mariam sempat mendengar percakapan kalian tadi!"


Jawab Mariam.


"Sayang,jadi kamu dengar semuanya!?"Tanya Bima.


Mariam mengangguk sambil tersenyum.


"Tenang saja Sayang,aku tidak marah Kok, semua orang punya masa lalu, aku juga punya masa lalu yang kelam, Tapi kamu mau menerima ku dan memperlakukan ku dengan baik, bukan?!"Kata Mariam begitu tulus.


"Tapi sayang masalah nya Tyas itu sudah memfitnah ku!Aku tidak merasa melakukan apa yang dia tuduh kan,kok!"Kata Bima sambil menatap Tyas dengan penuh kemarahan.


"Sayang!Aku percaya kok sama kamu! tapi jika Tyas tetap pada pendiriannya apa salahnya jika kita rawat saja Anak itu, terlepas siapa pun Ayahnya, mungkin Tyas sudah tidak mampu membiayai hidup anak nya itu, kan ku kasihan jika terlantar!"Kata Mariam setengah menyindir waacccc


caaa"Kurang ajar banget nih perempuan,awas aja Lo,Ya,Gue balas nanti "Gerutu Tyas dari dalam hatinya.


Nyonya dan Tuan Danu sangat senang memiliki menantu yang baik dan begitu bijaksana seperti Mariam.


"Mariam tidak masalah Kok jika harus merawat Anaknya Tyas, Mah, Pah!


Gak apa apa Tyas, jika kamu tidak mau merawat ansk kamu,biar kami yang merawat nya, bagaimana Sayang,kamu setuju kan!"


Bima hanya diam tak menjawab,dia tak menyangka jika Mariam akan mengatakan hal itu.


"Bagus dong kalau begitu,kalian bisa mengadopsi nya, bawalah kemari anak itu Tyas!"tambah Nyonya Liana.


Tyas menahan amarahnya kepada Mariam, rencana nya benar benar berantakan,dia pikir Perempuan ini akan meninggalkan Bima setelah tahu dia punya anak di luar nikah bersama nya, tapi nyata dia malah mengatakan hal yang menyudutkan nya.


"Tidak semudah itu, Tante! jika kalian /kslian menginginkan Gabriel menjadi penerus keluarga kalian, maka Bima harus meninggalkan perempuan ini dan menikah dengan ku!"p Ke ata Tyas penuh percaya diri.


"Itu tidak akan pernah terjadi Tyas,aku lebih baik mati daripada harus berpisah dengan Mariam!"Jawab Bima.


"Berarti jangan harap kalian akan memiliki Gabriel sebagai bagian dari keluarga kalian!"Timpal Tyas.

__ADS_1


"Aku tidak peduli,aku bilang dia bukan anak ku!"


Bima tetap bersikukuh tidak mau mengakui Gabriel sebagai anaknya.


"Bima!dia tetap Anak mu! lihat lah hasil yes DNA nya, cocok Bim! Ksmu harus belajar menerima nya!"Nyonya Liana yakin jika Gabriel adalah anak nya Bima.


"Mamah tidak percaya kepada ku?Dan itu sama saja dengan Mamah menyetujui Aku harus berpisah dengan Mariam?Maaf,Mah!Aku tidak mau!"Bentak Bima.


"Sayang!"Mariam berusaha menenangkan Suaminya.


"Bukan begitu,Bim!Kita cari solusi bagaimana caranya,agar Gabriel bisa menjadi bagian keluarga kita tanpa Kamu harus meninggalkan Mariam!"


Tyas tersenyum puas, seperti nya dia mendapatkan sekutu baru, Nyonya Liana benar benar menginginkan seorang Cucu.


Mariam mengurungkan niatnya untuk memberi tahu semuanya jika dia sedang hamil,dia takut Tyas mencelakakan nya dan itu akan membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan nya.


Dia akan memberi tahukan nya nanti di waktu Yang tepat.


"Tapi Aku tetap tidak mau!Dia,bukan,Anaku!"jelas saja Bima tidak terpeng,dia benar benar yaki tidak pernah menyentuh Tyas dulu.


"Baiklah, aku tidak masalah meskipun di jadikan istri kedua!"Tyas masih berusaha bernegosiasi.


"Kamu gila ya!Stop Tyas, apapun perkataanmu aku tetap tidak menginginkan anak itu, apalagi kamu! sekarang tinggal kan tempat ini,dan jangan ganggu kami lagi!"kemarahan Bima sudah pada puncak nya,dia tak mengerti kenapa Tyas sampai bertindak jauh seperti itu.


"Sayang,Aku tidak masalah jika kamu menikah lagi dengan Tyas, kasihan anak itu,dia butuh figur seorang Ayah!"


Mariam pun sama saja.


"Kamu tuh apa apaan sih!Kamu juga lebih percaya kepada wanita iblis ini daripada Aku, Suami kamu sendiri! berapa kali aku harus bilang,dia bukan anak ku!"


Bima membentak Mariam, dia benar sudah kehabisan kata-kata, perkataan Tyas benar benar sudah merasuki pikiran istri nya juga.


Bima faham, Mariam adalah wanita Sholehah yang bisa menerima apa saja ujian yang Allah berikan kepada nya, tapi Bima benar benar yakin jika dia tidak pernah memiliki anak dari siapa pun, dan ini pun hanya akal akalan Tyas saja demi mencapai tujuan nya.


"Bim,istri kamu benar! Kasihan anak itu,dia butuh seorang Ayah,dia tidak berdosa, masa kamu tega sih?!"Nyonya Liana berusaha meyakinkan Bima, sedang kan Tuan Danu hanya bisa diam mendengarkan, berusaha mencerna siapa sebenarnya yang benar dan siapa yang salah.


"Pokoknya Aku minta lakukan kembali tes DNA dan aku ingin dilakukan di depan semua orang kecuali dia!"


Kata Bima sambil menunjuk ke arah Tyas.

__ADS_1


"Jika hasilnya benar benar cocok,aku akan melakukan yang terbaik agar tidak ada yang merasa di rugikan, tapi jika hasilnya tidak cocok, siap siap kamu masuk penjara,Tyas!"


__ADS_2