MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Terkatung katung


__ADS_3

Keenan menyodorkan minuman rasa buah yang baru saja ia ambil dari mobilnya.


"Aku minta maaf atas sikap ku tadi,Aku langsung hilang akal ketika melihat kamu dekat dengan pria lain!Apa sekarang kamu sudah lebih baik?!"Akhirnya Keenan membuka suara.


Ia sangat khawatir karena gara gara dia Mariam sampai ketakutan seperti tadi.


Mariam hanya mengangguk sambil menyembunyikan senyuman nya di balik cadar hitam yang ia kenakan.


Dia tahu Keenan cemburu.


"Hyun pasti sangat menyukai mu, dia berusaha memisahkan kita!"


Ucap Keenan lagi sambil meminum minuman miliknya.


"Hanna juga pasti sangat menyukai mu,dia terlihat sangat tidak menyukai ku!"Balas Mariam ragu.


"Hanna,,,Ah iya!Aku belum menjelaskan tentang dia kepada mu,Dia adalah teman masa kecilku,Aku tahu dia menyukai ku sejak lama, tapi Aku hanya menganggap nya sebagai teman saja,ya,dia memang sangat berperan penting dalam perjalanan karir ku selalu ini, dia banyak membantu keluarga ku ketika usaha milik Ayah ku hampir bangkrut ketika di Korea dulu, tapi kami bangkit ketika Ayah ku menetap di Indonesia,jadi Aku tidak peduli tentang perasaan nya, bagiku dia tetap teman ku!"Keenan menjelaskan panjang lebar.


"Tapi sepertinya tidak semudah itu, Hanna terlihat sangat mencintaimu, seperti Tuan Hyun,dia pun mampu melakukan apapun demi mendapatkan cinta mu!"Mariam mengungkapkan kekhawatirannya.


"Apa kamu takut dia merebut ku?!"Goda Keenan sambil me memicingkan matanya, menunggu reaksi dari Mariam.


Mariam terkekeh sambil memalingkan wajahnya.


"Aku sudah serahkan semua hidup dan mati ku kepada sang illahi,jadi untuk apa aku khawatir, jika kita memang berjodoh dan Allah Ridha dengan itu,tak akan ada yang mampu menghalangi hubungan kita berdua!"Ucap Mariam begitu menohok.


Untuk ke sekian kalinya Keenan begitu terkagum kagum kepada sosok wanita yang berada di samping nya itu,dia semakin bersemangat untuk segera menghalalkan Mariam agar mereka cepat bisa bersama terus seperti ini, saling bertukar pikiran,dan yang paling penting Mariam sudah mampu merubah nya ke arah yang lebih baik.


"Jadi kamu bersedia jika Aku melamar kamu?Aku pikir tidak baik terus di tunda tunda seperti ini Mar,Aku penasaran sebenarnya apa yang membuat kamu terus meragukan ku!?"Tanya Keenan dengan tatapan serius.


"Sebenarnya Aku juga sudah sempat mantap untuk menerima kamu sebagai Imam ku, namun setelah kehadiran Hanna, Aku mulai ragu kembali, ternyata kita masih belum cukup saling mengenal lebih jauh, Aku takut ada apa lagi di masa lalu kamu yang akan lagi hadir, begitu juga Aku,Aku tidak ingin jika suatu hari kita berjodoh,masa lalu dari kita berdua menjadi bayangan di antara hubungan kita,Aku harap kamu mengerti!jadi sebaiknya saat ini kita harus menyelesaikan dulu apa yang harus kita akhiri, untuk menempuh hidup baru bersama,Aku tak mau menjadi duri bagi siapapun!"Jawab Mariam begitu jelas.


Keenan menarik nafas dalam-dalam lalu membuang nya kasar.

__ADS_1


"Aku mengerti Mar, Aku tahu kamu tidak nyaman dengan kehadiran Hanna, untuk masalah Hyun,Aku percaya kamu tidak akan tertarik kepada nya bukan?!"


Keenan ingin memastikan kembali perasaan Mariam terhadap nya.


Mariam terkekeh kembali,Dia pikir Keenan seperti anak muda saja.


"Aku bukan anak kemarin sore yang selalu baperr jika ada pria yang mendekatiku,lagipula Aku tahu Tuan Hyun hanya senang bermain-main dengan wanita,Aku bukan tipe orang yang mudah tergoda, haha!"Ucap nya dengan tawa kecil yang bahkan hampir tidak terdengar.


"Jika ternyata dia serius dengan mu!?"


kekhawatiran Keenan masih belum lenyap rupanya.


"Aku tidak tahu tentang masa depan Tuan Keenan, tapi untuk saat ini bahkan sulit bagiku untuk membuka diri kepada pria manapun,namun begitu kamu hadir,ada sedikit harapan warna baru untuk ku jalani lagi kehidupan ku yang ketiga,tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan,Aku hanya berharap yang terbaik yang Allah akan Ridho jika pun harus aku menikah lagi!"Jawab Mariam.


Keenan mulai merasa lega,memang sangat sulit menggoyahkan hati seorang Mariam, bahkan sampai saat ini dirinya pun masih terkatung-katung menunggu kepastian cinta darinya.


Mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama di kediaman orang tua Keenan.


Sudah agar lama mereka tak berkunjung karena kesibukan mereka.


"Seperti nya Hanna akan tinggal lama di Indonesia,Ken! kenapa,ada masalah di perusahaan?!"Tanya Tuan Kim kepada Keenan begitu Mariam sedang asyik mengobrol dengan Ibu nya Keenan.


"Papah sudah ketemu sama Hanna?"


Keenan balik bertanya.


"Ya,dia sengaja berkunjung ke rumah tempo hari, hanya saja ada yang aneh dengan dia, dia sepertinya sedang mengorek informasi tentang Mariam,ada apa sebenarnya Ken,apa mungkin Hanna menyukai mu?!"Tuan Kim mencium ada sesuatu yang aneh dengan kedatangan Hanna kali ini.


"Seperti yang papah ketahui, Hanna menyukai sejak dulu dan sampai sekarang dia masih mengharapkan ku Pah, sekarang Keenan bingung harus bagaimana bersikap kepada Hanna, Mariam kembali menunda pernikahan kami karena takut menyakiti perasaan Hanna!"Keluh Keenan,dia meminta pendapat Papahnya sebagai orang tua.


"Hanna juga selalu mengungkit tentang kebaikan dia di masa lalu, seperti mengisyaratkan kalau kamu harus membalas budi dengan menikahi nya!Ini adalah ujian hubungan mu dengan Mariam, segera beri penjelasan kepada Hanna jika kamu hanya menganggap dia sebagai sahabat kamu saja tidak lebih,agar dia tidak terus berharap berlebihan!"


"Sudah Pah! Keenan sudah menolaknya berkali-kali,dan Keenan akan selalu menganggap Hanna sebagai teman terbaik selama nya, tapi dia tetap keras kepala dan memaksakan agar Keenan harus mencintai nya, Keenan sampai pusing menghadapi nya, bahkan Hanna memanfaatkan para karyawan di perusahaan,dia mengancam akan memecat mereka jika Mariam tidak menjauh dari Keenan!"

__ADS_1


"Sudah sampai sejauh itu?!"Tuan Kim benar benar tidak menyangka jika Hanna akan bertindak sejauh itu.


"Bahkan dia bisa lebih nekad Pah!"Kata Keenan putus asa.


"Sabar Ken! semuanya pasti akan baik baik saja! Mariam bukan wanita sembarangan,dia tak akan kalah begitu saja!"Tuan Keenan memberi support untuk putera nya itu.


"Wah rupanya ada pertemuan rahasia nih!kok aku gak diundang sih!"


Tiba tiba saja Hanna muncul begitu saja di rumah orang tua Keenan, entah darimana dia tahu jika Keenan sedang ada di sana.


"Hanna,kenapa kamu kesini!?"Tanya Keenan dengan begitu ketus, jelas terlihat jika dia tidak suka Hanna datang ke rumah nya.


Kemudian Mariam dan Ibu nya Keenan pun datang menghampiri setelah mendengar kedatangan tamu lain.


"Hanna!Tante senang kamu datang,Tante ingin kenalkan kamu dengan Mariam!"Sapa Nyonya Glory berbasa basi.


"Oh, kita sudah saling kenal Tante,Mariam adalah karyawan di perusahaan kita kan?!"Jawab Hanna seolah merendahkan posisi Mariam.


"Ah, ternyata kalian sudah saling kenal ya! Mariam ini sekertaris Keenan lho, Han!"Nyonya Glory seakan menegaskan


"Itu dulu Tante, sekarang tidak lagi, dia hanya karyawan biasa sekarang!"Kata Hanna memandang sebelah mata.


"Kamu sengaja mampir Han,kamu sudah makan malam?"Tuan Kim tetap berusaha bersikap seperti tidak terjadi apa apa diantara mereka.


"Tadinya aku nunggu Keenan di apartemen nya,Om!tapi kok lama banget gak pulang pulang,Aku pikir Keenan ada disini,eh ternyata bener aja ada disin! Kamu kok gak ajak Aku sih Sayang!Aku kan calon istri kamu, kamu malah bawa dia!"Kata Hanna asal ucap sambil menunjuk Mariam tak sopan.


"Calon Istri?!"


Teriak kedua orang tua Keenan berbarengan, mereka benar benar terkejut dengan apa yang dikatakan Hanna.


"Iya Om, Tante! Lho kamu belum bilang Sayang?"


Hanna melirik ke arah Keenan yang kebingungan.

__ADS_1


"Om, Tante!Aku tuh sengaja datang ke Indonesia itu karena kali berencana untuk segera menikah! Aku pikir kalian sudah tahu?kamu tuh gimana sih Sayang!Kamu belum minta izin sama Om sama Tante?!"


Mariam hanya melongo ikut terkejut,ia berharap ini hanya akal akalan Hanna saja saking cintanya kepada Keenan, tapi jika apa yang dikatakan nya benar gimana?


__ADS_2