MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Galau


__ADS_3

"Dia berbeda keyakinan dengan kita Bib,dan dia sangat taat terhadap agamanya!"


Kata Mariam begitu Bibah menceritakan semua penyebab kegalauannya.


"Mampus!apa lagi ini!"Batim Bibah.


Dia membuang nafas nya kasar.


"Lalu apa yang harus aku lakukan dengan janji iti Teh!?"Pertanyaan itu lagi yang terucap oleh Bibah yang membuat nya gundah gulana.


"Hanya Allah yang mampu memberimu jalan Bib!Teteh yakin semua nya tidak ada yang kebetulan! Semuanya sudah Allah atur, jadi jalani saja, Teteh yakin Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk jodoh mu!"


"Akhh! Pokoknya Bibah gak mau ketemu dama dia dulu!"Rengek Bibah.


"Jika dia jodoh yang terbaik untukmu,pasti akan Allah dekat kan,Bib!dan jika dia tidak baik untuk mu, pasti akan Allah juahkan!Roy sebenarnya Pria yang sangat baik, penyayang dan penuh perhatian,Teteh yakin Allah memiliki rencana yang sangat indah untuk kalian jika ia berkehendak.


Kak Bima bilang temani saja Teteh disini dulu selagi Kak Bima di luar kota,kamu tenangkan diri kamu dulu disini,dan jagan banyak pikiran,oke!?"Kata Mariam sambil tersenyum dan mengelus rambut Adik nya itu.


Bibah pun mengangguk sambil tersenyum lalu memeluk kakaknya penuh kehangatan.


***


"Kemana bocah itu,tak memberi kabar sedikit pun kepadaku! sudah dua hari dia tak masuk kerja!apa dia ingin aku pecat! mentang-mentang kakak nya pemilik perusahaan,dia pikir bisa seenaknya!lihat saja nanti,Aku akan beri dia pelajaran!"Gerutu Roy, sebenarnya dia sangat khawatir kepada Bibah, sejak insiden waktu itu,Bibah tidak masuk kerja dan dia tak memberi nya kabar,dan Roy merasa gengsi jika harus menanyakan tentang keadaannya.


Dengan banyak pertimbangan, akhirnya Roy memberanikan diri untuk mengirimkan pesan singkat kepada Bibah.


"Heh, Kemana saja kamu!?Jika sudah merasa baikan segera masuk kerja! pekerjaan mu sudah menumpuk!"


Begitu dia mengirimkan pesan lewat WA kepada Bibah.


Namun sayangnya sepertinya Ponsel Bibah tidak aktif dan pesan nya tidak terkirim.


Roy semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi kepada Bibah.


Siang ini dia berniat mencari Bibah ke kosan nya untuk melihat keadaan nya, namun sayangnya kaya pemilik kosan Bibah sudah pindah dan tak tinggal lagi disitu, dan dia tak tahu kemana Bibah pindah.


Roy yakin Bibah pindah ke rumah Ibunya, tak mungkin dia tinggal bersama Bima, karena sudah berulang kali Bima menawarinya tinggal di rumah nya namun Bibah selalu menolak nya.


Akhirnya Roy memutuskan untuk mengunjungi Ibunya yang sudah lama dirawat di rumah sakit akibat penyakit kanker yang ia derita.


Ibunya adalah seorang muslim, sedangkan Ayahnya seorang non muslim.


Sejak kecil orang tua nya bercerai dan dia ikut dengan Ayahnya yang sahabat dari Papah nya Bima.

__ADS_1


Berbeda dengan Keluarga Pak Danu, Papahnya Roy adalah seorang katolik yang taat beribadah,dan itu menurun kepada Roy.


Namun Roy selalu menjaga hubungan baik dengan Ibunya yang ternyata di vonis kanker rahim stadium empat sejak melahirkan nya, dia tidak pernah menikah lagi dengan pria manapun sejak bercerai dengan Ayahnya dan harus berobat hingga akhirnya setelah Roy mapan dia pun dirawat terus dirumah sakit dengan bantuan keluarga Bima.


Roy tak mendapati Ibunya dikamar tempat ia dirawat, kata Suster yang menjaganya,dia sedang berjalan jalan ditaman rumah sakit.


Roy pun segera bergegas ke taman belakang rumah sakit.


Roy melihat dari kejauhan Ibunya sedang bercengkrama dengan seorang perempuan berhijab, dan seperti nya dia tidak asing lagi.


Roy mendekati mereka,dan terdengar suara tawa Ibunya yang tak pernah ia dengar selama ini.


Dan benar saja,dia adalah Bibah.


Gadis tengil yang sedang ia cari keberadaan nya, Gadis yang selalu membuat tekanan darah nya naik, namun entah kenapa ia ingin mencarinya jika dia tak ada.


"Mom?! Sedang apa disini?!"Tanya Roy yang muncul dari belakang dan langsung merangkul pundak Ibunya.


"Hai Sayang!kapan datang?Mom sedang menghirup udara segar dan bertemu teman baru yang sangat cantik ini!"Jawab Ibu nya Roy sambil memegang tangan Putera nya lalu menatap ke arah Bibah sambil tersenyum,Bibah terlihat sedang memangku Satria.


"Mom?!jangan bilang kalau Ibu ini adalah Ibunya Pak Roy!Aduh mampus Gue!pake ketemu Ibu ibu ini segala lagi!"Batin Bibah.


"Sedang apa kamu disini?!Apa kamu terluka akibat kejadian tempo hari sampai sampai harus ke rumah sakit segala!?"Tanya Roy begitu ketus.


"Nggak kok!Saya mengantar Teh Iyam yang sedang periksa kehamilan nya!"Jawab Bibah dengan tak kalah jutek nya,dia sedang malas ketemu Bos nya itu ,eh malah ketemu disini.


Tanya Ibu nya Roy.


"Dia sekertaris nya aku Mom!dia juga adik iparnya Bima!"Jawab Roy sambil memicing kan matanya ke arah Bibah yang sedang mengejar ngejar Satria yang berlarian kesana kemari tak mau diam.


"Oalah!Kok bisa kebetulan gitu ya!?dia gadis yang sangat baik Roy,dan dia mampu membuat Mom kembali ceria!kamu jangan galak galak sama dia!"Kata Ibu nya Roy memberi kode, dia sangat menginginkan calon menantu seperti Bibah.


Dia sangat periang, penyayang juga sangat perhatian,dan dia juga terlihat luwes dalam mengurus anak kecil seperti Satria.


"Baik apanya Mom!dia sangat mengesalkan dan selalu membuatku ku marah!"Gerutu Roy sambil membetulkan kerudung Ibunya.


Ibunda Roy tersenyum sambil mengelus rambut putera nya.


"Jangan terlalu benci Roy! Nanti kamu malah balik menyukai nya!"Goda Ibunya,hari ini dia terlihat berbeda, begitu ceria dan terlihat bahagia.


"Gak akan pernah Mom!Mom gak lihat dia masih bau kencur gitu!dan dia bukan tipe aku!"


Bantah Roy sambil memandang Bibah yang sibuk mengurus keponakan nya.

__ADS_1


"Loy loy loy!"


Teriak Satria sambil berhambur ke pelukan Roy.


Satria yang masih belajar bicara belum fasih menyebutkan segala sesuatu dan dia terdengar sangat lucu.


Roy tidak begitu menyukai anak kecil,dia hanya menyambut dingin pelukan Satria.


"Hei Boy! where are your Mom?!"Sapa Roy.


"Dia tidak dibiasakan berbicara bahasa Inggris, bahasa lokal aja!sok gaya gaya an segala!"


Kata Bibah ketus.


Entah kenapa dia semakin kekih terhadap Roy.


"Bukan Sok gaya!Satria adalah pewaris dari Diningrat Groups,jadi dia harus pintar dalam segala hal! termasuk Fasih dalam berbahasa asing! mengerti kamu!?"Kata Roy sambil menatap tajam Bibah.


Bibah malan menjulurkan lidahnya ke arah Roy.


Ibunda nya Roy tersenyum sambil geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua.


"Bib! Satria mana?Teteh sudah selesai,ayo kita pulang!"Tiba tiba Mariam muncul dari dalam rumah sakit itu.


"Mi mi !"Oceh Satria sambil berlari menuju Ibunya.


"Eh ada Roy!sedang apa Roy disini?!"Sapa Mariam begitu melihat Roy sedang bersama Bibah dan menggendong Satria.


"Hai Mar!Aku sedang menengok Momy ku yang sedang di rawat disini! kenalkan dia adalah Momy ku,dia sakit kanker dan harus dirawat! Mom ini adalah istri nya Bima, dan Bibah itu adanya Adik nya!"


Jawab Roy lalu dia memperkenalkan Ibunya.


"Oh begitu! Assalamualaikum Ibu! Semoga Ibu cepat sembuh!"Sapa Mariam sambil mencium tangan Ibunya Roy dan mencium pipi kanan kiri Ibu yang seumuran dengan Umi nya itu.


Setelah mereka menginap cukup lama tentang penyakit yang menimpa Ibunya Roy, Mariam pun pamit pulang.


"Kalau kamu sudah merasa baikan sebaiknya besok kamu mulai masuk kerja lagi,dan kenapa ponsel mu tidak aktif!?"Kata Roy kepada Bibah sebelum dia beranjak pergi mengikuti langkah Kakak nya.


"Aku akan berhenti kerja dan akan segera mengirimkan surat pengunduran diri!"Jawaban Bibah begitu mengejutkan Roy juga Mariam.


Bibah langsung pergi begitu saja menuju mobilnya sambil menggendong Satria.


"Bib tunggu Bib!"Teriak Mariam.

__ADS_1


"Ada apa dengan bocah itu!?sejak kejadian waktu itu dia terlihat semakin aneh! bukannya berterima kasih,dia malah terlihat benci banget sama Gue dan menghindar dari Gue!Enak saja mau ngundurin diri gitu aja!Gak akan pernah! Sebelum Gue yang pecat dia!"


Gumam Roy sambil menatap punggung Bibah yang sudah masuk ke parkiran.


__ADS_2