MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Jadilah kekasihku


__ADS_3

"Dimana Satria kok gak ada?!"Gumam Mariam,dia mencuci tangan nya di westafel dan segera keluar dari toilet.


"Kamu kenal dia dimana!?"Ternyata Wira sedari tadi menunggu Mariam keluar dari toilet,dia berdiri bersandar di depan pintu.


"Astaghfirullah! sejak kapan kamu ada disitu, ngapain ngikutin Aku sampai ke sini! kamu ingin terjadi fitnah?!"Mariam sangat terkejut melihat Wira ada di depan pintu toilet.


"Aku hanya ingin menanyakan bagaimana kamu bisa mengenal dia,Aku hanya khawatir kamu kenapa kenapa, dia itu orang asing, Mar!"


Kata Wira sambil menatap Mariam intens, tubuhnya menghalangi jalan yang akan dilewati Mariam.


"Bukan urusan mu, lagipula Aku baru kenal Dia tadi, apa masalah nya?!Dia adalah rekan kerja perusahaan kita!"


Jawab Mariam kesal, untuk apa Wira mencampuri urusan terlalu jauh.


"Aku punya feeling dia bukan orang yang baik, dan takut kamu menjadi mangsanya!"Jawaban Wira terdengar tidak masuk akal bagi orang yang tidak memiliki hubungan apapun dengan nya.


"Memang nya siapa kamu sih, Aku tidak suka kamu bersikap seperti ini kepada ku,Wira!Aku tidak ingin Sarah salah faham!"


Kata Mariam tegas.


"Aku hanya,,,"


"Stop Wira! Kita memang pernah punya ikatan dulu, tapi sekarang kita bukan siapa siapa sama sekali, sekarang kamu adalah Suami dari sahabat ku Sarah,dan Aku tidak mau hubungan ku dengan nya rusak karena salah faham! Kamu mengerti bukan!"Mariam segera memotong pembicaraan Wira.


"Minggir!Aku mau lewat!"kata Mariam lagi sambil mendorong tubuh Wira agar memberinya jalan.


Wira terdiam ambigu.


Jadi dulu dirinya dan Mariam pernah ada hubungan, pantas saja Mariam ada dalam memorinya, tapi kenapa hanya Mariam yang Dia ingat,apa karena wasiat Bima sebelum Ia jatuh, hingga nama Mariam begitu melekat di pikirannya.


"Akhh!"


Wira kembali merasakan sakit yang sangat di bagian kepalanya.


sekelebat bayangan saat dulu bersama Mariam muncul tiba-tiba, kenangan indah bersama nya.


"Mas, Mas tidak apa apa?!"Sarah segera menghampiri Wira begitu melihat nya kesakitan.


Ternyata sedari tadi Sarah mengamati Wira dari kejauhan,dia mengikuti Wira begitu melihat Wira mengikuti Mariam ke toilet.


"Sarah?!"Ucap Wira,dia terkejut Sarah ada dihadapannya kini, apakah dia mendengar apa yang dirinya katakan kepada Mariam?


begitu batin Wira, bagaimana pun dia tak ingin menyakiti siapapun.


"Kita pulang saja Mas!Ayo berdirilah!"Kata Sarah sambil memapah Wira menuju mobil mereka, Sarah berada di belakang kemudi, karena sepertinya Wira masih sakit kepala.


"Bagaimana Mas! sudah baikan?!"Tanya Sarah setelah memberikan obat kepada Wira, kemudian dibaringkan Suaminya agar ia segera beristirahat.


"Alhamdulillah, terimakasih Sar!"Ucapnya sambil tersenyum, senyum yang Sarah selalu rindukan.


"Mas kenapa tadi?!Mas mengingat apa?!"Tanya Sarah sambil mengusap rambut Wira penuh kasih sayang.


"Aku benar benar minta maaf Sar,Aku belum bisa mengingat kebersamaan kita selama ini,hanya tentang Mariam yang kadang melintas di ingatan ku,Aku sangat tersiksa Sar!"Kata Wira begitu lirih.


"Gak apa apa Mas, pelan pelan saja, Mariam dan kamu dulu memang pernah menikah, jadi wajar saja jika dia masih ada dalam memori kamu!"Kata Sarah,dia berusaha tegar meski hatinya begitu sakit, belum lagi sakit di rahimnya yang terkadang muncul dan Ia tidak ingin Wira tahu, Sarah tidak ingin semakin membebani Suaminya.


Wira mengecup tangan Sarah dengan lembut, ingin rasanya rasa itu kembali hadir dalam hatinya, wanita dihadapan nya ini begitu cantik dan Sholihah,tapi kenapa rasa cinta untuk nya seakan lenyap begitu saja seiring lenyap nya ingatan nya.


Malam itu Wira berusaha kembali membangkitkan rasa yang


pernah ada untuk Sarah, meskipun hatinya berkata lain.

__ADS_1


Tapi Sarah begitu bahagia, akhirnya Suaminya kembali menyentuh nya kini.


****


"Aku menawarkan kamu pekerjaan dengan gaji yang fantastis! jadilah Sekertaris ku,Miss Mariam!"


begitu lah isi chat Mr.Ken pagi pagi begitu Mariam sedang bersiap pergi bekerja di hari pertama nya.


"Mohon maaf Mr.Ken,saya tidak tertarik!"Balas Mariam seperlunya.


"Kamu ingin apa,mobil, rumah, atau semuanya yang aku miliki akan aku alihkan menjadi milikmu, jadilah kekasihku Miss.Mariam!"Rayu Mr.Ken.


Dia tak berhenti mengganggu Mariam setelah pertemuan semalam.


Kali ini Mariam tidak membalas lagi chat darinya,dia terburu buru pergi ke kantor,pagi ini ada meeting penting dan dia harus menyiapkan nya untuk Juna.


"Umi mau kerja di kantor Om Jun?"Tanya Satria sambil mengunyah sandwich buatan Uminya.


"Iya, Sayang!gak apa apa ya?nanti kamu di jemput Oma ke tempat les,lalu nanti Umi jemput kamu dirumah Oma, gimana?!"


"Waahh, jadi Tria hari ini ke rumah Oma,horee!Tria mau main sama aunty Fat,disana kan Tria banyak teman!"


"Tapi kamu jangan nakal ya,nanti Oma kecapean, aunty Fat juga kan mau punya Dede bayi, jadi Tria gak boleh nyusahin mereka!"


nasihat Mariam.


"Siap Bos! Umi tenang aja, Tria kan anak baik!"ucapnya begitu menggemaskan.


"Hahahaha!kamu ini!"Kata Mariam sambil mencubit pipi gemoy putra nya itu.


Satria pun pergi ke sekolah sementara Mariam pergi ke perusahaan almarhum suaminya,Dia ingin membantu pekerjaan Adiknya disitu.


**


"Mar! tunggu Mar!"Teriak Wira, entah mau apa lagi dia kali ini,dia mencegat Mariam yang lagi ribet banget.


Mariam menoleh nya tanpa bersuara.


"Kamu kerja sama Juna?!"Tanyanya terdengar basa-basi.


"Seperti yang kamu lihat!"Jawab Mariam, cuek.


Dia berniat segera pergi, karena sedang tergesa-gesa.


"Tunggu Mar,ada yang mau aku omongin!"Cegah Wira lagi.


"Nanti aja,Aku lagi ribet banget nih, hari pertama kerja dan langsung banyak kerjaan yang numpuk, ngerti kan!"


"Bentar aja,Mar! bentar aja,Aku hanya mau minta maaf tentang semalam!"


"Ya sudah lupakan saja! apalagi di kantor kita sebaiknya jaga jarak saja, Aku tak mau jadi bahan gosip!"


Ucap Mariam dengan nada jutek, Ia tak mau Wira terlalu dekat dengan nya, Dia pun segera beranjak.


"Mar, tunggu sebentar,Mar!"Seru Wira sambil mengejar langkah Mariam yang setengah berlari.


"Sini biar Aku bantu!"Kata Wira sambil hendak mengambil berkas-berkas yang menumpuk ditangan Mariam.


"Gak usah! Aku bisa sendiri!"


Tolak Mariam.

__ADS_1


"Gak apa apa!sini biar Aku yang bawa!"Wira tetap keukeuh ingin membantu Mariam.


"Tidak usah Wira!Aku tidak mau!"


Mariam menarik kembali berkas-berkas itu ,dan Wira tetap memaksa.


"Hei,Bung! Nona ini sudah menolak Anda! jadi tidak usah memaksa!"Tiba tiba saja muncul tuh si Mr.Ken,Dia menarik bahu Wira agar menjauh dari Mariam.


"Anda tidak usah ikut campur!"Kata Wira sambil berhadapan dengan Ken, seakan mereka siap untuk berkelahi.


Si biang kerok nya malah pergi buru buru ke ruang Meeting, banyak yang harus Mariam siapkan sebelum rapat di mulai.


Dalam otaknya nya berkecamuk berbagai pertanyaan,


Sial!pagi pagi sudah ada saja masalah,mana kerjaan numpuk,Wira terus mendekati nya,di tambah Si Ken lagi yang selalu ada di mana mana,kayak hantu aja.


Gerutu Mariam dalam pikiran nya.


"Mr.Ken!Anda sudah datang!?"Untung nya Juna segera datang dan menyapa Mr.Ken.


Mereka pun bersalaman,dan mampu mencairkan suasana yang sudah tegang diantara Ken dan Wira.


"Wira,kamu sudah siap persentase hari ini!?"Tanya Juna berbalik kearah Wira,Juna dapat menangkap mereka berdua sedang perang dingin gara gara Kakaknya.


Ribet juga ya kalau punya Janda kembang.


Pikir Juna,Dia tak dapat memungkiri jika Mariam memiliki pesona yang luar biasa, meskipun tubuh nya begitu tertutup rapat, tapi tetap saja membuat para kaum Adam yang melihat nya begitu terpesona,inner beauty nya begitu terpancar nyata.


Wira pun hanya mengangguk lalu masuk ke ruang meeting.


Meeting pun berjalan sangat lancar,Wira begitu sempurna menyampaikan persentase nya, semua investor yang hadir terlihat begitu puas dan mereka begitu antusias dan tak sabar untuk segera memulai proyek baru mereka.


"Mar,Aku jemput Satria ya!"Bisik Wira begitu para peserta rapat bubar sebagian dan Mariam sedang membereskan berkas bekas rapat tadi.


"Tidak usah! Satria sudah di jemput Fatimah!"Jawab Mariam tanpa menoleh.


Ni orang mau nya apa coba?!


Batin Mariam,jujur ia kesal menghadapi Wira.


"Tuan Juna! bagaimana suka dengan hadiah dariku?!"Kata Ken sambil menghampiri Juna yang tengah memainkan gadget nya.


"Of course Mr,Saya sungguh berterima kasih, Anda sungguh baik hati!"Jawab Juna sambil tersenyum hangat.


"Tuan Juna,Saya ingin mengajak sekretaris Anda ini makan siang?!apa boleh?"Ken mulai lagi melancarkan serangannya terhadap Mariam.


Mariam menggelengkan kepalanya ke arah Juna, tanda Juna harus menolak untuk nya.


"Sorry,Mr, sekarang masih jam kerja, jadi mohon maaf saya tidak bisa memberikan izin,hari ini adalah hari pertama Dia kerja,jadi banyak sekali pekerjaan yang menumpuk!"Jawab Juna dengan sopan.


Wira tersenyum kecut,dia senang mendengar penolakan Mariam melalui Juna.


"Oke, kalau di luar kerja, boleh dong?!"Ken masih belum menyerah.


"Itu urusan kalian,saya tidak berhak ikut campur!"


"Maaf kapan pun saya tetap tidak bisa!Saya permisi!"Mariam langsung menutup akses kepada Pria manapun,dia begitu tegas dan lugas.


Wira tersenyum senang,Juna menggedikan kedua bahunya ke arah Ken,Ken terlihat kecewa sambil memandang punggung Mariam yang semakin menjauh.


"Seperti nya usaha Anda akan sia sia Mr.Ken, setelah kepergian Kakak ku, Bima,Kak Mariam seperti sudah menutup pintu hatinya untuk Pria manapun!"Ujar Juna sambil menepuk pundak Ken.

__ADS_1


Ken terlihat sangat kecewa, harga diri nya seperti sedang di injak injak kini, sebelumnya tak ada wanita manapun yang berani menolak dia, bahkan mereka rela antri demi untuk bisa bersama nya, tapi perempuan satu ini,,,,


"Lihat saja, akan ku buat Kau bertekuk lutut di hadapan ku, Perempuan sombong!Aku semakin penasaran seberapa cantik nya perempuan bercadar itu!"


__ADS_2