MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Abu abu


__ADS_3

Keenan segera mencari payung miliknya kemudian segera turun dari mobil dan menghampiri mobil mogok di seberang jalan.


Ia menangkap sesosok perempuan bercadar yang tergopoh-gopoh keluar menerjang derasnya hujan yang turun dalam gelap nya malam.


Ia mengenal jelas perempuan bercadar itu,dia adalah Mariam, perempuan yang sempat menjadi penyebab pertengkaran nya tadi bersama Julian, sahabat nya sendiri.


Keenan berdiri dibelakang Mariam yang tengah membuka kap mobil nya yang seperti nya ada masalah,namun yang terdengar malah suara Isak tangis yang tertahan, seperti nya Mariam sedang sedih.


Keenan hanya berdiri memayunginya tanpa mengatakan apapun, membiarkan Mariam tenggelam dalam tangisnya.


Disana Keenan akhirnya dapat melihat sisi lemah seorang Mariam,ia yang selalu terlihat perempuan yang kuat dan hebat, seyogyanya nya dia adalah wanita yang lemah dan butuh sandaran, seperti yang pernah Julian katakan padanya,


*Dia itu bukan sombong Ken,Dia hanya menjaga diri dan kehormatan nya di depan Pria yang bukan muhrimnya,dia tidaklah seperti perempuan murahan yang biasa kita kenal!*


Saat ini ingin sekali Keenan memberikan bahunya untuk dijadikan sandaran oleh Mariam,tapi pastinya Mariam akan menolaknya, bahkan bisa jadi Mariam akan membunuhnya jika ia tiba-tiba memeluk nya untuk sekedar menenangkan nya.


"Keenan?!"ucap Mariam begitu ia membalikan badannya, namun segera ia memalingkan kembali wajah nya membelakangi Keenan kembali, tangisnya semakin pecah.


10 menit berlalu,,,


"Mobilmu bermasalah?!"Tanya Keenan akhirnya memecah suasana yang ambigu.


"Seperti nya begitu,tiba tiba mesin nya mati dan tak mau hidup kembali!"Jawab Mariam tanpa menoleh.


Ia mengusap matanya yang berair.


"Coba Aku cek!"Ucap Keenan sambil menyodorkan payung agar dipegang oleh Mariam, kemudian ia memakai kan jaket milik nya kepada Mariam.


"Kamu bisa sakit jika terus main hujan hujanan begini!"


Mariam hanya diam tanpa sedikitpun menoleh ke arah Keenan.


Keenan memeriksa mesin mobil Mariam,tak lama ia menutup nya kembali.


"Seperti nya kita harus memanggil montir,ini akan lama,jika tidak keberatan Aku akan mengantarkan kamu pulang!"Kata Ken sambil menatap Mariam.


Mariam segera menundukkan wajahnya dan menjaga jarak dari Keenan.


Seperti nya dia sedang kebingungan.


"Ayolah Mariam!ini sudah malam dan hujan masih belum reda,Aku janji tak akan berbuat macam-macam!"Keenan meyakinkan Mariam yang penuh keraguan.


Mariam pun akhirnya mengangguk perlahan,tak ada pilihan lain , meskipun sebenarnya ia tak ingin satu mobil dengan Keenan dan mereka hanya berdua saja.


Keenan berusaha fokus di depan kemudi.


Tapi tangan nya tak berhenti bergetar dan kepala nya langsung terasa pusing, kepanikan melanda,ia tak mampu mengendalikan rasa trauma nya meski memaksa kan diri.

__ADS_1


"Apa ada masalah?kamu sakit?!"Tanya Mariam yang heran melihat gelagat Keenan yang aneh.


"A ,,a,,aku tidak bisa menyetir saat hujan?!Aku masih trauma akibat kecelakaan yang merenggut orang tua Dara waktu itu!"Ucap Keenan dengan terbata.


"Biar Aku saja yang menyetir!"Kata Mariam sambil kembali turun dari mobil untuk mengambil alih kemudi.


Sekarang Mariam jadi tahu sisi lain dari Keenan,di balik keangkuhan nya,dia menyimpan berjuta penyesalan yang mendalam dan membuat dirinya trauma berat,


*ternyata ada juga sisi lembut didalam dirinya*Batin Mariam.


Kini mereka menjadi lebih saling memahami satu sama lain, sedikit demi sedikit pikiran mereka mulai terbuka, yang tadi nya hanya menilai tentang keburukan dari satu sama lain, sekarang didalam hati mereka saling mengakui sisi kebaikan masing-masing.


"Kamu tadi dari mana?"Tanya Keenan memecah keheningan.


"Dari rumah teman, kebetulan dia mengadakan syukuran, namun tiba tiba saja mobilku malah mogok!Aku lupa sudah lama juga mobilku itu tidak diservis!"Jawab Mariam sambil fokus menyetir.


"Tapi kamu nangis bukan gara gara mobil kamu yang mogok bukan?!"Pancing Keenan setengah menggoda,Ia cukup penasaran apa yang membuat Mariam sedih.


Mariam hanya mendelik tanpa menjawab nya.


"Jika kamu keberatan,kamu tidak perlu menceritakan masalahmu itu,tapi Aku siap mendengarkan jika kamu berubah pikiran!"Kata Keenan lagi.


"Kita tidak sedekat itu untuk saling bertukar pikiran!"Mariam begitu ketus Kep Keenan,dia masih tak ramah kepada nya.


"Makanya Aku ingin mengenal mu lebih dekat,biar aku bisa jadi tempat bersandar ketika kamu sedang bersedih!"Keenan mulai melancarkan rayuan gombal nya.


"Siapa?!"Keenan mulai sedikit takut,ia takut jika Mariam ternyata sudah memiliki calon yang lain.


"Allah SWT!"Jawab Mariam singkat.


Keenan tersenyum senang, kekhawatiran nya kini sirna sudah,dia masih memiliki peluang untuk mendapatkan Mariam kembali.


"Sudahlah Tuan Keenan,tadi Anda sudah berjanji untuk tidak berbuat macam-macam!"Mariam segera memotong pikiran Keenan yang ingin terus menggodanya.


Keenan tergelak,


*perempuan satu ini memang sangat sulit ditaklukkan!*pikir nya.


"Aku masih menunggu jawaban mu atas pertanyaan ku tempo hari!Aku harap ada kabar baik yang aku dengar saat ini juga! tapi jika kamu masih belum sempat berpikir karena sedang banyak masalah,Aku akan terus menunggu!"Kata Keenan sambil menatap Mariam yang terus fokus dijalanan.


"Aku sudah pikirkan baik baik,dan,,,"Mariam menghentikan ucapannya yang terdengar ragu.


"Dan?!"Keenan tak sabar ingin mendengar kelanjutan nya.


"Aku ingin kamu menyelesaikan urusan mu dengan Dara,jika kita terus melanjutkan hubungan kita,akan ada hati yang tersakiti,dan itu adalah Dara,Aku paling tidak suka menyakiti hati seseorang,buat dulu dia mengerti,dan Aku akan mempertimbangkan kembali kemana hubungan kita akhirnya nanti!"Jawaban Mariam cukup beralasan,memang benar, hubungan mereka tidak akan nyaman jika terus dihantui Dara yang terus mengharapkan Keenan,dan itu tidak akan baik jika mereka terus menyembunyikan hubungan mereka dari Dara, meskipun dara terbilang masih muda,tapi di usia seperti itu justru sedang labil dan takut berakibat fatal terhadap psikologi nya nanti.


Keenan menarik nafas nya dalam.

__ADS_1


Itu akan sedikit sulit dan memakan waktu yang panjang,tapi apa boleh buat,jika itu, keinginan Mariam,dia harus berusaha keras.


"Aku akan berusaha memberinya pengertian, tapi sepertinya akan butuh waktu yang lama,Aku harap kamu mau bersabar! Namun jika suatu saat orang tua ku ingin bertemu dengan mu, apakah kamu bersedia menolong ku, untuk menyenangkan mereka?!"Tanya Keenan, Ia takut Orang tua nya kecewa jika ternyata hubungan mereka diambang kekandasan.


"Akan Aku usahakan!"Jawab Mariam sambil menepikan mobil milik Ken, mereka sudah sampai di depan rumah Mariam yang tampak masih gelap,tidak ada orang yang menyalakan lampu karena Bi Ntin sudah pulang kampung.


"Kamu sendirian di rumah?!"Tanya Keenan sambil melihat lihat ke arah rumah Mariam.


"Bi Ntin pulang kampung,dia sakit dan memutuskan untuk resign!"Jawab Mariam sambil membuka septi belt yang membalut tubuh nya.


"Memang nya Kamu gak apa apa di rumah sendirian?!"Keenan terdengar khawatir.


"Kenapa mesti takut,mati pun nanti kita sendiri!"Jawaban Mariam selalu saja menohok.


"Besok aku akan mengirim orang untuk menggantikan Bi Ntin mu itu!"Kata Keenan berbaik hati.


"Tidak perlu,Bi Ntin sudah mendapatkan pengganti dirinya dari kampung halaman nya,besok baru akan datang!"Jawab Mariam, padahal tidak ada,dia tak ingin berhutang budi lebih banyak kepada pria yang belum jelas seperti Keenan.


"Baiklah,bagus kalau begitu!"


Keenan kembali harus menelan kekecewaan, niat baiknya di tolak berkali-kali,sulit sekali mengambil hati Mariam ini.


"Terimakasih sudah mengantar,maaf sudah merepotkan!"Kata Mariam dengan tulus kali ini,ia bersiap untuk turun dari mobil mewah milik Keenan.


"Tunggu Mar! bagaimana kalau besok kita mengunjungi Satria!?pasti dia sudah kangen banget sama kamu,Aku free besok,Aku akan menjemput mu jika kamu mau!"Kata Keenan tiba tiba, entah dapat ide dari mana dia.


*kenapa dia seperti tahu keinginan ku,Aku memang sangat merindukan Satria!*batins Mariam sambil berpikir.


"Aku bisa berangkat sendiri!"Jawab Mariam, tentu saja akan ada sejuta alasan untuk menolak tawaran Keenan.


"Tapi mobil kamu akan berada di bengkel untuk beberapa hari ke depan!"Pria tampan blasteran Inggris, Korea, Indonesia itu tak mau kalah kali ini,ia harus berhasil terus memepet Mariam.


"Aku bisa mengajak Juna!"


"Kamu yakin Juna akan bisa,yang Aku tahu ia tengah sibuk dengan proyek barunya!kamu kan sekertaris nya,masa gak tahu jadwal Bos nya sih! Ayolah Mar!beri Aku kesempatan untuk dekat dengan Satria,jika kamu merasa risih,Aku akan membawa sopir agar kita tidak pergi berduaan!"Keenan berusaha memaksa agar Mariam bersedia diantar oleh nya.


"Kamu yakin besok kamu ada waktu luang?! bahkan sepertinya kamu lebih sibuk dari Juna!"


"I am the Boss! Jauh diatas Juna!lagipula demi kamu apa sih yang gak bisa!"Keluar lah sifat kesombongan nya yang hakiki, membuat Mariam menjadi ilfil.


Mata Mariam mendelik sebal,ia sampai geleng geleng kepala mendengar mulut besar Keenan.


"Hahaha,I am kidding Mariam! Aku tidak ada meeting penting besok! makanya aku mengajak kamu menemui Satria!"


"Terserah kamu deh!"kata Mariam sebal.


"Oke deal!Aku jemput kamu besok pukul 9 pagi!"Kata Keenan begitu bersemangat.

__ADS_1


Meskipun hubungan nya dengan Mariam masih abu abu, namun dia sudah cukup senang karena akhirnya Mariam memberinya lampu hijau.


__ADS_2