
"Gak mungkin jika kamu sampai gak tahu dimana Mariam sekarang kan Jun!? Adiknya kan istri Kamu,pasti dia suka ngasih kabar sama kalian! ponsel nya gak aktif, sebenarnya ada masalah apa sih dia?!"Keenan berusaha mengorek informasi tentang Mariam kepada orang terdekat nya.
"Gak ada masalah apa apa Ken,dia hanya bilang mau menjalani hidup sesuai keinginan nya,jadi Aku bahkan keluarga nya yang lain tak bisa mencegah jalan hidup seseorang bukan!Jika dia tak memberi kabar kepada kamu,ya berarti dia tak ingin bertemu dengan kamu! tanya saja pada diri kamu sendiri sendiri, mungkin kamu lah yang bermasalah Tuan Keenan!"Juna mulai meradang karena Keenan terus menerus menekan nya agar memberitahu kan keberadaan Mariam.
Jujur bahkan dia pun tak tahu dimana sekarang tepatnya Mariam tinggal,dia hanya sesekali mengunjungi Fatimah dan adik adiknya yang lain tanpa memberitahu kan tempat tinggal nya,dia selalu bilang baik baik saja dan berkata kepada Adik adiknya agar tidak perlu khawatir.
Keenan terdiam ketika Juna memutar balikkan kata kata untuk nya,Ia pun heran kenapa Mariam tiba tiba meninggalkan nya begitu saja tanpa kabar berita,jika memang Ia tak ingin melanjutkan hubungan dengan nya, seharusnya ia katakan saja yang sebenarnya.
......................
"Aku mengundang kalian untuk datang di acara peletakan batu pertama klinik Aku!dan jangan lupa untuk memberi donasi!kalian kan orang kaya,jadi sudah seharusnya menyumbangkan sedikit untuk orang yang tidak mampu!"
Kata Julian kepada keempat temannya.
"Iya deh iya!Nih Gue nambahin 20 juta!Lo minta donasi maksa amat sih Jul!"Ucap David sambil menuliskan cek untuk didonasikan ke klinik yang didirikan Julian khusus untuk orang yang tidak mampu di pinggiran kota.
"Kalau untuk kebaikan kan memang harus dipaksa,Dav!yang lain gimana , mau pada nyumbang gak!?"Kata Julian sambil melirik ke arah yang lain.
Aldo menyodorkan cek berisi 30 juta,dan Romi hanya 10 juta, sedangkan Keenan dari tadi hanya diam saja, pikiran nya masih kalut memikirkan keberadaan Mariam.
"Otak nya semakin gak beres aja tuh si Keenan!apa Gue bilang,dia sudah terlanjur jatuh cinta sama tuh cewek ninja!"
Ucap David sambil geleng-geleng kepala.
"Apa Lo bilang!sekali lagi Lo ngatain dia,Lo gak usah jadi temen gue lagi!"Keenan begitu marah saat mendengar David mengejek Mariam.
"Hei hei! slow Bro, santai,oke sorry, sorry!gue gak bakal lagi ngatain cewek pujaan Lo itu!"David segera meminta maaf,ia sadar teman nya itu sedang banyak pikiran dan seharusnya dia tak mengganggu nya.
"Sudah sudah,Ken!jika kalian berjodoh Pasti akan ketemu lagi!Lo yakin sudah berubah? mungkin saja Mariam sengaja menjauh dari kamu untuk memberi kamu waktu agar kamu dapat membuktikan diri bahwa kamu itu pantas mendapatkan dia!"Kata Julian.
"Nah bener tuh kata Julian! seharusnya Lo mempersiapkan diri,agar ketika bertemu dengan nya, Lo tinggal sikat dia aja,pepet terus sampai dia bersedia Lo kawinin ,Bro!"tambah Aldo.
"Gue udah berusaha sebaik mungkin,pusing Gue!mana Nyokap Bokap Gue nanyain dia terus lagi! Gue udah cari dia kemana mana, nanyain ke semua orang yang dia kenal,tapi nihil,dia gak kunjung ketemu, padahal awalnya hubungan kita baik baik aja, bahkan dia berjanji buat bertemu dengan orang tua Gue!"Keluh Keenan,dia benar benar terpuruk dan hanya memikirkan Mariam saja seperti nya.
__ADS_1
"Ya sabar aja Ken, belum waktunya aja kali, seperti yang Julian katakan, kalau jodoh gak bakalan kemana!"
"Ya udah, sekarang Lo mau ngasih donasi berapa sama klinik Gue, klinik Gue masih butuh banyak peralatan,Lo kan yang paling banyak duit diantara kita,jadi Lo harus ngasih paling banyak,kali aja setelah Lo berbuat baik,ada kabar baik juga dari Mariam!"Julian berusaha merayu Keenan agar menyumbang dalam jumlah besar.
"Iya deh iya, mudah mudahan aja ya!nih Gue kasih 50 juta,Lo bebas pake buat apa aja,asal untuk kebaikan!"
"Wuihh!nah gitu dong!ntar kalo kurang tambahin lagi ya!"Ujar Julian kegirangan.
"Lo nyerah Jul jadi saingan nya Keenan?!"David penasaran karena sepertinya Julian seperti sudah melupakan cewek gebetan yang sama dengan Ken.
"Ya seperti yang Gue bilang,kalo jodoh gak bakalan kemana,lagian Gue gak mungkin sama dia,kita berbeda keyakinan!"Jawab Julian santai.
"Nah itu Lo nyadar!"Kata Keenan.
"Iya gue minta maaf karena Gue pernah punya niat buat nikung Lo, tapi kalau dianya mau sama Gue,Lo jangan marah ya!"Kata Julian menggoda Keenan.
"Sialan Lo,sama aja !pagar makan tanaman Lo!"Umpat Keenan sambil menggetok kepala Julian yang usianya paling muda diantara mereka.
...----------------...
Keesokan harinya, sesuai dengan apa yang di intruksi kan oleh Julian,semua rekan dan teman teman nya hadir dalam acara peletakan batu pertama klinik gratis yang akan dikelola oleh Julian dan rekan dokter yang lainnya sebagai relawan,termasuk Keenan,ia sengaja meluangkan waktu untuk datang dan mendukung proyek mulia Julian.
Ternyata acara tersebut bukan hanya sekedar pembukaan pembangunan klinik gratis saja yang terletak dipinggiran kota,tapi juga peresmian sekolah gratis bagi anak anak jalanan juga fasilitas umum lainnya yang diadakan oleh para relawan dengan dihadiri banyak orang orang penting sebagai donatur.
"Hadirin marilah kita sambut, seseorang yang sangat berjasa dan pembawa kebahagiaan bagi warga disekitar daerah sini, beliau adalah pencetus sekaligus pencari donasi sehingga tercipta nya pembangunan berbagai fasilitas yang sangat berguna bagi warga disini, beri tepuk tangan yang meriah untuk Ibu Mariam!"
Kata seorang pembawa acara sambil memanggil seseorang yang bernama Mariam.
*Mariam?*
Pertanyaan itu muncul mungkin hampir di semua benak orang yang mengenal Mariam.
Karena disana juga ternyata hadir juga Juna beserta istrinya,juga Habibah dengan Roy,Asma dan suaminya juga ada disana.
__ADS_1
Nyonya Liana dan orang tua Keenan juga hadir, sungguh tidak disangka sangka, mereka semua bisa hadir bersama di acara pengumpulan donasi tersebut.
Entah siapa pencetus acara tersebut hingga semua orang kaya dan penting bisa ada di tempat yang sama saat itu.
"Mohon kepada Ibu Mariam agar naik ke atas panggung untuk mengatakan sepatah dua patah kata kepada para donatur yang sudah sudi hadir ke tempat ini!Mari Bu!"Sang pengatur acara kembali memanggil yang bernama Mariam karena tak kunjung naik juga ke atas panggung.
Tak lama muncul lah seorang perempuan bercadar yang naik keatas panggung dan bersiap untuk memberikan sambutan.
"Mariam?!"
Semua orang yang mengenal Mariam dan yang bertanya tanya tentang keberadaan nya sampai saat merasa sangat terkejut, terlebih Keenan.
Ternyata orang yang berada di atas panggung itu benar benar Mariam yang ia cari.
"Brengsek Lo ya!Lo sengaja menyembunyikan Mariam dari Gue!"Bisik Keenan kepada Julian yang berada di kursi didepan nya.
"Demi Tuhan Ken!Gue juga baru tahu jika ternyata kita bekerja sama dengan Mariam!Sumpah Gue gak pernah ketemu sama dia!"Julian bahkan sama terkejutnya seperti Keenan.
Rasa penasaran Keenan belum terbayar kan, bagaimana Mariam bisa berada disini hingga akhirnya mereka pun bisa di pertemukan dan entah oleh siapa otak dari acara semua ini.
"Saya ucapkan Syukur Alhamdulillah ke hadirat Tuhan YME yang mana dapat terlaksananya impian impian dari para pemimpi di daerah sini, seperti yang hadirin lihat, tempat ini sangat jauh dari kata layak huni dan mereka sangat memimpikan berbagai fasilitas kesehatan dan pendidikan yang nyaman yang mungkin tidak seberapa namun bagi mereka itu adalah sesuatu hal yang mewah yang sangat sulit mereka dapat kan!
Saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada berbagai pihak yang dengan kemuliaan hati dan kebesaran jiwa para hadirin semua,kita dapat mewujudkan impian mereka semua!Pada hari yang indah ini kita akan meresmikan sekolah gratis dan peletakan batu pertama pembangunan klinik yang Insya Allah akan sangat berguna bagi para warga di sekitar sini!"
Riuh tepuk tangan para hadirin memberikan apresiasi atas pencapaian yang berhasil selama ini.
Mariam menarik nafas nya untuk melanjutkan sambutan nya,namun fokus nya terganggu,Ia menangkap sosok seseorang yang tak ia sangka akan hadir juga disana.
Keenan,Pria yang berusaha ia hindari selama satu bulan ini, bagaimana ia bisa berada di antara deretan tamu undangan.
Bukan tanpa sebab, Mariam memang sengaja bersembunyi dari Keenan.
Suatu hari setelah Ia baru saja belajar membuka hatinya untuk Keenan, seseorang mengajak nya bertemu dan memperlihatkan sebuah rekaman suara, terdengar suara Keenan yang sedang mengobrol dengan teman temannya, bahwa selama ini Mariam hanya dijadikan bahan taruhan mereka saja, Keenan tak pernah serius ingin menikah dengan nya.
__ADS_1