
"Apa maksud mu?! bahkan sampai sekarang aku masih mencari nya!!"Jawab Wira sambil menghempaskan tangan Irsyad.
"Bohong kamu!!Kamu bisa bebas beraktivitas sedangkan kamu bilang Mariam masih hilang?!Aku yakin kamu sudah menemukan nya dan kamu sembunyikan di suatu tempat!!"Kata Irsyad dengan mata yang berapi-api.
"Darimana kau tahu kalau Mariam hilang?!"Tanya Wira tak kalah kesalnya.
'"kau tidak tahu?dia bersama ku setelah kau membuat nya kabur dari rumah mu!Lalu ia memutuskan pergi karena dia sangat menjaga kehormatan nya!"kata Irsyad berusaha memanas manasi Wira.
"Hahaha, berarti dia tidak menginginkan mu Irsyad!Kau terlalu percaya diri Mariam akan mudah kau dapatkan!"
Bughh!!
"Dasar Brengsek!!jika kau tak mampu membuat nya bahagia, seharusnya kau melepaskan nya!Dia pasti sudah bahagia dengan ku jika kau tidak datang dan menghancurkan hidupnya!"
Irsyad memukul wajah Wira tepat di hidung dan bibirnya dan langsung membuatnya terluka dan berdarah.
"Apa yang kau tahu Irsyad? bagaimana kau tahu tentang itu?!"Wira tercengang, ternyata Irsyad tahu tentang Mariam dan dirinya.
"Kau pikir kau akan aman setelah apa yang kau dan istri gila mu itu lakukan pada Mariam yang malang?!Apa Kau akan membuat nya jatuh cinta padamu dan setelah anak mu lahir kau akan mencampakkan nya, hah?!Atau kau akan membiarkan Sofi terus memburu nya jika kau memutuskan untuk terus hidup dengan nya?!"
Wira terdiam sambil mengelap bibir nya yang berdarah.
Tak lama kemudian ponsel Wira berdering,dan ia pun mengangkat nya.
"Apa Mama masuk rumah sakit?! Baik,Wira akan segera kesana Pah?!"
Kata Wira sambil menutup ponselnya.
"Kau mengatakan semuanya kepada orangtuaku?!"Tanya Wira menatap tajam ke arah Irsyad.
"Memang sampai kapan kau akan membohongi mereka!?"Irsyad balik bertanya.
"Kurang ajar!Kau selalu saja ikut campur!"
Kata Wira penuh amarah.
Kemudian ia masuk ke dalam mobilnya dan segera menuju rumah sakit tempat ibunya dirawat.
****
"Bagaimana keadaan Mamah sekarang,Pah?!"Tanya Wira sesampainya di rumah sakit.
"Dia terguncang setelah mendengar kabar Mariam kabur dari rumah mu,Wira, Apa yang sebenarnya terjadi?!" Tanya Papah nya Wira ingin mendengar kan penjelasan putra nya.
"Sofi cemburu Pah, dan dia menyakiti Mariam, Lalu Mariam keluar dari rumah,,"Wira memberitahu penjelasan kepada Papahnya.
"Lalu dimana dia sekarang?!"
"Jika aku beritahu,apakah Papah dan Mamah bisa menjaga rahasia, termasuk kepada Sofi dan Irsyad?"
"Tentu saja Wira,memang sebaiknya Sofi dan Mariam jangan tinggal satu atap,memang tidak mudah berbagi cinta itu,Wira, tapi ini adalah takdir mu,maka jalani lah dengan penuh tanggung jawab."Kata Papahnya memberi nasihat.
"Iya ,Pah, makasih masukannya!tapi aku pikir lebih baik semua Sofi berpikir kalau aku belum menemukan Mariam,demi kebaikan keduanya."
"Bagaimana baiknya saja,Wira,Ayo temui Ibumu!"
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30.
Mariam masih berbaring di depan televisi menunggu Wira pulang.
Namun sudah lewat tengah malam,Wira tak kunjung pulang.
Sebenarnya ingin rasanya ia menghubungiku suami nya itu, tapi takut Wira sedang sibuk atau sedang bersama Sofi,jadi ia urungkan kembali niatnya dan memutuskan untuk membiarkan nya saja.
Toh memang Wira mempunyai dua istri dan dia harus bersikap adil.
Tapi setidaknya Wira harus memberinya kabar jika tidak akan pulang.
__ADS_1
Hingga akhirnya Mariam pun tertidur di Sofa dan terbangun kembali pada waktu sholat Subuh, benar saja,Wira tak kunjung pulang.
Mariam kembali melihat Ponsel barunya,tak ada satu pun panggilan atau pun pesan dari Suaminya.
Tapi Mariam tidak berani menghubunginya dan ia pun memutuskan untuk tidak menunggu terus Suaminya itu, biarlah jika ingin datang,ia pun pasti datang.
Begitu pikir Mariam.
Bel Apartemen nya berbunyi, Dengan segera Mariam melihat dari layar CCTV Siapa yang datang,dia berharap itu Wira.
ternyata bukan, seorang customer servis mengantar kan paket belanjaan nya dan menyimpan nya di depan pintu lalu pergi lagi.
Setelah dirasa aman dan customer servis itu sudah pergi, Mariam pun mengambil paket pesanan yang menumpuk di depan pintu.
Ia pun membuka semua pesanan dan ternyata sangat memuaskan.
Dia pun mulai menata balkon apartemen itu dan menanam aneka bunga disana.
Sudah hampir tiga hari,Wira tak kunjung mendatangi nya ,
Tak ada kabar sekali, Mariam pun tak mencoba menghubungi nya.
Dua berusaha mengerti, mungkin ada sesuatu yang penting yangsedang dikerjakan Wira hingga ia tidak bisa menghubungi nya.
***
"Mamah ingin ketemu sama Mariam,Wir!"
Kata Bu Halimah kepada Wira .
"Iya,mah, hari ini Mamah langsung pulang ke apartemen ku yah?!"Jawab Wira.
"Kamu gak ngasih kabar sama dia,kamu disini terus sudah 3 hari!"Kata Pak Wijaya.
Wira terdiam, sebenarnya dia agak bungung perihal hubungan nya dengan Mariam setelah apa yang dikatakan Irsyad.
Benarkah Mariam ingin bahagia bersama Irsyad?
"Wira! kamu tiga hari nemenin Mamah disini dan kamu abaikan Mariam?!Yang bener saja Kamu,dia sedang mengandung anak kamu dan dia terkurung di apartemen!Ayo sekarang kita temui dia, kamu tidak takut dia berbuat nekad lagi?!"Kata Bu Halimah.
Wira tersentak mendengar perkataan Mamahnya,dia benar,Mariam sangat labil dan bisa saja dia berbuat nekad karena stres di apartemen dan tidak ada kabar darinya.
",Iya Mah,Ayo!"Kata Wira,dia segera menghubungi Mariam dengan menelpon nya,tapi sepertinya ponsel Mariam tidak aktif.
"Sial!!kenapa aku selalu bertindak sembrono!"Tutuk Wira kepada dirinya sendiri.
Dia segera membawa Mamah Papah nya ke Apartemen untuk bertemu Mariam.
"Papah baru tahu kalau kamu punya Apartemen di sini!"Kata Pak Wijaya setelah mereka sampai.
"Ini tempat persembunyian ku Pah,tapi sekarang sudah tidak lagi!"Jawab Wira sambil tersenyum ke arah orangtuanya ,ia ingin segera sampai dan bertemu Mariam.
Namun ketika mereka hendak masuk ke dalam lift,tiba tiba ponsel milik Wira berdering.
Manager Sofi menelepon,
"Hallo, Bang!!Sofi Bang!dia kecelakaan saat syuting!dan sekarang dia sedang di bawa ke rumah sakit!"
"Apa?!Apa kondisi nya parah?"Wira terlihat Khawatir.
"Seperti nya begitu Bang!kakinya terkilir dan dia jatuh dari ketinggian!"Kata Mario.
"Apa?!Oke,aku akan segera menyusul ke rumah sakit! Kamu sharelock aja ya!"Kata Wira.
"Ada apa Wir?!"Tanya Bu Halimah.
"Sofi kecelakaan Mah!Aku harus segera ke rumah sakit!Mamah sama Papah naik aja langsung ke atas,temui Mariam,dan tolong kasih tahu dia kalau Sofi kecelakaan dan aku harus menemui nya dulu!"Kata Wira.
"Iya,Kamu jangan khawatir,dia pasti ngerti kok, mamah yang akan jagain dia!"
__ADS_1
"Makasih Mah,Pah!Aku Pergi dulu ya?!"
Kata Wira sambil kembali memasuki mobilnya, sedangkan kedua orangtuanya masuk ke dalam lift untuk menemui Mariam di lantai atas apartemen tersebut.
***
"Apa kabar Nak?!Kamu baik baik saja kan?!"Sapa orangtua Wira saat Mariam membuka pintu Apartemen nya.
"Alhamdulillah baik Mah,Pah?!Mohon maaf,Mah,tapi A Wira nya nggak ada,,"
Jawab Mariam,dia begitu senang mertua nya datang.
"Gak apa apa nak, sini duduklah,ada yang ingin kami sampaikan!"
Mereka bertiga pun duduk di ruang tamu.
"Nak sebenarnya selama tiga hari ini Wira tuh nemenin Mamah di rumah sakit, seperti nya dia sedang kalut,jadi dia tidak sempat menghubungi kamu !"Kata Bu Halimah dengan senyuman nya yang hangat sambil menggenggam tangan Mariam.
"Gak apa apa Mah, Mariam ngerti Kok! memang nya Mamah sakit apa,Mah?!"
"Dia sakit saat mendengar kamu keluar dari rumah Wira ,Mariam?"Jawab Pak Wijaya.
"Maaf, sudah membuat mamah dan Papah khawatir!"Kata Mariam sambil menunduk.
"Kamu tidak perlu minta maaf, justru maafkanlah Wira ya!
Tadi Wira buru buru ingin bertemu dengan mu,tapi saat kita sudah sampai di lift Manager Sofi memberitahunya jika Sofi kecelakaan saat Syuting!"Bu Halimah menjelaskan agar Mariam tak salah Faham.
"Benarkah?!Apa kondisi sangat parah?!"Mariam sangat terkejut mendengar kabar tersebut.
"Kami juga belum tahu,Nak!"
"Semoga Teh Sofi tidak kenapa kenapa ya ,Mah!"
"Iya semoga saja!"Jawab Bu Halimah,
sungguh bersih hati anak ini,meski Sofi Sudah menyakitinya,dia tetap berharap yang terbaik untuk Sofi.
"Semua ini kamu yang tata?!"Tanya Pak Wijaya,dia melihat Apartemen Wira begitu indah dengan tatanan bunga bunga dan terlihat sangat indah.
"Iya,Pah, Mariam kan jenuh kalau diam saja,jadi apapun dikerjakan,semoga saja A Wira tidak marah!"
"Ini bagus sekali!Wira pasti suka! ternyata kamu pandai juga ya menjadi desain interior!" Puji Pak Wijaya.
"Mah Pah,Mariam Sudah masak,kita makan dulu ya?!"Kata Mariam.
"Tidak usah nak, seperti nya kita harus segera menengok Sofi dirumah sakit,Kita harus pergi sekarang.
Mamah janji akan sering datang ke sini!Mamah juga yakin,Wira pun akan segera datang!"Kata Bu Halimah sambil memeluk hangat Mariam.
"Tidak apa apa Mah, Mariam baik baik saja,Mariam ngerti Koko,saat ini Teh Sofi lebih membutuhkan A Wira!"Kata Mariam.
"Kamu sangat pengertian,tapi mamah akan ingatkan agar Wira selalu bersikap adil kepada mu!Mamah akan bilang sama Wira,agar kamu tinggal sama Mamah dulu, kasihan kamu sendirian disini!"
"Iya Mah,,"
"Kalau gitu kita pulang dulu ya,jaga diri kamu baik baik,juga Cucu Mamah ini!"Kata Bu Halimah sambil mengelus perut Mariam.
"Iya ,Mah, Mamah dan Papah juga jaga kesehatan ya, terima kasih sudah datang!"Kata Mariam sambil memeluk Bu Halimah.
Kedua orangtua Wira pun akhirnya pergi untuk segera melihat kondisi Sofi di rumah sakit.
Mariam segera menyalakan TV dan melihat berita kecelakaan Sofi,dan benar saja, seperti ya kondisi nya cukup parah,dan dia harus lama lagi menunggu kedatangan Wira,dia akan sibuk menjaga Sofi di rumah sakit, Mariam harus lebih bersabar lagi.
Sudah hampir seminggu Wira tak kunjung datang,dia hanya sesekali menanyakan kabar,karena Sofi butuh ekstra perhatian, kondisi sangat parah dan tak mungkin Wira tinggalkan.
Mariam harus mengerti,,
hingga berhari hari, berminggu-minggu,Wira sepertinya sudah lupa jika ada seseorang yang menunggunya,
__ADS_1
Mariam mulai kesal,dia memutuskan untuk menghubungi Wira dan meminta nya untuk bertemu sebentar saja,ada yang harus ia sampaikan.
Bersambung...