MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~

MENDADAK HAMIl~BukanSitiMariam~
Jodoh memang jorok


__ADS_3

"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un!"


"Selamat jalan Irsyad,,!"


gumam Mariam.


Dan tangis pun pecah menggema mengisi ruang rawat inap yang ditempati Irsyad.


Mariam segera membawa Fatimah keluar ruangan dan dia pun menangis di pelukan Kakaknya.


"Sayang, Irsyad sudah meninggal!"


Mariam pun memberitahu Bima yang sedang berada di kantor nya.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, Kapan Sayang?!"


Tanya Bima kaget.


"Baru saja,kamu bisa dateng ke sini sekarang gak, jemput aku sama Fatimah,ya?!"


"Ya sudah,kamu tunggu disana ya,aku segera kesana!"


Kata Bima sambil segera meluncurkan ke rumah sakit.


Setelah mereka selesai ikut berbelasungkawa dan jenazah Irysad pun di bawa ke Jogja oleh pihak keluarga nya, Mariam dan Bima, Fatimah juga Umi Salamah pun pulang ke rumah untuk segera beristirahat, mengingat Mariam yang tengah hamil muda dan Bima tak ingin Istrinya itu kelelahan.


Fatimah terlihat menerima telepon dari Arjuna dan langsung di rebut oleh Bima.


"Fatimah tidak akan lagi bekerja untuk mu,Kau Faham!"Kata Bima dengan nada marah.


"Kak Bima kenapa sih tiba tiba bersikap seperti ini!?"Fatimah terlihat kesal.


"Suruh Arjuna datang kesini!Aku mau bicara dengan kalian!Dan kamu tidak bole'h kemana mana sampai kita bicara!"Kata Bima sambil naik menuju kamarnya sambil menggandeng Mariam.


Mariam dan Umi Salamah sengaja tidak ingin ikut campur masalah Fatimah dan Arjuna, biarkan Bima saja yang menyelesaikan nya.


"Teh Iyam, Umi, gimana ini? Fatimah harus segera berangkat, Arjuna harus mengisi acara malam ini di salah satu stasiun Televisi,dan dia membutuhkan kan ku!"Rengek Fatimah berusaha mencari pertolongan.

__ADS_1


"Ikuti Kata kata Kak Bima Ya,Suruh Arjuna segera datang ke sini!"Kata Mariam,dia pun masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.


Sekitar satu jam kemudian, Arjuna pun datang ke rumah Bima ditemani sang Manager.


"Ada apa sih Bang! Jadwal ku padat banget nih!pake acara manggil manggil segala, lewat telepon bisa kan?!"Gerutu Arjuna,dia harus tampil tanpa Assisten yang menyiapkan segala kebutuhan tadi.


"Aku ingin menanyakan tentang rumor yang beredar tentang kamu dan Fatimah,apa itu benar?!"Tanya Bima langsung kepada inti permasalahannya.


"Ya elah Abang, kayak yang gak pernah jadi selebriti aja, media kan emang kayak gitu, selalu membesar besar kan masalah, lagian juga Kenapa sih,kalau iya pun gak apa apa juga kali, Fatimah single Aku juga single!"


"Jangan dulu dong Jun! karir Lo bisa ancur kalo Lo terlibat skandal sama Assisten Lo sendiri, cari sensasi sama artis terkenal kek,ini malah sama Asisten!"Kata Manager Arjuna langsung nyolot.


"Maksud Lo apa ngerendahin Cewek kayak gitu!mau Assisten, mau apa kek, Manusia sama saja kan dihadapan Tuhan! Nah gini nih kenapa Abang melarang Fatimah kerja sama kamu!"Bentak Bima kepada Adiknya juga manager nya itu.


"Ya bukan gitu maksudnya, Bang! Sorry deh! Abang pasti paham kan maksud ucapan ku tadi!Juna kan lagi di puncak karier sekarang,jadi jangan dulu lah bikin skandal skandal kaya gitu!"Jawaab Manager Juna meluruskan,dia cukup kaget dengan reaksi Bima barusan.


"Gue gak peduli deh pokoknya sama urusan kayak gitu gitu, yang jelas Abang tanya sama kamu, hubungan kamu dan Fatimah yang sebenarnya itu apa sih, kamu bisa aja berbohong dihadapan media,tapi kamu gak bisa ngebohongi Abang dan Teh Mariam!"


"Ya memang nya gak boleh gitu kalau kita menjalin hubungan lebih dari rekan kerja? Siapa yang ngelarang emang? Abang gak setuju?!"Kata Arjuna blak blak kan.


Fatimah yang mendengar kan percakapan mereka dari area dapur cukup terkejut dengan ucapan Arjuna barusan.


"Siapa yang main main sih Bang! Juna bahkan sudah menyukai Fatimah sebelum dia menikah dengan mantan suaminya itu!"Arjuna berkata tanpa beban, semua orang yang mendengar nya cukup kaget, apalagi Manager nya,dia tidak setuju jika Juna menjalani hubungan spesial dengan Assisten nya itu.


"Kalau begitu sebaiknya Fatimah tidak usah kerja lagi bareng kamu! Abang takut terjadi Fitnah lebih jauh lagi!"


Kata Bima dengan tegas.


"Abang Kok gitu! Kita cukup profesional dalam bekerja,Aku suka pekerjaan dia,dan aku gak bisa kerja dengan orang lain!"Protes Arjuna.


"Jun ,jun, menurut ku Abang kamu benar, sebaiknya kita cari pengganti Fatimah aja deh, bahaya!"


Timpal Manager Juna.


"Diem Lo, jangan ikut campur!"Bentak juna.


Pokoknya Gue mogok kerja kalau bukan Fatimah yang jadi Assisten Gue!"Arjuna benar benar marah kini.

__ADS_1


"Ya boleh boleh aja kalian kerja bareng, tapi Abang sarankan Kalian sebaiknya menikah saja!Jadi kalian bebas mau kemana-mana berdua pun!"Kata Bima.


"Uhuk uhuk uhuk! Menikah?!"


Manager Bima hampir keselek saking terkejutnya.


"Abang ini gimana sih! Makin parah aja,gak bisa! gak bisa!"Kata Manager Juna menolak mentah-mentah saran Bima.


"Lho apa salahnya coba?!banyak kok para artis yang sudah menikah tapi karir mereka tetap cemerlang!"Sanggah Bima.


"Ya gak bisa gitu dong,gak bisa! pokoknya Juna gak boleh nikah dulu sekarang!"Bima malah berdebat dengan Manager Juna.


"Lagian Abang maen nikah nikah aja, tanya mereka dulu lah mau apa nggak!"Kata Manager Juna lagi.


"Gimana Jun!?"Tanya Bima.


"Ya Juna seneng seneng aja nikah sama Fatimah, masalah karir mah gampang, kita bisa nikah diem diem kan?!"Jawab Juna begitu santai.


"Juna!Lo tuh ya!Lo mau ngehancurin karir Lo yang udah kita rintis susah susah dari nol?!"


Manager Juna tetap gak setuju.


"Lo tuh apa apaan sih! ngatur ngatur hidup Gue!Gue cinta kok sama Fatimah,dan Bang Bima benar lebih baik aku segera menikah dengan nya!"Juna merasa mantap untuk mengikuti saran Kakaknya.


"Ya udah terserah Lo deh, pusing Gue! sekarang Lo tanya tuh sama Fatimah nya ,mau gak dia nikah sama Lo!"


Fatimah pun muncul bersama Mariam yang sedari tadi memperhatikan mereka dari dapur.


"Nah Fat , bagaimana menurut kamu?!Kamu mau kan menikah dengan ku?!"Sifat Juna yang blak blak kan dan to the poin dan terkesan tidak serius sebenarnya membuat Fatimah ragu untuk menerima lamaran nya, ditambah dia masih ragu dengan perasaan nya kepada Juna.


Jujur ,sosok Irsyad masih berada di dalam hatinya,dia masih tak tergantikan, sedangkan tentang perasaannya terhadap Juna,dia masih bingung dan ragu.


Fatimah bingung harus menjawab apa, sedangkan Mariam ataupun Bima menyerahkan segala keputusan kepada kedua adik mereka.


Bima dan Mariam hanya merasa geli saja jika sampai Juna dan Fatimah berjodoh.


Jodoh memang jorok,tak pernah terduga.

__ADS_1


Lucu saja rasanya, Kakak nya dengan Kakaknya dan Adik nya dengan Adiknya.


Tapi bagaimana akhirnya, hanya Allah segala nya.


__ADS_2