
"Apa yang dikatakan Irsyad itu benar ,Nak!Umi merasa malu melihat kalian semalam,umi tidak pernah mengajarkan kalian seperti itu,apa kalian sadar kesalahan kalian?!"Kata Umi Salamah di pagi hari ketika sarapan.
"Iya Umi ,Mariam menyesal kemarin sudah bertindak kasar kepada seseorang hingga memicu kemarahan nya kembali, seharusnya sebagai seorang muslimah, Mariam harus bisa mengontrol diri dan menahan agar tidak tersulut emosi."Jawab Mariam menyesali perbuatannya kepada Stella, meskipun Stella sudah memperlakukan nya kasar,tapi tidak sepantasnya Mariam juga membalas dengan kasar pula.
"Fatimah juga minta maaf umi, karena sudah mengkhianati kepercayaan yang Umi kasih! Seharusnya Fatimah pulang lebih awal semalam!"Kata Fatimah.
"Wah lihat! Kak Fatimah masuk Televisi!"Teriak Rasyid sambil menunjuk ke arah TV yang sedang menyala.
konser Arjuna Rain semalam yang sedang ditayangkan ulang oleh sebuah acara gosip di salah satu stasiun TV milik Bima, terlihat Fatimah yang naik panggung karena ditarik Arjuna Rain.
"Pantas saja jika Irsyad sampai marah,Fat!Teteh sudah sering bilang kamu jangan terlalu dekat saat berinteraksi dengan lawan jenis, apalagi kamu dan Irsyad akan segera menikah!"Kata Mariam mengingat kan kembali adiknya.
Fatimah tertunduk menyesali perbuatannya.
"Aku tahu perasaan mu tidak akan berubah untuk Irsyad,tapi Irsyad juga punya perasaan,dia tidak akan suka jika calon istri nya dekat dengan pria lain!" Kata Mariam menasehati adiknya.
"Dia seorang artis, kak! lagi pula gak mungkin dia suka sama Aku!Itu hanya kebetulan saja!"
"Aku tahu, tapi Irsyad mencintai mu dan wajar jika dia cemburu!"Kata Mariam lagi.
Tiba tiba ponsel milik Mariam bergetar
Sebuah pesan WA dari Irsyad masuk.
"Mar!bisa kita bicara?!"(Irsyad,)
"Tapi aku harus segera ke kantor!"(Mariam)
"Kalau jam makan siang, bagaimana?"(Irsyad)
"Aku harus lihat jadwal Pak Bima dulu,nanti aku kabari lagi ya!"(Mariam)
"Oke aku tunggu secepat nya!"(Irsyad)
Mariam pun segera berangkat ke kantor menggunakan jasa ojek online agar lebih cepat sampai.
"Umi kamu marah semalam?!"Tanya Bima.
"Ya,dia hanya kecewa dua putri nya melakukan hal tak terduga!"Jawab Mariam.
"Aku benar benar minta maaf,ya!"Kata Bima ikut menyesali apa yang sudah terjadi.
"Aku yang salah kok, seharusnya aku lebih bisa mengendalikan diri kemarin!"Kata Mariam benar benar menyesali perbuatannya.
"Sudah lah, tidak apa apa! setiap orang selalu punya khilaf dan dosa!"Bima mencoba menenangkan Mariam.
"Oh iya,Apa jam makan siang nanti aku boleh bertemu Irsyad?! seperti nya kita tidak ada jadwal Mak siang bersama klien!"Kata Mariam meminta izin kepada Bos nya itu.
"Kenapa dia ingin bertemu dengan mu?!"Bima mengernyitkan dahinya curiga.
__ADS_1
"Aku pikir dia ingin berbicara tentang kejadian semalam dan menyangkut tentang Fatimah juga sepertinya!"
"Baiklah,Aku ada janji makan siang di rumah, tadinya aku ingin mengajak kamu, karena mamah yang nyuruh,tapi gak apa apa lain kali saja!"Kata Bima sedikit kecewa.
"Saya minta maaf Pak! mungkin lain kali saya ikut Bapak memenuhi undangan Bu Liana!"
"Ibuku sangat menyukai mu,dia sering menanyakan mu dan menyuruhku membawa mu ke rumah, dia bilang ingin belajar agama dengan mu!"Kata Bima.
"Benarkah?! Insyaallah lain kali ya,Saya akan datang berkunjung!"Jawab Mariam antusias.
"Itu bagus, Ibuku pasti akan senang!"
Bima tersenyum dengan sumringah.
**
"Aku benar benar minta maaf atas ucapan ku semalam,aku tidak bermaksud menyinggung Kalian, apalagi terhadap Umi!"
Irsyad berkata dengan penuh penyesalan.
"Umi nggak apa apa Kok,Syad!kamu tenang aja!
Aku dan Fatimah yang salah,merasa diri paling benar padahal kami memang salah!"Kata Mariam.
"Aku tidak berhak berkata demikian semalam,aku terlalu emosi,aku benar benar minta maaf!"
Mariam mengangguk.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu ,apa kamu masih ragu?!"Mariam balik bertanya.
"Aku tidak ragu sama sekali dengan perasaan ku kepada Fatimah,Aku mencintainya setulus hati, hanya saja,aku takut menghalangi mimpi Fatimah,Aku ragu apakah dia sudah siap menikah dengan ku!"Irsyad mengutarakan perasaannya.
"Aku tahu Fatimah masih kekanak-kanakan,Syad!dia tidak seperti ku,dia butuh seorang figur seperti mu justru, meskipun dia terkadang tak bisa menahan diri mengungkap kan ekspresi nya terhadap lawan jenis,tapi dia baik dan mau diarahkan dan aku yakin perasaan tak berubah sedikit pun kepada mu,aku sangat tahu,dia juga mencintai mu,jika kamu mau bersabar atas nya,aku yakin keputusan kalian untuk segera menikah akan sangat tepat! justru Allah lebih suka jika pernikahan itu disegerakan jika sudah ada jodoh nya!"
Kata Mariam panjang lebar, berusaha meyakinkan Irsyad.
Irsyad terlihat senang mendengar ucapan calon kakak iparnya itu.
Hatinya kembali tenang dan semakin mantap untuk segera menikahi Fatimah.
"Terimakasih Mar!Aku tidak ragu lagi untuk segera menjadikan Fatimah sebagai kekasih halal ku!"Irsyad berkata penuh keyakinan.
"Lalu bagaimana dengan mu ,Mar?! Menurut ku Bima orang baik dan dia benar benar mencintai mu,aku yakin itu! Sudah saat nya kamu bahagia Mar! lupakan masa lalu dan sambut lah masa depan dengan Bima yang sudah di depan mata!"Irsyad memberikan dukungan nya agar Mariam segera memberikan kepastian untuk hubungan nya bersama Bima.
"Aku tidak tahu Syad, rasa nya sulit untuk percaya bahwa dia benar mencintai ku,aku dan dia terlalu jauh berbeda,dan aku hanya takut ke depan nya akan terjadi lagi seperti yang sudah sudah!"Jawab Mariam, penuh keraguan pada diri nya sendiri.
"Aku memang tidak terlalu mengenal Bima, tapi Aku rasa dia tulus mencintai mu,Tapi semua nya terserah padamu Mar,kamu yang menjalankan hidup Kamu sendiri, Aku hanya bisa mendoakan mu, semoga kamu bahagia apapun pilihan mu!"Kata Irsyad begitu tulus.
"Terimakasih Syad!kamu orang baik,aku yakin kamu dapat membahagiakan Adik ku."
__ADS_1
***
Hari Minggu ini adalah hari libur untuk Mariam, biasa nya dia harus tetap kerja lembur meskipun hari libur,tapi tidak kali ini.
Hari ini Mariam dan Ibu nya mendapatkan undangan untuk hadir di sebuah mesjid Agung di pusat kota, seperti undangan pengajian dan sebagai Nara sumber nya adalah ustadz Kondang idola nya Umi Salamah.
Begitu pula Fatimah dan Irsyad, mereka juga akan hadir karena mereka juga di undang khusus ke acara pengajian Akbar tersebut.
Setelah semua nya siap mereka pun berangkat bersama ke Acara tersebut dengan menggunakan mobil Irsyad.
Benar benar sebuah acara pengajian Akbar yang sangat megah, tapi ada yang aneh menurut Mariam,dia juga bertemu dengan Nyonya Liana dan Tuan Danu disana.
Mengapa mereka juga ada disana, apakah Bima juga ada?!
Mata Mariam menebar ke semua penjuru mencari sosok yang ia harapkan ikut hadir,tapi dia tidak terlihat.
Acara pun dimulai dengan membacakan ayat suci Al-Qur'an.
Sang Qori yang membaca kan Surat Arrahmah Terdengar sangat merdu dan sangat Fasih dalam bacaan nya.
Semua telinga yang mendengar merasa penasaran dengan sosok Sang Qori yang mampu meluluh lantahkan perasaan setiap orang yang hadir di sana, begitu syahdu dan menenangkan.
"Alhamdulillah, pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an sudah dibacakan oleh Saudara Bima Reksa Diningrat dengan begitu Khidmat dan Syahdu, semoga Ayat yang beliau baca bisa menjadi asbab hidayah dan panduan hidup khususnya untuk yang membacakan nya dan tentunya untuk kita semua yang mendengar kan nya!"
Kata Seorang Ustadz setelah Sang Qori yang ia sebut adalah Bima selesai membaca kan Ayat Suci Al-Qur'an.
"Bima?!Apa benar Bima yang itu?!"Kata Mariam sambil menatap adiknya, Fatimah yang juga merasa tak percaya.
"Hadirin yang di Rahmati Allah SWT.sengaja Hari ini Kami mengundang anda datang ke rumah Allah ini adalah agar kita semua bisa menjadi saksi seorang hamba yang ingin mengucapkan kedua kalimat syahadat dan menyatakan dirinya untuk menjadi seorang Muslim sejati!
Silahkan Saudara Bima Reksa Diningrat maju ke depan untuk segera mengesahkan keyakinan nya untuk mengucapkan kedua kalimat syahadat dan akan di bimbing oleh Ustadz yang ditunjuk oleh pihak MUI!"
Belum juga rasa tidak percaya nya terobati,Mariam juga dibuat terperangah dengan kemunculan Bima dengan penampilan barunya yang berbeda.
Dia memakai baju Koko putih model Pakistan lengkap dengan peci dan sorban yang dililitkan,dia terlihat sangat tampan.
"Ya ampun kak! lihat,Kak Bima ganteng banget!"Seru Fatimah sambil menyenggol tangan Kakak nya.
Mariam segera menunduk kan pandangan,dia tak munafik dia senang melihat penampilan Bima seperti itu.
Dan hari ini adalah hari yang paling bersejarah untuk Bima,dia memantapkan dirinya untuk meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Setelah penantian yang begitu panjang, inilah saatnya Bima menjemput Hidayah.
Mariam begitu terharu menyaksikan Bima,
"Semoga kamu bisa menjadi Muslim yang sejati,Tuan Bima Reksa!"Doa Mariam di dalam hati nya sambil terus mengikuti prosesi Bima mengucapkan kedua kalimat syahadat dihadapan orang tua dan khalayak ramai.
next...
__ADS_1
Dukungan nya selalu membuat ku semangat,🤩🥰