
"Tidak ada Bim! seperti yang tadi aku bilang,Tempo hari aku tak sengaja menyenggol dia di sebuah mesjid sampai barang barang nya berantakan,hanya itu!"
Jawab wira,dia menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Sarah, meski tak semua ia ceritakan,ia akui waktu itu hati nya berdebar begitu kencang, apalagi saat ia melihat wajah Sarah tanpa sengaja.
"Tapi kok dia kelihatan takut gitu sama kamu!"
Kata Bima lagi, sedang kan Mariam bergabung bersama keluarga nya mengikuti acara yang sudah mulai di laksanakan.
"Ah masa?!Gak tahu juga sih, mungkin dia kira aku penjahat,atau dia tahu sesuatu tentang masa lalu ku!"
Jawab Wira.
Bima pun tak lagi bertanya, dengan khidmat ia pun mengikuti acara demi acara yang diadakan untuk keluarga nya sebagai tanda syukur nya atas kehamilan istrinya yang sudah menginjak usia 4 bulan.
Acara berjalan dengan begitu khidmat dan lancar, semua orang memanjatkan doa yang terbaik untuk Bima dan keluarga nya , khusus nya untuk kehamilan Mariam.
Acara pun ditutup dengan acara makan bersama yang sengaja Bima pesan untuk semua orang.
Mariam malah terlihat asyik ngobrol bersama sahabat lama nya yaitu Sarah, sedang Bima dan Wira masih sibuk mengobrol dengan pengurus pesantren soal donasi.
"Kamu dan Wira, maksud ku, Kalian sudah saling kenal?!"Tanya Mariam, dia sangat penasaran dengan sikap yang ditunjukkan Sarah saat bertemu dengan Wira,dia terlihat terus menghindarinya, pasti ada yang dia sembunyikan.
"Enggak, belum Kok,Mar! dia hanya tidak sengaja menyenggol ku dan barang yang ku bawa berantakan, ternyata ada yabg tertinggal dan dia simpan, gitu aja kok Mar!"Jawab Sarah gugup.
"Tapi kayaknya kamu menghindari dia terus, kenapa sih,coba cerita sama Aku!"
desak Mariam.
"Dia,dia,dia tak sengaja melihat wajah ku Mar,saat dia menabrak ku,cadar ku tersingkap oleh angin tepat di hadapan dia,dan Aku yakin dia sudah melihat wajah ku dengan jelas!"
Akhirnya Sarah menceritakan kegalauan hatinya beberapa hari ini.
Mariam tersenyum,
"Itu bukan salah kamu kok ,Sar! semua nya terjadi karena tidak sengaja, mungkin Allah merencanakan sesuatu untuk kalian!"
kata Mariam.
"Maksud kamu?!"Sarah tidak mengerti dengan ucapan sahabat nya itu.
__ADS_1
"Ya mungkin Wira jodoh kamu yang sengaja Allah kirim, tidak ada yang kebetulan kan?!kamu masih sendiri kan? dan belum dekat dengan siapa pun?"
Tebak Mariam.
"Sebenarnya,Aku sedang dilema Mar, orang tua ku ingin menjodohkan ku dengan seorang pria pilihan mereka, dia seorang anak juragan di kampung Aku, tapi pendidikan Agama nya kurang, dan Aku tak pernah melihat dia shalat,Aku keberatan Mar! Apalagi dia sudah memiliki Istri!Tapi Ayah ku sekarang sudah berubah setelah menikah lagi dengan Ibu tiri ku yang sekarang,dia tak lagi menyayangiku,dan malah menjual ku kepada Juragan itu!"Kata Sarah sendu.
"Astaghfirullah, ternyata setiap orang punya masalah sendiri sendiri ya,Sar! Semoga Allah memberi jalan terbaik untuk kamu!"
Mariam memberi semangat kepada sahabat nya.
"Sayang,kita pulang sekarang?! sudah mau Sore nih, nanti kita kemalaman di jalan!"Ajak Bima , sambil melirik jam tangannya.
"Kamu udah selesai emang?!"Tanya Mariam sambil berdiri dan menghampiri Suaminya.
"Udah kok, Alhamdulillah!Mamah dan Papah sudah menunggu di mobil, sedang kan yang lain akan ikut ke mobil Wira."
"Oke kalau gitu,Ayo kita pulang sekarang, Sayang!
Sar,Aku balik dulu ya, kapan kapan kamu mampir dong ke rumah !"Mariam pamitan kepada Sarah sambil memeluk nya.
"Iya insyaallah,kalau aku ada acara kesana, pasti Aku akan mampir!"Jawab Sarah.
**
"Sayang,apa Wira mengatakan sesuatu tentang Sarah kepada mu?!!"Tanya Mariam kepada Suaminya, ia ingin tahu mu mungkin saka Wira punya cerita yang berbeda.
"Gak ada kok, memang nya ada apa sih, jangan main jodoh Jodoh kan mereka segala ah, biar semuanya mengalir apa adanya sesuai kehendak Ilahi!"Kata Bima menasehati Istri.
"Bukan begitu Sayang, Ternyata Sarah malu saat bertemu dengan Wira, karena kata Sarah, tanpa sengaja Wira sudah melihat wajahnya saat Wira menyenggol nya tempo hari!"
"Oh, ternyata begitu,Apa menurut mu baik jika mereka berjodoh? maksud ku apa teman mu itu belum punya Suami?!"
"Iya Dia masih sendiri, tapi kata dia orang tua nya sedang menjodohkan nya dengan seorang pria di kampungnya, tapi Sarah tidak menyukai nya karena pria tersebut ibadah nya kurang,dan dia juga sudah memiliki Istri!"
Bima terlihat manggut-manggut tanda mengerti.
"Kita doakan saja semoga teman kamu itu mendapat jalan terbaik,juga semoga Allah me rahmati kita semua
Nah Sayang!,besok Aku akan bawa Adik Adik mu berlibur! mereka pasti senang!"
__ADS_1
"Iya, Terima kasih ya,kamu sudah peduli kepada keluarga ku semua!"Jawab Mariam sambi menatap Suaminya bangga.
"Apaan sih kamu?!kan sudah kewajiban aku sekarang, kebahagiaan mu adalah segala nya bagiku!"Kata Bima sambil mengecup tangan Mariam penuh kasih sayang.
Hati Mariam semakin berbunga bungasekarang begitu bahagia dengan Suaminya.
Taksi dan ada kebencian lagi di dalam hati nya kepada siapa pun yang yang pernah menyakiti nya, dengan legowo dia berusaha memaafkan semuanya dan melupakan apa yang terjadi di sengaja lalu.
***"
"Wir, Istri ku bilang, Sarah bercerita tentang kejadian tempo hari saat kalian tak sengaja bertabrakan!"
Buma berusaha menjadi penengah agar diantara Sarah dan Wira tidak ada lagi kecanggungan.
"Iya,Bim, Aku tak sengaja melihat wajah nya!"Wira pun akhirnya membeber kan semua nya.
"Itu bukan suatu kejahatan, kamu tenang saja, semua nya terjadi karena tidak sengaja, tapi aku yakin tidak ada yang kebetulan,kan!"Kata Bima sambil tersenyum ke arah Wira.
"Ya,Aku tahu,,tapi dia terlihat sangat membenciku!"Wira terlihat kecewa.
"Menurut ku bukan benci, tapi dia merasa malu karena Aurat nya yang sudah ia jaga ternyata dilihat oleh pria yang bukan mahram nya!"
"Lalu menurut mu apa yang harus Aku lakukan?!Aku pun merasa sangat bersalah dan Aku ingin minta maaf yang sebesar besarnya!"Wira terlihat sangat Frustasi.
"Apa kamu menyukai nya?!"Tanya Bima tiba tiba.
"Apa?! Kenapa kamu bertanya seperti itu?!"Wira terlihat gugup saat Bima menanyakan tentang perasaannya.
"Jika kamu menyukai dia pada pandangan pertama, sebaiknya ajak lah dia untuk bertaaruf, mungkin Allah sengaja mengirim dia sebagai jodoh kamu!"Bima memberi saran yang sangat menohok, membuat Bima salah tingkah.
"Aku gak yakin Bim, Apa aku pantas untuk dia?!"
Wira sangat rendah diri,dia takut Sarah akan menolak nya.
"Segera lah ambil keputusan, Wir! sebelum dia menjadi istri kedua dari seorang pria yang tidak ia ingin kan!"
"Apa maksudmu?!"Wira terlihat terkejut.
"Ya, Istri ku bilang, Orang tua nya sudah menjodohkan dia dengan pria beristri dan Sarah tidak menginginkan nya,jadi, segera lah bebas kan dia dari mimpi buruknya Wir.
__ADS_1
Saranku, segera temui kedua orang tua nya sebelum terlambat, Istriku bisa menjadi penengah diantara kalian!"